26 Jan 2018

Menanti Mentari di Balkon Tara Hotel Yogyakarta Berdua Suami Tercinta

[Tara Hotel, Yogyakarta]

Penghujung Desember 2017 sebuah kabar duka membawaku ke Kota Yogyakarta tanpa rencana. Perjalanan #mendadakliburan tanpa persiapan akhirnya ditempuh dalam perjalanan panjang. Beruntung anak-anak gak rewel, hanya saya saja yang cengeng dan lelah.

Cengeng dan lelahku terbayar lunas dengan kebahagian dan kegembiraan bertemu Mbah Putri, Ibu, Bapak dan adik serta keponakanku yang sudah menunggu di Yogya. Perjalanan panjang ke Yogyakarta sampai mampir ke Semarang membuat saya agak kurang enak badan.

Baca Juga Yuk : Perjalanan Panjang Tangerang-Yogyakarta

Beruntunglah saya, bapak dan ibu memesankan saya dan keluarga kecil ini sebuah executive room. Kamar saya di sebelah kamar bapak dan ibu, terhubung dengan sebuah pintu. Yup, berbahagialah mendapatkan connecting rooms, kan. Jadi, bisa  leluasa ngobrol selayaknya di rumah sendiri, mondar mandi begitu saja melalui sebuah pintu di dalam kamar.




Setelah menurunkan bagasi dari basement, lalu naik menuju lantai 3  menggunakan lift. Biasalah ya, kepingin banget selfie di lift, tapi suamiku tak mau, sudah pasti. Mencari kamar yang dipesan, trus ngebel ting toong, eh kok ada yang denger, tok tok tok, eh dibukain dech sama bapak.

Foto Pagi hari di balkon 
Masuk ke dalam kamar executive  room yang pertama kali saya lihat adalah pintu lebar yang terbuka menuju ke balkon. Huwooooo, balkonnya enak bener, etdah cucuok banget buat bulan madu, duduk-duduk di balkon, terus lanjut ke kamar kalau sudah waktunya tidur. 😊

Anak-anak dan keponakanku langsung lompat-lompatan dan kejar-kejaran tandanya mereka bahagia, ketemu saudara. Sudah pasti mereka bolak balik dari kamar yang satu ke kamar yang satunya. Dari keluar balkon, masuk lagi, keluar balkon lagi, masuk lagi. Saling teriak, saling panggil saling mepet gak karuan. Itulah dunianya anak-anak, biarin saja, saya mah kepingin menikmati balkon kamar executive  room-nya Tara Hotel Yogyakarta.

Menanti Mentari di Balkon 


Jujur dech, malam-malam duduk di balkon dengan background dinding Tara Hotel yang semuanya berbalkon itu cantik banget. Kata adikku sich, lampunya bikin temaram suasana, cantik banget pas malam.

Di dalam balkon ada dua buah kursi cantik dan sebuah meja tempat sebuah pembicaraan melekat dari satu hati ke hati yang saling mencinta. Satu buah pot besar dengan tanaman yang menghiasi balkon menambah suasana hati makin seger, hijau kan seger to. Malam itu, saya dan adikku berfoto-foto a la model. Geser sini, iya bagus banget lo jadinya. Iya, itu pas bagian keponakanku yang bagus, pas bagian aku tak bagus ih. 😴

Pagi harinya, setelah terbangun dengan badan segar, saya langsung mengambil kamera dan smartphone. Membuka pintu dan menuju balkon. Duduk di kursi cantik dan kemudian suamiku menghampiri membawa satu bungkus mie goreng nyemek yang masih tersisa. Disuruhnya saya makan sebungkus mie goreng sebanyak itu? taklah. Akhirnya saya dan suami makan satu bungkus berdua, romantis banget kan? subuh-subuh menunggu mentari menyapa, saya dan suami sarapan mie goreng nyemek di balkonnya Tara Hotel.

Nun jauh di sana Hotel Tentrem, kan?

menanti mentari di tara hotel
Pemandangan dari balkon Tara Hotel Yogyakarta


Setelah mentari menyapa dalam gerimis, pandangan mata ini menuju ke satu bangunan yang besar berwarna cokelat. Saya kok menyebutnya itu Tentrem Hotel yaaak. Kangen jalan-jalan mengitari Kota Yogyakarta pakai motor, trus ketilang karena niat banget bawa motor dengan nomor polisi yang mati, pakai helm proyek, spion motor yang aduhai kecil buanget. Enough.

Single Bed dengan Banyak Bantal


Sebelum berangkat tidur, saya menata  single bed berukuran 200 x 200 supaya aman dan nyaman ditiduri 2 dewasa dan 2 anak-anak. Bantalnya ada 4 dan ada 2 bantal kecil, jadi enggak apda berebutan dan enggak perlu mengambil bantal di mobil.

Tempat tidur dan 6 bantal dengan ukuran berbeda, nyaman banget kan


Tempat tidurnya tinggi, jadi saya harus memastikan ke dua anak saya, enggak jatuh pas tidur di situ. Posisi tidurnya, dari pinggir kanan, suamiku, anak bungsu, saya baru anak sulung. Nah, anak sulungku ini kalau tidur bisa salto ke mana-mana, eh 3 orang deng, yang kek gitu, kecuali saya.

Pintu sebelah kanan, pintu keluar balkon


Jadi, solusinya, saya geret 2 buah kursi santai yang terdapat di dalam kamar executive room, Tara Hotel, dijejer mepet tempat tidurnya. Saya dapat nyenyak dan nyaman tidur dong, anak-anak pasti aman pikir saya sebelum tidur. Eh laaah, malam-malam saya terbangun mendengar suara MAKGEDEBUG, whaaaat? dari bawah tempat tidur, anak bungsuku naik ke tempat tidur, menangis sebentar dan tidur lagi. 😬


Ada Banyak Tempat Penyimpanan


Kamar tidurnya luas sekali, dari arah pintu masuk, ada toilet. Di depan toilet lemari pakaian yang tinggi dan tertutup. Di dalam lemari ada brankas, sajadah dan dua buah piyama kamar yang berwarna putih. Saya dong pakai piyamanya, buat mandiin anak. Sayangkan pakaian yang dibawa kan sedikit karena #mendadakliburan, jadi terbantulah dengan adanya piyama ini, difoto? enggak.

Mulai dari pintu masuk, lemari pakaian, lemari es, lemari tas dan televisi


Di sebelah lemari pakaian, ada lemari es yang pintunya kaca, jadi bisa tahu sudah nyimpen apa saja di dalam lemari es. Pas check out gak bakal ketinggalan makanan dan minuman yang disimpan di dalam lemari es, kan. Di atas lemari es, seperti layaknya sebuah hotel. Ada nampan berisi dua set cangkir, gula, kopi, teh dan air mineral. Mau bikin kopi? atau teh? yuk ngobrol di balkon terus terang dech.

Di sebelah lemari es, ada meja yang dapat dipergunakan untuk menyimpan barang bawaan. Tempatnya cukup luas, muat 3 tas jika diletakkan secara vertikal. Di bawahnya, ada kolong yang dapat dipergunakan menyimpan alas kaki. Duh, kamar ibu tuh bisa rapiiih banget, kamarku juga ikutan kurapihin, malu kan. 😚

Meja kerja dan kursi santai


Di sebelahnya lagi, area kosong dan di atasnya sebuah televisi LED ditempelkan di dinding. Jadi di bawah televisi, area bebas, mau buat duduk lesehan bisa banget. Televisinya tv kabel, sudah standar hotel begitu kan? Alhamdulillah ada RTV, jadi anak-anakku bisa nonton serial kartun kesayangan mereka.

Di sebelahnya lagi, (Masih ada 😲) satu set meja dan kursi kerja yang luas berada di paling pojok kamar. Di dalam laci  mejanya ada Al Qur'an di atas mejanya ada alat tulis dan lampu baca.

Bagian menyudutnya, ada dua buah kursi dan satu buah meja santai, tempat saya kepingin foto manja. Hasilnya buram dan ngeblur, karena pas ngambil foto itu, adikku lari-lari, sebel kan.

Meja dan Kursi Kerja


Satu set kursi dan meja kerja juga menjadi fasilitas di kamar ini. Kursinya empuk dan mejanya luas. Di kamar ibu dan bapak, mejanya penuh dengan barang-barang yang mereka bawa, kebanyakan adalah obat-obatan, gadget dan berbagai benda yang dibutuhkan oleh mereka selama bepergian.

Meja kerja


Meja kerja di kamar saya, ada laptop yang sedianya mau buat kerja, tapi apa daya, hanya dibawa begitu saja tanpa ngerjain ini dan itu, karena saking asyiknya menikmati pemandangan dari balkon kamar. 

Area Kamar Mandi Memanjang dan Luas


Membuka pintu toilet, mata saya terpukau akan luasnya toilet. Toilet duduk ada di dekat pintu. Di depannya ada washtafel yang isinya standart yaak, ada hairdryernya juga. Hairdryernya kepakai banget buat ngeringin rambut anakku yang buasah banget karena main air di shower.

Bagian kamar mandi yang sempat diabadikan 😭


Kamar mandi basahnya ada di ujung, disekat menggunakan dinding kaca dan pintu kaca. Jadi, airnya gak bakalan ke luar ke area washtafel dan toilet. Air panasnya membuat tubuh lelah saya yang kaku menjadi lebih relaks.

Dua buah handuk bersih dan tiga buah keset ada di rak handuk yang ditempel di dinding. Lantai kamar mandi enggak licin, suka gemes kalau mendapati kamar mandi hotel, lantainya licin. Duh ngeri kalau anak-anak mandi sendiri.

Restoran Terletak di Bagian Belakang


Pagi hari sebelum sarapan, saya asyik duduk-duduk di balkon. Inget jaman seneng-seneng kerja di Kota Gudek ini. Mau duit berapapun habis tak pernah nabung, sedih. Itulah kenapa, lebih enak punya uang langsung berkeluarga dech, biar terpikir untuk nabung. Wkwkwkkkek.

Cuaca pagi itu gerimis agak lebat, romantis banget tuh kan kalau mau turun dan jalan-jalan nyusuri Jalan Magelang pagi itu. Tapi suamiku gak mau, maunya di kamar mulu, nonton hape, kan gak asyik. Barulah pas jam sarapan yang kata ibuku sampai jam 10.00 kami semua keluar.

Baca Juga Yuk  : Kampung Flory Sleman, Yogyakarta

Sitara Restoran ada di lantai 1, tepatnya ada di bagian belakang. Pas keluar lift ketemu ruang the fit lab, anak-anak langsung nyuruh abinya olah raga, dikata apa kan? olah raga itu lebih baik dari pada duduk-duduk di kamar, ehehehe.



Restorannya deket kolam renang, hiyeee, saya suka saya suka. Tapi sayangnya, saat itu kolam renang tidak bisa dipergunakan karena ph-nya sangat tinggi. Petugasnya tanggap dengan hal itu, jadi langsung dech dikasih tulisan di papan peringatan di dekat kolam.

Saya bisa pilih tempat duduk untuk sarapan. Mau di dalam atau di luar semuanya asyik. Makanannya, bubur ayam, soto ayam, bubur kacang hijau, roti bakar, gudek, pecel, nasi, mie goreng, ayam goreng dan lauk yang lainnya saya enggak ngintip.

Sayangnya anak-anak kurang menikmati sarapan mereka. Mereka lebih tertarik langsung naik ke kamar, entahlah. Mereka juga pingin bobo bobo nyaman di pagi yang gerimis itu kali ya.

Acara jalan-jalan di Tara Hotelpun skip karena ternyata gerimisnya besar saat itu. Cuma nongol dikit ke roof top. Bakalan seru nich kalau roof top nya sudah jadi, ada tamannya atau apa gitu dengan konsep India. Yuhu, sempat ngobrol dengan manajernya di restoran, Tara Hotel pemiliknya dari India. Jelas lah ya, dari penulisan Tara Hotel-nya, dari hiasan gambar di dinding dan dari nama ruangan di Tara Hotelnya.

Staf Tara Hotel bersikap ramah dan baik, meskipun saya sempat lama menunggu  masuk ke dalam kamar karena sampai jam 3 sore, kamar belum rapi. So far saya puas menginap di Tara Hotel, anak-anak dan suami nyaman istirahatnya. Check out lebih cepat dari jadwal, karena memulai perjalanan panjang lagi ke Cilacap bersama Bapak dan ibu.

Baca Juga Yuk : Fave Hotel Cilacap

Makan Malam Mie Gendut di Pinggir Jalan


Kepinginnya yaaa, jalan-jalan gitu nyusuri Jalan Magelang lagi, tapi lebih asyik duduk di rumah Mbah dulu. Anak-anak biar main di sana, ngobrolin perjalanan sakitnya Mbah Kakung, kapan tepatnya Mbah Kakung ngeluh sakit. Duh, Alhamdulillah sekali, liburan lebaran kemaren main ke rumah Mbah.

Selesai ngobrol, saya mengajak suami beli mie nyemek yang jadi idola banget jaman saya tinggal di Yogayakarta. Mie nyemek Gendut biasa Mbah sebut. Dari Tara Hotel, tinggal keluar ke arah kanan, gak perlu nyeberang. Tepatnya di depan Puskesmas Tegal Rejo. Alhamdulillah Mie Gendutnya jualan. Saya memesan mie goreng nyemek dan suami pesan mie godog nyemek.

Bakmi Goreng Nyemek


Anak-anakku gak mau makan, tapi pas suapan pertama, mereka ketagihan buu. Alhamdulillah rasanya senang banget bisa merasakan mie nyemek ini. Ukuran mie-nya seperti mie yang digunakan untuk memasak mie aceh, besar dan gak lembek, meski dimasak nyemek.

Kata suamiku juaranya mie godog-nya yang seger, sedep, pedes pula. Harganya 12-15 ribu. Sebetulnya ada banyak pilihan makan malam hari itu, tapi saya kangen mie nyemek. Ada juga sate Madura yang harus nyeberang jalan, itu juga legendaris di keluarga saya. Next semoga bisa icip lagi kuliner malam di sekitar rumah Mbah di jalan Magelang.

Lokasi Tara Hotel


Tara hotel mudah sekali dicari dari arah mana saja. Dari arah Kota Yogyakarta, Tara Hotel berada di sebelah kiri jalan, tepatnya di depan SMA 4 Yogyakarta. Dari arah Jombor, Sleman (Magelang), berada di sebelah kanan jalan dan harus memutar agak jauh, untuk bisa berbelok ke arah Tara Hotel.


Tara Hotel Yogyakarta

Jl. Raya Megelang No 129 Yogyakarta

Phone 024. 280 1818


18 comments:

  1. Wah nyaman banget mbak hotelnya, fasilitasnya juga lengkap.

    ReplyDelete
  2. Aih balkonnya berasa kaayk di Eropa ya mba. Hehhe. Senang deh kalau ada hotel yang bagus seperti ini dan anak pun senang. Apalagi ada suami. Kalau ke Jogja ingin juga aku mampir ke sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaya Eropa yaak, Awalnya saya nebak gitu,

      Delete
  3. DI Jogja banyak banget hotel barunya. Saya sampek gak kenal sama sekali. Mungkin krn ke Jogja pun selalu nginep rumah Kakak. Jadi sejak keluar dr Jogja udah gak kenal lagi nama2 hotel di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buanyaaak banget, apalagi jadi pusat wisata kan yaa.

      Delete
  4. Wah jogja bikin mupeng pengen kesana. Mbak itu hotelnya keren banget, nyaman. Ada fasilitas sajadah juga mgkn kayak sepele tapi aku pernah di hotel bintang 5 pun gak ada looh :D semoga bs jalan2 ke Jogja dan nginep di Tara Hotel. Amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, Mbak. Sayapun bahagia ada Sajadah dan Alquran juga

      Delete
  5. Hotelnya bagus banget, pemandangan dari balkonnya juga sangat indah sekali..

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Aku juga kalau ke hotel, bawaannya pengen foto-foto syantiiik, hihihi.
    Apalagi kalau desain hotelnya unik, tambah, meleleh deh.

    Bakmi Gorengnya asli bikin ngiler.

    ReplyDelete
  8. wah, kamarnya luas dan nyaman ya :)

    ReplyDelete
  9. gagal fokus dengan bakmi goreng nyemek
    mungkin krn sy bacanya siang hari saat mau makan siang hehehe
    tp hotelnya bagus ya
    bangunannya modern dan kamarnya juga lengkap isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, lebih lebih malam malam, cocok bakmi nyemek nich

      Delete
  10. Hotelnya terlihat nyaman apalagi melihat pemandangan kota dari balkon, terus yang bikin penasaran ingin mencoba mie nyemek gendut

    ReplyDelete
  11. ini arah sleman yaa, berarti udah dekat candi ya

    ReplyDelete