11 Apr 2019

Ketempatan Arisan Itu Melelahkan, Tapi Bahagianya Tidak Pernah Hilang



[Gaya Hidup] : Ketempatan Arisan

Mengikuti sebuah arisan itu harus menyadari konsekuensinya. Konsekuensi membayar uang arisan tiap bulan dan juga ketempatan arisan. Memang ada beberapa kelompok arisan yang langsung meng-highlight bahwa arisan tidak diadakan di rumah. Seperti arisan dari ibu-ibu PAUD tempat Fira sekolah. Kesepakatan bersama arisan diadakan saat anak-anak sekolah.

Dress code warna pink di arisan bulan April. Sandal jepit ikut nampang yes


Kelompok arisan emak-emak sholehah. Anggotanya adalah ibu-ibu teman sekolah Faiz. Awal diadakannya arisan adalah sebagai wadah saling mengenal satu sama lain. Lama kelamaan arisan disepakati bersama untuk diadakan di rumah yang mendapat arisan. Intinya, arisan ini sebagai wadah untuk bersilaturahmi dengan datang ke rumah yang ketempatan arisan. 

Arisan inipun unik, tidak ada uang kas, tidak ada uang konsumsi dan tidak mengikat satu sama lain. Tidak ada paksaan untuk semua anggota kelompok emak-emak sholelah. Mau ikut arisan atau tidak. Atau mau ikut sendiri atau bergabung dengan teman lain.

Baca Juga : Manfaat Mengikuti Arisan di Lingkungan Sosial

Mempersiapkan Menu Arisan


Arisan bulan Maret 2019 lalu, nama saya muncul dalam pengocokan arisan. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan yang sangat tepat. Bulan Maret lalu, saya mendapatkan uang arisan. Itu artinya, arisan bulan April awal dilaksanakan di rumah saya. Satu per satu kebutuhan untuk arisan mulai saya persiapkan. Saya ingin acara arisan ibu-ibu sholehah ini berjalan lancar. Mulai dari mempersiapkan menu sampai membersihkan rumah, yang meskipun dibersihkan tetap segini segini saja.

Menyiapkan menu arisan menjadi hal utama yang harus saya lakukan. Hal ini menjadi penting karena saya harus mempersiapkan anggaran dan ubo rampenya. Saya mengajak suami berdiskusi untuk menu arisan. Awalnya ada lontong sayur isi telur/ ayam. Menu ini skip karena meskipun berkuah, namun menggunakan santan.

Baca Juga : Menyiapkan Menu Arisan Padangan

Saya dan suami kemudian mengingat-ingat, kulineran apa yang pernah dicoba dan rasanya enak. Sop iga, yup sop iga dirasa cocok untuk disajikan pada saat arisan. Berkuah dan cocok dinikmati bersama sambal. Kebingungan kembali muncul. Sop iga untuk 15 x 2 orang itu harus dimasak menggunakan panci besar dan disajikan dengan sejumlah banyak mangkok.  

Membuat Jadwal Hitung Mundur


Dengan dibuatnya jadwal hitung mundur, saya bisa mengejar kekurangan. Melihat apa saja yang belum dipersiapkan dan belum dibereskan. Beginilah kira-kira coretan hitung mundur yang saya buat. 
  1. Satu hari sebelum acara berlangsung, dua buah karpet yang akan digunakan sudah divaccum
  2. Tiga hari sebelum acara berlangsung, dua buah kipas angin seharusnya sudah dibersihkan
  3. Tiga hari sebelum acara berlangsung, sudah menentukan akan memesan iga di mana, panci besar sudah ada di rumah dan juga bumbu-bumbu serta kelengkapan membuat sop iga, nasi dan es syrup sudah tersedia.
  4. Satu minggu sebelum acara berlangsung, mangkok dan sendok sudah dicuci. Kebetulan saya membeli baru kedua jenis properti tersebut. Alasannya supaya saya punya mangkok. 
  5. Dua minggu sebelum acara berlangsung, segala kamar mandi, rumah, sebaiknya sudah bersih dan hanya perlu membersihkan secara ekspres saja.
Fakta : Tidak terealisasi seratus persen. Saya hanya melihat hanya terealisasi sekitar 40 persen. Hahaaa, saya harus menertawakan diri sendiri. Ya itulah saya, yang pekerjaan setiap harinya adalah sebagai ibu rumah tangga merangkap menjadi blogger, mengantar dan menunggu anak PAUD dan no  ART. Semua pekerjaan rumah saya kerjakan bersama suami tercinta.

Rencana vs Kenyataan


Ndilalahnya, bulan  Maret laluada beberapa pekerjaan menulis yang datang. Namanya rejeki dari Allah ya saya terima dengan senang hati dan sayapun menduakan jadwal hitung mundur yang sudah dibuat. Ndilalahnya lagi, suami juga sama. Pekerjaan di kantor dan proyeknya sendiri menumpuk tinggi. Ndilalahnya lagi, anak SD banyak liburnya. Semua hal yang menyangkut beberes kamar mandi, kipas angin dan sebagainya dilakukan dalam tempo yang mendadak, sebelum hari H.

Hal-hal lainnya Alhamdulillah dapat terhandle beberapa waktu sebelum acara arisan berlangsung. Seperti membeli mangkok dan sendok. Membuat ruang depan bebas dari coretan anak-anak. Ruang depan yang menjadi ruang keluarga, pastinya sering sekali dijadikan tempat bermain. Dindingnya sudah hampir 7 tahun tidak di cat ulang. Coretan dari anak pertama sampai anak kedua menjadi hiasan mural sarat makna.

Wallsticker membuat dinding bersih. Kenyataannya Faiz membantu memvaccum karpet H+3


Saya menimbang-nimbang apakah harus di cat ulang atau bisa ditutup menggunakan wallsticker. Keputusan terakhir ada di tangan saya. Saat sedang santai, saya melihat-lihat wallsticker di tokopedia. Langsung dech belanja dan bayar. Kebetulan, ada rejeki dari menulis jadi bisa membeli wallsticker untuk menutup hiasan tangan dan kusamnya dinding ruang depan. Hasilnya, ruang depan menjadi lebih bersih dan terlihat lapang. 

Arisan emak-emak sholelah diadakan setiap hari Sabtu awal bulan, setelah anak pulang sekolah. Satu hari sebelumnya merupakan jadwal Fira sekolah PAUD. Sayapun menunggu sampai Fira pulang sekolah. Rencana Jumat sore : Mengupas dan memotong melon untuk dibuat es syrup, membuat es batu, mengupas wortel, kentang dan merebus iga terlebih dulu. Kenyataannya saya sibuk membersihkan dan menata teras yang berisi sepeda-sepeda tidak terpakai yang menjadi sarang tikus. 

Kedatangan Tamu Special Membuat Bumbu Sop Iga


Hari H, hari Sabtu Alhamdulillah saya bangun lebih awal daripada biasanya. Pertama-tama merebus iga, melihat es batu yang dibuat semalam, mengupas wortel, kentang dan menyiapkan melon. Tapi pada kenyataannya saya tidak bisa menyelesaikan hal lain seperti membersihkan kipas angin dan memvaccum karpet. Bagian bersih-bersih skip juga, hanya satu kipas angin yang dibersihkan oleh suami yang sudah buru-buru berangkat kerja.

Alhamdulillah, pukul delapan pagi, teman terbaik sepanjang masa datang. Membawa dua buah wadah tupperware berisi ketan. Masya Allah maka nikmat manalagi yang kamu dustakan. Teman saya langsung membantu membuat bumbu sop iga. Hahaaa, saya diledeknya habis-habisan, seharusnya bumbu sop iga itu paling utama. Saya hanya bisa cekikikan saja dong sembari menggali melon sampai habis daging buahnya. Terima kasih banyak ya, bu Ria. Tak mampu kubalas semua kebaikanmu, hanya Allah yang dapat membalasnya.

Meeting sebelum berfoto sudah biasa bagi emak-emak


Waktu terus bergerak. Saya melihat ke dalam kamar, anak bungsu saya masih tidur. Suami sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Inginnya mah nangis, tapi saya tahu, hal ini akan membuat bubar semua. Pukul 9 pagi saya mulai mempersiapkan diri. Mandi dengan tenang, berdandan dan kemudian membangunkan Fira pelan-pelan supaya dia tidak tantrum.  Suami sudah terlanjur berangkat dan saya harus mengambil pesanan combro dan misro di lapak depan perumahan. Masya Allah, ternyata nikmat sekali semua ini. Saya tidak boleh mengeluh, meskipun semua rencana ya hanya rencana.

Drama Menjelang Acara Arisan dimulai


Pukul 10, satu jam sebelum teman-teman datang. Saya sudah berada di rumah dan orang yang pertama datang adalah Bu Ria lagi. Masya Allah. Meskipun membawa anak bayinya yang belum berusia 6 bulan, beliau rela jalan kaki membawa emping dua wadah tupperware. Meletakkan bayinya di karpet dan langsung masuk ke dapur untuk mengecek kuah sop iga.

Sop Iga sebelum diberi kuah. Sayang tidak sempat mengabadikan sop iga setelah siap.


Tiba-tiba, Allah memberikan ujian kepada saya tanpa diduga. Gas habis. Ya Allah, saya tidak boleh mengeluh ataupun menyesali. Toh sop iga sudah matang dan hanya perlu dihangatkan. Langsung saya menjalankan sepeda motor ke agen gas. Alhamdulillah gas datang meski lama menunggu. Ada satu teman juga yang datang sebelum acara dimulai. Alhamdulillah terima kasih bu Farida dan anak-anaknya. Jadi tukang jualan es ya kemarin. 

Drama terjadi lagi. Blender untuk melumatkan sambal tidak bisa dibuka. Masya Allah, tidak ada laki-laki di rumah, pak satpam yang biasanya patroli juga tidak nampak. Ya Allah, biasanya suamilah yang bisa membuka. Sayapun berdoa semoga blender mampu terbuka. Alhamdulllah blender terbuka dengan pelan saat saya berada di rumah ibu mertua. Niatnya memang akan meminta tolong. Tapi ibu mertua sedang sibuk mengganti sprei di kamar.

Satu Persatu Teman Datang


Pukul 11 tepat, satu per satu teman-teman dan anak-anaknya datang. Seperti konsep acara arisan di group emak-emak sholelah. Masing -masing membawa makanan. Bolehlah saya rinci di sini, mohon maaf apabila ada yang belum tertulis;
  1. Buah Jeruk
  2. Emping
  3. SinThai
  4. Susu dan Snack Anak
  5. Risoles
  6. Yakult
  7. Tahu isi
  8. Donat
  9. Bakwan
  10. Combro
  11. Lunpia
  12. Dst, 
Di tengah acara, saat saya sedang sibuk menerima uang arisan. Tiba-tiba satu orang teman berlari ke depan saat ada kang GOJEK. Saya pikir teman saya ini memang pesan GOJEK dan ada keperluan, jadi saya cuekin. Eh, saat masuk langsung menyodorkan kepada saya sebuah kotak kue ulang tahun. Masya Allah, saya kehabisan kata-kata. Tidak bisa bilang apa-apa. Tidak bisa menangis juga, Tidak bisa ngapa-ngapain dech. But terima kasih banyak teman. Teman saya hanya bilang titipan dari salah satu teman. Namanya Hanifah yang katanya datang terlambat, karena sedang bekerja.

Hal yang tidak terduga. Padahal sudah matiin notif di FB. Makasih banyak ya

😃


Keseruan tiba-tiba datang kembali. Hanifa datang unclak uncluk masuk senyam senyum tak bisa dilupakan. Ya Allah, terima kasih banyak kedatangan teman-teman arisan. Tanpa kalian, puzzel hidupku mungkin tidak sempurna. Kelelahan yang memang pasti, terbayar lunas dengan kebahagiaan melihat teman-teman semua hadir di rumah. Menyempatkan datang ke arisan, meskipun segudang aktifitas pasti kalian punya.

Sampai hari ini, aura kelelahan sudah mulai hilang. Itu ditandai dengan pulangnya panci besar, termos es dan sendok sayur panjang ke rumah Bu Ria. Terima kasih banyak. Mangkok-mangkokpun sudah ditempatkan di tempatnya. Tapi, aura kebahagiaku tidak pernah hilang. Sayapun mau terus-terusan meminta kepada Allah, diberikan kalian sebagai pelengkap puzzel kehidupanku. Memiliki teman banyak itu mudah, tapi memiliki kalian yang senantisa memberikan support dan semangat beribadah kepada Allah adalah anugerah. 

25 comments:

  1. Aku juga sukaaa kumpul2. Tapi males masak2nya paling pesen yaa atau potluck kaya dirimuu malah enak makanannya bisa macem2 yaaa

    ReplyDelete
  2. Senangnya ya Astin punya banyak teman seperti ini.
    Jadi pengin nyicip sop iga nya nih, makan pakai nasi hangat, sambal dan kerupuk woaaah nikmat banget.

    ReplyDelete
  3. Aku juga ikut arisan dasa wisma di kompleks perumahan sperti ini, ada acara konsumsi makan besar. Aku pribadi suka banget kegiatan begini karena jarang bisa silaturahmi sama tetangga karena jam aktivitas yang berbeda.

    Namun 2 tahun terakhir ini kami hanya arisan di ruang serbaguna RT dengan ditemani camilan saja dengan alasan ada beberapa "oknum" ibu-ibu yang enggan repot menyiapkan konsumsi, hihihi...
    Demikian menurut ibu RT.

    ReplyDelete
  4. Hihihihi persiapannya keren banget mba, aku jarang banget ikutan arisan. Paling arisan keluarga yg dapet giliran tempat setahun sekali juga ngga :D tapi emang bener, arisan itu capek, deg2an, ribet, tapi hepi :D meskipun akhirnya rumah berantakan, banyak cucian, tapi kalau orang2 hepi & bilang makanannya enak, lelahpun lenyap (meski muncul lagi setelah liat cucian piring) hahah :D

    ReplyDelete
  5. Seneng banget kalau suasananya kekeluargaan seperti itu. Kelihatannya pada baik semua. Meskipun capek, tetapi bikin bahagia. Semoga akrab terus, ya

    ReplyDelete
  6. Saya kadang juga begitu. Pernah mau ada acara keluarga besar. Rencananya di H-7 beres-beres rumah, bersih-bersih dan lainnya. Eeh nyatanya semua itu dilakukan dalam H-1. Di hari H, Alhamdulillah ada saudara datang lebih awal untuk membantu mempersiapkan segala sesuatunya.


    Ya, memang hidup kadang begitu ya.. Yang terpenting kita tetap bersyukur walau apapun itu. Terlebih memiliki sahabat atau keluarga yang peduli. Rasanya bahagia itu tiada henti. Capek memang tapi terbayar dengan bahagia, ya.. ^_^

    ReplyDelete
  7. Waah telaten banget masak sendiri. Kalau aq sih biasanya pesan aja. Sadar diri nggak bisa masak, takut mengecewakan yg dateng. hehehe. Kebayang deh ribetnya kalau jd tuan rumah arisan, tp seru ya.

    ReplyDelete
  8. Aku belom pernah ikut arisan ibu2, baru pernah pas masih lajang dan itu sambil mkan di luar. Ternyata seru sekali ya Mba persiapannya mana anak libur pasti jadi susah alokasi waktu. Keren bisa prepare dan menyelenggarakan :)

    ReplyDelete
  9. Meskipun rempong tapi bahagia yaaa kalau arisan berjalan dengan lancar. Mana dapet kejutan pula dikirimin roti tart. Senangnyaaa...

    ReplyDelete
  10. waah...asiik ya mba astin. sebenernya saya juga termasuk orang yg suka ngumpul2. sayang belum ada arisan lingkungan/walimurid yg bisa saya ikutin. jd dapat ketempatan baru untuk acara ibadah keluarga dr gereja saja

    ReplyDelete
  11. Aku terakhir arisan di Jakarta pesan semua duh...sebelumnya sebagian bikin sebagian pesan.
    Padahal waktu tinggal di Amerika, pengajian untuk 30 orang jamaah(dewasa dan anak) mulai dari makanan pembuka, utama sampai penutup masak sendiri, ga ada yang bantu sama sekali...
    Seneng ngumpul gini ya mbak..sekarang pun aku ada arisan keluarga, RT dan walimurid TK anakku dulu..ah jadi pengin ketempatan arisan baca ini hihi

    ReplyDelete
  12. Selamat ulang tahun ya mba. Sehat selalu. Byw, sup iga nya bikin ngiler deh.

    ReplyDelete
  13. Masya Allah Tabarakallahu, perjuangan yang berbuah manis ya mba, barokallahufi umrik, bakal jadi kenangan terindah ulang tahun kali ini

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah jadi plus-plus ya Astin ❤❤❤. Berkahnya silaturahmi

    Selamat ulang tahun Astin. Semoga bahagia dan sehat selalu bersama keluarga

    ReplyDelete
  15. Betul banget Mba, pas kita jadi tuan rumah arisan kita jadi kerepotan.. Tapi terbalas dengan kesenangan karena rumah kita jadi ramai dan ajang silaturrahmi juga..

    ReplyDelete
  16. Sop iga meski belum dikasih kuah tetap sukses bikin laper, mbak haha.

    Kebayang serunya. Bisa kumpul bareng teman-teman. Aku sudah lama nggak ikutan arisan. Jadi kangen suasananya. BTW semoga sisa umurnya berkah ya.

    ReplyDelete
  17. Arisan drngan teman atau keluarga itu bener2 jadi ajang silaturahmi dan beberes rumah total ya mbak.. akupun sama.. kalau ada tamu pasti deh hrs cek cek biar gak malu-maluin dan tamu nyaman dirumah ��

    ReplyDelete
  18. Iya aku juga kalau ketempatan arisan itu duh capeknya minta dipijitin. Tapi selesai semua tamu pulang berasa puas karena udah bisa menghadapi semua dengan sukses.

    ReplyDelete
  19. Seru ya kalau bisa arisan dirumah tapi emang melelahkan saat beberesnya, kadang mikir kenapa gak di resto aja. Tapi kalau arisan keluarga besar papaku selalu dirumah sekalian silaturahim.

    ReplyDelete
  20. Selamat ulang tahun mba, semoga selalu diberikan kesehatan ya.
    Aku pernah ngeraasain ketempatan arisan memang cape banget, tapi senang bisa kumpul sama tetangga maupun teman ya mba.

    ReplyDelete
  21. Cara memasang wallpaper mudahkah?
    Aku penasaran pingin coba jugaa doonk..kan biar rumahnya instagramable.

    ReplyDelete
  22. Ya ampuum, itu list bawaannya menggiurkan semua mbak. Kesukaanku semuaaa. Met milad ya mbaaak, semoga sehat selalu dan makin sukses.

    ReplyDelete
  23. Bagus nich arisan, selain mempererat hubungan sesama teman arisan juga bisa sebagai sumber dana tanpa bunga 😁😁😁😁

    ReplyDelete
  24. Seneng yah arisan, saya selalu males kalau bagian arisan di rumah hihih suka males beberesnya, haha.

    ReplyDelete
  25. Dan rumah kita jadi makin barokah krn banyak tamu yg mengunjungi ya mba. Seneng dan tambah rejekinya ya mba.

    ReplyDelete

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih