Skip to main content

Yuk Jalani Puasa Sehat Selama Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, aku diberikan kesempatan untuk berada di bulan Ramadhan. Bulan penuh ampunan. Bulan di mana setiap umat muslim berlomba-lomba beribadah. Berlomba-lomba berbuat kebaikan. Lagi jalan-jalan bersama teman-teman satu geng. Trus salah satunya melihat paku di jalan. Salah satunya menunduk, dan yang lainnya ikut melihat dan buru-buru berebut mengambil sebuah paku di jalan. Mereka sama-sama menginginkan berbuat baik. Akhirnya berempat mengambil sebuah paku di jalan. Mereka sama-sama membuang paku tersebut ke tempat sampah. Selesai itu, tersenyum dan melanjutkan perjalanannya lagi.

Alangkah indahnya berbuat baik. Insya Allah tempaan 1 bulan penuh berada bersama bulan Ramadhan. Semoga terbawa untuk 11 bulan ke depan, sampai bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. 1 bulan inilah, ujian buat umat muslim. Ujian yang sebenar-benarnya ujian. Menjaga hati, menjaga kata-katanya, menjaga emosi, menjaga asupan makanannya dan menjaga kesehatannya.

Ngomong-ngomong menjaga kesehatan. Semua umat islam berharap untuk menjalani puasa sehat selama bulan Ramadhan. Termasuk aku dan keluargaku. Iyakan? teman-teman semua pasti juga menginginkan puasa sehat supaya dapat menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan baik dan lancar, aamin.

Upaya yang aku lakukan untuk menjaga kesehatan, aku lakukan sejak sebelum Ramadhan datang. Iya, sebelum datang bulan Ramadhan aku sudah bersiap-siap. 1 bulan sebelum Ramadhan, aku meminta bantuan si embak di rumah, untuk menolongku membersihkan gudang. Membersihkan bagian rumah yang jarang tersentuh dan dibersihkan. Tujuannya supaya lebih ringan sewaktu membersihkan selama bulan Ramadhan. Tahu sendirikan, di bulan Ramadhan kadang terasa lemas dan banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan.

Seperti 2 tahun yang lalu. Bulan Ramadhan inipun aku mengajak suamiku untuk lebih memilih makanan yang akan dikonsumsi selama bulan Ramadhan. Aku ingin menjalani puasa sehat. Puasa sehat yang semoga tidak diganggu dengan badan yang kurang fit. Tidak hanya untuk aku saja, sih. Tapi untuk semua anggota keluargaku. Pasti seneng kan, tubuh sehat, puasa lancar, mudikpun aman dan nyaman sampai pulang lagi ke rumah, aamin.

Nah, berikut ini adalah beberapa upaya yang aku lakukan bersama keluargaku. Upaya ini kulakukan untuk menjalani puasa sehat. Simak ya tips-tips sederhana tapi Insya Allah mampu menjalani puasa sehat selama bulan Ramadhan, aaamin.


Puasa Sehat dengan Istirahat Cukup dan Jauhi Begadang


Dipikir-pikir, di bulan Ramadhan ini, ternyata banyak banget kegiatan yang harus dilakukan loh. Dibandingkan hari-hari biasa tentunya. Umat muslim akan berlomba-lomba untuk sebanyak-banyaknya beribadah dan memperbaiki kualitas ibadahnya.

Ada beberapa yang memilih sampai larut malam untuk melaksanakan ibadah tadarusan. Ada yang memilih terbangun hingga tiba waktu sahur. Ada yang memilih untuk tetap menjalani kegiatan berat selama bulan Ramadhan.

Semua ada pilihannya, tapi lebih bijaksananya adalah, mengetahui dan mengukur kemampuan dirinya sendiri. Misalnya aku dech. Tidurku kadang terlalu larut, karena ada anak balita yang susah tidur. Maunya main terus dan nonton tv. Mau enggak mau, aku kudu nemenin kan? Nah, tidur terlalu larut, bangun untuk menyiapkan sahur, duh, kok enggak banget ya. Kalaupun seperti itu, ujung-ujungnya fast food yang dikonsumsi untuk makan sahur. Padahal kan, aku ingin menjalani puasa sehat. Salah satu caranya menjauhi fast food.

Selama bulan Ramadhan aku mengurangi sedikit aktiftasku. Biasanya aku bisa jalan-jalan ke mana saja. Kali ini, aku memilih untuk stay di rumah. Memperbanyak beribadah, belajar dan melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat. Memasak yang simple meskipun tetap ingin menyajikan makanan khas bulan Ramadhan.

Aku juga mengambil istirahat siang selama bulan Ramadhan. Di hari biasanya, aku jarang sekali tidur siang. Kali ini, aku harus tidur siang, meskipun hanya beberapa menit saja. Asalkan badan terbaring sudah cukup.

Puasa Sehat dengan Makanan Rumahan


Setelah badan beristirahat dengan cukup, untuk melakukan aktifitas yang rutin jadi lebih ringan. Aktiftas rutin masih tetap aku lakukan. Menyetrika pakaian, aku pindah jadwalnya. Dari saing menjelang sore, aku pindah ke dini hari. Aku bangun pukul 2.30 untuk menyetrika sembari menyiapkan makan sahur.

Memasak juga masih aku lakukan. Malah, aku sudah berjanji akan memasak terus selama bulan Ramadhan. Insya Allah selalu diberikan kesehatan. Kalaupun badan meriang, yaaa...lebih baik menyehatkan badan dulu ya. Makanan yang enak, yang sehat masih banyak kok menjual. Hehehee.

Menu takjil, berbuka dan sahur aku pilih yang paling simple dan aku kuasi. Kalaupun aku belum pernah bikin, aku akan mencoba dengan jumlah yang sedikit. Seperti ketika aku membuat Maraconi schotel ini.



Makanan rumahan menurutku lebih sehat dibandingkan membeli makanan di luar rumah. Di luar rumah akupun dibuat ngiler dengan aneka gorengan yang menarik hidung untuk mencium dan menggerakkan tangan untuk mengambil dan membelinya. Tapi, sebisa mungkin aku membuat sendiri gorengan jika memang kepingin.

Di lemari es, aku tidak menyiapkan air dingin. Aku hanya membekukan air putih yang dibuat es batu. Itupun dalam jumlah yang sedikit dan tempatnya tersembunyi. Cuaca yang panas, dalam kondisi setelah puasa, mengkonsumsi air dingin rasanya tidak lebih baik.

Aku lebih suka menyiapkan teh manis untuk keluargaku. Kalau kepingin banget es teh, atau es buah. Bikin sendiri juga gampang kan? bahan-bahannya juga mudah didapat. Bisa membeli buah-buahan potong, kemudian diberi syrup dan es batu bikinan sendiri.

2 hari ini aku membuat kolak pisang, singkong, ubi, kolang-kaling sendiri. Rasanya lebih enak, lebih banyak isinya, lebih sehat dan Insya Allah bahan-bahannya bersih. Kolak ini aku bikin dalam jumlah yang sedikit, cukup untuk 5 orang dewasa. Jadi, satu hari habis dan kemudian bikin lagi. Dibandingkan harus dipanasin lagi (meskipun lebih enak), aku memilih membuat dalam jumlah yang sedikit.

Puasa Sehat dengan Mengurangi Media Sosial


Hm, ini sebetulnya rada berat. Aku melakukan kegiatanku seharian di media sosial. Gimana aku harus mengurangi media sosial? ini tantangan banget buat aku, tapi Insya Allah aku bisa. Pengalamanku aktif menggunakan media sosial adalah lupa waktu. Jujur dech, kalau sudah smartphone berada di genggaman, waktu rasanya menjadi begitu cepat. Tahu-tahu sudah jam segini, tahu-tahu terlewat satu waktu untuk beribadah.

Tapi aku percaya kok, nitizen sudah sangat pintar mempergunakan media sosial. Di bulan Ramadhan enggak ada kan yang saling nyinyir-menyinyir. Atau menuliskan status yang terbaca seperti sedang menyudutkan pihak lain. Tapi, memang lebih baik mengurangi media sosial kok. Waktunya bisa dipergunakan untuk saling ngobrol dengan saudara sembari melihat televisi kemudian saling mendiskusikan pelajaran agama. Duh, indahnya.

Sementara ke-3 hal di atas yang aku harapkan dapat mendukung aku untuk menjalani puasa sehat. Puasa sehat aku dan keluargaku berasal dari diri sendiri tentunya. Setelah itu dari makanan yang dikonsumsi. Ada lagi tambahannya, yaitu mendalami ilmu agama yang selama ini jarang sekali dipelajari.

Oke baiklah semuanya, itu adalah pengalaman aku untuk mengupayakan puasa sehat selama bulan Ramadhan. Siapa sich yang enggak kepingin menjalani puasa sehat? gimana menurut teman-teman?

#Ramadhan1438H

Comments

  1. Jadi rajin masak ya Mak, memang sih lebih afdol masakan rumah yg buat buka, anak2 juga suka dimasakin mamanya sendiri. Met puasa ya Mak Astin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Prima. Masakan di rumah lebih hemat

      Delete
  2. reminder buat aku bgt nih huhu. Kalo aku yang masih sulit itu bergadang mba, pasti kalo puasa malah jadi kacau tidurnya huhu. untuk makanan sendiri aku malah ga berbuka pake kolak dll. hanya pake jus atau buah saja hehe.

    Selamat menunaikan ibadah puasa ya mba Asti ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih sehat ya, jus buah atau buah langsung.

      Delete
  3. Mba, ada resepnya buat bikin macaroni schotel ?

    Aku justru lagi sering-seringnya main media social, hiks jadi waktu ibadahku malah kecuri :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum post blog resep makaroni schotel. kapan kapan ya

      Delete
  4. sudah puasa hari ke 3 mbak, dan saya masih saja tidur telat sekita setengah 1 pagi, sementara itu bangun lagi jam 4 untuk sahur, setelah subuh itu biasanya saya bertahan antara tidur dan tidur, kalau bisa ya jangan tidur lagi.

    begadang bikin ga enak pikiran, di kantor bawaannya ngantuk terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, kapan istirahatnya, jaga kesehatan ya

      Delete
  5. malah tambah hobby masaknya .. yg dulu biasa aja masaknya sekarang jadi semangat karena menyedikan buka puasa ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi kalau kedatangan sodara

      Delete
  6. Bulan puasa itu barokah sedikit makan pun terasa kenyang apalagi pas berbuka puasa kalo niatnya bener-bener ikhlas

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Pengalaman Menggunakan Gigi Palsu

Tiga tahun yang lalu saya sudah ingin sekali menceritakan pengalaman ini. Pengalaman pertama kali kehilangan satu gigi depan bagian atas. Pengalaman tidak memiliki gigi depan bagian atas dan harus ompong selama beberapa minggu. Pengalaman setiap beberapa hari sekali ke dokter gigi, untuk mendapatkan perawatan gigi yang hilang tersebut. Pengalaman dipasang gigi palsu tanam dan menggunakan gigi tersebut hingga tiga tahun. Dan juga pengalaman ketika gigi palsu tanam tersebut hampir lepas.

Fungsi Utama Gigi
Menurut Wikipedia Indonesia, Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Memiliki struktur dan variasi yang memungkinkan untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi itu sendiri adalah untuk merobek atau mengunyah makanan. Dengan adanya gigi dengan struktur yang lengkap dan sempurna. Proses merobek dan mengunyah makanan akan menjadi mudah. Untuk menyantap makanan yang keras, makanan yang panas ataupun dingin oke oke saja, kan giginya sehat.

Fun…