1 Apr 2019

Make Up, Me Time Mengasyikan untuk Ibu Rumah Tangga



[Beauty] : Me Time X Make Up

Alhamdulillah, memasuki bulan April. Apa kabar bulan April? semoga senantiasa istiqomah menjemput rejeki yang bersliweran di muka bumi, aamiin.

Hari Senin di astinastanti sengaja banget dong ngobrolin Me Time. Secara kemarin adalah hari Minggu, yang tetap saja saya ndak bisa nyantai like di pantai, apalagi cuti. Alhamdulillah sebetulnya, bisa ber haha hihi dengan suami dan anak-anak. Kalau menurut suamiku, ber haha hihi bersama suami dan anak-anak, termasuk me time. Tak perlulah mencari me time. Me time-nya ibu ya bersama anak-anaknya. Duh pak, pingin dicoret pakai pensil alis apa ya? bolehlah si istri ini diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatannya sendiri.

Koleksi make up jaman dahulu tapi hasilnya begitu begitu saja. 



Bayangkan ya, Pak. Mulai dari pagi sampai pagi lagi, ketemunya ibu rumah tangga ya kelaurga inti. Suami dan anak-anak. Nganter sekolah anak, paling ketemu ibu-ibu yang nganter anaknya dan itupun cuma sekelebatan saja to. Ndak sampai haha hihi, ngerumpi asyik kecuali yang memang sudah menyengajakan ketemuan. Ke pasar ketemunya mbok penjual sayur dan bapak penjual ikan. Tetangga kanan dan kiri kerja kantoran. Otomatis temennya si ibu di rumah ya, anak-anak, itupun kalau masih balita. 


Saat saya masih punya balita, mandi lamaan dikit, 10 menitlah itu sebuah prestasi, Pak. Bener dech, berada di dalam kamar mandi lamaan, itu kebahagiaan tiada taranya. Makan siang dengan tenang dan nyaman saja baru beberapa bulan ini saya jalani. Sebelumnya, rengekan anak minta BAB, minta dibuatin mainan dari kertas ataupun minta ditemenin tidur siang. Rasanya menjadi ibu yang tanpa ART itu seperti kitiran. Tahu kan, Pak kitiran itu seperti yang ada di helikopter. Itu loh, di tumpukan mainan anak, ada alat transportasi berupa helly. 

Jadi, saya tetap membutuhkan me time layaknya ibu-ibu lainnya. Ibu-ibu rumah tangga yang tetap melakukan kegiatannya sendiri. Ada banyak contohnya, misalnya nonton drakor, belanja online, nonton tumpukan film, makan, nyalon, jalan-jalan, berdandan, menulis, mainan gawai. Dari contoh-contoh di atas, saya sudah beberapa kali mencoba. Hanya ada beberapa yang bisa saya lakukan. Menulis dan Berdandan. Belanja online dulu mah hobby banget, kalau sekarang lebih suka berbelanja offline, sekalian bisa jalan-jalan dan cuci mata *hahaaa ini modus istrimu, Pak.

Baca Juga : Belajar dari Ibu

Menulis saya lakukan untuk menyalurkan 20.000 kata yang harus dikeluarkan oleh saya. Daripada saya ngomel ndak jelas dan ngerumpi ke mana-mana. Alhamdulillah, saya memiliki wadah dan ruang untuk menulis, yaitu Blog. Selain blog, saya juga memiliki media sosial yang kalau mau ngepost foto bingungnya setengah laper. Gimana mau ngepost foto, la wong jarang hunting foto. Palingan foto anak-anak yang sedang mainan di rumah, Kalau ndak ya foto hasil masakan yang kadang fotonya ndak kece. 

Make Up untuk Mencintai dan Menghargai Orang Lain


Berdandan. Nah, aktifitas ini mulai saya gemari sejak anak bungsu masuk bangku PAUD. Duh, ceritanya panjang sekali bagaimana memiliki anak bungsu yang sekolah di PAUD. Tapi, positifnya nich, saya mulai suka berdandan. Di mana, sebelum anak bungsu masuk PAUD, saya tuh jarang banget berdandan dan menggunakan skin care. Duh, boro-boro skin care, menggunakan lipstik saja jarang. Ya, paling kalau pas jalan-jalan bareng suami dan anak-anak. Nganter anak sulung ke sekolah saja, mata masih bau kasur. Duh, maafkan saya yang dulu ya, teman. 

Berdandan atau dalam istilah baratnya adalah Make Up adalah kegiatan mengubah penampilan dari betuk asli sebenarnya dengan bantuan bahan dan alat kosmetik. Itu menurut Wikipedia Indonesia dan ditambahkan make up sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah. Meskipun sebenarnya seluruh tubuh bisa dihias (make up). Nah, sayapun baru tahu loh, perbedaan make up dan skin care ya, sekarang-sekarang ini. Gimana cara membuat alis, gimana cara mengaplikasikan lisptik. Ya ampun, dari dulu saya membeli kosmetik hanya jadi pajangan saja, ternyata. 

make up astin astanti
Meski sudah beraktifitas seharian, make up masih nempel sedikit (Maret, 2019)


Banyak berbincang dengan teman-teman blogger dalam sebuah WAG, banyak juga ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan. Termasuk urusan make up. Salah satu yang paling saya ingat adalah, membersihkan diri dan membuat diri kita nyaman dilihat orang adalah bentuk mencintai diri sendiri dan menghargai orang lain. 

Jangan diselo dulu dengan kalimat :berdandan kan untuk suami saja. Maaf ya, Pak suami. Hehehe, mungkin suamiku ngekek, kalau membaca ini. Jadi sebelum saya keluar rumah untuk mengantar anak, saya pasti sodorin muka yang sudah di-make up untuk dinikmati beliau terlebih dahulu. 


Maksudnya begini ya temans, membersihkan diri secara keseluruhan termasuk wajah adalah kewajiban setiap orang, benar to?. Wajah bersih dan terawat adalah dambaan setiap orang, termasuk kaum laki-laki, pastinya begitu. Menjaga kulit wajah (khususnya) tetap bersih, kulit wajah menjadi sehat dan merasakan aura positif dari dalam tubuh. Lalu, apa hubungannya menghormati orang lain? iya kali, pagi-pagi ketemu orang, muka acak-acakan? rambut lusuh layaknya benang bundet, mata masih bau kasur, penampilan kurang rapi, sudah mengantar anak sekolah? sudah membeli nasi uduk? sudah ke minimarket beli bekal anak?

Tips terkahir tadi saya dapatkan dari ibu teman si sulung. Beliau bekerja sebagai MuA salah satu produk kosmetik terkenal. Mama D saya sebut mengatakan, meski belum mandi saya selalu mengoleskan lisptik. Kasihan anak saya, melihat ibunya mengantar sekolah hanya dengan penampilan yang ala kadarnya, Dengan menggunakan lisptik, wajah pasti lebih segar meski belum mandi. Lisptiknya pakai yang berwarna terang cetar membahana, merah contohnya. Daan, saya ikuti tuh sarannya. 

Make Up Membuat Bahagia


Dulu kala, setiap akan pergi jalan-jalan bersama suami dan anak-anak saya paling rempong berdandan. Dandan lama dan paling ndak mau diusik karena konsentrasi make up. Meski sudah konsentrasi, hasil make up saya ndak maksimal. Jangankan maksimal, ini minimalis banget. Parahnya lagi bisa dikata acak-acakan. Duh sedih mengingat kondisiku dulu.

Sekarang, Alhamdulillah. Aktifitas berdandan paling lama 30 menitan sudah termasuk menggunakan hijab. Memang benar ya, apabila saya mencintai kegiatan yang dilakukan dan belajar terus menerus, pasti akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Sejak itulah make up menjadi hal yang paling saya senangi dan menjadi me time. Apalagi, anak-anak sudah beranjak besar, tidak ada yang bakal mengganggu urusan ibu rumah tangga sedang make up. Kecuali si bungsu nih, yang suka memindahkan make up milik saya ke tempat mainan dia. Alasannya karena dia ndak punya make up sebanyak saya. 

Bisa dibilang saya make up setiap hari. Mulai dari pagi hari mengantar dan menemani si bungsu sekolah. Malam harinya, ada ritual pembersihan wajah sebelum tidur malam. Hal ini menjadi satu rangkaian kegiatan yang menurut saya tidak boleh ditinggalkan. Kalau ditinggalkan ndak membersihkan wajah sebelum tidur, besoknya pasti malas lagi. 

Padahal sebagai seorang ibu rumah tangga, yang setiap harinya berkutat di depan kompor dengan asap masakan dan minyak yang pasti pekat, wajah butuh dibersihkan. Belum lagi saat mengantar anak sekolah, bertemu dengan asap kendaraan bermotor karena masih nganter pakai motor. Yakin, masih mau menyodorkan wajah ke muka anak-anak? kasihan kan, masa anaknya bilang "Ummi cuci muka pakai minyak ya? kok wajahnya berjerawat?"

Baca Juga : Wardah White Secret

Iya, saya pernah menjawab pertanyaan anak bungsu yang bertanya kenapa wajah saya bisa berjerawat. Padahal jerawatnya cuma satu, itu karena sedang PMS. Saya jawab, karena wajah kelebihan minyak, jadi muncul dech jerawat. Jadi setiap kali muncul jerawat di wajah saya, anak bungsuku pasti berkata demikian. 

Jadi? sudahkah malam ini membersihkan wajahmu, hai para ibu-ibu? kalau dulu saya jawabnya, ndak sempat karena ngantuk. Sekarang saya mengharuskan diri sendiri untuk membersihkan wajah. Supaya besok pagi, wajah bersih dan dimulai lagi menggunakan make up.

Me Time Make Up


Me time ssaya dimulai pagi hari saat akan mengantar anak bungsu ke sekolah. Saya masuk ke dalam kamar dan mulai duduk dengan tenang di depan cermin lemari pakaian.  Saya membuka pouch make up pagi hari. Iyap, saya memisahkan antara make up pagi dan malam hari. 

Make up pagi hari saya simpan di dalam sebuah pouch besar. Sedangkan make up malam hari saya simpan di laci lemari. Saat memisahkan kedua make up tersebut dengan alasan, make up pagi ini sering dibawa bepergian. Jadi, saya memisahkan di pouch yang bisa dibawa ke mana-mana. Saat akan pergi tinggal ambil pouch. 

Awal mula make up pagi mulai dari hydrating gel, sun screen, day cream, premier, bedak tabur, bedak padat, blush on (kadang), alis sampai mengaplikasikan lipstik. Hydrating gel saya gunakan karena wajah saya cenderung sangat kering. Jadi, membutuhkan gel yang menyerap dengan lembut dan melembabkan kulit wajah. 

Sun screen adalah salah satu skin care (perawatan kulit wajah) yang tidak boleh ditinggalkan. Posisinya sekarang sama dengan lipstik, hahahaa. Tanpa sunscreen dan tanpa lipstik, acara bakal gagal, hehehee. Sun screeen digunakan sebagai pelindung kulit wajah dari sinar UV. Teman baik saya mengatakan, meski setelah mandi sore, tetap gunakan sun screen ya, astin. 

Day cream ini yang sering saya skip dan kadang malah saya gunakan tunggal. Saat akan pergi mengantar anak sekolah, saya jarang pakai day cream. Cukup sun screeen saja. Tapi kalau saya hanya berada di rumah, malah menggunakan day cream saja, tanpa sun screen, karena day cream saya sudah dapat melindungi wajah dari sinar UV.

Premier jarang sekali saya gunakan. Hanya saat akan menghadiri acara formal saja saya mengunakan premier tersebut. Perbedaan make up mengunakan premier dengan tidak memang terlihat sekali. Tapi karena saya jarang menghadiri acara formal, jadi jarang sekali saya pakai. 

Skin care andalan


Malam harinya, saya akan membersihkan wajah setelah seharian wajah dihadapkan dengan  rupa rupa dunia. Make up malam lebih banyak menggunakan skin care dan wajah menjadi lebih bersih, lembut, lembab dan bersinar setelah dirawat. Pertama saya menggunakan milk cleanser untuk mengangkat kotoran, baik make up maupun polusi. 

Setelah itu saya membasuh wajah menggunakan air bersih sekalian gosok gigi. Setelah wajah dibersihkan menggunakan tissue kering atau handuk bersih, saya memberikan toner, serum dan night cream. Untuk perawatan mingguan, sebelum saya menggunakan serum, saya menggunakan exfoliating lotion. 

Alhamdulillah akhirnya selesai juga nich ngobrolin me time yang mengasyikan untuk ibu rumah tangga. Sekarang waktunya buat ibu rumah tangga beristirahat yak, besok pagi sudah banyak aktifitas yang mengantri untuk dikerjakan. Semangat.

25 comments:

  1. betul banget, makeup me timenya IRT..sejak kenal makeup saya jafi ngerti kenapa orang ingin menyembunyikan wajah sedih/tua nya dg makeup..karena kadang2 itu membuat bahagia kalau terlihat lebih segar dg makeup hehe

    ReplyDelete
  2. aduh aduh maluw... aku ga telaten soal make up n perawatan wajah. kudu bertobat neh :D

    ReplyDelete
  3. Aku baru baru ini deh pengen pakai skincare mbak. Berasa butuh banget, sebelumnya juga sekedar pakai bedak, lipstick yg minimalis banget buat keluar rumah. 😂

    ReplyDelete
  4. Aku sampai saat ini juga masih bisa dibilang bandel nih Mbak. Jarang oles sunscreen, mana sunscreenku udah habis lagi. Padahal itu penting banget ya

    ReplyDelete
  5. Aku lihat Mbakku kalau dandan itu terlihat hepi. Yang simpel sih, tapi auranya emang beda. Aku ini orangnya dandan kalau mau pergi2 aja, hahaha

    ReplyDelete
  6. Rangkaian me timenya panjang juga ya Astin. Merawat wajah memang penting ya untuk menjaga kesehatan kulit. Kalau kulit terasa kencang dan kenyal, bebas jerawat, tentu kitanya juga jadi hepi banget yaaa....

    ReplyDelete
  7. Boleh ditiru nih cara me time dengan merawat diri dan make up. Saya hampir tidak punya make up. Sepertinya asyik juga klo me time membahagiakan diri dengan berdandan.

    ReplyDelete
  8. Saya seneng beli makeup tapi ga pernah pakai, haha jarang deng kecuali kalau lagi ingin, kalau skincare saya setiap hari pakai ga pernah kelewat

    ReplyDelete
  9. Sepakat!
    Itulah kenapa me time itu penting menurut para ahli, membuat "fresh!"
    Sejenak menjauh dari ring rutinitas.

    Bahkan beberapa ahli, berani mengatakan, "Me time adalah kebutuhan bukan kesenangan!"

    ... dan me time setiap orang itu pun berbeda-beda

    Bisa jadi perawatan diri, olah raga, menonton, membaca buku, melebihkan aktu tidur dan lain-lain

    ReplyDelete
  10. Wih... Perawatan muka juga perawatan skincare maupun make up emang penting banget.. Apapun pekerjaan kita termasuk kita ibu rumah tangga.. Hehehe

    ReplyDelete
  11. Aku juga yang termasuk jarang dandan.
    Hanya suka sama aktivitas kaya maskeran.
    Pas anter anak, malah sambil nyetir (pas lampu merah) disambi olesoles krim pagi.
    hhahah....tantangan seorang Ibu yang masih ingin kulitnya terawat.

    ReplyDelete
  12. Iya kadang me time dengan makeuoan juga membuat hati puas dan bahagia. Cuma kadang kalau dibawa keluar rumah tetangga udah heboh duluan haha.

    ReplyDelete
  13. Mba aku setuju.. makeup iru menghargai diri sendiri dan orang lain juga..

    Dan emang me time banget.. suka seneng aja abis makeupan

    ReplyDelete
  14. Nahh setuju nih klo make up bisa jadi kebahagian tersendiri tuk makemak. Paling suka klo pas beli alat atau produk make up baru. Langsung deh ngelukis muka meski gak kemana-mana. Hhaha

    ReplyDelete
  15. I love make up as well. All this beauty products will give you a fun and enjoyable time exploring whenever you like to try.

    ReplyDelete
  16. Lengkap amat itu produk Wardahnya, kita uh emang perlu banget me time ya mbak. Biasanya me time ini bisa macam-macam ya, kalau aku me timenya pergi ngopi sendirian atau massage.

    ReplyDelete
  17. Kadang saya kalo pikiran lagi gak nyaman juga pengen make up.

    ReplyDelete
  18. Kalau saya me time ku hunting foto Mbak
    Kalau make up aku masih belajaran terus

    ReplyDelete
  19. Make up mbak komplit loh wardahnya. Tahu gak saya cuma punya bedak sama lip balm ajah. Keluar rumah yaa begitu itu, biasa banget. Haha. Suami malah gak suka saya dandan. Alhamdulillah gak bikin saya stress buat mikir make up gimana yg cetar. Hahaha

    Salam manis,
    Artha

    ReplyDelete
  20. Aku malah mood-moodan pake skincare dan make up. Padahal suami nyuruh lho wkwk. Sampe banyak yang kedaluwarsa nih. Menurut suami, me time dia tuh saat bersama istri dan anak-anak hehehe.. Beda persepsi yaa.

    ReplyDelete
  21. Saya termasuk tim yang malas pakai make up dan skincare. Me time paling gampang bikin bahagia adalah bisa baca buku favorit dengan tenang di malam hari sebelum tidur. Apalagi kalau ditemani secangkir cokelat hangat, sluurp.

    ReplyDelete
  22. Setuju mb...merawat diri itu bagian dari rasa syukur saja.. Salut saya sama yang pinter dandan. Saya cuma bisa pakai lipstik dan bedak doang..hihi

    ReplyDelete
  23. Bagaimana ga bahagia dengan make up mbak, membuat kita lebih cantik, lebih confident dan makin di sayang ama Pak Su

    ReplyDelete
  24. Mbaaaa.. itu Wardahnya jualan kah? wkwkwkwkwk
    Banyak amatttt.
    Saya jadi kepo dan teracuni Erha gara2 review temen2 nih
    Kalau wardah kayaknya cuman pengen beli lip creamnya :D

    ReplyDelete
  25. aku baru mulai makeup itu setelah bbrp bulan kerja di bank yg skr ini mba. awal2 kerja, akupun cm pakai pelembab, bedak dan lipbalm. padahl aku kerja di bank asing. tapi kemudian aku ditegur ama kepala cabangnya krn ga dandan. sejak itu sih, aku jd belajar dan jd terbiasa. walopun utk bbrp hal kayak bikin alis, ttp ga bisa hahahaha.. tp untungnya alisku udh tebal.

    buatku dandan juga jd kepuasan pribadi sih. skr ini akh ga bakal PD kalo kluar dengan bare face doang hahahah. krn udh biasa dandan kali yaaa

    ReplyDelete

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih