Skip to main content

Mencoba Rute Mudik Lebaran dari Jakarta ke Cilacap Via Majalengka

Mudik lebaran bagi siapapun pasti selalu memberikan cerita dan kesan. Bisa kesan menyenangkan dan kesan yang kurang menyenangkan, kan ya. Kesan tersebut apabila dijadikan cerita pasti dapat diambil sisi baiknya, apapun kesan tersebut, itu pikiranku sich. Contohnya ketika memilih rute mudik lebaran dari Jakarta ke Cilacap via Majalengka, lalu. Apabila saya tetap kepada pendirian harus mengikuti rute biasa yaitu melewati toll Cipali sampai ke Tegal, mungkin tidak akan menemukan pengalaman mencoba rute mudik lebaran Jakarta ke Cilacap via Majalengka.

Keputusan dipilihnya rute mudik lebaran via Majalengka tersebut juga diambil di on the spot. Alasannya, pada saat itu, kondisi tol Cipali dalam keadaan macet, kendaraan bergerak lambat. Suamiku agak khawatir apabila kejadian padatnya tol Cipali ini akan seperti mudik lebaran tahun lalu. Sampai harus menginap di Cirebon karena sampai malam, kondisi tol Cipali tidak kunjung mengurai.

Saya sempat mencari tahu kondisi rute tersebut melalui google dan menjumpai banyak sekali berita mengenai kondisi jalanan yang memiliki daerah lawan longsor. Meski ada juga yang menceritakan rute mudik lebaran via Majelangka sangat mengasyikan karena disuguhi pemandangan alam pegunungan dan fasilitas umum seperti SPBU, Masjid, Mushola, toilet, minimarket akan selalu dijumpai meskipun tidak terlalu berdekatan.

Hallo Majalengka


Suami juga sudah mendapatkan informasi dari sepupunya yang baru 2 bulan melewati rute mudik lebaran via Majalengka. Kabarnya, jalan yang terputus akibat tanah longsor sudah diperbaiki. Suami menegaskan tidak perlu khawatir dan berdoa semoga tidak terjadi hujan lebat. Kondisi jalanan menyerupai pegunungan ya, anggap saja sama dengan perjalanan ke puncak. Suami saya memang paling jago menenangkan kekalutan dan rasa khawatirku, hiks lebay ach. Keputusan diambil dan, akhirnya;

1| Dari arah Jakarta, masuk ke tol Cikampek dan tol Cipali kemudian belok di pintu tol KERTAJATI. Huhuu, waktu itu, kondisinya tegang sekali, karena tidak ingin salah keluar pintu tol, berabe kalau salah keluar pintu tol, ya kan?

2| Saya berdoa semoga petunjuk arah disediakan. Suami saya berkali-kali menenangkan, kali ini cukup masuk akal. Ini kan momen mudik lebaran, pasti ada banyak polisi atau petunjuk arah, jadi jangan khawatir. Ada pertigaan besar yang ditemui, kalau ndak salah, ada lampu lalu lintasnya. Ke Kiri INDRAMAYU dan ke kanan ke MAJALENGKA.

Sambutan setelah keluar melalui pintu tol Kertajadi


3| Ternyata ada banyak sekali pertigaan dan persimpangan. Salah satunya di pasar yang ramai sekali sore itu. Tetap ambil arah MAJALENGKA.

4| Jalanan tetap lurus sampai menemukan bundaran MUNJUL. Bundaran air mancur yang di tengahnya ada patung ikan. Nah, dari situ ikuti terus petunjuk arah, karena sudah masuk ke kota MAJALENGKA. 

Kondisi jalanan


5| Setelah melewati daerah ini, barulah kesesat agak jauh, saking menikmati kondisi jalanan yang super sejuk dan jalanan yang sama sekali tidak ramai. Jalannnya mulus, bahkan jalan baru. Suami saya tersadar salah jalan, akhirnya bertanya kepada penduudk setempat dan diarahkan kembali ke jalan yang benar. 

6| Ambil arah ke CIKIJING kepada penduduk setempat ya, kalau tidak ditemui petunjuk arah menuju CIKIJING.

7| Dalam perjalanan saya terbantu sekali dengan postingan Kompasiana Gelar S Ramdhani yang memberikan penjelasan yang sangat detail sampai gambar-gambarnya. Keren mas.

8|  Setelah melewati CIKIJING saya sudah lega. CIKIJING-CIAMIS dalam jarak normal dapat ditempuh 2 jam perjalanan. Nah, karena baru kali ini melewati rute mudik lebaran tersebut, keknya molor sampai 2 jam lebih, Hehehee.

Jalan mulai menanjak


9| Bonus melewati rute mudik lebaran via Majalengka di daerah CIKIJING adalah, kondisi jalan yang mulus, lebar, arus kendaraanya lancar bahkan sangat lancar, pemandangannya sangat indah, pepohonan dan kelak kelok jalan yang tidak begitu menegangkan. Penerangan belum begitu banyak, jadi suami saya mengestimasi keluar dari daerah CIKIJING sebelum Maghrib. 

Masjid Al Hidayah sebagai tempat istirahat dan sholat Ashar dalam perjalanan mudik lebaran


Saya baru dapat tidur setelah sampai CIAMIS dan melihat anak-anak juga tertidur, saya sarankan kepada suami untuk beristirahat. Waktu memang bergerak, tapi istirahat juga sangat penting, mengingat hanya suami yang menyetir selama 10 jam sampai di Ciamis. 

Alhamdulillah dari mudik lebaran kemarin, mendapatkan cerita baru yaitu dari rute mudik lebaran via Majalengka. Setelah googling daerah Majalengka, ada beberapa situ yang menarik untuk dikunjungi, ada juga taman buana marga dan buana puri. Sayang sekali apabila melewati Majalengka tapi tidak mampir untuk berwisata ke tempat menarik di kaki Gunung Ciremai tersebut.

Comments

  1. Wahhh pake ada acara kesesat juga ya..alhamdulillah jalannya ramai penduduk bisa nanya. Info ini penting banget nanti buat lebaran yak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…