Skip to main content

Berkunjung ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta telah beroperasi di awal tahun 2017. Beberapa kali, aku hanya mampu memandang dan mengintip dari jalur perimeter utara dan selatan. Melihat dari media sosial ataupun media elektronik. Aku hanya mampu terkesima dengan gambar yang diabadikan seorang teman di media sosialnya. Entah kapan aku dapat menjejakkan kaki di Terminal 3 Ultimate yang konon sangat megah, luas dan indah tersebut.

Mimpipun rasanya sulit untuk dapat berkunjung ke Terminal 3 Ultimate, kecuali emang disengaja main ke sana. Tapi kan, belum tahu prosedur masuk, harus bagaimana. Sampai akhirnya, kabar baik disampaikan oleh adikku. Keberangkatan pesawat GA yang membawa adikku ke luar negeri, melalui Terminal 3 Ultimate. Duh, aku senangnya bukan main. Aku memastikan anak-anakku tidak terlalu banyak aktifitas di Hari Minggu itu, karena penerbangan adikku pukul 23.55. Itu artinya bakal sampai di rumah dini hari.

Jarak Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta dari rumah kurang lebih dapat ditempuh selama 40 menit, pada malam itu. Adikku ingin datang lebih awal, apalagi waktu check in, diinformasinya sebaiknya 2 jam sebelum keberangkatan. So, jam 9 malam rombongan berangkat. 1 mobil doang sih, tapi isinya 6 orang. 

Memasuki kawasan Bandara, suamiku makin fokus untuk membaca papan petunjuk. Meski ini bukan kali pertama, tapi mengantar orang untuk berangkat naik pesawat, kalau nyasar kan bikin deg-degan, kan?. Ketegangan pertama terjadilah, suamiku mengambil jalan untuk kebrangkatan domestik. Padahal yang harus diambil adalah keberangkatan internasional. 

Meski masuk ke jalur yang salah, suamiku tetap melajukan mobil dan mengikuti jalur di depannya. Alhamdullilah papan petunjuk keberangkatan internasional tetap terbaca. Ketegangan pertama berakhir. Ketegangan ke-dua datang lagi saat suamiku salah mengambil jalur lagi. Kali ini jalur untuk parkir kendaran. Dari jauh memang sudah terlihat ada dua jalur. Di tengah ada gambar taksi dan tulisan taksi, tapi tidak jelas terlihat, jalur mana untuk jalur taksi dan mana untuk jalur umum. 

Jalur kanan yang diambil oleh suami, saat melewati petunjuk, ternyata jalur kanan adalah jalur khusus taksi. Huaaaa, ketegangan makin menjadi saat sejumlah taksi berhenti di depan, tidak bergerak dan ternyata ada 1 mobil juga yang salah masuk jalur. Pemisah jalur akhirnya dibuka agak lebar, supaya si mobil tersebut dapat keluar dari jalur taksi. Untungny nich pemisah jalurnya, tidak permanen. Bayangkan jika itu permanen. Tidaaak.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta memiliki area parkir bertingkat. Lantai parkirnya luas banget. Suamiku mengambil parkir di lantai 2. Di tengah are parkir ada lift. Kanan kirinya terdapat toilet. Ketegangan datang lagi, dari sebuah mobil yang melaju dengan kencang di dalam area parkir. Sebetulnya masih jauh sekali, tapi dengan kecepatan kencang menekan klakson yang dalam. Kaget, banget.

Dari area parkir menuju lobby, terdapat ruang duduk yang dijadikan ruang tunggu. Tertulis non smooking, tapi masih ada yang bandel ngerokok di ruang tersebut. Masuk ke lobby, hawanya dingin banget. Mungkin karena sudah malam dan hujan baru turun. Adikku mencari informasi check in, aku dan keluargaku duduk-duduk di luar. Aku dan suamiku saling bertanya tanpa mencari informasi, Bandara sebesar ini, kita boleh masuk enggak sich? karena di lobby sudah ada screening.

Pukul 22.30, adikku pamit karena jadwal check in sudah diumumkan. Melewati bagian screening, berbicara dengan petugas, lalu melambai ke arah suaminya. Kabar baiknya, pengantar boleh masuk ke dalam Bandara. Horaaay, atulah norak banget kami ya. Kupikir setelah screening, adalah batas pengantar.

Jadilah malam itu, aku dan keluargaku jalan-jalan di dalam Terminal 3 Ultimate yang akhirnya bisa dilihat dengan mataku sendiri, luas, megah dan bersihnya ampun dech. Saat adik-adikku check in, aku dan keluargaku asyik berburu spot foto. Apa coba, jalan-jalan ke Terminal 3 Ultimate tengah malam, buat pepotoan doang.




Minimarket Bandara, toko souvenir, food area, toilet, counter check in, ruang tunggu, tempat duduk, semuanya tertata dengan cantik dan besih. Lantai terminal 3 ultimate kinclong dan bisa untuk ngaca. Keberangkatan Internasional ada di dekat AW dan kios-kios souvenir. 

Ada banyak spot yang keren yang bisa dijadikan bahan nambahin grid di Instagram atau bahan postingan di blog. Spot-spot kece dan instagramable ini ada di sepanjang jalan. Di dekat keberangkatan domestik ada beberapa pesona berharga milik negara Indonesia, contohnya Candi Borobudur. Sedangkan di sisi sebelah kirinya, ada beberapa taman yang berbeda bentuknya, banyak pepohonan hijau yang membuat segar Terminal 3 Ultimate Bandara Soeta ini.



Berhubung sudah mengantuk dan lelah, aku hanya sanggup membawa anak-anak di 2 taman. Lainnya biarlah suatu saat nanti, menyengajakan ke Terminal 3 Ultimate, lagi. Dini hari, aku dan keluargaku meninggalkan kawasan Bandara. Kenangan berkunjung ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta ini sungguh indah. Anak-anakku juga senang sekali. Paginya, anak sulungku siap berangkat ke sekolah.

Comments

  1. Aku udah 3 kali ke terminal 3 ngga kumanfaatin maksimal buat poto hahaha

    ReplyDelete
  2. Suami yg paling sering ke terminal ini, krn tiap business trip kantor selalu nyediain pake garuda :D. Aku aja ga sesering dia.. Tapi trakhir ksana banyak yg sbnrnya blm maksimal jadi sihm sekarang udah ga yaa.. Moga2 bandara ini bisa secanggih dan sebagus changi airport nantinya

    ReplyDelete
  3. wah buat objek foto manteb ini, :) lantainya kinclong...

    ReplyDelete
  4. Asik, ya. Bisa jadi tempat untuk foto-foto :)

    ReplyDelete
  5. wih mau jalan-jalan ke sini. Meski ga terbang ya nengok aja ke T3 ultimate. Hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…