27 Oct 2017

Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Membuat Jadwal Harian

Alhamdulillah hari ini cuaca panas mendung dan hawanya bikin kepingin di kamar terus pasang AC dengan suhu yang mampu menidurkan walaupun hanya sebentar. Yaaa, itung-itung bisa ngelempengin badan yang sedari dini hari sudah berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Tapi apa daya, anak balita berusia 3 tahun, tak juga lelah dan ngantuk, meski sudah diajak ngobrol, dielus-elus sampai dinyanyiin lagu dengan suara merdunya Chyntia Lamusu, uhuk.

Saat ini secara sadar berada di rumah dan menemani anak-anak, mengasuh mereka, melihat secara langsung perkembangannya adalah niat murni saya sebelum menikah, bahkan sebelum bertemu suami. Secara enggak sadar, dulu banget, kalau ditanya pekerjaan yang akan datang apa? menjadi ibu rumah tangga yang sholehah. Yah, itu kalau mau dicari tulisannya masih ada di buku diary yang diedarkan oleh teman-teman jaman SMP dulu. Ada kan diminta nulis cita-citanya jadi apa, keknya masa kecilku dulu terobsesi oleh ibuku yang seorang ibu rumah tangga namun produktif, Alhamdulillah sampai hari ini.

Berbagai Keterampilan Ibu Rumah Tangga


Ibu Rumah Tangga Produktif


So, menjadi ibu rumah tangga yang produktif adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan ibu-ibu rumah tangga jaman now. Ibu rumah tangga bukan lagi seorang wanita yang mengasuh anak-anak dan mengurus seluruh pekerjaan rumah tangga. Ibu rumah tangga jaman now, adalah ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan selain mencerdaskan anak-anaknya, tapi juga menghasilkan materi dari rumah. Tepuk tangan untuk 'blog' dengannya saya mampu menemani anak-anak di rumah dan menghasilkan materi yang Alhamdulillah mencukupi kebutuhan yang dibutuhkan.

Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga


Ibu rumah tangga perlu piknik juga kan


Awalnya saya tidak mampu membayangkan, bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan rumah, menjawab pertanyaan anak-anak, memandikan anak balita sampai memasak menu kesukaan keluarga dan mampu mengurus 'blog'. Keteteran dan banyak bolong-bolong, kadang bisa ngeblog tapi pekerjaan rumah keteter. Pekerjaan rumah keurus, blog bisa sampai sebulan enggak keurus. Pyuh, rasanya memang menyenangkan berada di luar rumah, maksudnya bekerja di kantor. Sebelum jam kerja, bisa stalking media sosial, ada giveaway, ikut dengan menyumbangkan artikel sekalian update blog. Jam istirahat malas makan berat di kantin, bisa post blog atau blogwalking, sebelum pulang kerja masih bisa online di toko online nyari barang yang bisa dijadikan materi buat ngeblog. Di rumah?

Bisa kalau sudah biasa. Bisa kalau sudah pinter-pinternya membagi waktu. Bisa kalau sudah tahu slah-nya ada di mana. Bisa kalau anak sudah tidur. Bisa kalau..., akan ada banyak bisa kalau, bisa kalau dan memang begitu adanya.

Ibu Rumah Tangga Ngeblog?


Alhamdulillah blog yang hidup dengan memiliki nama domain sendiri ada 2 buah. Semuanya tidak pernah absen sampai berbulan-bulan. Ada sich yang absen sampai berbulan-bulan, itu adalah blog yang gratisan. Wkwkkk, iya mungkin ada harga yang harus dibayar untuk harga sebuah domain, yaitu kesadaran untuk konsisten mengisi blog karena sudah bayar. Tapi seharusnya mah enggak. Singsingkan lengan baju, semangat karena nernak blog emang mengasyikan, apalagi yang bertema dan temanya yang disuka, enggak perlu khawatir habis ide, kan?.

Alhamdulillah sudah 2 minggu embak yang membantu pekerjaanku di rumah sudah resign. Saya bersyukur sekali sich, jadi urusan rumah secara keseluruhan adalah bagianku, saya tahu mana bagian yang kotor dan mana yang harus dibersihkan secara ekstra. Ngeblog gimana? bisa lihat sendiri, kalau namaku banyak berkeliaran (What?) di kolom komentar teman-teman, berarti saya masih punya waktu di depan laptop. Beberapa postingan juga terposting, meskipun kalah di ODOP sebuah komunitas, itu karena saya baru saja terkena musibah, jatuh terduduk dari keranjang yang kududuki. Pelajarannya adalah, jangan menyepelekan hal yang remeh temah, berhati-hati dan berpikir sebelum bertindak. 

Kapan ngeblog? kapan saja kalau ada waktu untuk duduk di depan laptop, kapan saja kalau pekerjaan rumah yang paling prioritas sudah dikerjakan, kapan saja apabila memang diperlukan. Dijadwalkah? ya, saya adalah orang yang suka membuat jadwal dan sebisa mungkin dipatuhi. Salah satu isi dari jadwal harian seorang ibu rumah tangga, adalah media sosial. Anak sulungku yang sudah bisa baca bertanya, maksudnya apa ini? maksudnya ummi boleh berada di depan laptop atau pegang handphone, it's means work with laptop and smatphone

Beberapa bagian jadwal hariannya


Dengan jadwal yang dibuat, saya merasakan sangat nyaman, teratur dan penuh tangung jawab. Jarang sekali sebuah pekerjaan enggak pernah dikerjakan, semuanyanya berakhir dengan senyuman di malam hari saat berada di tempat tidur. Tenang sekali, karena pekerjaan yang sudah dijadwalkan diselesaikan dengan baik dengan senyuman. Pernah ingkar dari jadwal? pernah setelah beberapa hari jatuh terduduk itu. Tapi, jangan lama-lama meratapi sakit dan kepedihan, setelah itu ikuti lagi jadwal yang sudah dibuat, karena memang membantu sekali loh dengan adanya jadwal tersebut.

Ibu Rumah Tangga Punya Waktu Istirahat?


What this? curhat di Hari Sumpah Pemuda? curhat seorang ibu rumah tangga yang punya blog di Hari Blogger Nasional? Buat saya ini adalah prestasi mampu ngeblog di tengah anak balita yang mondar mandir ke depan ke belakang untuk menghias lantai rumah dengan mainannya.

25 Oct 2017

Pertumbuhan Gigi Lebih Sempurna Menggunakan Dot Baby Huki Halal



Pengetahuan seorang ibu tidak pernah berhenti sampai kapanpun. Aku adalah ibu dari dua orang anak, Faiz (7 tahun) dan Zhafira (3 tahun). Dua anak saya mengalami yang namanya menyusu menggunakan dot dan menggunakan empeng bayi. Sebagai seorang ibu menyusui dan bekerja pada waktu itu, memilih menyajikan ASIP dengan menggunakan dot bayi. Selain itu, Faiz dan Fira juga menggunakan empeng bayi untuk menenangkan mulut mereka yang selalu ingin mengenyot.

Pengalaman Menggunakan Dot Bayi


Pertama belanja botol, dot dan empeng, saya tidak pernah memikirkan bahwa akan ada banyak hal yang terjadi akibat penggunaan produk-produk tersebut. Aku tidak pernah memikirkan apakah bayiku akan sering tersedak, apakah bayiku akan bingung puting atau apakah kelak pertumbuhan gigi bayiku baik atau tidak. Sebagai ibu baru, aku hanya mengantongi pengetahuan kalau bayi sedang menyusu menggunakan dot, tidak boleh terlalu berdiri botolnya, agak miring gitu, seperti posisi menyusi menggunakan payudara.

Tersedak pada bayiku, ada dan terkadang sampai gumoh dan muntah. Buat ibu baru, pasti hal tersebut membuat panik dan bingung. Aku tidak tahu, bentuk dot apakah mempengaruhi bayi tersedak atau tidak sewaktu menyusu menggunakan dot. Di pasaran ada dua jenis dot dan empeng, tapi aku tidak mau coba-coba untuk anakku. Aku hanya membeli satu jenis dot dan empeng dan tidak mencoba menggunakan merk dagang lainnya.

Ada beberapa resiko yang dapat terjadi dari penggunaan dot dan empeng pada bayi baru lahir, yaitu;
  1. Bingung puting
  2. Saat menyusu menggunakan dot, dapat mengalami resiko tersedak
  3. Bayi lebih menyukai menyusu menggunakan dot daripada menyusu langsung
  4. Pertumbuhan gigi yang kurang sempurna, ada yang bilang giginya akan lebih ke depan
Aku dan bayiku mengalami beberapa dari resiko di atas. Bayi akan bingung putih, jelas wajar karena waktu itu aku menggunakan dot bayi yang bentuknya tidak menyerupai puting. Saat kutinggal bekerja, bayiku menyusu menggunakan dot bayi, di mana bayiku tidak melakukan banyak gerakan mengenyot. Jadi, saat menyusu langsung, bayiku agak ogah-ogahan. Duh, sedih banget dech.

Bayiku lebih menyukai menyusu menggunakan dot, jadi dia tidak perlu melakukan usaha ekstra untuk megeluarkan air susu. Resiko tersedak, memang jarang dialami karena aku sudah memberitahu pengasuh untuk memberikan botol bayi dengan posisi yang benar.

Nah, untuk pertumbuhan giginya nich yang aku sudah agak melihat memang agak ke depan. Akhirnya aku menghentikan penggunaan dot dan empeng pada Faiz saat berusia 1 tahun. Hari ini, tantangan lebih berat diberikan oleh anak ke-duaku, Zhafira yang sampai usianya 3 tahun ini, belum mau lepas dari dot dan botol susunya. Aku sedih. Zhafira masih belum mau melepaskan dot dan botol untuk menyusu susu.

Teman-teman pasti tahu ya, penggunaan dot terlalu lama untuk pertumbuhan gigi yang sempurna pasti tidak baik. Belum lagi, cara untuk mencuci dot yang digunakan untuk meminum susu, tentu sering muncul kerak putih atau yang dikenal dengan jamur. Meskipun sudah mencuci dengan baik dan benar. Tetap saja, penggunaan dot hanya beberapa bulan saja. 

Dot Tepat untuk Pertumbuhan Gigi Sempurna

Sejauh ini aku belum berkonsultasi dengan dokter anak, bahwa Zhafira masih menyusu menggunakan dot. Beberapa kali aku coba untuk ngobrol dengan Zhafira, tapi namanya anaknya belum mau, akupun tidak memaksakan untuk menghentikannya. Cerita dari neneknya, Abi dan aunty-nya juga sampai usia lebih dari 3 tahun masih menggunakan dot dan botol untuk menyusu. Hiks.


Sampai akhirnya aku senang sekali menerima hampers dari produk Baby Huki Halal, satu-satunya botol, dot dan empeng yang telah memiliki sertifikat Halal dari MUI. Waah, aku jadi lebih tenang memberikan dot dan botol Baby Huki kepada Zhafira. 


Dot Baby Huki Halal berbentuk Orthodontihc yang artinya memiliki bentuk dan cara kerja yang mirip payudara ibu. Maksudnya gini nich, Air susu akan keluar dari lubang dot di bagian samping atas yang menempel di langit-langit mulut bayi. Sehingga bercampur dengan ludah (yang mengandung zat anti bakteri) sebelum ditelan. 




Loh kok lubangnya berada di samping atas? yup, lubang yang berada di samping atas pada dot orthodontic berfungsi untuk mencegah terjadinya kebiasaan bayi menelan sambil mendorong lidah ke depan, dan dapat merangsang dan menunjang pertumbuhan rahang dan gusi bayi sehingga gigi tumbuh sempurna.

Perbedaan dot orthodontihc dengan dot biasa terletak pada, dot biasa harus ditahan dengan mendorong lidah ke depan waktu menelan, agar bayi tidak tersedak. Gerakan tersebut bila terjadi pada waktu lama, dapat beresiko malposisi pada pertumbuhan gigi (gigi tumbuh ke dapan, tonggos, rahang maju dan masalah gigi lainnya).

Jadi ibu-ibu muda yang baru akan berbelanja kebutuhan dan perlengkapan bayi baru lahir. Sebaiknya memperhatikan apa yang akan dibeli ya, terutama pemilihan botol, dot dan empeng bayi. Produk Baby Huki untuk nursing sudah Halal. Jadi, ibu tenang, pertumbuhan gigi bayi juga akan lebih baik dan sempurna.

Botol Baby Huki Halal Berbahan PP BPA Free

Pasti ibu-ibu muda lainnya juga memikirkan ya, apakah botol tersebut aman? food grade atau lain-lainnya. Sama seperti aku dulu, menemukan tulisan food grade dan nyaman di kantong. Dulu aku kurang paham sebenarnya bahan yang aman untuk produk bayi itu yang seperti apa sich?.

Botol susu PP BPA Free dengan dot silicone orthodontihc. Botolnya terbuat dari bahan Polyprophilane yang disebut BPA Free. BPA Free ini berfungsi bebas dari bahan Bisphanol A, di mana zat ini, apabila dikonsumsi berulang-ulang akan mengakibatkan kanker.



Zhafira suka banget botol Baby Huki Halal yang berwarna pink bergambar perlengkapan bayi perempuan berukuran 250 ml, ini menjadi botol favoritnya banget dech. Botol satunya lagi berwarna biru berukuran 140 ml bergambar bayi laki-laki lucu.  Pada saat memegang botol susunya, pas gitu ditangan, enggak licin dan enggak mudah jatuh. Apalagi tutup botolnya, akupun suka banget, tutupnya ada uliran untuk membukanya, jadi sewaktu tangan licin, jadi lebih mudah membuka tutup botolnya.

Breast Pump dan Breast Pad Baby Huki

Aku jadi tenang meskipun Zhafira sampai hari ini masih menyusu menggunakan botol. Pertumbuhan giginya semoga lebih baik, karena terbantu dengan dot Baby Huki Halal yang berbentuk orthodontic dan telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Perlengkapan Baby Nursing dari Baby Huki selain botol, empeng dan dot yang halal, juga ada Breast Pump dan Breast Pad dari Huki. Pokoknya paket lengkap sekali untuk membantu ibu-ibu muda maupun ibu-ibu menyusu yang telah berpengalaman.
Breast Pads Baby Huki

Breast Pump Huki yang tersedia adalah Breast Pump Manual yang berwarna biru. Design-nya ergonomis dan nyaman sekali untuk digunakan. Dirancang menggunakan silikon untuk melindungi payudara untuk menstimulasi ASI keluar lebih banyak tanpa mengeluarkan tekanan yang kuat.

Hisapan breast pump Huki menyerupai pola hisapan bayi. Jadi, ibu tidak perlu khawatir kesakitan ya. Produknya dapat ditemukan di berbagai toko online maupun offline. Aku sempat melihat produk-produknya, karena sebentar lagi ada dua saudaraku yang akan melahirkan. Jadi, cocok banget untuk kado melahirkan yak.

Pasangan dari breast pump adalah breast pad. Huki memiliki breast padnya juga. Ada kemasan traveling (travel pack) yang berisi 12 pcs disposable nursing pads. Bentuknya 3D side gather, dirancang mengikuti bentuk payudara sehingga nyaman saat dipakai.

Double Adhesive yang akan mencegah nursing pad bergeser dari posisinya. Enggak mau kan, breast pad bergeser-geser dan membuat tidak nyaman saat menggunakannya. Lapisan dalamnya mudah menyerap cairan dan sangat lembut. Lapisan tengahnya mengandung bahan yang menyerap ASI dan menahan cairan tetap di dalam breast pad. Terakhir ada breathable waterproff sheet yang merupakan lapisan unik untuk menjaga kulit tetap bernafas, tidak menimbulkan kelembaban dan menjaga pakaian tetap kering.

Ibu bahagia menghasilkan bayi dan anak-anak yang berbahagia. Menyusui adalah kebahagian bagi ibu dan anak. Anak menyusu dengan baik dan menggunakan bahan yang halal, ibu tenang bekerja dan melepaskan anak menyusu menggunakan botol dan dot Baby Huki Halal serta percaya diri mengunakan breast pump dan breast pad.

Semoga ibu-ibu menyusu semuanya bahagia ya dan menghasilkan anak-anak yang memiliki pertumbuhan gigi yang lebih sempurna karena mengunakan dot orthodonthic. Tentu pilihannya seperti aku kan? menggunakan Produk Baby Huki Halal?. Sebagai informasi aku berikan nich website resmi BABY HUKI, cuz dech untuk melihat kelengkapan produknya.

22 Oct 2017

Adanya Paket Wisata Memudahkan Rencana Liburan Akhir Pekan di Bandung

Hai apa kabar semuanya? gimana akhir pekannya? ada yang di rumah saja atau ada yang pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri? iya, liburan bermanfaat untuk memberikan selingan waktu supaya setiap hari tidak monoton terus berada di rumah.

Liburan akhir pekan beberapa kali, aku selalu menghabiskan waktu hanya berada di rumah bersama keluargaku. Pekan pertama anak sulungku melaksanakan ujian tengah semesternya. Pekan kemarin aku menghabiskan waktu di rumah untuk memberskan pekerjaan rumah yang menumpuk. Pekan ini harusnya aku bisa menghabiskan waktu liburan di tempat wisata atau sekedar staycation di luar kota.

Akhir pekan ini badan mulai memanggil untuk istirahat bed rest total di tempat tidur karena kelelahan. Dengan adanya istirahat di rumah ini, aku, suamiku dan anak-anak bisa selonjoran sembari ngobrol ngalor dan ngidul, sampai akhirnya pembicaraan berfokus liburan akhir pekan minggu depan. Kebetualan, minggu depan, anak sulungku menerima hasil penilaian belajarnya selama tengah semester. Sebetulnya tidak ada libur setelah menerima raport, tapi aku ingin liburan. Jadi, kota yang paling tepat untuk dituju adalah Bandung.

Memutuskan Tujuan Liburan Akhir Pekan ke Bandung



Kota Bandung untukku adalah rumah ke-dua. Perjalanan balik lebaran, selalu melewati kota tersebut dan biasanya aku dan keluargaku mampir beberapa hari untuk istirahat di kota Bandung. Bandung merupakan kota yang sangat sejuk karena kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan.

Transportasi dari Jakarta menuju Bandung juga banyak pilihan. Selain jaraknya mampu ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, Bandung juga memiliki stasiun kereta api yang jaraknya tidak begitu jauh dengan tempat wisata di Bandung. 

Sewaktu liburan akhir tahun ke Bandung


Ada beberapa tempat wisata yang belum pernah aku dan keluarga datangi. Jadi, ada banyak hal yang didiskusikan selain transportasi yang digunakan dan hotel tempat menginap di Bandung untuk beberapa hari saja.

Tempat wisata yang ingin aku dan keluarga datangi adalah;
  1. Wisata di Jalan Braga
  2. Dusun Bambu Lembang
  3. Taman Bunga Begonia
  4. Trans Studio Bandung

Mendapatkan Info Paket Wisata Transportasi dan Hotel 


Waktu liburan akhir pekan harus dimaksimalkan benar-benar untuk menunjungi tempat wisata yang diinginkan. Apalagi, akhir pekan tersebut hanya 2 hari, jadi transportasi untuk menuju ke sana, aku pilih yang paling cepat dan tidak menguras energi. Iyakan, liburan kan pasti menguras energi, kalau bisa menggunakan transportasi umum, mengendarai kendaraan pribadi bukan menjadi pilihan.

Aku memberikan usul kereta api sebagai transportasi menuju ke Bandung. Nah, sampai Bandung ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan. Pilihannya tentu tidak mengendarai kendaraan sendiri, biar bisa menikmati pemandangan kota Bandung, kan.

Hotel tempat menginap sebisa mungkin juga yang dekat dengan tempat wisata atau dekat dengan stasiun, supaya memudahkan mobilitas dari stasiun ke hotel dan ke stasiun lagi. Suamiku sudah mendapatkan tiket kereta api untuk 4 orang. Harga hotel juga sudah diperoleh di alamat website yang berbeda dengan tiket kereta api. Harganya cukup mahal dan kemudian, aku mencari-cari sendiri ke sebuah website yang menawarkan paket wisata, yaitu diberikan kemudahkan untuk memesan tiket kereta api dan pemesanan voucher hotel jadi satu

Harga paket tersebut kubandingkan dengan harga yang sudah diperoleh suamiku. Hasilnya sangat beda jauh dan aku langsung menginfokan kepada suamiku. Kok bisa ya? hanya sekali pilih, harga tiket dan voucher hotel  bisa didapatkan dan harganya lebih murah.



Akhirnya, aku menggunakan paket wisata Traveloka yang cara pemesanannya sangat mudah, tidak memakan waktu banyak dan harganya lebih mudah. Hm, selesai juga untuk pencarian tiket dan voucher hotel.

Perlengkapan dan Perbekalan untuk Liburan Akhir Pekan


Tujuan liburan akhir pekan sudah dikantong, tiket kereta api dan voucher hotel yang menjadi paket sudah dipegang. Saatnya adalah mempersiapkan beberapa hal untuk dibawa sebagai perbekalan. Ini adalah bagian yang paling aku senangi. Aku selalu senang packing, walaupun enggak akan melakukan perjalanan, aku suka sekali menata pakaian dan perlengkapan untuk bepergian. Hihii, aneh ya.

Berikut ini adalah perlengkapan dan perbekalan untuk liburan. Aku harus meminimalisir perlengkapan dan perbekalan yang biasanya dibawa selama liburan nich. Biasanya aku jor-joran membawa barang-barang, karena menggendarai kendaraan pribadi, sekarang aku harus memilih mana yang paling penting.

  1. Tiga tas ransel untuk membawa pakaian. Masing-masing akan dibawa aku, suamiku dan anak sulungku.
  2. Jaket penting untuk dibawa, saat menghadapi cuaca yang dingin di Bandung juga saat di kereta api.
  3. Baju ganti yang berbahan ringan, tidak terlalu tebal.
  4. Sepatu kets atau sepatu olah raga supaya saat berjalan tidak terlalu lelah.
  5. Topi untuk suami dan anak sulungku
  6. Dompet Handphone dan charge
  7. Uang cash dan ATM apabila diperlukan, jumlahnya jangan terlalu banyak, disiapkan sesuai dengan kebutuhan saja
  8. Makanan ringan dan air mineral.
Nah, itulah perlengkapan dan perbekalan yang perlu dipersiapkan untuk liburan akhir pekan ke Bandung menggunakan transportasi kereta api dan menginap di hotel yang sudah dipesan melalui paket wisata dengan satu klik. Bagaimana? apakah teman-teman semua sudah mempersiapkan liburan akhir pekannya? Untuk tiket dan hotel bisa di booking seperti cara booking yang aku gunakan loh. 

17 Oct 2017

Kembali Menghirup Udara Pagi di Yogyakarta

Dalam satu tahun, ada dua kali aku merencanakan liburan. Pada saat pertengahan Ramadhan, sampai jelas hilal dana yang dapat dipergunakan untuk mudik plus liburan dan satu lagi, menjelang akhir tahun, menghabiskan liburan akhir tahun plus liburan semesteran anakku.

Pertengahan Ramadhan tahun ini, aku dan suamiku berdiskusi dengan serius. Why? ada banyak kota yang ingin aku kunjungi setelah berkumpul pada liburan lebaran di kampung halaman. Ada plan A yaitu, plan yang sering dilakukan setiap balik mudik lebaran. Plan B, mengunjungi kota-kota yang pernah disinggahi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.



Dalam waktu 5 tahun terakhir keluarga kecilku ini pernah singgah di 3 kota. Aku mengajukan usul kepada suamiku untuk mengunjungi semua kota tersebut setelah liburan lebaran di kampung halaman. Berbagai kemungkinan dan rencana dibahas dengan serius sesuai dengan budget dan waktu yang ada.

Finally, setelah menghabiskan 1 minggu libur lebaran di Cilacap, liburan dimulai lagi. Mengunjungi beberapa kota yang pernah disinggahi membuat adrenalinku naik dan semangatku mengalahkan penatnya kemacetan menuju kota Yogyakarta.

Perjalanan Menuju Kota Yogyakarta


Yogyakarta adalah salah satu kota yang pernah aku tinggali selama 2 tahun. Kota yang memiliki banyak kenangan, kota yang di sana masih tinggal kakekku yang sudah berusia 95 tahun. Kota yang kabarnya sudah sangat berkembang dan sangat menarik kedatangan wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Kota yang aku selalu rindu untuk kembali menghirup udara pagi di Yogyakarta.

Setelah menghabiskan waktu berlibur dan berkunjung ke tempat saudara di Cilacap, perjalanan liburan dimulai. Aku memilih waktu menjelang siang hari berangkat ke Yogyakarta. Persiapan sudah dilakukan pagi-pagi sekali. Packing koper lagi, mencari perlengkapan anak-anak yang dimainkan selama di rumah Uti dan Akung dan membawa beberapa sajian khas lebaran seperti kue lebaran dari toples ibuku berpindah ke toplesku. Ahaaay, teman-teman juga begitukah?

Perjalanan menuju kota Yogyakarta tidak begitu macet, malah arah yang berlawanan yang berhenti total. Aku iseng melihat nomor polisi di arah yang berlawanan, 90 % bernomor polisi B yang pulang dari arah Yogyakarta menuju ke arah Jakarta. Buanyaaak buanget, dan perjalananku menuju Yogyakarta Alhamdulillah lancar.



Pergi ke Yogyakarta sore-sore? nanti mau nginep di mana? soal nginep itu hal yang mudah sekali. Sebelum jam beranjak sore, suamiku sudah memesan hotel melalui aplikasi Traveloka. Tugas mencari hotel adalah tugasku yang kukerjakan sangat lama. Sampai akhirnya, suamiku mengehentikan mobil dan mengambil alih handphone untuk mencari hotel yang sesuai dengan kriteria beliau. Hihihii, itulah kenapa ya, perempuan itu susah memilih dan kalaupun memilih banyak sekali pertimbangannya.

Zest Hotel Yogyakarta menjadi pilihannya dan segera setelah mendapatkan kode booking, suamiku membayar di ATM terdekat dan selesai. Rasanya tenang dan ringan melakukan perjalanan setelah mengantongi pemberitahuan pemesanan hotel sudah diterima pihak hotel. Jadi, kalaupun sampai Yogyakarta sudah larut dan lelah, tujuan untuik tidur sudah ada, tidak perlu mencari-cari hotel secara offline.

Tujuh jam perjalanan dari Cilacap ke Yogyakarta tidak begitu terasa karena dilakukan menjelang malam. Masuk ke kota Yogyakarta dari arah Bantul, aku blank sama sekali. Enggak ngerti sedang ada did aerah apa, meski ada petunjuk dan google maps, aku blank dan enggak tahu mesti ke mana. Sampai akhirnya, perjalanan menemui kemacetan yang parah. Jangankan melaju, untuk jalan saja lama sekali.

Mataku melihat ke kanan dan ke kiri, belum ada satu bangunan pun yang aku kenali. Sampai akhirnya, RS PKU Muhammadiyah yang kukenali,  sayangnya untuk menuju ke Zest Hotel di Jl. Gajah Mada ditutup dari arah kedatanganku, padahal google maps menunjukan jalan lurus. Huhuuu, Alhamdulillahnya anak-anak sudah tertidur, suamiku menanyakan di mana jalan Gajah Mada? akupun langsung lemes, gak ngerti. 

Dua jam berputar-putar tak tentu arah, ke sini ditutup, ke sana ditutup dan baru tahu kalau hari itu adalah malam minggu, saudara-saudara. Tepok tangan dong, jadi para pemuda dan pemudi menghabiskan liburan lebarannya dengan menghias jalan menjadi macet.

Berputar-Putar Mencari Zest Hotel Yogyakarta


Alhamdulillah Zest Hotel Yogyakarta dengan posisi tempat parkir yang enggak banget di basemant. Naik ke arah lobby sembari menaiki tangga, membawa barang-barang dan bantal kesayangan dan menggendong anak. Sampai di reseptionist, menyerahkan KTP dan tidak begitu lama, aku langsung menerima kunci kamar. Alhamdulillah, selamat datang di Yogyakarta.

Menghabiskan 2 jam berputar-putar untuk mencari Zest Hotel Yogyakarta, suamiku lapar. Eh, memang semuanya belum makan siy. Waktu menunjukan pukul 10.30 pm, restoran hotel sudah tutup. Aku menyarakan suamiku untuk membuka aplikasi GoFood dan memesan makanan terdekat dengan posisi hotel. So, makan malam di dalam kamar hotel malam itu adalah mie rebus dan mie goreng. Kebingungan datang lagi, pesan mie rebus yang dibungkus plastik, mau makan di mana? Alhamdulillahnya, aku membawa mangkok kosong, makan mie rebus, done.


Bangun pagi hari dengan badan segar dan senyum mengembang. Baru kali ini, tidur di hotel setelah menempuh perjalanan panjang dan bisa tidur nyenyak. Aku seperti tidur di rumah sendiri. Kangen kembali menghirup udara pagi di Yogyakarta. Karena jatah makan hanya untuk 2 orang, suamiku mengalah tidak sarapan di hotel. Suamiku juga ingin mengicip kuliner pagi di Yogyakarta. Jadi, aku bertiga dengan anak-anak turun untuk sarapan.





Menikmati sarapan dan keluar hotel sebentar untuk menghirup udara pagi di Yogyakarta. Masih seperti 12 tahun yang lalu, meskipun sudah banyak sekali bangunan yang berdiri kokoh. Udara itu masih dapat aku rasakan seperti saat aku pergi ke pasar dari rumah Kakekku.

Menangis di Alun-Alun Kidul Yogyakarta


Tidak lama berada di Zest Hotel, aku memutuskan untuk jalan-jalan dan mengunjungi rumah Kakek. Jalanan kota Yogyakarta sepi, aku mengajukan usul berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Sebelum masuk ke Keraton, alun-alun kidur melambaikan tangan ke arahku. Turun dari mobil dan menuju alun-alun kidul. Apa yang aku dan keluargaku lakukan? duduk-duduk menemani anak-anak bermain buble, oh my dear, enggak banget liburan di Yogyakarta kali ini.

Namanya anak-anak, meskipun sudah diberikan mainan satu-satu, tetap saja ada perselisihan terjadi di antara mereka. Anak sulungku menangis karena adiknya lebih sering memainkan buble. Adiknya menangis karena buble kakak mengenainya dan masih banyak hal yang terjadi di alun-alun kidul. Terakhir si kakak menangis, lupa sebabnya apa, yang jelas diingatkan untuk mengijinkan adiknya bermain buble, eh malah dia minta buble yang lebih besar. Aduhlah cerita menangis di alun-alun kidul malah jadi kenangan untuk liburan di Yogyakarta kali ini. 





Tempat makan tujuan anak sulungku belum buka, suamiku memutuskan untuk tidak berhenti sebelum anak-anak berhenti dari rengekannya. Mutar muter mengelilingi kota Yogyakarta dan akhirnya keputusanku untuk langsung ke rumah Kakek. Alhamdulillah kakek ada di rumahnya, bisa dibayangkan kalau kakek sedang pergi. Anak-anak langsung tenang dan kembali rukun, hiya ini ada apa? mereka lelah di perjalanan kali ya?

Kakekku sudah berusia lebih dari 90 tahun. Badan beliau masih sehat, meski sudah agak lemah. Kesehariannya hanya tiduran dan duduk-duduk di tempat tidur. Ada nenek yang menjaga kakek yang kabarnya sudah sering periksa ke dokter, tidak ada masalah kesehatan yang berarti. Hanya karena usia kakek sudah semakin menua, pendengaran dan masalah kulit sering membuatnya rewel.

Anak sulungku senang sekali bertemu dengan kakek buyutnya. Adiknya? berkali-kali menunjuk kepada kakek buyutnya, dan menanyakan itu siapa?. Huhuhuu. Alhamdulillah, anak-anak betah tinggal di rumah kakek, mereka tiduran di dalam kamar, sedangkan aku dan suamiku ngobrol dengan nenek.

Akhirnya Makan di  Waroeng Steak and Shake Colombo


Pulang dari rumah kakek, anak sulungku masih merengek minta makan di waroeng steak and shake. Mencari di google maps, waroeng steak and shake terdekat adalah di dekat UGM. Kembali aku melintasi daerah-daerah yang sering aku lalui.

Semuanya sudah berubah tapi aku tetap mengenali Mirota Kampus, tempat belanja yang biasa aku datangi untuk mengisi waktu luangku. Halaman depan UGM yang saat itu sedang ramai sekali. Mungkin para orang tua yang mudik mengajak anak-anaknya, memamerkan kepada anak-anaknya ini loh kampus ayah, ayo sini foto di depan gerbangnya. Heheee.

Jauh-jauh ke Yogyakarta, makan di waroeng steak and shake? urusan siapa ini? urusan suamiku inih. Anak-anak pernah diajak makan steak, trus aku bilang, kalau mau makan steak yang enak, ya di waroeng steak yang warna waroengnya kuning dan hitam. Pernah lihat di daerah Serpong, tapi suamiku belum pernah nganterin. Hiyaaa, urusan siapa ini?

Memesan 4 steak dan 1 chicken drum roll serta beberapa minuman. Rasa steak di waroeng steak and shake ini berbeda dibandingkan dengan tempat lain. Teksturnya empuk dan tidak begitu keras, saosnya juga terasa bumbunya, enak banget pokoke. Ya itu, anak sulungku sampai nambah steak dan minumannya. Struk pembayarannya disimpan, tapi aku lupa naronya di mana. Niatnya biar menjadi kenangan, pernah jauh-jauh ke Yogyakarta tapi makannya di waroeng steak and shake di daerah Colombo. Hehehee.





Makan di waroeng steak and shake ini juga nyaman banget, sampai enggak kerasa sudah hampir sore. Aku memiliki janji bertemu dengan teman masa kerja dulu di sini. Huwooo, ketahuan banget umurku berapa kan, yak. Sudah 12 tahun meninggalkan Yogyakarta dan di sini untuk mencari uang. Lokasi pertemuan direkomendasikan temanku, tempat wisata yang terletak di daerah Sleman, supaya aku lebih mudah untuk melanjutkan perjalanan ke Magelang.

Menghabiskan hari itu di Kampung Flory, tempat wisata edukatif yang menyediakan sarana belajar berbagai jenis tanaman dengan tempat makan yang bernuansa alam. Sayang, ketemuannya hanya sebentar dan lagi-lagi anakku ngambek ingin melanjutkan perjalanan ke Magelang. Daerah Selam ini termasuk salah satu daerah yang memiliki udara segar dan masih banyak persawahan dan perkebunan. Dua belas tahun yang lalu, aku juga pernah mengelilingi daerah ini dengan mengendarai sepeda motor. 


Bye Yogyakarta, semoga ada kesempatan lagi untuk berlibur di Yogyakarta dengan waktu yang lebih lama. Ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi, tentunya setelah anak-anak sudah mampu menjaga dirinya dan tidak sering rewel. Aaamin.

#Latepost