18 Feb 2018

Tukang Sayur Keliling Sudah Jarang ditemui



[Kehidupan] : Cerita Indah Bersama Tukang Keliling

Dalam kehdupan ini, setiap manusia tidak bisa dipisahkan dengan orang lain. Setiap orang memiliki ketergantungan dengan orang lain untuk membantu hal-hal yang dihadapinya sehari-hari. Saat ingin memasak, namun tidak sempat pergi ke pasar atau ke supermarket. Terbantu dengan adanya tukang sayur keliling yang berteriak memanggil para pembeli barang dagangannya. Mengharapkan tukang sol keliling saat tidak sempat membawa alas kaki yang butuh direparasi, dan masih banyak ketergantungan yang secara langsung kedatangan tukang keliling sangat diharapkan.

Tukang-tukang keliling yang biasa lewat adalah sebagai berikut; Tukang Patri (Tambal Panci), Tukang Service Alas Kaki (Sol Sepatu), Tukang Service Payung, Tukang Jamu Gendong (Sekarang Jamu dorong), Tukang Potret Keliling, Tukang Sayur Keliling, Tukang Rongsok, Tukang Timbang Berat Badan, dan masih banyak lainnya.


Tukang-Tukang Keliling di Tempat Tinggal 



Sejak memiliki anak di tahun 2009, saya dan suami memutuskan untuk menyewa sebuah rumah di dalam perumahan. Perumahan pertama adalah Klipang Pesona Asri di daerah  Klipang, Semarang. Perumahan ke-dua adalah Perumahan Puri Karawaci, di daerah Legok, Karawaci Tangerang dan Perumahan yang saat ini saya tinggali bersama keluarga. Alasannya, menyewa satu rumah lebih praktis dan luas dibandingkan menyewa rumah petak. 

Di Semarang, saya masih sering menemui hampir semua tukang keliling yang saya sebut di atas. Tentunya ada banyak sekali cerita indah yang saya dapatkan saat berinteraksi dengan mereka. Dari tukang-tukang inilah, pekerjaan saya sangat terbantu dan saya tidak perlu mencari jauh-jauh tukang-tukang di atas, untuk membantu saya. Mereka datang dengan riang gembira dan saya mengucapkan terima kasih atas jasa dan barang yang disediakan oleh mereka.

Di tempat tinggal saya sekarang, saya mulai tidak menjumpai beberapa dari tukang-tukang yang saya sebut di atas. Hanya ada tukang jamu dan tukang sol sepatu yang saya jumpai. Informasi yang saya dapatkan dari Bapak Satpam, memang beberapa tukang keliling sudah tidak diijinkan masuk ke dalam cluster, tempat tinggal saya. Apabila saya membutuhkan tukang rongsok, harus ada ijin dan memberitahukan pada satpam yang bertugas. 

Cerita Indah Bersama Tukang Keliling

  1. Tukang patri : Kebetulan saya sama sekali belum pernah menemui tukang patri lewat di depan rumah. Saya pernah menjumpai tukang patri di pasar. Saat itu saya membeli alat untuk menambal panci, walaupun saya belum membutuhkannya. Beberapa waktu setelah saya membeli alat tersebut, panci saya berlubang dan alat tersebut sangat berguna sekali.
  2. Tukang Sol Sepatu : Tukang sol sepatu adalah tukang keliling yang sering saya lihat di mana saja. Tidak banyak cerita yang saya dapatkan dari tukang sol sepatu ini. Biasanya saya hanya menginformasikan bahwa alas kaki saya rusak, butuh ini dan butuh itu. Setelah itu saya membayar sewanya. Oh iya, cerita indahnya, saat tali saya rusak, saya menghentikan tukang sol sepatu. Awalnya saya agak mengkhawatirkan hasilnya. Tapi, Alhamdulillah, tas saya kembali dapat dipergunakan. Hasilnya juga sangat bagus, karena warna benang dan warna tas saya sama.
  3. Tukang Service Payung : Sudah lama sekali saya tidak pernah menggunakan jasa tukang service payung. Hal yang saya ingat, tukang service payung akan datang saat menjelang musim hujan. 
  4. Tukang Jamu : Sudah lama saya tidak menemui tukang jamu gendong. Tukang jamu yang sering datang di depan rumah saya, adalah tukang jamu dorong dan tukang jamu bersepeda, hehhee. Kebetulan saya berlangganan tukang jamu dorong. Setiap hari, tukang jamu dorong datang ke rumah. Saya lebih memilih tukagn jamu dorong sebagai langganan karena jarang berteriak-teriak saat menawarkan jamunya. Sampai sekarang, tukang jamu dorong menjadi temanku bercerita di pagi hari, hehehee.
  5. Tukang Potret Keliling : Saya belum pernah menemui tukang potret keliling di depan rumah. Beberapa kali saya melihat tukang potret keliling di tempat wisata. Pernah membeli jasanya sekali, saat mengajak anak sulung ke Ragunan. 
  6. Tukang Sayur keliling : Sudah lama sekali saya tidak pernah berjumpa dengan tukang sayur keliling. Kangen rasanya bisa berbelanja di depan rumah saja, ngerumpi bareng ibu-ibu lain, hahaha. Entah kenapa kebijakan di perumahan di mana saya tinggal, tidak mengijinkan tukang sayur keliling masuk. Cerita indah bersama tukang sayur keliling hanya di tahun 2010-2011 saat saya tinggal di Semarang. Tukang sayur keliling yang sampai di depan rumah, hanya membawa sisa dagangannya, ngenes kan ya? jadi apa yang ada di keranjang sayur ya itulah yang menjadi keputusan untuk dibeli. Kecuali saya memesan sehari sebelumnya. 
Nah teman-teman semua, pasti senang ya masih dapat menemui tukang-tukang keliling di atas di depan rumah. Ikutan cerita yuk share cerita indah bersama saya. 

8 comments:

  1. wah, apa iya di daerahmu tak ada tukang sayur keliling mba? yang mangkal juga ga ada kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak ada Mbak, yang mangkal paling di pasar kompleks.

      Delete
  2. Ahh tukang-tukang di atas emang familiar banget ya disekitar kita, terutama yang tiap hari mangkal di depan rumahku adalah tukang sayur, hahha..
    Berisiik tauu ih Maak, buibu subuh2 dah rumpi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ndak ada tukang sayur nich, jadi gak buat bu ibu ngerumpi. Tapi kangen tukang sayur, biar bisa ketemu bu ibu kompleks, ehhee

      Delete
  3. Di rumah masih banyak yg keliling semuanya, mba. Lumayanlah membantu banget buat emak2 yg lagi rempong di rumah, ga perlu jauh2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kalau ada tukang keliling, memudahkan banget ya, buat bu ibu yang mobilitasnya terbatas

      Delete
  4. Kalau bunda sedang nginep di rumah anak bunda di sebuah komplek Bintaro, tukang sayur kelilingnya keren lho, bawa bon, pake kalkulator pulak, hehe...ternyata banyak tuh mbak-mbak yang pada "ngebon". Alhamdulillah masih ada tukang sayur keliling, pake mobil dan tiap hari masuk komplek, walaupun masuknya jam 09.30, tak apa masih ada waktu buat masak, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah asyik banget bun, Dulu pas tinggal di Karawaci juga ada tukang sayur pakai mobil bak, keren banget

      Delete