Skip to main content

Pelajaran dari Menunda Sebuah Pekerjaan

Haloha selamat pagi semuanya? sudah sarapan? sudah sampai ke tempat kerja untuk yang bekerja di luar kantor? sudah mengerjakan pekerjaan rumah, apa detik ini? Jangan lupa untuk bersyukur, dengan syukur perasaanmu lebih tenang, betul begitu? Iya, aku merasakan satu hal yang luar biasa sewaktu mengucap syukur berkali-kali dan berulang-ulang.

Mengapa aku mengucap syukur berulang-ulang di pagi ini? ini aku lakukan untuk menguatkan diriku. Menguatkan perasaan yang meletup-letup supaya tetap dingin. Menjauhkan emosi dan meredakan amarah. Memang amarahnya kepada diri sendiri, tapi takutnya akan melebar ke mana-mana. Jadi, salah satu jalan adalah, bersyukur. Tentunya ditambah perasaan tenang, tarik nafas dan berpikir solusi, bukan masalah. 💞

Aku merasa pagi ini ditaburi cinta oleh diriku sendiri. Meskipun aku tahu, ini pasti karena kesalahanku sendiri yang sangat ceroboh. Ceroboh meletakkan sebuah benda yang dapat dikatakan vital untuk keadaan tertentu. Sebuah benda yang sudah kucari-cari ke mana saja, belum ketemu juga. Puncaknya pagi ini, saat benar-benar membutuhkan benda tersebut dalam waktu saat ini juga, bendanya belum terlihat.

Berawal dari Menunda Sesuatu


Berawal dari menyetrika baju seragam sekolah anak sulungku. Ada tiga buah kemeja putih yang dipakai untuk Hari Senin, Kamis dan Jumat. Beberapa hari lalu, aku menyetrika kemeja putih untuk Hari Kamis. Aku sudah melihat kancing kemejanya, hilang satu. dalam pikiranku, nanti saja, sekarang menyelesaikan setrikaan terlebih dahulu. Tapi di sinilah masalahnya. Aku menunda mencari benda yang aku sebutkan di atas. Aku menunda untuk membuka lemari, tempat benda yang berbentuk kotak berisi peralatan menjahit.

Peralatan menjahitku termasuk lengkap. Ada gunting kecil, benang berbagai warna, jarum, kancing kemeja dari kemeja-kemeja yagn terlepas dan berbagai peralatan lainnya yang mendukung pekerjaan jahit-menjahit. Dan pagi ini, aku tidak menemukan kotak tersebut di tempatnya. Lupa, benar-benar lupa aku meletakkan di mana.

Kotak berwarna biru tua. Kotak bekas tempat infusan printer jaman bahola. Kotaknya tidak terlalu besar, berukuran 15 cm x 8 cm dengan tingkat ketelabaln kurang lebih 2 cm. Permukaan kotak tersebut sangat halus, aku selalu meletakkan di lemari buku. Entahlah, mungkin aku memindahkan ke tempat mana, sampai sekarang aku belum mampu berpikir dan belum ada upaya berantakin rumah lagi. Kamu tahu teman? ada di mana benda tersebut? kasih tahu aku ya..please. Meskipun aku bisa membeli lagik, tapi benda itu sudah seperti harta karunku. 

Sebagian Alat Jahit milikku


Sampai pagi tadi, saat menyiapkan seragam sekolah anak sulungku, aku masih bertahan. Mengerjakan pekerjaan yang lain terlebih dahulu. Padahal gak berhubungan dengan "pencarian kotak". Aku malah asyik memasak dan mencuci pakaian. Tiba saat anak sulungku akan memakai seragamnya, aku baru berburu kotak peralatan menjahit di lemari.

Nihil. Tidak ada. Gak ketemu. Perasaanku marah, kesel dan hanya mengatakan "tolong jangan ganggu aku, aku sedang konsentrasi mencari satu benda". Kasihan banget kan, betapa sombongnya aku, betapa emosi aku. Sampai akhirnya aku ijin kepada suami, untuk pergi ke toko peralatan tulis di dakat rumah. Pikir aku, siapa tahu menyediakan peralatan jahit-menjahit juga, kan?

Aku mengendarai sepeda motor ke arah pasar dan berhenti di abang-abang penjual jepit rambut dan lain-lainnya. Di abang-abang tersebut, aku pernah membeli jarum jahit. Alhamdulillah aku berhasil membeli jarum jahit di sini seharga 4.000. Abang tadi menjual benang juga, tapi aku masih diuji kembali untuk sadar supaya sadar. Benang putih yang kubutuhkan untuk menjahit kancing kemeja putih, sedang kosong. Aku melangkah dan lupa belum membayar si jarum. Alhamdulillah, aku masih ingat dalam langkah ke dua.

Pergi ke toko peralatan tulis, aku menemukan benang putih. Walaupun benang putihnya dalam keadaan kotor, aku tetap membelinya. Hiks, ya Allah aku sedih banget, tapi semua ini karena membayar kecerobohanku. Membayar aku yang telah menunda sesuatu. Menerima benang putih seharga 2.000 yang kotor di bagian luarnya karena tanpa kertas pembungkus. Aku tersenyum dan tersadar, aku tidak harus marah. Aku tidak harus menyesal. Aku tidak harus emosi. Aku harus berpikir sebuah solusi karena kancing putih tidak dapat aku beli.

Tersenyumlah dan Selalu Mengucap Syukur 


Tebaran senyum dan syukur aku berikan sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Bekal sekolah yang belum disiapkan, anak sulung yang belum rapi menggunakan pakaian, rasanya aku semakin harus belajar untuk mengendalikan diri dalam sebuah situasi. Apalagi di pagi hari, yang kata orang memang wajar semuanya selalu rame.

Aku mengambil benang putih dan jarum jahit. Tapi aku urung, aku letakkan benang dan jarum. Memang pikiranku mendedel kancing putih di kemeja lainnya. Ini adalah solusi yang paling jahat.

Aku mengambil kemeja putih seragam Hari Senin dari tumpukan pakaian yang belum disetrika. Aku menyetrika dan mengajak anakku untuk menata bekalnya sendiri dengan perkataan tanpa emosi. Datar sekali aku memohon untuk merapikan bekalnya, memasukkan buku ke dalam tas dan berbenah sendiri. Ya Allah, nikmat sekali menyelesaikan satu kemeja putih, seragam sekolah anakku.

Berhentilah Menunda sesuatu. Saat masalah datang, bersyukurlah dan tetap tersenyum. In sya Allah solusi akan menghampiri. Bukan emosi dan pertengkaraan. Hikmah di pagi hari ini sangat banyak, salah satunya aku harus semakin disiplin melakukan sesuatu pekerjaan di rumah.

Sudut yang berbahagia.

Astin

Comments

  1. masih suka menunda2 juga, trims self remindernya jeng

    ReplyDelete
  2. saya juga masih suka menunda-nunda Mbaa dan akibatnya bisa ditebak, jadinya malah kesusahan sendiri, huhuhu :(

    ReplyDelete
  3. Saya juga masih seringkali menunda-nunda pekerjaan. Yang buruknya, karena menunda ikutan lomba, eh deadline-nya udah selesai, haha...

    ReplyDelete
  4. Postingan ini seperti menohok daku, mbak.. Saya sering menunda pekerjaan. Hiks.. Tengkyu ya mbak.. self reminder jg buat saya..

    ReplyDelete
  5. Banyak orang yg suka melakukan hal ini.

    ReplyDelete
  6. sama tante
    dija juga suka menunda nunda karena males

    ReplyDelete
  7. menunda2 .... aku bgt tu orangnya :)

    ReplyDelete
  8. pekerjaan sebaiknya langsung dikerjakan, jangan di tunda-tunda.

    ReplyDelete
  9. menunda memang bisa berakibat fatal

    ReplyDelete
  10. Kalo saya punya pekerjaan langsung saya kerjaan takut kelupaan, hee. Kalo ditunda nanti malahan tambah banyak pekerjaan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…