23 Dec 2016

Memberikan Kado Buket Bunga Untuk Ibu di Hari Spesial


[Love]


Selamat hari ibu untuk aku, untuk ibuku, untuk mamah mertuaku, untuk para ibu dan para calon ibu di seluruh Indonesia dan di seluruh penjuru dunia. Iya kan, ada ibu dari Indonesia yang berada di luar negeri.

Hari ibu tahun ini, aku bersyukur ditemani mamah mertua. Kebetulan beliau sedang berada di rumahku. Iya, aku dan suamiku meminta mamah untuk datang ke rumahku beberapa hari menjelang hari ibu. Untuk berjaga-jaga, apabila anak bungsuku yang sedang sakit disarankan dirawat di rumah sakit. Saat itu juga, mamah datang, supaya anak sulungku ada yang menemani.




Mamah sudah lama sekali ditinggal almarhum papah. Mamah berada di rumah bersama ketiga anaknya dan dua cucunya. Aktifitas mamah, seperti para ibu pada umumnya. Berada di rumah, memastikan anak dan cucu-cucunya mendapatkan makanan yang dibutuhkan. Pergi ke pasar, memasak dan bermain bersama kedua cucunya.

22 Dec 2016

Manfaat Bio Oil untuk Mengatasi Kulit Wajah yang Kusam dan Kulit Tubuh yang Kering


[Beauty]


Hari Minggu, 18 Desember 2016 aku dan teman blogger dari kumpulan emak blogger berkesempatan untuk menghadiri talkshow dengan tema "Look Good, Feel Great". Bertempat di gerai Watsons Indonesia Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara.

PT Duta Intidaya (Watsons Indonesia) bersama PT Radiant Sentral Nutrindo mengajak aku dan teman-teman blogger serta para wanita Indonesia, untuk memiliki kulit sehat dan tampil percaya diri luar dan dalam.

Menginjakkan kaki di Mall Kelapa gading yang luas sekali, awalnya aku berpikir akan bingung. Tapi ternyata, Watsons Indonesia berada di Mall Kelapa Gading 3 sangat mudah ditemukan. Tepatnya berada di lantai dasar dan atrium terlihat kok. Buat teman-teman yang akan datang ke Watsons Indonesia, gerai ini memiliki ciri khas warna hijau. Ada banyak produk kecantikan dan kesehatan yang dijajarkan secara rapi di sana.

20 Dec 2016

Extro by Tissor : Membuat Rumah Nyaman Bebas Tikus

Rumah adalah tempat yang paling nyaman setelah melakukan aktifitas di luar. Kenyamanannya sangat dirindukan oleh seluruh anggota keluarga.

Itulah salah satu qoute yang bagiku sangat wajib untuk ada di dalam sebuah rumah. Mau tinggal di rumah siapapun, yang lebih mewah dan lebih bagus, pasti pingin dong pulang ke rumah sendiri?

Untuk memberikan kenyamanan bagi semua anggota keluarga, aku sebagai ibu yang bertugas mengurusi rumah, adalah wajib memastikan seluruh sudut rumah, terbebas dari hal-hal yang membuat tidak nyaman.

Berikut ini adalah hal-hal wujud yang membuat ketidaknyamanan di dalam rumah ;
  1. Atap rumah yang bocor, ketika hujan deras turun
  2. Banyak nyamuk yang masuk ke dalam rumah, karena ada lubang yang mengangga
  3. Rumah berantakan, tidak pernah dibersihkan 😥
  4. Ada kecoa bersliweran dari arah kamar mandi ke ruang utama
  5. Banyak terdapat kotoran tikus di sudut-sudut rumah, terutama di dapur ataupun ruangan yang tidak terpakai.
Hal yang paling membuat aku geregetan adalah yang nomor 5. Yup ketemu kotoran tikus dan kadang, mendapati makhluk ini berlari sekuat tenaga dari bawah lemari dapur menuju kamar mandi belakang.

Yup, kamar mandi belakang di rumahku, ada lubang lumayan besar. Dari dulu permasalahannya ya ini. Ditutup selalu bolong lagi, bolong lagi. Apalagi paralon dari atap, pembuangannya ke kamar mandi. Parah dech yang membuat sanitasi rumah ini 😳. Ups Alhamdulillah masih diberikan kepercayaan untuk mengontrak di rumah ini.

Beberapa upaya sudah aku coba untuk mengusir si biang kerok. Biang kerok yang selalu membuat dapurku porak poranda. Sudah puluhan barang dibuang hanya gara-gara si tikus nakal ini. Lalu akupun bingung sebingung-bingungnya. Bagaimana cara mengusir makhluk ini.

Akhirnya di sebuah hari yang cerah, temanku menyarankan untuk menggunakan alat pengusir tikus yang dia pakai. Nama alat pengusir tikusnya adalah Extro by Tissor. Aku segera mambayangkan, alat tersebut berupa racun tikus atau lem tikus. Ternyata setelah aku mendapatkan alat tersebut, pikiranku salah semuanyaaa.

Extro by Tissor ini merupakan alat pengusir tikus yang menggunakan dua sistem yang telah terbukti efektif untuk mengontrol atau mengusir hama di dalam rumah. Alat ini menggunakan Gelombang Ultrasonik dan Gelombang Elektro Magnetik yang terintegrasi dalam satu unit untuk mengusir hama terutama, si mahkluk yang sering mondar mandir di rumahku, tikus.

Tissor Indonesia adalah perusahaan berskala nasional yang berdiri sejak tahun 2006. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dan pelayanan purna jual untuk produk-produk dengan merk Tissor. Produk-produknya adalah produk import yang telah melewati tahap quality control di negara asal dan juga quality control internal.

Benar juga, Extro by Tissor ini dilengkapi panduan dan  cara memasang alat pengusir tikus ini, supaya bekerja secara efektif. Ya dong, mau tidak mau kan, setelah memasang alat pengusir tikus ini, rumahku bebas dari jajahan tikus yang berkeliaran di rumah bagian belakang 😬.

Aku memasang Extro by Tissor di ruang yang banyak dilewati mahkluk hitam yang selalu kuusir usir. Bagian dapur dan bagian gudang. Ke dua tempat itulah yang selalu menjadi sasaran empuk, bagi tikus.

Extro by Tissor, kupasang di tempat tikus biasa berkeliaran


Ini adalah pengalamanku memasang alat pengusir tikus Extro by Tissor,
  1. Pada awal memasang sampai satu minggu : Masih ada beberapa kotoran tikus dan bau-bau tikus di bagian dapur dekat dengan mesin cuci. Di kamar yang menjadi gudang juga bersarang tikus, dengan tanda banyaknya kotoran tikus, 😮.
  2. Setelah minggu ke dua, aku menaikkan tombol frequensi  menjadi High. : Kotoran tikus semakin berkurang dan tidak menyebar kemana-mana. Aroma tikus di kamar mandi belakang, juga sudah berkurang, tidak setajam waktu masih ada si doi.
  3. Hampir sebulan aku memasang alat pengusir tikus : Tidak nampak adanya tikus yang bersliweran. Aku malah menemukan tikus mati di bawah kasur di dalam kamar yang dijadikan gudaang, huaaaaa. Alat ini pun canggih sekali. Selain mengusir tikus, tikuspun pengsan. Apa mungkin makan makanan basi di selokan, trus mati di rumahku ya? huaaa😤 mengerikan.
  4. Setelah hampir dua bulan. Tikus sudah semakin tidak berani menunjukan batang buntutnya. Rumahpun bersih tidak ada tikus yang berani mendekat karena mendengar perubahan medan magnet dan bunyi gelombang.
Bentuk alat pengusir tikus Extro T-235 PR by Tissor ini memang agak besar. Kalau lebih praktis sedikit, mungkin akan lebih cakep saat dicolokan di dapur atau gudang. Yaaaa, karena stop kontak rumah apalagi di dapur kan sudah banyak yang menanti. Hehee, sewaktu aku memasang alat ini, ada beberapa colokan listrik yang kucabut.

Bentuk Extro by Tissor

Extro by Tissor lengkap dengan lampu


So far, alat pengusir tikus ini, bekerja sangat efektif mengusir dan menghilangkan tikus dari rumah. Rumah pun memberikan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga. Akupun akan selalu berhitung-hitung kalau keluar rumah. Sudah berapa jam aku di luar rumah? duh, rasanya jangan terlalu lama berada di luar rumah ya.

Apalagi tikus sudah tidak nampak batang buntutnya. Semua pasti nyaman kan berada di dalam rumah yang bersih tanpa adanya campur tanggan dan kaki tikus. 😊

Tempat tidur di gudang, biasanya banyak kotoran tikusnya. Sekarang bersih dari 🐁


Buat teman-teman yang penasaran dan ingin mencoba menghadirkan Extro by Tissor di rumah kalian, untuk mengusir tikus, silahkan loh untuk mencari produk ini di websitenya Tissor. Selain efektif mengusir tikus, alat inipun harganya ekonomis, dibandingkan membeli alat pengusir tikus lainnya.




17 Dec 2016

Gurih dan Empuknya Sate dan Gule Bebek Yu Sirus

Mendapatkan libur satu hari bulan Desember ini, aku dan keluarga pulang kampung. Selain aku pulang kampung ke Cilacap. Suamiku juga mengajak ke rumah saudaranya yang baru saja mendapatkan musibah.

Sampai di Cilacap dalam keadaan lelah, ngantuk setelah menempuh 20 jam perjalanan dari Tangerang. Jalanan benar-benar sangat luar biasa rusaknya. Jadi hari pertama di Cilacap cuma gegoleran saja.

Hari keduanya, baru melakukan perjalanan ke Kota Kebumen. Sudah beberapa kali ke Kota yang terkenal akan genteng Soka-nya ini. Estimasi waktu dari Cilacap ke Kebumen 3 jam. Jadi, otomatis makan siang di jalan.

Baca Juga : Catatan Perjalanan Pulang Kampung

Dari daerah Buntu, aku sudah menyerahkan pilihan ke suami, mau makan di mana. Awalnya mau berhenti makan di Bebek Goreng Slamet. Tapi aku bilang, di Tangerang juga sering, napa di sini makan itu lagi. 😞  Mrengut dech suamiku. Maafin yaks, kan usul.

Masuk daerah Tambak. Antara bangun dan tidur, suamiku bilang mau makan sate bebek. Ya sudah, aku iyakan saja. Toh aku juga lupa apakah sudah pernah makan sate bebek apa belum. Loh, kok sign ke kanan? belok trus jalan lagi?. Ternyata sate bebek yang kata temennya, enak dan rame sudah terlewat. Oh, kata temen ada sate bebek yang enak. Mungkin suamiku ingat namanya, pas ngelewatin warungnya.

Nah, ini loh tuh lihat, banyak mobil-mobil yang makan di sini. Ulangi, banyak kendaraan yang parkir di depan warung sate bebek yang kecil. Pasti enak nih, suamiku langsung nyelongong masuk gitu saja. 😵 Gantian, karena brownis manis dan anak sulungku, bobo nyenyak.

Dari mobil, aku membaca nama warung yang terletak di kiri jalan dari arah Buntu. Warung sate dan gule Yu Sirus. Letaknya sepuluh meter sebelum Pasar Tambak. Warungnya kecil, tapi plang namanya cukup terlihat jelas.

Tampak depan dari arah Yogyakarta


Tidak begitu lama, suamiku balik ke mobil dan pas si anak lanangku bangun. Langsung bilang, enak, sana makan, trus bungkus satu porsi sate ya, buat di jalan. 😶 Di sini, aku masih belum bisa berkomentar.

Aku pesan sate bebek Yu Sirus satu porsi, gulenya satu, nasinya dua piring, trus es teh manis. Aku makan berdua sama anak lanang. Udah seperti sedang ngedate aja. 💕

Warungnya memang kecil, tapi jendelanya banyak, jadi enggak sumpek dan panas. Tempat ngebakar tuh sate, ada di sebelah samping warung. Ya asapnya cukup menyapu wajah-wajah terlapar ini. Di meja sudah disiapin sambel kacang, sambel kecap dan lalapan berupa ketimun dan ketomat. Ulangi, tomat.

Sambal kacang dan sambal kecap. Ada lalap juga


Tidak lama, sate dan gule bebek Yu Sirus dan nasi tersaji. Aku pesen satu lagi buat dibungkus, orderan suami yang mau makan sembari jalan. 😟 Di sini aku masih belum bisa berkomentar.

Aku mengambil satu piring nasi, trus satu tusuk sate bebek. Satu gigitan pertama dengan tangan gemetar, takut gigiku bermasalah dengan bebek. Kreees, kriuuk, huaaaaa, ini renyah dan gurih banget sate bebeknya. Anak lanangku ngambil langsung 3. Kalau enak begini, anak lanangku pasti suka. jadi aku pelan-pelan saja makan satenya. Menghayati untuk menghabiskan tiga buah daging kecil bebek di dalam satu tusukan. Biar anakku yang lebih banyak makan sate yang wuuuenake poool. 😍 Awalnya aku berpikir, sate bebek itu alooot. Ternyata, ini cocok banget dimakan sama yang punya gigi palsu. Uuups.

Sate Bebek Yu Sirus @Tambak
Baca Juga : Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Benar saja, anakku bilang enak banget mi. Trus aku cobain gule bebeknya. Dari tampilan tidak begitu menggoda. Kuah santannya enggak kental. Warnanya juga rada pucet, gak jelas kuning atau putih. Isinya tulang-tulang bebek yang ada dagingnya dikit-dikit. Aku sendok trus icip di mulut. Lumeeeer, seger dan gurih banget. Ini santennya cair loh, enggak kentel banget. Jadi buat kalian yang gak suka gule kentel, patut nich dicobain gule bebek Yu Sirus. 😊

Gule Bebek Yu Sirus @Tambak



Oh iya, nasinya banyak juga loh. Aku juga sudah pasrah, kalau nasi anakku gak habis, aku rela kok ngabisin. Eh lah, malah anakku minta nambah satu porsi gule. Sudah dech, kalau anakku sampai bilang nambah, berarti rasanya memang jempol.

Aku menghabiskan satu porsi nasi dan nunggu masih ada 2 tusuk sate bebek Yu Sirus. Eh, anakku bilang, ini buat Faiz ya, mi. Emaaaak relaaa, Nak, apa sich yang enggak buat anakku. 😋 Padahal aku juga masih pingin, tapi kalau pesen lagi, takut gak habis. *Ya ampun, jahap banget akuh. Keplaaak.

Sudah selesai makan, aku ke Yu Sirus. Semoga bener Yu Sirusnya yang ini. Hehee, sok lupa gak kenalan. Jadi, satu porsi itu isinya sate bebek dan gule bebek. Harganya 25.000 rupiah. Kalau pakai Nasi 28.000. Trus es teh, aku lupa, 3.000 sepertinya. 😢 Biasa banget aku lupa soal harga.

Warung Sate dan Gule Bebek Yu Sirus @Tambak


Keluar dari warung sate dan gule Yu Sirus, perut aku dan anakku kenyang. Masuk ke dalam mobil, brownis belum bangun. Suamiku langsung nagih sate bebeknya mana. Hufs beneran langsung dimakan. Rebutan pula sama anak lanang.

Trus aku crita dong, bla and blaaa, tadi pesennya ini dan habis. Komentar dari suamiku, kenapa enggak beli dua porsi sate bebeknya? iyalaaaah...salah lagi. Ya wes, enggo tuku maning.



Sate dan Gule Yu Sirus
Jalan Raya Tambak
Sebelum Pasar Tambak dari arah Buntu

16 Dec 2016

Catatan Perjalanan Pulang Kampung Desember 2016

Setiap perjalanan pasti memiliki banyak catatan sendiri-sendiri. Begitu juga perjalanan pulang kampungku, di bulan Desember kemarin. Perjalanan pulang kampung kali ini, memang serba mendadak. Ada saudara yang mendapatkan musibah, jadi suamiku memutuskan untuk pulang kampung untuk berkunjung ke Kebumen, Jawa Tengah. Sekalian lah yah, mampir ke Cilacap, di kampung halamanku, tercinta.

Berangkat hari Sabtu, 10 Desember 2016 setelah Faiz menyelesaikan ujian semester di hari terakhir ujiannya. Membawa bekal masakan rumahan dalam wadah tupperware. Tujuannya apa, supaya masakan gak mubazir dan ngirit di perjalanan pulang kampung-nya, gitu. 🚐

Perjalanan Tangerang ke Cilacap 20 Jam


Tujuan awal adalah kota Kebumen. Berangkat pukul 11 siang, panas-panasnya kota Tangerang kemarin. Keluar dari perumahan, sudah ketemu kemacetan ke arah toll Karang Tengah. Jadi, diputuskan untuk lewat toll Serpong aja. Sampai di Kebon Nanas, kemacetan ke arah Serpong juga mengular. Tanpa pikir panjang, masuklah mobil ke toll Kebon Nanas atau Cikokol.

Baru beberapa menit masuk toll, perjalanan sudah tersendat. Kemacetan parah yang entah beberapa kali aku temui. Salah ternyata prediksiku, padahal libur cuma dapat ambahan 1 hari, jalanan makin padat saja😪

Masuk rest area Karang Tengah, dari jam 13 siang sampai kurang lebih jam 3 siang. Makan bekal, sholat sampai beli air kemasan dan istirahat. 🍚🍨

Ini camilanku, mana camilanmu? @rest area Karang Tengah


Aku sempat tertidur dan bangun di toll Pasar Rebo pukul 16.30 sore. Rasanya sudah mpe kampung halaman, tapi baru selemparan pandang saja dari arah Tangerang.

Gak ada info apa-apa dari MTNC Polda Metro. Palingan cuma penumpukan kendaraan di toll Cikampek karena ada pekerjaan LRT. Ngecek toll Cipali dan Nagrek juga enggak ada tanda kemerahan di maps. Jadi, bingung juga waktu suami tanya, kita mau lewat mana? kujawab Cipali saja. Diminta cek Brexit, oke cek, gak ada titik kemacetan. Macet cuma di jalan raya Tegal-Cilacap saja.

Masuk ke rest area di Cikampek, adzan maghrib menyambut dengan suara yang sangat merdu. Sholat trus makan malam di Solaria. Faiz pesan ayam goreng tepung, Fira aku pilihin mie ayam, trus abi sudah makan bekal dari rumah. Akhirnya pesan lagi mie ayam sama kopi. ☕

Menyusuri toll Cikampek tidak begitu padat, sampai ke Cipali juga hanya beberapa amobil saja. Laju kendaraan cukup kencang, aku sampai protes ke pak suami. Apalagi hujan mengguyur deras. Sampai ada suara seperti kapal terbang dari arah gerakan mobil, dipadu dengan angin dan guyuran air hujan. Serem dech, suaranya. Sampai Fira gak mau duduk sendiri, maunya dipangku gitu.

Keluar toll Ketanggungan, aku tidur-tidur ayam. Faiz ngobrol sama abinya, suaranya masih on 24 jam. Tapi suamiku sudah down staminanya. 😴 jadi berhenti di Indomaret. Enggak lama berhenti di depan Indomaret, pintu tokonya ditutup. Lihat jam, ternyata sudah jam 11 malam.

Suamiku melanjutkan perjalanan setelah membeli promagh. Atuhlah, minum kopi, asam lambungnya naik. Kasihan banget, mau gantiin, enggak mungkin kan yah, nyetir di jalan orang, malam hari pun. Setelah itu, aku tertidur dengan tertib.

Dalam tidur dan bangunku, aku benar-benar merasakan, jalanan rusak parah. Bergelombang dan berlubang yang enggak cantik. Sepanjang jalan dari keluar toll Ketanggunangan, sampai masuk kota Cilacap, aku merasakan jalan sangat tidak bersahabat.

Terbangun tak lama setelah suamiku memarkirkan kendaraan di POM Bensin. Jam 3 pagi, entalah sebelumnya suamiku sudah berhenti lagi, atau ini pemberhentian setelah dari Indomaret. Suamiku tidur aku yang terbangun nyari toilet.

Alhamdulillah, toilet di POM Bensin ini bersih banget. Aku acungin jempol empat, pinjem jempol tangan Faiz. Di toilet ini, disediakan sandal ganti untuk masuk toilet, jadi lantai kamar mandinya bersih. Ada pewangi kamar mandipun. Aku dua kali ke toilet ini, iyalah ada kotak buat naroh uang juga.


POM Bensinya cukup lengkap loh, ada toilet bersih, minimarket tradisional, mushola dan ada penjual kue pancong. Aku beli satu porsi, isinya 8 harganya 3000 rupiah. Aku sempat tanya, kenapa jalanan rusak parah ya?

Kue Pancong Pagi di jam 3 pagi @Karang Kemiri

"Sepanjang hari hujan, jadi jalanan rusak. Apalagi sekarang banyak truk besar lewat sini, sejak enggak ada pungli". "Dulu mah, enggak lewat sini, lewatnya jalur tengah"
Udara di luar mobil dingin bangeeeet. Aku aja sampai bosen nunggu suamiku tidur. Jadi ya, tidur lagi sampai suamiku bilang sudah subuh. Waaah, langit sudah terang, perjalananpun dilanjut. Akhirnya mataku melihat nama desanya : Karang kemiri.

Rencana berubah, gak langsung ke kota Kebumen, tapi ke Cilacap dulu, biar bisa istirahat dengan nyaman. Jam 6 pagi sampai di Jeruk Legi, suamiku ngantuk berat. Mata sudah merah, bahaya kan nyetir sembari tidur. Jadi, berhenti lagi di depan Alfamart sampai satu jam.

Alhamdulillah sampai di rumah Cilacap dengan selamat. Dengan waktu tempuh selama hampir 20 jam. Luar biasa sekali eprjalanan pulang kampung bulan Desember ini. 😕

From Cilacap go to Kebumen


Hari ke dua di kampung halaman, jadwalnya ke Kebumen setelah seharian kemarin istirahat. Jam 8 berangkat dari rumah dan berkeliling kota Cilacap untuk beli oleh-oleh, main di Laris tekstil trus cuz ke Kebumen.

Kembali menemui jalanan berlubang dari Sampang menuju Buntu. Setelah Buntu, jalanan lumayan bagus. Sampai Gombong, suamiku ngajak makan di sate bebek Yu Sirus. Kata temennya, sate bebeknya yu sirus ini enaaak bingit. 😌 Ternyata enak pakai, banget, sampai nambah satu porsi buat dicamili di jalan.

Sate Bebek Yu Sirus @Tambak nampol gurihnya
Baca Juga : Gurih dan Empuknya Sate dan Gule Yu Sirus

Sholat Dzuhur di Masjid yang aku lupa enggak baca namanya. Masjidnya sederhana tapi mukenanya bersih.

Sampai di Kebumen, ada kira-kira pukul 2 sampai pukul 5 di rumah saudara suami. Sempat makan gule ayam lagi, loh si Faiz. Padahal sudah menghabiskan dua porsi gulai bebek. Top anakku ini dech.

Perjalanan pulang, Faiz minta lagi sate bebek. Tapi enggak di Yu sirus yang kanan jalan dari arah Yogyakarta. Pilihannya di kiri jalan dari arah Yogya adalah Sate bebek Pak Encus. Rasanya enggak kalah juga dari Yu Sirus.

Sate Bebek Pak Encus @Tambak


Sholat Maghrib masih di Gombong juga. Masjidnya bagus tapi mukenanya aduuh, nahan nafas dech. Kebetulan banget, perjalanan pulang kampung yang mendadak ini, mukena kok ketinggalan.Sempat beli gethuk goreng H. Tohirin buat orang rumah.

Sampai di Cilacap pukul 8 malam, sudah ada mie jawa dan martabak Alaska. Trus bobo cantik di sofa depan tipi.

Perjalanan Cilacap ke Bandung


Sudah tiga kali perjalanan dari Cilacap ke Tangerang, mampirnya selalu Bandung. Sepertinya Bandung menjadi kota transit buat aku dan keluargaku.

Jalan dari Cilacap tepat pukul 10 pagi, karena nungguin mendoan mateng. Trus beli oleh-oleh krupuk Tengiri lagi di Cita Rasa. Suamiku bilang kalau badannya kurang fit alias ngedrop. Sholat Dzuhur di Wangon.

Rute selatan kabarnya enggak parah-parah amat seperti jalur Tegal-Cilacap. Aku mampir ketemu kakakku yang tinggal di Ciporos. Kebetulan kantornya di depan jalan nasional. Janjian di rumah makan Sukamanah yang dekat dengan kantor. Makan siang pakai ayam bakar dan ikan bakar.

Cah kangkung terenak kata Faiz @Rumah Makan Sukamanah


Faiz sama Fira seeng banget, bisa kasih makan ikan yang ada di kolam. Rumah makan Sukamanah, ada masjidnya. Bagus loh masjidnya, tapi sayang mukenanya sangat kotor.

Tepat pukul 3, aku pamit untuk melanjutkan perjalanan. Jembatan di Banjar ada yang rusak, jadi jalan dialihkan. Masuk ke Tasik sudah menjelang maghrib. Jadi berhenti di warung makan yang ada masjidnya.

Makan sop iga harga 1 porsi 35.000. Lumayan enak lah ya, nama rumah makannya lupa. Masjidnya bagus juga tapi kebetulan aku pakai mukena yang ada minyak wangi, yang enggak banget.

Aku sebetulnya berharap naik di Gentong sebelum maghrib. Tapi suamiku sudah terlalu cape. Jadi, naik ke Gentong cuaca sudah gelap. Alhamdulillahnya pas jalan yang berkelok dan naik tinggi banget, sepi. Jadi jalan dengan lancar.

Garut sampai Limbangan, baru jalanan mulai padat, tapi kadang jalan sendirian, karena suamiku emang enggak mau mendahului trek yang berjalan lambat. Pas ada jalan bagus dan aman, baru dech mendahului.

Masuk Nagrek jam 8 malam, yang tadinya mau lanjut pulang Tangerang akhirnya memutuskan cari hotel di Traveloka. Huhuuui, emang sudah jodoh Bandung buat transit dari perjalanan pulang kampung.

Apa kabar Zest Hotel? dua kalinya aku ke sini @ZestHotelBandung


Hotel yang diharapkan seperti waktu Lebaran kemarin, Di daerah Sukajadi, Zest Hotel namanya. Jadi, udahlah, tinggal lewat toll lagi, nyampe dech di Hotel jam 9 malam. Total waktu tempuh Cilacap ke Bandung dengan jalan santai ditambah ngrumpi di Sukamanah hampir 11 jam.

Kembali ke Tangerang dari Bandung


Hari Rabu, suamiku ada pekerjaan. Jadi, subuh-subuh sudah bangun dan bangunin anak-anak yang sedang mager-mager nya di bawah selimut kasur hotel yang empuk menal menul. Kasihan, tapi daripada kepalang kena macet di Bandung?

Pukul 6 pagi cek out dari Zest Hotel Sukajadi, Bandung. Mampir di rest area ke dua, atau yang paling besar setelah Bandung. PIngin makan di Solaria, malah belum buka jam segitu. jadi, main dulu di taman rest areanya sama Faiz.

Taman di Rest Area ke dua setelah Bandung. Pic by Faiz


Trus ngintip ruko yang ramai sekali pengunjugnya. Walah jualan bubur ayam to? belilah aku bubur ayam satu mangkok dan dua bubur sumsum. Total semua 36 ribu. Buat sarapan sepanjang perjalanan.

Masuk ke jalan toll dalam kota Jakarta disambut dengan gegap gempitanya kemacetan ibukota. Aku mah tidur aja dan terbangun sampai di toll Pondok Indah jam 9 pagi. Untuk sampai ke rumah, harus lewat toll Karang tengah.

Melihat jalanan yang sedikit kumuh setelah Green lake, seperti sudah sampai rumah. Fira yang tadinya rewel, ngelihat gerbang di depan perumahan, langsung seger mukanya. Yup, tepat jam 10 mobil sudah parkir di garasi rumah. Total waktu tempuh dari Bandung ke Tangerang 4 jam sudah termasuk istirahat di rest area selama 1 jam lebih.

Kebayang kaah? berapa lama pantat ini duduk di dalam mobil? melakukan perjalanan pulang kampung yang sebenernya sangat melelahkan, tapi aku bahagia. Anak-anak juga seneng, meskipun hari ini Faiz ke dokter. Bukan karena cape, tapi karena minum air dingin terus selama di perjalanan.

7 Dec 2016

Menjadi Gemuk dan Cara Menyikapi Kenaikan Berat Badan

Hallo apa kabar semuanya? sepagi ini aku sudah bangun. Langit di luar mendukungku untuk melakukan aktiftas di luar rumah, sepertinya. Cerah secerah wajah-wajah para pencinta-Mu. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Sebahagia hati ini menerima banyak sekali cinta dari orang-orang terkasih. 💓

Salah satu efek dari kebahagian dan rasa penerimaan di dalam hati, buat aku ngaruh ke berat badan. Yap, berat badanku naik drastis beberapa bulan ini. Iya, tetangga, teman-teman dan bahkan suamiku bilang aku gemuk. Menjadi gemuk itu ternyata bisa dialami oleh siapa saja. Aku pikir, aku enggak pernah akan menjadi gemuk. Alhamdulillah akhirnya aku merasakan menjadi gemuk, iyeeeeey kiiiisss. 😚

Mungkin hanya aku saja nich, yang menjadi gemuk tapi tetap senang dan gembira. Eh pastinya semua orang lah ya, menjadi apapun tapi tetap sehat harus selalu disyukuri. Masalahnya menjadi gemuk adalah masa yang paling aku tunggu-tunggu. Dulu pernah berada di masa-masa kegemukan, tapi karena hamil dan setelah melahirkan. 👩. Itulah wanita.

Loc. Pantai Kuta, Bali. Semasa masih bekerja kantoran 😊


Sebagai informasi, ya kali butuh perbandingan. Sebelum menikah dan masih menjadi wonder women di tahun 2008, berat badanku 44. Jarang sekali naik ke angka 45 atau 46. Setia banget di angka 44. Sampai setelah melahirkan anak pertama berat badanku di angka 46. Stop di situ, tidak naik lagi dan seringnya malah turun.

Di mana setiap aku pulang kampung, ke rumah ibu dan bapakku di kota yang panas sana. Tetangga sebelah rumah selalu bertanya "Mbak, Tanti kurusan aja? sehat, Mbak?" Yes aku sehat dan aku baik-baik saja. Seakan akan aku enggak bahagia? aku bahagia, meskipun banyak sekali asam yang terlalu asam dan garam yang terlalu asin dan gula yang kadang terlalu manis sampai terasa pahit. 😈

Menjadi Gemuk


Berkali-kali aku berusaha untuk menjadi gemuk. Makan biskuit cokelat dan susu cokelat tiap menjelang tidur. Itulah kenapa gigiku rusak. Itulah kenapa keuanganku boros di pos jajan di minimarket. Berat badan naik? enggak! yang ada uang kembali keluar di dokter gigi. Gigiku banyak keropos, mungkin karena aku rajin makan cokelat di malam hari. Sedih.


Setelah kesedihan pasti akan ada kebahagiaan. Aku percaya itu. Setelah banyak nangis karena meratapi hal yang enggak pasti, dan tidak akan berlangsung lama. Aku bangkit. Bangkit dari keterpurukan. Masalah kerjaan di luar rumah, akhirnya aku resign. Masalah asisten rumah tangga, akhirnya aku angkat tangan, lebih baik enggak ada asisten rumah tangga yang nginep. Masalah anak-anak, akhirnya dapat aku atasi. Semua berjalan baik, setelah aku resign. 😠

Apa setelah resign masalah selesai. Ya enggak lah ya. Setiap yang hidup ada pergerakan. Setiap pergerakan pasti ada sesuatu yang merintang. Tapi ya...stay positive dan berusaha untuk menerima sesuatu yang ada di depanku, saja. That's it. Aku lebih santai menghadapi persoalan hidup. Aku lebih sehat karena mampu makan tiga kali sehari, dengan teratur. Aku bahagia bersama anak-anak dan suami yang selalu membuat hari-hariku penuh dengan cerita.

Sampai suatu hari, orang yang setiap hari memandangi tubuhku, mengatakan. "De' kamu gemukan?" seakan akan tidak percaya menatapku sampai pertanyaannya diulang-ulang. Diulang-ulang sampai akupun mematutkan diri di kaca. Sampai aku mencoba semua pakaian yang ada di lemari. Sampai aku harus selfie sekian kali dan bertanya "Ummi gendutan ya, Bi, semua pakaian udah enggak muat?"

Dan beberapa kali ke apotik, satu benda yang kusamperin terlebih dulu adalah TIMBANGAN. Di rumah enggak punya, bu. Maklum suamiku badannya gendut juga. Nanti beliau selalu takut kalau ada timbangan. Angka menunjukan di 54 kilo gram di tiga bulan lalu. Setelah bertahan di angka 52 pasca hamil anak ke dua. Dan bulan ini, setelah tiga bulan yang lalu, berat badanku di angka 56 saudara-saudara. 🙌 Horeeee, aku bisa menjadi gendut ternyata.

Cara Menyikapi Kenaikan Berat Badan


Menjadi gemuk? Alhamdulillah yang penting selalu sehat dan baik hati serta tidak sombong. Huhuuu. Rasanya aku pingin peluk ibu kantin sewaktu SMA. Ibu kantin mengatakan aku punya bakat gemuk, dilihat dari struktur tulangnya. Sekian lama kunanti, bertahun-tahun aku selalu dibilang kok kurusan terus? kamu bahagia? kamu makan? kamu stress? kamu sehat? itu terus kan yang ditanyakan kalau badanku terlihat kurus? hiks sedih.

Beruntungnya aku, memiliki partner of life dengan badan yang subur alias gemuk. Beliau telah memiliki banyak asam dan garam serta gula yang kadang pahit. Jika angka timbangan berada di angka orange ke merahan menurut beliau. Itu sudah siaga 1 dan harus menyikapi kenaikan berat badannya tersebut dengan banyak cara.

Pertama adalah dengan puasa senin kamis. Mengurangi karbohidrat dengan disiplin. Melakukan traveling dan usahakan lebih banyak jalan kaki. Ya Allah, mudah banget bukan? suamiku enggak mau diet yang ekstrim. Bagi suamiku tiga hal di atas adalah the best. Hasilnya? tidak terlalu ekstrim menurunkan berat badan. Tapi, berat badan akan perlahan turun, sehingga gelambir di perut dan pipinya tidak begitu klemer-klemer. Oiya, suamiku tidak melakukan olah raga berat dan tidak teratur melakukan olah raga juga.  💃

Bagaimana caraku menyikapi kenaikan berat badanku? aku mengikuti cara suamiku, tapi baru yang pertama. Aku belum bisa mengurangi karbohidrat. Gimana ya? baper terus setiap hari. Jadi apa saja di dalam lemari es, aku makan. Sekarang malah sering baking, bikin martabak, bikin pukis. Ya ampun itu kan banyak mengandung karbo kan? pakai terigu.

Tenang, selama di rumah mau melakukan pekerjaan rumah yang berat. Contohnya menyetrika dan menyikat kamar mandi, berat badanku kupastikan dapat bertahan di ambang normal. Sekarang, suamiku bisa bilang "Kita seri nih de'" Huwaaaaat? ternyata diam-diam dia menunggu aku menjadi gemuk juga ya.

Caraku menyikapi kenaikan berat badan yang lain adalah : Segera membongkar isi lemari pakaian. Huaaa, banyak celana panjang yang enggak muat. Banyak blouse yang enggak muat. Banyak kemeja yang enggak muat. Aku pisahin tuh, yang kekecilan dan masih bagus aku masih simpan di lemari. Siapa tahu bisa disumbangin. Ternyata aku semakin kreatif setelah gemuk. Blouse-ku yang kekecilan, aku buat menjadi dress untuk anakku. Alhamdulillah ya sesuatu. 😘

Kemudian lemari pakaianku memiliki banyak space dan ketika mau pergi, aku bilang ke suamiku, "Bi' ummi pakai baju apa? semuanya sudah enggak muat. Nih lihat, yang ukuran L aja udah begini". Segitunya kah? iya, karena di lemari bajuku ada kaos lengan panjang ukuran L tapi yang kecil kali ya. Jadi, terengah-engah aku masuk ke dalamnya. Lebayh.

Loc. Frisian Flag Plant. Dua tahun setelah resign. 😚


Alhamdulillah, aku diijinkan untuk membeli pakaian yang menurutku bagus dan kusuka. Beberapa kali aku membeli pakaian secara konvensional di pusat perbelanjaan fashion. Kadang juga membeli secara online karena waktu untuk keluar rumah, susaah sekali untuk dipas-pasin. Apalagi anak-anakku pada enggak doyan ngelihat emaknya belanja baju. Ya sudah sich, seringnya belanja fashion online. Tapi khusus untuk merek tertentu yang sudah tahu bahan dan modelnya. 😉

Beberapa hari ini, aku juga mau belanja pakaian. Pastinya by online dong, anak-anak kan sedang melaksanakan ujian. Kasihan atuh mereka ditinggal. Beginilah wanita, melihat ada koleksi pakaian yang baru, yang kekinian pasti selalu diinginkan. Apalagi sebentar lagi di bulan Desember ini akan ada yang namanya HARBOLNAS di ZALORA. Huaaaaa, rajinin bikin makanan di rumah, skip skip aja jajan di luar rumah, uangnya buat beli pakaian di toko online. Ckckcckk, ada saja kan jalan untuk menyikapi kenaikan berat badan. Makanan di rumah ada, pakaian baru juga ada, hati bahagia dan menjadi gemuk? jangan takut asal dapat menyikapi dengan bijak.

Love my day

💚

Astin






1 Dec 2016

5 Keungulan Manu Asli Sumatera Barat, Rendang

Apa makanan kesukaan kalian dari Sumatera Barat? pasti njawabnya enggak pakai lama. Langsung yang terlintas dipikiran teman-teman adalah, Rendang. Hayo ngaku. Kupikir masyarakat dari semua lapisan, pasti sangat mengenal menu tradisional bernama rendang, kan? ya. Rendang menjadi kuliner khas Sumatera Barat.

Masakan khas Sumbar ini, denger-denger tidak hanya terkenal di Indonesia saja, loh. Rendang sekarang sudah menjadi menu paling dicari di seluruh dunia. Bahkan beberapa waktu lalu, menu tradisional ini sudah dinobatkan sebagai salah satu menu terenak di dunia. Uwooo, ngebayangin bumbunya yang khas dan kaya akan rempah-rempah. Dagingnya yang lembuuut, enak dan nikmat. Tidak salah lah yah, kuliner khas dari daging sapi ini penggemarnya terus bertambah.

Gimana? sudah ngebayangin kan? menu yang bernama rendang ini. Pernahkah teman-teman berpikir, mengapa rendang sangat dicintai dan digembari oleh orang-orang? apa sich yang membuat rendang menjadi menu unggulan?

Bahan Utama Rendang


Bahan utama menu masakah tradisional ini sudah pasti adalah potongan daging sapi bagian terbaik. Jadi enggak asal ada daging sapi, lalu dibuat rendang. Bagian-bagian daging di badan sapi kan ada banyak. Mana yang cocok untuk dijadikan rendang, dan mana yang cocok untuk dijadikan semur.

Pengolahan daging sapi terbaik dengan ditambahkan rempah-rempah yang asli Indonesia inilah yang membuat rendang, sangat nikmat. Kemudian, proses pembuatannya juga bisa dibilang rumit. Ada yang sudah pernah mencoba untuk membuat rendang?. Ibu mertua aku, pernah membuat rendang, katanya dimasaka selama delapan jam.

Dalam proses pembuatan yang begitu lama dan jenis rempah yang berlimpah ruah. Akan menghasilkan aroma rasa yang ngangenin. Menu daging sapi yang bernama rendang ini ternyata selain dikenal enak juga memiliki banyak keunggulan yang membuatnya semakin dicari banyak orang.

Rendang Bisa Bertahan Lama


Dikarenakan proses pengolahan rendang yang sangat lama, meskipun menggunakan bahan santan. Tapi, ternyata mampu bertahan lama. Tentunya jika diolah dengan benar, rendang aman dimakan sampai berumur tiga bulan atau lebih.



Biasanya nich, masyarakat Sumbar akan memasak rendang dalam jumlah yang banyak. Sebagai persediaan pada bulan Ramadhan. Rendang dapat digunakan untuk persediaan saat sahur atau berbuka puasa.

Semakin Lama Disimpan Rasanya Semakin Memanjakan


Aku pribadi, belum pernah mencoba memasak rendang. Teman kerjaku, yang berasal dari Padang, selalu membuat rendang pada bulan Ramadhan. Temanku ini, pernah membawakan rendang yang sudah dibuatnya kurang lebih satu bulan. Ketika ku makan, wooow, rasanya makin asyik dan terasa sekali bumbunya.


Usut punya usut, karena rendang adalah makanan ayng tahan lama, banyak orang memilih untuk menyimpan rendang yang sudah matang selama beberapa lama. Ya karena itu tadi, setelah disimpan lama, rasanya semakin lama semakin enak. Dan jangan khawatir, meski disimpan lama, dijamin trasanya tidak rusak an membuat sakit perut. Soal kualitas dan rasa, tetap terjaga, sama seperti masakan yang baru matang.

Menu Makanan Kalangan Bangsawan


Bayangin aja, harga daging pada beberapa tahun ke belakang, pasti bikin ngelus kepala. Akupun jarang loh, membeli daging, kecuali dapat pas Hari Raya Idul Adha. Huhuuu, apalagi harus membeli daging berkilo-kilo.

Ada sebuah hikayat. Menu masakan asal Sumbar ini asalinya berasal dari Padang. Sudah dikenal sejak zaman kerajaan pada abad ke-8. Rempah dan proses pengolahan daging sapi ternyata dipengaruhi oleh menu masakan India yang kaya akan bumbu yang beraroma tajam.

Dulunya, menu rendang ini hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan, jadi termasuk menu yang istimewa. Begitu ceritanya. Tapi, yaaa...sekarang aku pikir tidak susah lagi ya, menyajikan menu rendang satu ini di rumah-rumah.

Diolah Secara Tradisional untuk Mempertahankan Kualitasnya


Perlengkapan memasak sekarang sudah serba modern ya? ada panci presto yang membuat daging mudah masak dan cepat lunak. Tapi ternyata di masyarakat Padang sana, tetap mempertahankan cara memasaknya. Cara memasaknya tetap dipertahankan keasliannya, atau secara tradisional.

Menggunakan kayu bakar untuk menghasilkan masakan dengan rasa dan aroma yang khas. Bgaimana dengan kualitasnya? akan semakin bagus jika diolah di atas tungku arang atau kayu bakar. Hal ini akan membuat daging sapi menjadi matang dengan sempurna.

Memiliki Cita Rasa yang Cocok di Lidah Semua Orang


Sebagai masakan asli nusantara yang mendapatkan gelar masakan terenak di dunia, yang bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang menilai. Gelar ini diperoleh melalui ajang pameran travel terbesar di Amerika bertajuk LA Travel and Adventure Show. Juri yang memberikan penilaian adalah orang-orang di luar Indonesia. Semua juri mencicipi semua masakan khas di seluruh negara.

Hal inilah yang membuktikan bahwa menu rendang memiliki cita rasa yang diterima oleh lidah siapa saja. Rendang merupakan menu terbaik dan cocok untuk dijadikan lauk di manapun dan bagaimanapun cuacanya.