7 Dec 2016

Menjadi Gemuk dan Cara Menyikapi Kenaikan Berat Badan

Advertisement
Hallo apa kabar semuanya? sepagi ini aku sudah bangun. Langit di luar mendukungku untuk melakukan aktiftas di luar rumah, sepertinya. Cerah secerah wajah-wajah para pencinta-Mu. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Sebahagia hati ini menerima banyak sekali cinta dari orang-orang terkasih. 💓

Salah satu efek dari kebahagian dan rasa penerimaan di dalam hati, buat aku ngaruh ke berat badan. Yap, berat badanku naik drastis beberapa bulan ini. Iya, tetangga, teman-teman dan bahkan suamiku bilang aku gemuk. Menjadi gemuk itu ternyata bisa dialami oleh siapa saja. Aku pikir, aku enggak pernah akan menjadi gemuk. Alhamdulillah akhirnya aku merasakan menjadi gemuk, iyeeeeey kiiiisss. 😚

Mungkin hanya aku saja nich, yang menjadi gemuk tapi tetap senang dan gembira. Eh pastinya semua orang lah ya, menjadi apapun tapi tetap sehat harus selalu disyukuri. Masalahnya menjadi gemuk adalah masa yang paling aku tunggu-tunggu. Dulu pernah berada di masa-masa kegemukan, tapi karena hamil dan setelah melahirkan. 👩. Itulah wanita.

Loc. Pantai Kuta, Bali. Semasa masih bekerja kantoran 😊


Sebagai informasi, ya kali butuh perbandingan. Sebelum menikah dan masih menjadi wonder women di tahun 2008, berat badanku 44. Jarang sekali naik ke angka 45 atau 46. Setia banget di angka 44. Sampai setelah melahirkan anak pertama berat badanku di angka 46. Stop di situ, tidak naik lagi dan seringnya malah turun.

Di mana setiap aku pulang kampung, ke rumah ibu dan bapakku di kota yang panas sana. Tetangga sebelah rumah selalu bertanya "Mbak, Tanti kurusan aja? sehat, Mbak?" Yes aku sehat dan aku baik-baik saja. Seakan akan aku enggak bahagia? aku bahagia, meskipun banyak sekali asam yang terlalu asam dan garam yang terlalu asin dan gula yang kadang terlalu manis sampai terasa pahit. 😈

Menjadi Gemuk


Berkali-kali aku berusaha untuk menjadi gemuk. Makan biskuit cokelat dan susu cokelat tiap menjelang tidur. Itulah kenapa gigiku rusak. Itulah kenapa keuanganku boros di pos jajan di minimarket. Berat badan naik? enggak! yang ada uang kembali keluar di dokter gigi. Gigiku banyak keropos, mungkin karena aku rajin makan cokelat di malam hari. Sedih.


Setelah kesedihan pasti akan ada kebahagiaan. Aku percaya itu. Setelah banyak nangis karena meratapi hal yang enggak pasti, dan tidak akan berlangsung lama. Aku bangkit. Bangkit dari keterpurukan. Masalah kerjaan di luar rumah, akhirnya aku resign. Masalah asisten rumah tangga, akhirnya aku angkat tangan, lebih baik enggak ada asisten rumah tangga yang nginep. Masalah anak-anak, akhirnya dapat aku atasi. Semua berjalan baik, setelah aku resign. 😠

Apa setelah resign masalah selesai. Ya enggak lah ya. Setiap yang hidup ada pergerakan. Setiap pergerakan pasti ada sesuatu yang merintang. Tapi ya...stay positive dan berusaha untuk menerima sesuatu yang ada di depanku, saja. That's it. Aku lebih santai menghadapi persoalan hidup. Aku lebih sehat karena mampu makan tiga kali sehari, dengan teratur. Aku bahagia bersama anak-anak dan suami yang selalu membuat hari-hariku penuh dengan cerita.

Sampai suatu hari, orang yang setiap hari memandangi tubuhku, mengatakan. "De' kamu gemukan?" seakan akan tidak percaya menatapku sampai pertanyaannya diulang-ulang. Diulang-ulang sampai akupun mematutkan diri di kaca. Sampai aku mencoba semua pakaian yang ada di lemari. Sampai aku harus selfie sekian kali dan bertanya "Ummi gendutan ya, Bi, semua pakaian udah enggak muat?"

Dan beberapa kali ke apotik, satu benda yang kusamperin terlebih dulu adalah TIMBANGAN. Di rumah enggak punya, bu. Maklum suamiku badannya gendut juga. Nanti beliau selalu takut kalau ada timbangan. Angka menunjukan di 54 kilo gram di tiga bulan lalu. Setelah bertahan di angka 52 pasca hamil anak ke dua. Dan bulan ini, setelah tiga bulan yang lalu, berat badanku di angka 56 saudara-saudara. 🙌 Horeeee, aku bisa menjadi gendut ternyata.

Cara Menyikapi Kenaikan Berat Badan


Menjadi gemuk? Alhamdulillah yang penting selalu sehat dan baik hati serta tidak sombong. Huhuuu. Rasanya aku pingin peluk ibu kantin sewaktu SMA. Ibu kantin mengatakan aku punya bakat gemuk, dilihat dari struktur tulangnya. Sekian lama kunanti, bertahun-tahun aku selalu dibilang kok kurusan terus? kamu bahagia? kamu makan? kamu stress? kamu sehat? itu terus kan yang ditanyakan kalau badanku terlihat kurus? hiks sedih.

Beruntungnya aku, memiliki partner of life dengan badan yang subur alias gemuk. Beliau telah memiliki banyak asam dan garam serta gula yang kadang pahit. Jika angka timbangan berada di angka orange ke merahan menurut beliau. Itu sudah siaga 1 dan harus menyikapi kenaikan berat badannya tersebut dengan banyak cara.

Pertama adalah dengan puasa senin kamis. Mengurangi karbohidrat dengan disiplin. Melakukan traveling dan usahakan lebih banyak jalan kaki. Ya Allah, mudah banget bukan? suamiku enggak mau diet yang ekstrim. Bagi suamiku tiga hal di atas adalah the best. Hasilnya? tidak terlalu ekstrim menurunkan berat badan. Tapi, berat badan akan perlahan turun, sehingga gelambir di perut dan pipinya tidak begitu klemer-klemer. Oiya, suamiku tidak melakukan olah raga berat dan tidak teratur melakukan olah raga juga.  💃

Bagaimana caraku menyikapi kenaikan berat badanku? aku mengikuti cara suamiku, tapi baru yang pertama. Aku belum bisa mengurangi karbohidrat. Gimana ya? baper terus setiap hari. Jadi apa saja di dalam lemari es, aku makan. Sekarang malah sering baking, bikin martabak, bikin pukis. Ya ampun itu kan banyak mengandung karbo kan? pakai terigu.

Tenang, selama di rumah mau melakukan pekerjaan rumah yang berat. Contohnya menyetrika dan menyikat kamar mandi, berat badanku kupastikan dapat bertahan di ambang normal. Sekarang, suamiku bisa bilang "Kita seri nih de'" Huwaaaaat? ternyata diam-diam dia menunggu aku menjadi gemuk juga ya.

Caraku menyikapi kenaikan berat badan yang lain adalah : Segera membongkar isi lemari pakaian. Huaaa, banyak celana panjang yang enggak muat. Banyak blouse yang enggak muat. Banyak kemeja yang enggak muat. Aku pisahin tuh, yang kekecilan dan masih bagus aku masih simpan di lemari. Siapa tahu bisa disumbangin. Ternyata aku semakin kreatif setelah gemuk. Blouse-ku yang kekecilan, aku buat menjadi dress untuk anakku. Alhamdulillah ya sesuatu. 😘

Kemudian lemari pakaianku memiliki banyak space dan ketika mau pergi, aku bilang ke suamiku, "Bi' ummi pakai baju apa? semuanya sudah enggak muat. Nih lihat, yang ukuran L aja udah begini". Segitunya kah? iya, karena di lemari bajuku ada kaos lengan panjang ukuran L tapi yang kecil kali ya. Jadi, terengah-engah aku masuk ke dalamnya. Lebayh.

Loc. Frisian Flag Plant. Dua tahun setelah resign. 😚


Alhamdulillah, aku diijinkan untuk membeli pakaian yang menurutku bagus dan kusuka. Beberapa kali aku membeli pakaian secara konvensional di pusat perbelanjaan fashion. Kadang juga membeli secara online karena waktu untuk keluar rumah, susaah sekali untuk dipas-pasin. Apalagi anak-anakku pada enggak doyan ngelihat emaknya belanja baju. Ya sudah sich, seringnya belanja fashion online. Tapi khusus untuk merek tertentu yang sudah tahu bahan dan modelnya. 😉

Beberapa hari ini, aku juga mau belanja pakaian. Pastinya by online dong, anak-anak kan sedang melaksanakan ujian. Kasihan atuh mereka ditinggal. Beginilah wanita, melihat ada koleksi pakaian yang baru, yang kekinian pasti selalu diinginkan. Apalagi sebentar lagi di bulan Desember ini akan ada yang namanya HARBOLNAS di ZALORA. Huaaaaa, rajinin bikin makanan di rumah, skip skip aja jajan di luar rumah, uangnya buat beli pakaian di toko online. Ckckcckk, ada saja kan jalan untuk menyikapi kenaikan berat badan. Makanan di rumah ada, pakaian baru juga ada, hati bahagia dan menjadi gemuk? jangan takut asal dapat menyikapi dengan bijak.

Love my day

💚

Astin






69 comments:

  1. aku juga pingin langsing kayak dulu tapi kok susah ya mbak udah olah raga juga...susah ngurangin ngemil he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang ngemil jadi temenku. Hehee, iya ya, kata orang kalau sduah gemuk susah turunnya ;)

      Delete
  2. Kalau sekarang saya sering kelupaan untuk tidak atau minimal mengurangi KARBO di malam hari. Sering bablas luoa. Udah malam tapi masih makan berat. Artikel ini menjadi pengingat saya Terima kasih sudah berbagi. Salam dari POntianak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini suamiku paham bener, jadi kalau belum makan malam karena meeting atau perjalanan pulang macet. Sampai di rumah dia makan lauk sama sayur aja. Kadang kalau sudah ngantuk makan buah aja.

      Delete
  3. Istri gemuk adalah idaman para suami. :p wkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
  4. Aku santai saja menyikapinya. Yang penting olahraga biar sehat. ^_^

    ReplyDelete
  5. Aku pengen gemuk. Kadang yang gemuk pengen kurus. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. labil ih, hahaaa. Dulu sebelum resign berat badanku juga labil. Kadang naik kadang cepet banget turun

      Delete
  6. Biar nggak tambah gemuk, aku juga nunggu harbolnas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menunggu dengan was-was, jebol gak dompet ;)

      Delete
  7. Harbolnasnya bikin mupeng para emak-emak

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan aku siap-siap untuk mengedepankan kebutuhan dibandingkan keinginan ;)

      Delete
  8. Gemuk itu bukan harapan banyak orang

    Suami pun pengen punyafistri yang langsing, pinter masak, pinter ngurus suami dan anak

    Kalo gemuk bikin baper karena penampilannya ga image positif

    Ada baiknya ikuti tips anti gemuk ala mba tanti

    Salam mampir juga di blog ku lain waktu...

    Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahag, yang penting menjaga berat badan sesuai dengan BMI

      Delete
  9. Jelang harbolnas... saatnya siapin token tuk blanja (tapi saya tak punya token)

    ReplyDelete
    Replies
    1. token oh token, pilih yang COD atuh Mbak, hihi

      Delete
  10. Saya malah ingin naik ini mah biar tambah keceh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua punya berat badan idealnya, tambahin aja, kalau emang belum paaas, hehe

      Delete
  11. Hah segitu gemuk? Gimana dengan aku? *cubiiiiit :))

    ReplyDelete
  12. aku juga sdg usaha untuk bisa naikin berat bdn nih mba... abis melahirkan February kemarin, berat badannya stuck di angka 41 :(... padahal sebelum hamil aku itu 45... kenapaaa bisa turun beginiii :( hiks ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangaaat MBaaak, aku baru tahu, mbak habis melahirkaaan..

      Delete
  13. Pas bangat baca ini Mba Asti, saya lagi mau kurusin berat badan, tipnya nanti saya cobain deh Mba perbanyak jalan kakinya :D


    Waah ada Harbolnas di Zalora ya Mba? saya suka juga belanja online di Zalora, bajunya keren-keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalan kaki di Jakarta, keknya sangat gampang ya...dari stasiun Sudirman ke Halte Dukuh Atas, jalan setiap hari sudah lumayaaan y

      Delete
  14. kalau aku sih lagi tahapan menguruskan badan hehe

    ReplyDelete
  15. Aku bakatnya nggak bisa kurus mbak huhuhuhu tapi aku pernah pada titik kurus versiku, 54 kg, cuma itu karena stres dan aku gak bangga hehehe mending berisi tapi bahagia :)

    ReplyDelete
  16. Saya juga pengen langsing lagi mbak. Tapi tiap berhasil turun, ntar naik lagi 2x lipat. Hadeh :(

    ReplyDelete
  17. Aku malah pengin kurus, nggak bisa-bisa, tetep ndut aja :D

    ReplyDelete
  18. Ketika banyak ibu2 pengen kurus..ini mbak astin malah pengen gemuk ☺☺ aku yang pasca nikah di 50+.. Lagi berusaha nurunin BB mbak..pengen di 40an malah..

    ReplyDelete
  19. yang penting sehaaaat ya mbaa...aku malah pengen kurus hehehe :)

    ReplyDelete
  20. Dulu waktu hamil yang ketiga, temen-temen nantangin saya untuk bisa nurunin berat badan pasca lahiran. Katanya syuseh tuh nurunin bb, kan busui harus banyak makan. Etapi aku cepet banget tuh langsing lagi, dan anakku tetep ndut pula hahaha... senanggg... :) yah yang penting sih hati senang yah.. langsing ataupun kuyus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kalau hati senang bisa pilih apa saja,

      Delete
  21. saya pengen gemukan malah susah mba, padahal ibu saya gemuk setelah melahirkan anak-anaknya. Pernah sempat gemuk di timbangan 50an tapi ternyata kelainan hormon :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, kelainan hormon dari KB mungkin ya, teh?

      Delete
  22. Xixiixi aku malah pengen semok..semok tapi nda gendud huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau buat anak anak, padet berisi kenceng kulitee, hehe

      Delete
  23. jangan terlalu fokus sama berat badan mbak, yang penting olahraga aja biar sehat hehe

    ReplyDelete
  24. Menamparku bolak-balik. Ngaca, lihat pipi, dan nepuk pipi, "Bikin malu bikin malu!"

    ReplyDelete
  25. ya ampun mbak Astin dulu kurus banget ya 44, bisa jadi model tuh, rata-rata model beratnya segitu ^^

    ReplyDelete
  26. Dulu saya susah gemuk, sekarang ulalaa..mudah mengembang seperti adoanan donat hihihii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaw, sehat-sehat sehat, trus ngemil donat lage

      Delete
  27. Disyukuri aja ya mbak mau gemuk atau kurus, yang penting sehat wak afiat wkwkkwk.. tapi kalau dulu mbak 44kg berarti super kurus kayak model yah hehehee

    ReplyDelete
  28. Saya sana mas suwami kompak punya tabungan lemak diperut, jadinya sekarang juga mengatur asupan karbohidrat, apalagi di pagi dan malam hari. Kami lomba lingkar perut siapa yang duluan kempes hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku lomba siapa cepat memiliki keinginan untuk olah raga, hehe

      Delete
  29. saya seneng klo gemuk :D abis klo kurus dibilang kurang makan terus :p padahal makan udah banyak

    ReplyDelete
  30. Nah, saya banget ini mbak. Saya pas nikah 43...sekarang cukup padat menurut saya, bagi orang2 sih berat saya gak seberapa tapi masalah saya ini ada di pipi yang bengkak dan tabungan lemak yang khawatirnya gak aman untuk kesehatan ya kan. Dan itu juga...pakaian, mulai sesak deh, sayang aja sih sayanya

    ReplyDelete
  31. Mbak, berat kita sama... Maksudnya berat yang dulu. Tapi ga pa-pa kok. Selama sehat.

    ReplyDelete
  32. Aaaaaaa masalah kita sama, mbak. Aku juga mau banget jadi gemuk. Selasa ini, aku mau ketemu dokter gizi. yakali cacingan.... ahahahhakkk :D Pokoknya tahun 2017 aku harus bisa nambah berat badan!!!!!!! >_< Capek atuh pake celana kedodoran melulu...musti diiket pake ikat pinggang... isssh....dipikir orang-orang aku pake narkoba.. kan sedih..

    ReplyDelete
  33. Hahahahaha beruntung lah mba jadi orang yg susah gemuk... Lah aku minum aer anak naek 1kg huhuhuhu. Tapi ya udahlah disyukuri aja #menyenangkandirisendiri kalau ngga gemuk raya ngga ada bantal buat bobo2 di perut #eh XD

    ReplyDelete
  34. Kalau berat badanku sekarang... Ah jangan ditanya deh hi hi namanya juga lagi bawa 'buntelan' hi hi. Tapi memang BB tertinggi sepanjang sejarah hidup & aku berharap bisa cepat turun banyak pasca lahiran. Soalnya kalau terlalu berlebihan ternyata ngaruh banget di pinggang.

    ReplyDelete
  35. Jika diminta memilih aku pilih punya berat badan ideal namun tetap menjalani gaya hidup sehat. Say NO to mager, say YES to moger, kapan saja di mana saja.
    Gitu aja. :).

    ReplyDelete
  36. Ah sama Mbak...beuh dulu saya pengen gemuk, setelah sekarang gemuk pengen kurus. Hahaha. Belum bisa eung mengurangi karbohidrat, apalagi gorengan. Kt y gorengan itu malah sumbernya..

    ReplyDelete
  37. kalau aku justru pingin menaikkan berat badan ni mbak , gimana caranya ???

    ReplyDelete

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...