2 Feb 2018

Menyimpan Bahan Makanan di Lemari Es dengan Tepat Mampu Menghemat Waktu di Dapur, lho

[Kitchen]

Belanja bahan makanan sudah saya tulis kemarin, keuntungan dan kerugian belanja bahan makanan secara harian dan mingguannya. Saya tidak memilih lebih baik mana, semuanya tergantung kondisi dan pemikiran seseorang. Toh, saya juga pernah menjalani ke-duanya.

Saya kembali belanja bahan makanan untuk satu minggu di bulan Januari 2018. Alasannya saya sedang kurang nyaman dengan kondisi saya yang terlalu terlena dan menggantungkan keajaiban ada makanan datang sendiri, by abang ojol 😌. Iyap, semua sudah saya paparkan di artikel sebelumnya, ya.

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Sebagian rak lemari es yang terisi wadah bahan makanan sesuai menu masakan




Sejak menikah dan memiliki anak, di tahun 2010 saya juga sudah menjalani belanja bahan makanan secara mingguan. Saya menyimpan bahan makanan yang sudah dibeli di lemari es. Cara penyimpanannya sebagai berikut.

Memisahkan Bahan Makanan Sesuai Jenisnya


Sejak tahun 2010 saya sudah memisahkan sayuran dan lauk-pauk dalam wadah sesuai dengan jenisnya. Jadi, setelah saya berbelanja mingguan untuk sayuran dan lauk pauk, saya menggelar bahan makanan tersebut di lantai dapur.

Langkah selanjutnya, saya akan memisahkan sayuran dan lauk dalam jenisnya. Saya menggambil kertas koran bekas atau plastik bersih (waktu itu belum punya banyak wadah makanan) untuk memisahkan sayuran dan lauk tersebut per jenisnya. 😆

Menggunakan Koran Bekas dan Plastik Bersih

Sayuran, misalnya kangkung, bayam, selada air, sawi hijau saya simpan dalam kertas koran kemudian saya gulung dan di tempatkan pada laci lemari es paling bawah. Wortel, labu air, jagung muda, bunci ssaya masih menggunakan plastik, atau syukur-syukur ada wadah makanan. Saya lupa, seinget pikiran, belum punya wadah makanan yang besar maupun sedang. 

Wortel, labu air dan jagung, karena teksturnya lebih keras, saya simpan di rak paling atas. Dulu, lemari es saya masih kecil, hasil lungsuran dari bulek suami. Alhamdulillah kualitas dan kemampuannya masih bagus, jadi freezer masih membekukan lauk dan bisa bikin batu es. 😄

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Sebagian Belanjaan tahun 2011, kenangan banget baru punya anak 1


Ikan, ayam dan kadang saya membeli ikan salmon fillet, saya tetap menggunakan wadah dari supermarketnya. Gaya ya, beli di supermarket, enggak cuma ikan salmon-nya saja kok. Maklum, tahun 2010 saya masih memiliki anak bayi yang katanya ikan salmon bagus untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

📌 MPASI Ikan Salmon dan Sayuran

Sampai di tahun 2014 saat saya sudah memiliki lemari es 2 pintu, sistem penyimpanan bahan makanan di lemari es, berlanjut seperti itu. Memisahkan sayuran dan lauk pauk dalam wadah sesuai dengan jenisnya.

Wadah Sayur dan Lauk Sering dibuka?

Jadi, waktunya memasak tiba, saya membuka per wadah, bahan makanan tersebut yang sedianya untuk satu minggu. Dulu, saya belum ngeh dan paham, bahwa membuka wadah bahan makanan terlalu sering akan mempercepat proses pembusukan. Padahal kan, bahan makanan tersebut, sedianya diestimasikan seminggu.

Hal yang terlihat memang begitu adanya, proses perubahan warna sayuran dan lauk yang sering dibuka tutup wadahnya. Logikanya, saat dibuka, udara dalam wadah keluar dan masuk udara baru. Lemari es juga kalau sering dibuka, kestabilan kesegarannya katanya juga berpengaruh, kecuali lemari es yang mahal kan ya. 😊

Menyimpan Bahan Makanan Sesuai Porsi/ Menu Masakan


Dan baru satu minggu ini, saya membaca seorang blogger bernama Twelvi yang gaya hidupnya viral tersebut membuat saya berpikir. Twelvi yang masih single saja berpikiran melakukan #foodpreparation #foodprep atau #mealprep gimana saya yang dalam kondisi membacanya malah asyik terlena dengan kondisi sudah berkeluarga dan tidak bekerja. Pokoknya saya kok nyante banget, enggak mikiri besok makan apa, kalau malas ya udah tinggal beli saja, gampang kan.

Iya gampang banget, tapi kadang membeli makanan di luar itu lebih boros dan lebih tidak membuat bahagia dalam satu sisi. Bahagia sich, bisa melariskan jualan bude sayur, abang tukang jajan, para penjual makanan yang siap memasak untuk saya. dan keluarga.😍

Makanan datang sendirinya, bisa habis 150.000 sekali beli dan makan 😯


Mbak Twelvi saja yang single (kalau ini saya sok tahu, wong belum kenal sudah memikirkan, bahwa dengan memasak sendiri secara cepat/ dalam arti waktunya dipersingkat karena beliau bekerja, dapat menghemat uang. Uang yang dihemat bisa untuk traveling dan belanja apa yang diinginkan. Masa saya enggak punya keinginan untuk nabung? apalagi rumah belum punya? ya kan? harusnya saya yang lebih kuat dalam prinsip menabung dan menghemat uang, to?

Semangat Astin. Nah, dari membaca artikel di blog Mbak Twelvi, saya lanjut membaca #foodprep dan #mealprep di Instagram  para emak bule di luar negeri. Mereka semua menyimpan bahan makanan di lemari es setelah menjadi masakan matang/ setengah matang dan dipisah dalam wadah. Mereka menyimpan dalam wadah untuk sekali makan. Jadi, saat akan mengkonsumsinya, mereka memanaskan terlebih dahulu dalam microwave atau kukusan.

Cara Menyimpan Bahan Makanan A la Astin Astanti


Saya kemudian mengajak suami berdiskusi tentang keinginan saya untuk berbelanja bahan makanan secara mingguan, kembali. Lalu, saya sampaikan juga mengenai Gaya Hidup #foodprep atau #mealprep.

Berbeda dengan beberapa artikel dan cara yang #foodprep yang saya baca. Saya menyimpan bahan makanan di lemari es tanpa terlebih dulu memasaknya sekaligus. Hanya brokoli yang dimasak sebentar dan lauk yang diberi bumbu kuning saja yang melalui proses memasak, itupun ikan cuma dibumbui saja.

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Sayur dikupas dan dipotong kemudian ditempatkan sesuai menu. Space kosong, nunggu brokoli di blansir


Berdiskusi dengan Suami

Suami saya menyetujui rencana belanja bahan makanan secara mingguan kembali. Saya diberi uang 500.000 untuk belanja bahan makanan selama satu minggu, eh minta dink. Uang 500.000 tersebut bukan asal bilang sich, tapi melalui perhitungan. Next saya tulis di artikel lain ya.

Begini cara saya menyimpan bahan makanan di lemari es, terlepas benar atau tidak ya. Saya masih dalam proses belajar dan mencari informasi yang benar menurut nutrisi dan kebaikan.

Sebelum belanja bahan makanan untuk seminggu, saya sudah menuliskan daftar menu dalam satu minggu. Ada beberapa menu yang diulang, karena gaya memasak saya yang enggak suka ribet. Jarang mengkonsumsi menu bersantan dan daging merah, kecuali kepingin banget. 😧

Next saya juga akan tulis bagaimana saya membuat daftar menu untuk satu minggu. Banyak banget ya next-nya, semoga bisa ditulis dengan rutin untuk mengabarkan bahwa blog saya benar adanya di dunia ini, looh.

Cara Menyimpan Bahan Makanan

Okay, pertama-tama, saya bersihkan ayam potong, ayam fillet, cumi, ikan fillet dan ikan gurame. Ayam dan gurame saya bumbui, ayam saya masak/ ungkep lalu simpan per porsi penyajian dalam wadah makanan (terserah wadah makanan apa saja yang penting tertutup rapat). Ikan fillet ayam fillet saya bagi juga dalam wadah per porsi. Tahu dan tempe ikut diungkep setelah ayam dan dipisahkan per wadah per saji. Jadi banyak banget wadah yang kukeluarkan. 😐

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Ayam dan tempe saya jadikan satu simpan di freezer. Tahu dipisah, karena lebih baik disimpan di rak lemari es

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Kondisi Freezer 😉


Wortel saya kupas, saya potong dan saya bagi per porsi dalam wadah besar, karena akan saya tambahkan bahan makanan lain sesuai menu. Brokoli saya masak dengan di-blansir; mengawetkan sayuran dengan cara merebus kemudian merendam di air es. Caranya Cuci,  rendam garam, rebus sebentar dan rendam dalam air es, kemudian pisahkan lagi per saji. Kembang kol, baby corn, buncis saya potong dan masukan dalam wadah per saji. Bawang merah, bawang putih dan cabe, saya kupas, cabenya saya iris dan masukan dalam wadah per saji. Tempe diiris sesuai rencana menu (orek tempe) dan masukkan dalam wadah.

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Bumbu-bumbu yang dibagi sesuai menu



cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Proses Blansir brokoli


Chiller dan Laci Bawah

Dua tempat penyimpanan dalam lemari es, chiller dan laci bawah saya sengaja tidak gunakan. Chiller saya fungsikan untuk menempatkan lauk yang akan dimasak esok pagi. Jadi, saya keluarkan satu wadah lauk dari freezer malam hari, dipindah ke chiller, baru saat saya datang ke dapur, saya keluarkan untuk mendapatkan suhu ruang. Tujuannya supaya si daging ini gak kaget dengan perubahan suhu. 😏

Laci paling bawah, untuk menempatkan buah-buahan. Tujuannya supaya gas yang keluar dari buah apel tidak menyebar ke seluruh penjuru ruang di lemari es, meskipun sayuran semuanya berada di dalam wadah. Saya punya keinginan nich, bagaimana caranya laci bawah tersebut bisa disekat gitu, jadi menyimpan buah yang dibeli oleh suami, bisa dipisah juga. Pernah lihat ada laci lemari es yang disekat, itu bawaan dari lemari es-nya atau costumize ya? keknya sich ada yang jual gitiu, modelnya seperti keranjang. 

Hari ini hari ke-tiga kegiatan masak-memasak di dapur terbantu dengan #foodprep a la Astin. Hari ini rencana menunya pagi hari bubur sumsum, dikarenakan kondisi saya kurang fit. Menu siang saya majukan, yaitu ikan gurame goreng. Wadah ikan sudah saya turunkan dari freezer ke chiller sejak semalam. bangun tidur saya keluarkan dari lemari es ke meja dapur. 🙋

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Menu hari ke-3


cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Menu di hari pertama, bayam dipetik, wortel di kupas potong, labu juga dikupas, potong ditambah bawput dan bawmer

cara menyimpan bahan makanan di lemari es
Syur bayam, rica rica tahu menu dadakan, telur ceplok untuk lauk anak sulungku


Sebetulnya rencana menu ikan goreng didampingi tumis buncis dan wortel polos. Berhubung enggak enak badan, saya iris buah semngka dan apel untuk seratnya. Semoga gaya hidup yang sedang saya jalani ini, mampu menghemat waktu, tenaga dan uang di dapur. Yaaah, tujuan paling utama adalah menyiapkan makanan lebih cepat untuk keluarga. Semoga dapat bonus lebih sabar, konsisten, bahagia dan sehat, aamin.

36 comments:

  1. Rapih dan gampang banget klo mau dipakai y mb. Wlo awalnya agak bnyk yg dikerjain, tapi setelahny mlh enak klo buatku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, setengah hari untuk belanja dan preparation, setelahnya, kalau mau masak, tinggal ambil

      Delete
  2. Wah keren banget ide menari nih.. Pengen niru, tapi tupperwareku tak sebanyak itu huhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu, akupun tak banyak wadah. AKu pakai kertas koran ama plastik.

      Delete
  3. Wah, benar-benar hemat waktu ya mba. Aku suka tergoda bakul sayur depan rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, beberapa waktu kemaren, sering banget beli lauk mateng, pagi, siang sore

      Delete
  4. Mbak Asti selain brokoli biasanya sayuran apalagi yang harus di blansir biar awet di lemari es? aku juga sekarang belanjanya mingguan mbak dan jadi rajin nyusun menu mingguan, malah aku udah siapin menu untuk satu bulan juga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rajin banget nyusun satu bulan. Sering-sering lihat menu masakan kalau gini ya, bair dapat inspirasi. Baru nyoba brokoli, Mbak. Buncis juga bisa diblasnsir ya, cuma udah keburu siang kemaren...

      Delete
  5. wah aku blum kepikiran cara ini krna msih belanja sayur mendadak dangdut tiap hari or dua hari sekali. secara tukang sayur ada banyak di sekitar rumah hehe.
    pernah nyetok banyak lha malah lupa akunya buat ngolah haha. plus, kulkasku masih ukuran kecil. freezer cuma muat es batu sama naget n sedikit stok daging doang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sering ke pasar, lebih boros, kepinginan apa apa mulu..hehehe. Pernah lupa juga saya mah, sampai membusuk di lemari es. Sekarang kutulis menu, dan jadi tahu, ada apa saja di lemari es

      Delete
  6. Keren tipsnya mbak asti, memang harus dipisahkan gitu sih menurutnya saya karena bau setiap makanan juga beda-beda takut terkontaminasi bau yang menyengat, terus cara penyimpanan juga memang harus teliti. Next mudah2an mbak asti bisa share juga tips untuk menghemat daya listrik kulkas hehehe, karena sejauh ini kebanyakan yang memakan daya tertinggi di rumah saya ya lemari es itu.., salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bener banget sich, lemari es penyokong listrik paling banyak. Tapi pernah baca-baca ada lemari es yang lebih hemat loh, pastinya juga harganya lebih mahal,

      Delete
  7. Kenapa tempe dan ayam disatukan mbak dan disimpan di freezer ? saya biasanya tempe tahu jadi satu dan simpan di bawah freezer ayam yang tersendiri di freezer. adakah baiknya memang tempe letaknya di freezer ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah simpen tempe di lemari es, aromanya agak beda gitu, Entah kondisi tempenya atau gimana. Kemaren kucoba yang disimpan bareng ayam di frezzer, rasanya masih seperti tempe baru beli

      Delete
  8. Waaah kulkasnya rapiii, beruntung banget ya dibantu dengan kulkas untuk menjaga sayur buah dan bahan makanan tetap awet lebih dari 1 hari. Masalahnya suka lupa kadang punya apa aja di kulkas, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalah kita sama Mbak, sering lupa tuh, ada apa saja di lemari es, itu pas belanja saban hari, tahutahu udah busuk wkwkwk, sedih

      Delete
  9. Hihii aku dari dulu kepingin banget bikin food prep begini, tapi sayang masih belum terealisasikan karena wadah makananku cuma 2 biji, maklum anak kos hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu saya pakai kertas koran sama plastik bersih Mbak, semangat food prep yuk,

      Delete
  10. Keren emang ya foodprep atau mealprep ini. Mau coba ah, soalnya anak udah sekolah saya nggak boleh terlambat masak untuk keluarga ntar anak saya bisa telat masuk kelas.
    Mama saya tuh kalo ninggalin anak-anaknya di rumah selama beberapa hari pasti udah bikin foodprep gini, kayak tempe udah ditepungin trus dimasukkan ke wadah, buat tinggal digoreng oleh anaknya. Sayur bening bahan-bahannya udah jadi satu kresek dan udah siap tinggal cemplang-cemplung aja kalau mau dimasak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, tahun 2010 pas belum punya wadah, sayapun gtu pakai plastik dicemplungin bumbu sayur bayem, sayur asem, sop. Heheheee. Bener Mbak,

      Delete
  11. mba makasih banyak informasinya. Aku terbantu banget, maklum aku baru nikah dan 9 bulan ini tinggal sama mertua jadi gak ngerti apa apa, semuanya dikerjain mertua. bulan depan akan tinggal sendiri. dan artikel seperti ini bermanfaat banget buat aku. sekali lagi terima kasih, sampe ak bookmark artikelnya hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah senengnya yang mau tinggal di rumah sendiri. Makasih banyak Mbak, semangat food prepnya

      Delete
  12. Saya tipekal org yg suka lupa klo nyimpen bahan makanan di lemari pendingin. Klo di tata seperti ini bisa lebih rapi liat isi kulkas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan komennya lupa yaaaak, sayapun begitu, pernah lupa. Tapi kalau sudah konsekuen masak, Insha Allah inget, di lemari es ada apa saja, sayapun catet menu per harinya.

      Delete
  13. Saya juga kadang food prep, tapi masih moody. Apalagi pasar di belakang rumah. Jadi tinggal meluncur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru berlangsung kembali ini Mbak, dan sudah hari ke-5, semoga sampai di hari ke-21 yang katanya periode pembiasaan. Benerlah pasar deket, bikin pingin belanja mulu ya

      Delete
  14. Mbak asti, ini mah rapi banget yaaak. Mgkn awalnya riweh tapi entar kalo rapi juga bikin semangat hehe. Makasih mba asti tulisannya :) panduan emak emak banget hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalau udah rapi dan semangat buat masak terus, Insya Allah lemari es bakal kosong pas habis bahan makanannya, tetep rapi dan bersih. Yup, emak emak banget yaa

      Delete
  15. Aku baru tau tentang istilah food freb mbk. Makasih ya mbk sharingnya. Sangat bermanfaat buat aku yg masih belajar ini. Ditunggu tulisan selanjutnya tentang cara membuat tabel menu untuk seminggu. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete
  16. memasak sendiri memang lebih irit mbak. tapi saya masih rada susah buat masak makan malam soalnya capek pulang kerja jadinya kadang suka malas masak. akhirnya kadang beli juga buat makan malam. masih bingung bikin manajemen memasaknya. mungkin nanti harus coba teknik sayuran per porsi ini

    ReplyDelete
  17. masak sendiri itu puas, banyak dan enak sesuai lidah ya Astin

    udah gitu segernya itu loh

    ReplyDelete
  18. Terkadang aku meracik bumbu yg diperlukan trus masukin ke dlm kulkas buat dimasak besok paginya. Wah mbak Astin mah rajin dan rapi ya. Betah deh main ke rumah mbak kpn2 mampir ah siapa tau dimasakin hehehe.

    ReplyDelete
  19. rapih amat ya mba. apik liatnya..
    kalo sayuran saya selalu cuci dulu kalo udah kering baru bungkus koran trs masukin kulkas.

    ReplyDelete
  20. Mba, saya tertarik dengan cara ini krn menghemat waktu. Btw utk sayuran selain brokoli, ga dicuci ya? Dipotong dan disimpan dalam wadah aja?
    Lalu, utk tempe, itu kan dipotong dulu ya? Masih enak mba? Simpan berapa lama? Maaf ya nanya banyak, hehe.

    ReplyDelete
  21. Sudah lama ingin prepare seperti ini, tapi belum punya wadah yang mencukupi. Selain itu juga tidak yakin apakah akan sempat masak tiap hari karena terkadang saya tidak enak badan, atau suami malah membelikan makanan. Jadinya pengaturan sayur hanya per jenisnya. Tempe biasanya saya simpan bersamaan dengan bawang bombay. Tahu yang hanya tahan beberapa hari saja disimpan.

    ReplyDelete
  22. Ini, adalah impianku daridulu, tapi ntah kapan bisa terealisasi hahahaga.. Pgn rapiin kulkas, ngelompokin sayuran dan lain2nya dlm wadah warna warni, supaya kulkas pas dibuka juga kliatan rapi. Bhaaay semua rencananya :p. Pdhl udh beli aneka box kedap udara berbeda size, tp masih tersimpan manis di kotaknya :p. Hufft... Kamu mah telaten ya mba.. Semoga nanti aku bisa rajin begitu juga :D

    ReplyDelete