Skip to main content

Marathon Kuliner Betawi Bersama Dapur Umami dan Tabloid Bintang

Sepagi itu saya sudah bersiap-siap untuk mengikuti #umamifoodmarathon bersama dapur umami dan tabloid bintang. Kebayang kan bagaimana harus mempersiapkan diri untuk mengikuti marathon di Hari Sabtu itu? yaaa, saya dan rekan blogger berkumpul di meeting point dengan perut kosong. Loh bagaimana to, Mau marathon kok perut dalam keadaan kosong?.

MC cantik, Joan Brigita datang menghangatkan ruangan di mana semua rekan blogger sudah berkumpul semuanya. Kakak Joan menyapa ibu-ibu yang akhirnya dikoreksi dengan kakak-kakak karena ada juga blogger laki-laki yang memilih untuk konsen di peliputan masakan dan makanan. Jadi, foodblogger itu bukan cuma ibu-ibu loh, ada juga laki-laki yang saat mereka memberikan testimoni rasa, bakalan kuat sekali.

Kakak Joan memberikan penjelasan #umamifoodmarathon yang membungkus acara menjadi blogger gathering bersama dapur umami bersama tabloid bintang.  Jadi acaranya adalah lari-lari mencicipi kuliner Betawi di 3 destinasi.  Destinasi pertama Warung Mak Dower,  Rawamangun.  Destinasi kedua Soto Betawi Haji Husein di Manggarai dan terakhir Setu Babakan,  Ciganjur,  Jagakarsa.

Bapak Fachrurozi dari Ajinomoto mengatakan,  sepenuhnya memberikan dukungan untuk #umamifoodmarathon dan meminta kepada blogger untuk enjoy mencicipi kulinernya,  mereview di blog dan menyampaikan kepada masyarakat rasa umami yang tersembunyi dari setiap masakan tersebut.

Pukul 7.30 blogger berfoto bersama si depan gedung Ajinomoto yang terletak di Sunter,  Jakarta Utara. Selesai berfoto bersama,  blogger naik bis menuju destinasi pertama.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai di Warung Mak Dower.  Warung dengan cat warna hijau,  tersedia pilihan tempat duduk,  kursi meja dan lesehan.  Saya dan Mbak Inna memilih duduk di kursi dekat pintu masuk.  Aroma masakan khas seafood berbumbu masakan Betawi menyambut kedatangan blogger.

Hidangan demi hidangan disajikan oleh pramusaji dan pemilik Warung mak Dower,  Abang Wardi. Setiap meja blogger disajikan menu; Pecak Bandeng,  Gabus Pucung,  Udang Dower,  Cumi Cablak,  Cue Ngacir,  Jengkol,  Jambal Sewot,  Tutut Ngibrit,  Genjer Centil.  Namanya lucu-lucu dan bikin dower semua ya.  Untuk nasi dan sayur asemnya ngambil sendiri-sendiri.

Saya mau bahas beberapa menu yang sudah diicip ya.

Saya penggemar berat sayur asem jawa.  Ibuku mengajari saya,  memasak sayur asem yang gurih,  yummy,  segar,  rasa asem,  terasi dan gula merahnya nyatu.  Sayur asem betawi yang biasa saya beli warnanya agak bening dan rasanya sangat gurih.  Di Warung Mak Dower,  saya menemukan perpaduan sayur asem buatan ibuku dan sayur asem betawi.  Pertama lihat,  saya pasti suka karena warnanya tidak bening,  ada tumbukan cabe yang kasar dan saat diicip tanpa nasi,  rasa gurihnya tidak berlebihan,  asemnya ada,  manisnya ada.  Kalau saya ke sini lagi,  wajib mengambil sayur asemnya lagi.



Campuran Udang,  pete dan bawang merah goreng dengan nama menu Udang adalah masakan yang pertama saya icip.  Udangnya kering,  renyah,  gurihnya asooy,  asinnya garam dan maunya nambah lagi.  Boleh nih buat camilan saat senggang tapi jangan terlalu banyak,  kolesterol buuu dan  juga dikurangi rasa asinnya.



Saat menyantap mata ini ngelirik Pecak Bandeng.  Abang Wardi saat menghampiri meja saya menjelaskan bandengnya gak ada durinya, langsung dech saya ambil tuh piring Pecak bandengnya daaaan endeeeeeeeeus banget.  Jempol 20 saya kasih deh,  pinjem jempol kamu,  kamu,  kamu,  kamu yaaak.

Dari anggapan bandeng banyak duri,  ternyata Pecak Bandeng Mak dower gak ada durinya sama sekali.  Dislurup kuahnya,  beeuh asemnya menyegarkan kepala yang ngantuk,  pedesnya bikin pingin nambah lagi.  Daging bandengnya empuuuk banget walo digoreng.  Pecak Bandeng wajib buat dipesan lagi,  semoga dikasih kesempatan ke sana lagi,  aamin.



Es Ondel Ondel menjadi khas Warung Mak Dower yang isinya bikin kenyang aduhay.  Isinya banyak banget apalagi pakai santan kan.  Tapi tenang,  kalau yang kurang suka minuman bersantan,  bisa pilih minuman lainnya ya.

Waaah,  setelah selelsai makan,  saya baru tahu ada Chef Ari Galih yang makan bareng di meja teman blogger,  hi... atulah,  gimana coba rasanya makan bareng Chef ganteng?

Chef Ari Galih ini akan ngobrol bareng bersama dr.  Diyah dan Bapak Fachrurozi serta akan demo masak yang rencananya akan menyajikan 3 menu.  Tapi sayang kehabissn waktu nih,  karena masaknya dibarengi stand up comedy Kak Joan dan food blogger laki,  disebut?  enggak usah disebut ya kak Jun.



Menurut Chef Galih,  Indonesia kaya akan rempah yang membuat masakan menjadi enak.  Gula,  garam dan penyedap rasa adalah penyeimbang rasa supaya menjadi lebih umami.  Saat memasak,  Chef Galih menambahkan penyeimbang rasa di akhir masakan.  Sebelum ditambahkan penyeimbang rasa,  chef Galih mencicipi masakannya dan ulalaaaa,  sudah enak.  Terakhir sebelum diangkat baru ditambahkan penyeimbang rasa dengan takaran yang seimbang.  Intinya jangan terlalu banyak,  supaya rasanya tidak berlebihan.





Dokter Diyah menjelaskan gizi makanan yang menggunakan penyedap rasa.  Penyedap rasa itu aman dikonsumsi asalkan dalam ka dar yang tidak berlebihan.  Dalam satu hari minimal pemakaian penyedap rasa adalah 0,5 sendok teh,  tidak lebih.

Bapak Fachrurozi menceritakan proses ditemukannya penyedap rasa Ajinomoto.  Bahan dasarnya adalah tebu yang difermentasi dan terdaftar di BPOM.  Pemakaiannya harus seimbang dan tidak berlebihan.  Apabila berlebihan,  akan menghadirkan rasa pahit atau tenggorokan kering.

Destinasi ke-dua Soto Betawi Haji Husen, Manggarai.  Saya sebut Soto Betawi ini adalah warung legendaris yang saat rombongan blogger datang,  pukul 11 siang,  warungnya sudah penuh,  dagingnya sudah habis dan kabarnya,  kalau sudah habis ya habis. Tidak menambah lagi,  jadi rombongan #umamifoodmarathon kebagian selain daging.

Saat disajikan,  sotonya sama dengan soto betawi lainnya.  Kuah bertemu lidah,  ulalaaaaa rasanya ringaaaaan sekali,  enggak enek dan enggak seperti menikmati santan.  Pun di bibir tidak meninggalkan bekas lemak,  ini teh kek mana cara masaknya ya.  Saya masak opor saja,  pasti meninggalkan lemak saat makan.



Sayang,  saya dan #umamifoodmarathon tidak dapat berlama-lama di Soto Betawi Haji Husein,  karena pengunjung membludak.  Apalagi hujan deras turun,  waah hangat kan,  makan soto bareng keluarga.  Seorang pengunjung yang ngobrol dengan kami,  jauh-jauh loh datang ke Soto Betawi Haji Husein hanya ingin mencicipi soto yang terkenal rasanya enak ini.

Perjalanan menuju destinasi terakhir adalah menuju Setu Babakan.  Macetoz dan akhirnya saya berkesempatan untuk mengenang daerah yang pernah saya tinggali.

Pangling euy saat pertama datang,  sudah ada bangunan megah yang ternyata adalah Bangunan Kebudayaan Betawi.  Ada 2 bangunan utama dan ada beberapa rumah adat Betawi yang terbuat dari kayu.  Pada bangunan utama yang terdiri atas 4 lantai tersebut,  ada museum Betawi yang menyimpan barang-barang khas Betawi.  Ada baju adat Betawi Sadariyah untuk laki-laki dan Batik Encim untuk wanita.  Alat musik,  transportasi,  hiburan wayang kulit,  wayang golek,  ada sei yang menjadi tempat seserahan pada pernikahan adat Betawi,  ada ondel-ondel dan ada koleksi batik betawi.



Abang Roni yang menemani #umamifoodmarathon menjelaskan dengan sangat ramah.  Setelah berkeliling museum,  blogger diajak ke bangunan yang dekat dengan Setu Babakan dan disambut Tarian Betawi Ngecak Setapak.  Sebelum menyimak pembuatan Kerak Telor dan Bir Pletok,  Abang Roni mengajak #umamifoodmarathon menuju tempat pembuatan batik Betawi.  Lokasinya agak jauh dari bangunan utama,  sepanjang perjalanan dapat menikmati Setu Babakan dan ceritanya.  Ada penjual makanan khas Betawi dan ada penjual makanan yang umum dijual di tempat wisata.  Menurut bang Roni,  kawasan Setu Babakan akan dibenahi mulai dari area parkir dan area pedangang.  Untuk masuk ke Setu Babakan tidak dipungut biaya, namun ke depan masih dapat berubah seiring dengan sarana yang akan diberikan.



Batik Betawi pada dasarnya sama dengan Batik dari daerah lainnya.  Perbedaannya hanya pada motif batik itu sendiri.

Pembuatan kerak telor,  buat saya ini adalah camilan yang bahan utamanya adalah beras ketan,  telur,  serundeng yang dipanggang di atas anglo.  Rasa kerak telor gurih karena menggunakan penyedap rasa dan makan 1 buatku  kerak telor pasti cepat kenyang.

Bir Pletok menjadi minuman khas Betawi yang sangat legendaris.  Ada banyak Bir Pletok yang dipasarkan,  yang membedakan tentu yang membuat ya.  Ada 20 bahan rempah yang perlu dipersiapkan untuk membuat Bir Pletok.  Cara membuatnya cukup mudah,  siapkan bahan kering di dalam kantong plastik,  masukkan ke dalam air mendidih.  Baru kemudian masukkan dedaunan seperti daun pandan.  Kayu secang dimasukkan terakhir.  Setelah matang,  rempah tadi angkat baru kemudian masukkan gula pasir atau. gula batu.  Saring lagi untuk dimasukkan ke dalam wadah berupa botol.





Rasa Bir Pletok yang merupakan hasil kreasi nenek moyang yang tidak. mau kalah dengan minuman penjajahnya kuat di rasa hangat jahe dan aroma khas kayu secang.  Selain menghangatkan badan,  Bir Pletok dapat membantu meredakan batuk.  Di Setu Babakan,  Bir Pletok dijual 10.000 rupiah untuk botol plastik yang tahan 1 bulan dalam lemari es dan 20.000 rupiah untuk botol kaca/beling tahan selama 2 bulan.



#umamifoodmarathon berakhir dengan pembagian goodie bag yang pastinya membantu sekali dalam proses masak memasak di dapur astata.  #umamifoodmarathon,  dapur umami,  tabloid bintang dan teman-teman blogger semua,  terima kasih banyak untuk keseruannya dalam acara blogger gathering dan stand up comedy dari duo J.

Comments

  1. aduuuh...lagi laper2 gini trus liat foto2 makanan itu sesuatu banget. apalagi foto ikan bandengnya. yummy

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... endeeeeus banget pecak bandengnya mbaa

      Delete
  2. Berkesan banget pas makan di Mak Dower. Soalnya disambut hangat sama karyawan dan owner-nya. Masakannya juga membuat heboooh lidah. Hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mana nih yg mau disantap duluaaan... hehehe iya pemiliknya seneng banget y, kita makannya lahaap

      Delete
  3. Seneng banget bisa icip2 sambil tur budaya betawi, plus dapet pencerahan tentang msg safety :)

    ReplyDelete
  4. Kapan-kapan ke mak Dower lagi aah, nagiiih, hehehe

    ReplyDelete
  5. Pecak bandengnya juara banget. Ga terasa kalo pake mecin ya

    ReplyDelete
  6. Mak Dower enak ya makanannya. Mau ke sana lagi Aagh.

    ReplyDelete
  7. madyang maratho ituuu seruuuuu :D mak dower makjossss!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. jooss markojos sampai nagih makan di sana lagu

      Delete
  8. asik nih bikin kenyang apalagi makannya rame2 :D

    ReplyDelete
  9. aku pun marathon dengan perut kosong, baru kali ini hihi... pecak bandeng favorit kitaaa yaaaa

    ReplyDelete
  10. Dulu banget waktu ke setu babakan tempatnya belum serapih kemarin... enak sekarang udah rapih... mak dower makanannya enak enak.. recomended

    ReplyDelete
  11. Iya, pecaknya ga ada durinya. Dan gorengnya kering giu. Walaupun dah disiram air asam dan sambal matah. Tetep aja masih kriuk. Iiih mau balik lagi kesana deh nyobain bandengnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kasih gratis udang lenjehnya, sya juga suka tuu

      Delete
  12. Liburan sehari paket komplit ya, Mba :D Udah diajak kulineran, jalan2 ke Setu Babakan, plus belajar banyak juga ttg info MSG. Nyata tetap aman ya selama penggunaannya benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, penggunaan yg seimbang dsn tdk berlebihan

      Delete
  13. duh itu pecak bandengnya. Menggodaaa :)

    ReplyDelete
  14. Dan aku beruntuuung, ga sengaja semeja dg chef Ari, hahaha. Tahu2 aja dia duduk di meja kami. Wah rejeki banget deh dpt banyak ilmu kuliner colongan, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah gt chefnya ganteng dan ramah gak pelit ilmu ya

      Delete
  15. marathon yang bkin happy dan kenyang..

    ReplyDelete
  16. Nice info.. aman berarti mengkonsumsi MSG itu.

    ReplyDelete
  17. seru ya mba, ternyata pas di warung mak dower kita kan semeja yah hihi jadi kangen makan di sana lagi..

    ReplyDelete
  18. seru banget kuliner marathon gini tapi nggk begah karena ada acara jalan jalan dan keliling juga ya hehe

    ReplyDelete
  19. Ya ampuuuuunnn, semuanya enak enak banget gini ya mak Astiiiinn. Kulangsung jadi laper. Huhuhuuu. Kebetulan warung mak Dower deket rumah aku juga niiih. Nanti mampir aaaaah <3

    ReplyDelete
  20. Pecak bandengnya menggoda banget Astin. Makan dengan nasi putih hangat, hhhm pasti tambah nikmat.

    ReplyDelete
  21. Yasalaam, bikin kemeceer, Bund. Di sini belum pernah ada masak2 kek gitu. Pingiiin ih.

    ReplyDelete
  22. Ternyata samaan, penggemar Sayur Asem. Hahaha

    ReplyDelete
  23. Itu makanannya enak-enak bangeeet euuuy

    ReplyDelete
  24. Waah banyak banget makanannya ya mbaa, itu sayur asem meuni menggpdaa

    ReplyDelete
  25. acaranya seru... asyik banget bisa sambil icip2 makanan betawi :)

    ReplyDelete
  26. Makanannya menggugah selera banget. Bikin laper trus kepengen masak. Tetanggaku orang betawi asli. Kalau masak endes banget

    ReplyDelete
  27. Seru banget ih food marathon...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…