13 Feb 2018

Usia 40 Tahun Disebut dalam Al-Qur'an : Supaya Lebih Banyak Bersyukur dan Berbuat Kebaikan


[Life]  : Keinginan di Usia 40 Tahun

Tahun demi tahun dilewati dengan penuh warna dan warni. Lahir dari seorang ibu yang sangat memperhatikanku. Bapak yang selalu mencontohkan hidup sehat, rasanya saya harus sangat bersyukur. Menikmati hadiah kehidupan dari Allah berada di keluarga yang memberi banyak dukungan.

Usia 40 Tahun Disebut dalam Al-Qur'an : Supaya Lebih Banyak Bersyukur dan Berbuat Kebaikan


Dukungan-dukungan berupa siraman rohami, mulai dari kecil sudah terbiasa mengenal ilmu agama supaya menjadi pribadi yang mudah bersyukur. Dukungan pendidikan, bapak dan ibu menyekolahkanku Alhamdulillah sampai jenjang pendidikan tinggi, supaya dengan ilmu saya mampu bertahan dengan kerasnya dunia. Dukungan kasih dan sayang, sampai saat ini, terasa benar perhatian tulus dari kedua orang tua dans audara-saudara.


Usia demi usia menandakan proses kehidupan yang harus dijalani. Saya memiliki hidup yang bisa dikatakan lurus, jika dilihat dari luar. Menamatkan jenjang demi jenjang pendidikan dengan baik. Memiliki teman yang mengajak ke arah kebaikan. Mendapatkan pekerjaan meskipun tidak sesuai cita-cita, tapi Insya Allah senantiasa saya syukuri. Hidup bahagia dalam warna warni kehidupan bersama suami dan anak-anak tercinta. Menikmati kehidupan dan belajar banyak hal untuk bekal kehidupan selanjutnya.

Bekerja Sebagai Medical Representatif

Lantas, bagaimana kehidupan saya dilihat dari dalam? tidak luruskah? Siapa yang dapat melihat kehidupan seseorang dari dalam.  Ke-dua orang tua dan saudara kandung, belum tentu mengetahui warna warninya kehidupan pribadi saya dari dalam. Manis dan pahitnya hidup dari tahun ke tahun membuat saya menjadi pribadi pembelajar yang senantiasa harus bersyukur.

Hal yang paling dasar yang saya inginkan dalam tiap perubahan tahun adalah Perubahan ke Arah Lebih Baik. Serakah mungkin, tapi saya menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk semua hal. Saya ingin memiliki tubuh yang sehat, pikiran dan jiwa yang sehat serta iman yang lebih kuat. Dengan bekal tersebut, Insya Allah apa yang saya inginkan secara materi, Insya Allah dapat diwujudkan di usia saya yang ke-40 tahun.


Mengapa Usia 40 Tahun



Usia 40 tahun bagi adalah usia yang sering disebut usia matang. Kematangan tersebut bisa dilihat dari kematangan cara berpikir, kematangan dalam emosional, kematangan dalam kasih dan sayang. Apabila wanita tersebut sudah berkarir, di usia ke-40, karirnya sudah matang dan menempati posisi yang paling nyaman menurut dia.

4 tahun lagi menuju usia 40 tahun, Insya Allah. Rasanya saya sudah lama tidak menghitung berapa usia saya. Tahun demi tahun saya lewati. Saya lebih fokus dalam perkembangan dan pertumbuhan anak-anak dibandingkan diri saya sendiri. Saya lebih banyak mencari pengetahuan mengenai usia-usia anak-anak dan tanda-tanda kesehatan mereka. Saya lupa, bahwa di usia saya yang menuju 40 tahun, sebaiknya saya mempersiapkan diri berada di usia 40 tahun dengan hal-hal yang sudah matang, sudah siap dan sudah nyaman di posisi tersebut.

Memasuki Usia 35 Tahun

Usia 40 tahun bagi wanita, terkadang menakutkan. Perubahan-perubahan di usia kepala 4, misalnya perubahan bentuk tubuh, perubahan kulit yang ditandai dengan kerutan-kerutan. Perubahan emosional dikarenakan perubahan hormon. Badan yang tidak sesigap usia 3o tahun. Merasa? saat inipun saya sudah merasakan perubahan yang paling kerasa di tenaga. tenagaku tak sekuat dulu.

Mengisi Usia 40 Tahun 


Saya senang melihat wanita-wanita yang sudah berusia 40 tahun. Wanita-wanita tersebut terlihat lebih bersinar, lebih cemerlang, lebih tenang dan nyaman hidupnya. Di usia 40 tahun nanti, saya juga ingin terlihat matang dalam segalanya. Matang saat berbicara, matang saat mengendalikan emosi, matang dalam mengasuh anak-anak dan matang dalam mengerjakan apapun, termasuk matang dalam spiritual.

Dalam Al- Qur'an  Surat Al Ahqaf ayat 15, usia 40 tahun disebutkan dan saya menuliskan ualng di sini.
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai: dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim."
Bersyukur dan Berbuat Kebaikan. Setelah menikmati banyak sekali warna warni kehidupan di tahun-tahun sebelumnya. Usia 40 tahun sudah saatnya saya ingin lebih bersyukur dan lebih banyak berbuat kebaikan.

Membenahi Diri dari Dalam di Usia 40 Tahun


Insya Allah, di usia 40 tahun, anak-anak sudah dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri. Anak-anak yang sudah diasuh dengan kasih dan sayang, Insya Allah tumbuh menjadi anak-anak penyayang. Saatnya, di usia 40 tahun, saya kembali berbenah diri. Membenahi jiwa dengan mengisi banyak kajian islami, memperbanyak ilmu parenting untuk mempersiapkan anak-anak ke jenjang remaja. Membenahi diri dari hal-hal negatif. Berusaha untuk membuang jauh-jauh hal-hal negatif (omelan dan menggerutu) diganti dengan ucapan syukur.

Mengendalikan Emosi Seperti Bermain Layang-Layang

Saat ini memikirkan bagaimana anak-anak mampu tumbuh dengan sehat. Mencari cara bagaimana anak-anak mau makan, walaupun penuh drama dan perjuangan. Insya Allah di usia saya yang ke-40, anak-anak sudah dapat menikmati makanannya dengan santai dan nyaman. Tanpa saya minta untuk makan, anak-anak sudah mengerti kebutuhannya. Saatnya saya menenangkan diri lebih banyak, tersenyum melihat anak-anak yang makin pintar. Insya Allah dari jiwa, dari hati dan dari emosi yang baik, akan terpancar kecantikan dari dalam.

Usia 40 Tahun Disebut dalam Al-Qur'an : Supaya Lebih Banyak Bersyukur dan Berbuat Kebaikan


Saya percaya, apabila jiwa dan emosi sehat, maka badanpun akan sehat pula. Detik inipun saya merasakan, apabila saya mengurangi omelan dan dapat mengendalikan emosi, badan saya terasa nyaman dan ringan sekali. Saya percaya emosi mempengaruhi kondisi badan. Apalagi, ditambah dengan masuknya bahan makanan yang sehat, olah raga teratur dan pola hidup yang baik. Insya Allah di usia 40 tahun saya memiliki badan yang sehat.

Berkarya di Kematangan Usia 40 Tahun


Pada usia 30 tahun lebih saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Melepaskan pekerjaan di kantor dan digantikan dengan mengurus anak-anak, suami dan rumah. Tidak mudah mengurus semuanya, tapi juga tidak sulit apabila ikhlas mengerjakannya. Pahalanya sangat banyak dan kepuasan batin melihat pertumbuhan dan perkembangan mereka secara langsung.

Meksipun begitu, saya tetap berkarya di tengah-tengah kesibukan dengan menulis blog. Tujuannya supaya saya tidak bosan di rumah. Suami menyarankan saya untuk berbisnis. Saya tertarik, tapi hati saya belum tergerak. Hal yang saya lakukan adalah mendukung perjuangan suami merintis bisnis propertynya. Sebisa mungkin saya harus paham, bagaiaman bisnis yang dijalankan oleh suami. Saya harus paham juga apa yang dapat dikerjakan dari bisnis tersebut.

Konsisten Menulis Artikel Organik dan Blogwalking

Saat ini, saya dan keluarga masih tinggal di rumah sewa. Alasan untuk tetap tinggal di sini, karena anak masih sekolah dan rasanya sayang untuk pindah ke rumah sendiri. Insya Allah, di usia saya yang ke-40 anak sulung saya sudah lulus SD. Tidak ada lagi alasan berat untuk pindah sekolah. Pindah ke rumah sendiri adalah pilihan.

Tidak ada lagi uang sewa rumah, saya ingin mengajukan permohonan kepada suami. Saya ingin investasi rumah lebih dari 5. Detail kemudian saya skip ya, saya ingin mengajukan hal ini kepada suami dan semoga ada rejeki untuk mewujudkannya. Impian saya di usia 40 tahun, saya akan fokus mengikuti bisnis suami dalam bidang property. Apalagi, anak-anak sudah sekolah, jadi waktu saya akan lebih banyak sendiri. Daripada waktu saya sendirian, lebih baik bergabung dengan suami. 

16 comments:

  1. Semoga tercapai segala impiannya di usia 40 ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, semoga tercapai, Astin. :)

    ReplyDelete
  3. aih keren! moga keinginannya terwujud yaa, aamiin

    ReplyDelete
  4. Aku 2 tahun jelang 40 mba..
    Kdng sedih, kdng seneng �� sedih, krn mmng sudah tak lg seprima waktu muda..

    Tp ya ga mungkin kan muda teruss..

    Btw, semoga target2nya tercapai ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sehat sehat selalu MBak. Sama, sayapun ingin seprima waktu masih muda dulu, yeeeey, semangat yuk

      Delete
  5. Semoga targetnya tercapai mak...

    ReplyDelete
  6. Semoga semua keinginanmu tercapai mbk astin amin amin ya robbal'alamin

    ReplyDelete
  7. Dulu aku kuatir tiap kali umur makin bertambah.. Lgs berasa tua.. Tp kalo dipikir, tua itu pasti kan... Kalo terlalu ditakuti, ntr malah kita yg ga nikmatin hidup. Mending dipikir dr sekarang gmn caranya nanti bisa tampil tua secara elegan :D. Dan aku berharap saat umurku makin menua, aku masih berani melakukan hal2 ekstreme :)..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai ndak ditanya usia, gak inget umurku berapa, ingetnya umurku masih umur pas nikah aja. Pinginlah ya, pas usianya sudah tua, masih bisa melakukan aktivitas yang biasa dilakukan

      Delete
  8. Suka banget tulisannya mba Asti, pengingat ya mbak. Terutama mengenai orangtua.
    Usia aku 40 tahun nanti, orangtua ku sudah senja sekali berarti. Jadi sedih dan rindu inget orangtua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang terpikir orang tua dan anak-anakku.

      Delete