Skip to main content

LOCK&LOCK Cooking Class Baking Itu Mudah, loh!

Menjelang weekend minggu ini, ada email yang mengundang untuk menghadiri LOCK&LOCK Cooking Class. Sebentar, sepertinya aku juga pernah menghadiri Cooking Class brand ini beberapa tahun yang lalu. Jadi, aku sudah bisa mengebayangin, bakalan dikasih tahu produk LOCK&LOCK terbaru. Bakalan dikasih tahu bahan dasar produk tersebut, bakal dikasih tahu penggunaannya dalam memasak menu makanan.

Alhamdulillahnya, suami mengijinkan aku untuk datang pada LOCK&LOCK Cooking Class Italian Sweet Desert. Acaranya pada Hari Sabtu, 24 September 2016 pukul 10 WIB. Bertempat di Bakerzin-Central Park.

Venu Lock&Lock Cooking Class


Di undangan sudah tertulis kan ya, desert, tapi aku ngebayanginnya pizza tuh. *Laper dech. And then, untuk pergi ke Central Park aku putuskan menggunakan transportasi KRL sambung Ojek Online. Meskipun kata suamiku lebih enak menggunakan Trans Jakarta, tapi itulah aku, keukeuh pakai KRL sambung Ojek Online. *akhirnya ribet sendiri (maafkeun).

So, berangkat dari rumah pukul 9 pagi, sampai di Bakerzin pukul 10.00 tepat. Alhamdulilah sampai, setelah mengalami berbagai hal yang membingungkanku.

Rutenya : dari stasiun Tanah Tinggi naik jurusan Tangerang-Duri. Turun di Grogol. Dari stasiun pesan ojek ke arah Taman Anggrek. Central Park dan Taman Anggrek sebelahan gitu, Sekarang malah sudah ada jembatan yang bentuknya unik dan warna-warni gitu. Kalau enggak mau lewat jembatan, bisa lewat bawah, tapi siap-siap hidungnya laper ;(.

Untuk mencapai Bakerzin, aku harus masuk melalui pintu utama, kemudian tasnya diperiksa menggunakan mesin. Lalu aku tanya ke bapak satpam, Bakerzin ada di luar mall dan di lantai 1. Dari pintu masuk, jalan terus melewati dua pintu besar yang ke arah kanan. Kalau sudah menemukan dua pintu di kanan, keluar trus cari saja Häagen-Dazs. Bakerzin ada di sebelahnya.

Disambut oleh Mbak Tias, Public Relation LOCK&LOCK dan kemudian duduk di satu meja yang sudah ada kompor portable. Satu meja diisi empat kursi. Dua orang teman satu mejaku, namanya aku lupa *maafkeun, satu lagi ibu yang sudah banyak asam garamnya, namanya ibu Lana.

Kiki Ceria, Chef dari LOCK&LOCK sebagai MC membuka Cooking Class dengan ceria. Yup, namanya juga Cooking Class kudu ceria kan ya. Kiki memperkenalkan satu produk LOCK&LOCK yang dibagikan ketika registrasi tadi. Oven Glass gitu, lucu, mungil tapi tutupnya enggak boleh masuk microwave.

Chef Yusuf dan Chef Kiki Ceria


LOCK&LOCK Oven Glass Line ini terbuat dari Borosilicate glass. Duh, ini dijadikan pertanyaan loh, jadi lain kali, kalau nerima kertas dibaca yeee. Hehee. Untuk ukuran oven glass ini, ada tiga;
  1. Oven glass line 300 ml kodenya LLG950
  2. Oven glass line 540 ml kodenya LLG 951
  3. Oven glass line 850 ml kodenya LLG 952
Oven glass line yang dibagikan kepada para peserta LOCK&LOCK Cooking Class yang berukuran 540ml. So, bisa ditebak? menu Italian Sweet Desert kali ini, akan membuat Raspberry Pannacota dan Modern Choux.

Peralatan yang digunakan untuk membuat sweet desert tadi, sudah dipersiapkan. Ada kompor portable, panci dan sutilnya. Sedangkan bahan-bahannya dipersiapkan oleh pihak Bakerzin sesuai dengan menu yang akan dimasak. Baru dech, Chef Yusuf membuka Cooking Class dengan membuat Raspberry Pannacota terlebih dahulu.

Raspberry Pannacota dibuat terlebih dahulu, karena akan dibekukan terlebih dahulu di dalam lemari es. Bahan-bahannya Haco pannacota powder, fresh milk, whipping cream diary dan vanilla bean. Bahan yang sulit ditemukan adalah Haco pannacota. Chef Yusuf sendiri merekomendasikan salah satu toko bahan kue di daerah Fatmawati. Menurutnya, disitu lengkap dech.

Fresh Milk


Satu persatu peserta cooking class mencoba untuk memasak. Pertama-tama, masukkan Fresh milk, setelah mendidih baru masukkan whipping cream dengan memasukkan isi dari vanilla bean, setelah mendidih lagi, masukkan haco pannacota perlahan-lahan dan aduk sampai mendidih.

Aku, aku masak looh ;)


Ngomong-ngomong nich, aku baru pertama kali mendengar desert yang bernama Pannacota. Duh, kuper bingit yes. Untungnya chef Yusuf mau menjelaskan, apa itu sebenarnya Pannacota. Jadi, aku yang awam jadi ngeh. Pannacotta itu desert yang lebih lembut daripada pudding. Jadi tingkatan kelembutannya adalah Pannacota, Pudding, dan Jelly.

Suasana Cooking Class


Setelah campuran pannacota mendidih, kemudian dibagi menjadi empat untuk masing-masing peserta dalam satu meja. Pannacotanya dimasukkan ke dalam oven glass line yang dibagiin tadi. woooow, ternyata yaaah, berfungsi juga *bisa dibawa pulang nich. Hehee.

Sembari mengadakan tanya dan jawab, serta membagikan kuis, appetizer dari Bakerzin datang. Menu yang sudah aku pilih adalah mushroom spinach yang bentuknya seperti martabak gitu. Hm, enaknya melelehkan hatiku.



Menu kedua adalah Modern Choux. Di cooking class kali ini, aku juga baru paham Choux adalah kue sus. Cuma yang dibuat adalah kue sus modern. Sebelum chef Yusuf menyampaikan bahwa kue choux ini adalah kue yang harus dipanggang dalam keadaan panas yang pas, aku gak akan pernah tahu. Perjuangan membuat kue choux ternyata susah. ;)

Bahan-bahan Modern Choux adalah, water, fresh milk, unsalted butter (bisa diganti blue band tapi nanti tidak perlu ditambahkan garam, yes), bread flour (cakra atau protein tinggi), eggs, salt and sugar. Bahn-bahannya gampang ditemui, tapi prosesnya sedikit susah, apalagi ketika sedang pemanggangan.

Cara membuatnya masukkan air, susu segar (chef Yusuf merekomendasikan UHT), kemudian salt and sugar, unsalted butter. Diaduk hingga mendidih, diadukknya sebaiknya searah jarum jam. Setelah mendidih, matikan api. Masukkan tepung perlahan-lahan, aduk hingga adonan mencampur menjadi satu. Setelah tepung masuk, nyalakan api dan matangkan tepung (jangan sampai ada tepung yang belum matang). Setelah tepung matang masukkan telur.

Sengaja nich, menulis resep tanpa sistematika, nanti di blog lainnya mau ditulis ulang ;(

Terakhir adalah class yang paling susah, tidak semua peserta dapat membuat bentuk choux yang bagus. Ada beberapa peserta yang mampu membuat choux dengan baik, kalau aku, ya maklum ya amatiran ;)

Kuncinya ternyata sewaktu mengeluarkan adonan dari plastik spluit, ditahan dan kemudian diangkat cepat, bentuknya jadi cakep euy. Trus, class selanjutnya adalah menghias mengisi isian choux yang sudah disiapkan oleh chef Yusuf. Baik banget chefnya...hehee.

Bareng Chef Yusuf dan teman-teman


Jadi, para peserta cooking class tugasnya, mengisi vla ke dalam choux. Agar choux yang cantik tidak berubah bentuk, dimasukkannya di mana hayo? coba tebak-tebakan, ngisi vlanya lewat mana? heheee.

And then, yang makin bikin gemes adalah, aku dan peserta lainnya diminta ngedecor dan menatanya di piring. Duh, ngegarnish enggak banget dech. Apa adanya saja, aku bikin boneka salju. Ada mata, kepala, tangan dan kakinya dari cokelat panggang.





Cokelatnya kek marmer, shinny sekali. Ada resep dai chef Yusuf nich, biar si cokelat tampak shinny. Duh, mungkin datang ke cooking class beberapa kali, aku baru berani pegang adonan dech. Takut gagal ;( kode ini mah, kode biar diikutin cooking class again, hehee.



LOCK&LOCK terima kasih banyak undangannya. Terima kasih banyak telah diajak belajar masak deserta dengan penggunaan oven glass line yang cantik, simple dan untuk penyajian juga cantik. Jadi pannacotanya tidak perlu dipindah, biarkan saja di oven glass line lalu digarnish dech.

Tralaaaa, inilah hasil dari LOCK&LOCK Cooking Class yang sangat membukakan mataku, kalau membuat aneka jenis makanan itu sebetulnya simple. Tergantung aku niat atau enggak, apakah aku sabar atau enggak, mau mencoba sampai berkali-kali atau enggak. Daadaaah.






Comments

  1. waa serunyaaa..aku sering denger panacota pas lihat acara master chef^^

    ReplyDelete
  2. asiknyaaaa masak-masak, habis ini buka bakery :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaaaa, belum laaah. Perlu cooking class yg berkali kali

      Delete
  3. Replies
    1. Bikin yuk, cari bahan bahannya yg susah, klo di sini

      Delete
  4. Mesti ikut cooking class juga keknya buat nambah pengalaman lagi, btw thanks sharingnya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…