Skip to main content

Tradisi Lebaran Idul Fitri 1438 H di Cilacap

Mohon maaf lahir dan batin temans,

Meski agak telat, enggak pas aroma kuah opor ayam dan ketupat beradu. Masih adalah ya, aroma-aroma Lebaran Idul Fitri hari ini. Tadi saja, aku baru salam-salaman dengan tetangga sebelah rumah, coba.

Mohon dimaafkan untuk adanya salah dan keliru. Untuk adanya tulisan di blogpost maupun di kolom komentar dan di media sosial yang aku punya yaaa. Mohon dimaklumi, tekadang ada blog yang belum aku singgahi meski sudah berkomentar di blog astinastanti dan anakastinastanti tercintah.

In Frame Ibu dan Adik Ipar, Dhita


Lebaran Idul Fitri 1438 H dirayakan di Cilacap. Di rumah masa aku kecil dulu. Rumah yang dulu ramai dengan kicauan 4 kakak beradik. Sekarang ramai kicauan 7 cucu yang dihasilkan (dihasilkan?) dari 4 kakak beradik tersebut.

Ada tradisi yang tidak diharuskan antara aku dan kakak perempuanku. Tradisi pulang mudik Lebaran di hari pertama Idul Fitri. Contohnya, tahun ini aku pulang sebelum hari pertama Lebaran Idul Fitri. Kakakku merayakan hari pertama Lebaran Idul Fitri di rumah mertuanya. Nah, tahun depan, giliran aku yang lebaran di rumah mama mertuaku, sedangkan kakak menemani Bapak dan Ibu, merayakan hari pertama Lebaran Idul Fitri.

Ada yang mempunyai tradisi lebaran seperti aku dan kakakku?

Alhamdulillah, suami dan anak-anakku bekerja sama dengan baik sebelum berangkat menunaikan Sholat Idul Fitri. Sejak subuh, aku menyiapkan pakaian dan peralatan yang akan dibawa ke Masjid terdekat dengan rumah.

Anak-anak, aku kondisikan supaya bangun lebih pagi. Aku siapkan keperluannya, supaya mereka menurut untuk mandi, berpakaian dan berangkat ke Masjid.

Dress Code hari pertama Lebaran Idul Fitri 2017 kali ini, sempat gagal. Seperti biasa, aku selalu menggunakan busana yang bernuansakan putih. Begitu pula dengan busana suami, yang selalu kusamakan, hanya untuk celana panjangnya yang enggak. Anak-anak bernuansa merah dan pink. Tapi, Azalia sempat tidak mau memakai dress pink-nya. Langsung dech, aku ganti dengan kaos lengan panjang dan celana panjang warna merah fanta.

Saat akan menunaikan sholat Idul Fitri. Sama dengan satu tahun sebelumnya, Azalia tertidur nyenyak di pangkuanku. Bisa terulang lagi begini yaaak, suka lucu dan geli aja ngelihat Azalia tertidur saat yang lainnya menunaikan sholat Idul Fitri.

Azalia mulai ngambek, ternyata ngantuk temans

Space ini rencananya upload foto Azalia dalam pelukan yang sedang tidur, tahun 2016 dan 2017
dibatalkan temans. Seru sich, tapi untuk konsumsi keluarga aja dech. 😚



Tradisi sungkeman dilakukan setelah semua pulang dari Masjid. Tradisi sungkeman diartikan sebagai ungkapan hormat kepada orang tua dan ungkapan rasa sayang kepada yang lebih muda. Sungkeman pertama kali, dilakukan oleh Ibu ke Bapak. Setelah itu, aku sebagai anak tertua dipersilahkan sungkem terlebih dulu ke Bapak dan Ibu, dilanjutkan suamiku dan anak-anakku. Aku juga menyambut sungkeman dari adik-adik dan anak-anaknya. 

In frame : Aku, Suamiku, Ibu dan Bapak, Ghaisanku


Acara selanjutnya adalah menikmari opor dan ketupat. Makan bersama-sama di meja makan, saling bercerita dan bertanya rasa makanan yang dinikmati. Semuanya kompak makan bersama dalam satu waktu. Ada yang makan menggunakan ketupat ada yang menggunakan nasi. Ada yang menggunakan opor ayam, ada yang menggunakan rica-rica bebek.

Tradisi di lingkungan RW rumah Bapak dan Ibu pada hari pertama Lebaran Idul Fitri adalah semua warna berkumpul menjadi satu di Mushola Arafah Tidak hanya semua warga, ternyata semua keluarga, anak dan cucu, menantu dan sepupu diajak semua ke Mushola Arafah.

Acara dimulai dengan tauziah sebentar oleh ustadz setempat, kemudian bersalam-salaman semua warga yang hadir dan dilanjutkan dengan acara menyantap makanan yang disediakan. Menu silaturahmi Lebaran Idul Fitri tahun ini adalah mendoan dan pecel sayuran. Aku enggak kebagian mendoan coba? padahal dari rupa dan aromanya, enak banget. Aku cuma disisakan gigitan jari aja.

Menjaga tali silaturahmi antar keluarga dan warna itu sangat penting. Aku salut dengan pengurus Mushola Arafah yang terus menjaga tradisi tersebut. Berkumpul menjadi satu di dalam Mushola, dilanjutkan salam-salaman dan menyantap makanan bersama.

Foto sebagian warga yang mengikuti silaturahmi


Beberapa kali aku merayakan hari pertama Lebaran Idul Fitri di rumah mama mertua, tradisinya sangat berbeda. Di lingkungan mama mertua, para warga keluar rumah, menyambut yang datang di luar rumah, bersalaman dan yang berkelebihan dan berkesempatan mengulurkan tangannya memberikan beberapa lembar uang kertas.

Aku cukup kaget dengan tradisi tersebut. Untuk aku yang berkebudayaan timur, memberi identik dengan bersembunyi-sembunyi, malah jangan sampai orang lain tahu. Untungnya sewaktu silaturahmi di Mushola Arrofah kemarin, tidak ada sama sekali tradisi memberi uang saat bersilaturahmi antar warga.

Tetesan air mata dan sesenggukan menahan pecahnya suara tangisan, banyak sekali mewarnai silaturahmi di Mushola Arrofah kemarin. Aku sampai penasaran, sedekat apa hubungan antar warga, hingga sampai memecahkan tangis di silaturahmi kala itu. Ibu-ibu tua dan muda, bapak-bapak tua dan muda, anak-anak semuanya saling bersalam-salaman memberikan rasa hormat dan kasih sayang. Salut aku, menjadi bagian dari kebersamaan Silaturahmi Mushola Arafah Jl. Laban, Gumilir Cilacap-Utara.

Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kembali ke Fitrah dan Saling Memperbaiki Menuju Kemenangan

Salam
Astin

Comments

  1. maaf lahir batin yaaa..paling happy memang kumpul di rumah keluarga besar

    ReplyDelete
  2. bersyukur ia bisa lebaran di kampung halaman bersama keluarga, semoga tahun depan bisa lagi amin ... santap opor bersama emang mantabbbb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaamin. Makan bersama keluarga hal yang sangat kutunggu,

      Delete
  3. Ga beda jauh sama di Balikpapan, saya juga shalat ied pas pulangnya langsung acara sungkeman.

    ReplyDelete
  4. Tradisi yang tidak pernah kami tinggalkan juga dalam keluarga..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…