16 Feb 2018

Keluar Dari Zona Nyaman dan Mengingat Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara


[Pengembangan Diri] : Mantra, Quote atau Motto Hidup


Hai hallo apa kabar semuanya? sehat-sehat ya. Hari ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional. Alhamdulillah, sekolah anakku enggak libur. Jadi, saya mah bisa selonjoran dulu sebelum memutuskan untuk jalan-jalan, mengisi hari libur ini. Intinya, apapun yang ada di depan mata dan harus dijalani, ya jalani saja dulu. Meski agak heran, hari libur nasional kok tetap masuk. Akan merugi, saat saya terus-terusan meratapi dan mengeluhkan hal tersebut, kan?. Anaknya juga semangat 2018 berangkat ke sekolah.

Keluar Dari Zona Nyaman dan Mengingat Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara
Pulau Dewata, Bali saat sedang mendpat tugas dari kantor


Hidup itu harus dijalani, dinikmati, apapun yang sedang dihadapi. Bijaaaak sekali rasanya saat menulis dan mengatakannya, bukan. Lah, bagaimana lagi dong, saat menghadapai hidup yang sedang dicoba dengan air di rumah mati, misalnya. Lah, terus mau gimana? ya dihadapi saja kan. Masa iya, mau bilang enggak rela, air di rumah mati?. Diterima dulu keadaannya, bolehlah menyesal dulu, mungkin salah sendiri, lupa menyalakan mesin air berjam-jam, sampai mesinnya ngambek. 

Setelah itu, mencari solusi dong, bagaimana supaya air tersedia lagi di rumah. Caranya? mencoba memperbaiki mesin air. Masih belum bisa? panggil tukang reparasi mesin air. Masih belum bisa juga? bisa beli air, bisa minta kepada tetangga atau pindahan untuk sementara. See, mudah bukan? daripada mengeluh dan mengerutu, apalagi sampai membuat bibir cemberut.


Hidup itu Anugerah dari Allah, Manfaatkanlah


Ada satu tulisan yang mengatakan, "Hidup itu sudah susah jangan dibuat susah". Hidup itu ndak susah kok. Hidup ini adalah anugerah dari Allah. Allah akan memberikan cobaan sesuai kemampuan hamba-Nya. Insya Allah akan ada  jalan di setiap cobaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya, aamin. Ada kemudahan di balik setiap kesusahan. Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara, kan? 

Keluar Dari Zona Nyaman dan Mengingat Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara
Magelang, setelah resign 


Saya banyak loh memiliki kata-kata mutiara, kata yang menyemangati hidup sampai akhirnya saya sukses melawan rasa takut menjadi berani dan kata-kata semacam mantra, quote atau motto hidup lainnya. Namun ada satu kalimat atau mantra yang berhasil membuat saya, dari tidur menjadi duduk, dari duduk menjadi bangkit dan dari bangkit saya berdiri dan melakukan apa yang ingin saya lakukan. Mohon doanya, semoga tetap istiqomah melaksanakannya.

Ingat Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara


Kalimat tersebut pernah saya tulis, saat menuliskan artikel parenting bertema keuangan di blog saya yang lain. Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara tersebut, bisa diterjemahkan dalam banyak sisi kehidupan. Saat itu, saya mencontohkan ingat kaya sebelum miskin, ataupun dapat sebaliknya. And now, Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara dapat saya jadikan kata-kata semangat saat sedang malas.


Beberapa waktu ini, saya mengevaluasi diri. Setelah resign dan tinggal di rumah, saya merasa terlalu terlena dengan kondisi dan keadaan. Saya boleh bangun siang. Saya boleh tidak memasak. Saya diberi asisten rumah tangga untuk beres-beres rumah. Saya diperbolehkan mager di rumah, tentunya bersama anak-anak. Saat orang lain melihat, sudah pasti mereka akan mengatakan, nyamannya hidupmu, Astin. 

Keluar Dari Zona Nyaman


Sampai akhirnya, saya merasa tidak nyaman dengan kata, "Nyamannya hidupmu, Astin". Saya harus keluar dari "Zona Nyaman" ini. Loh, kok keluar dari zona nyaman? bukannya lebih nyaman, lebih enak, badan saja tambah berisi dan terlihat bahagia loh.

Bahagia, ya saya bahagia tapi saya harus keluar dari zona nyaman tersebut. Saya tidak ingin terlena dengan keadaan yang sangat nyaman tersebut. Saya takut saat saya menemukan diri ini jatuh, saya tidak mau merasakan sakit yang teamat sakit. Saya juga serasa diingatkan dengan salah satu dari lima perkara sebelum datang lima perkara. "Ingat masa luangmu sebelum masa sibukmu". Ya Allah, betapa saya telah menyia-nyiakan kesempatan.

Saya terbangun, saya mengevaluasi diri dan akhirnya menyatakan kepada diri sendiri, saya harus berubah. Pertama saya harus berdamai dengan diri sendiri. Saya harus memastikan bahwa saya tidak memiliki masalah yang kemungkinan dapat menggangu perubahan yang ingin saya lakukan. Kedua, saya terus berlajar untuk mengendalikan diri. Tujuan pengendalian diri adalah supaya dapat merasionalkan emosi dan ingin memiliki jiwa dan badan yang sehat. Ketiga, saya mulai menata kehidupan yang normal. Salah satu contohnya adalah kembali menata menu makanan untuk suami dan anak-anak. Note : Sayapun sudah tidak menggunakan asisten rumah tangga lagi, saat ini. 


Ingat lima perkara sebelum datang lima perkata dapat menjadi quote yang selalu mengajak saya berubah lebih baik. Tiba rasa malas, saya mencoba untuk mengajak diri sendiri supaya mengerjakan apa yang harus dikerjakan dulu. Insya Allah, pasti nanti akan ada waktu untuk santai-santai ria. Alhamdulillah hal tersebut sudah terbukti, kemarin sore. Awalnya saya malas sekali untuk merapikan dapur. Alhamdulillah anak sulung saya menjadi penyemangat saya membereskan dapur dan akhirnya sebelum maghrib, semua sudah rapi. Selepas maghrib, saya dan anak-anak memiliki waktu lebih lama. 


3 comments:

  1. wkwkwkwk iyya klo pulsa listrik di rumah habis dan mati dadakan atau mesin air ngambek gak nyala, gak bisa pasrah, namanya ibuk2 kudu gercep biar listrik nyala dan air nyala ya mak

    ReplyDelete
  2. Semoga Istiqomah mbak Astin, sayapun sedang mengalami "Ingat masa luangmu sebelum masa sibukmu" ketika kembali sibuk dan menyesali masa-masa luang dulu yang rasanya kurang produktif.

    ReplyDelete
  3. Sangat menginspirasi, Mbak. Harus kutiru nih. Kadang galau, waktu sama anak-anak berasa kurang banget.

    ReplyDelete