24 May 2019

Indonesia Islamic Economic Festival Memperkenalkan 5 Klaster Rantai Halal Indonesia


Indonesia Islamic Economy Festival-IIIEfest telah diadakan di Trans Grand Ballroom, Bandung pada tanggal 26 April 2019. Acara ini diadakan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebelum meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarakat, sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran untuk menjalankan gaya hidup halal.



Populasi muslim global berkembang dengan adanya penguasaan teknologi modern. Jumlahnya meningkat hampir dari 73 persen dari 1,6 miliar pada tahun 2010. Angka ini akan meningkat menjadi 2,8 miliar pada tahun 2050. Sepertiga umat islam ini berusia 15 tahun. Hampir dua pertiganya berusia kurang dari 30 tahun. Usia inilah yang dikenal dengan dengan istilah Generasi Y. Generasi milineal adalah generasi yang lahir antara tahun 1980- 2000.


Sebagai ibu milineal yang saat ini sedang mendampingi pertumbuhan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa, saatnya harus mendukung pengembangan perekonomian syariah Indonesia. Salah satu contohnya berbelanja di e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace. Dua Unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia adalah dua marketplace yang telah berkomitmen mengakomodasi kebutuhan umat muslim di Indonesia. 

KNKS juga mengumumkan dimulainya kerjasama antara Bank Syariah milik BUMN (BSM, BNI Syariah, BRI Syariah serta BTN -UU Syariah) dengan fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. Masyarakat Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, seiring perkembangan teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat membutuhkan sistem pembayaran digital syariah yang mampu melayani kebutuhan tersebut. 

Komite Nasional Keuangan Syariah


Sebagai jawaban untuk tantangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, pemerintah  melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Komite ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI, dengan 10 Dewan Pengarah yang terdiri atas Kementrian PPN/Bappenas, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian Keuangan, Kementrian Badan Usaha Milik Negara, Kementrian Agama, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan  dan Majelis Ulama Indonesia. 



KKNS bertugas mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional. KNKS berfungsi sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk skala nasional maupun internasional. KNKS juga berperan untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah dan industri terkait ekonomi dan keuangan syariah guna menciptakan sisten ekonomi syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Klaster Rantai Halal di Perekonomian Syariah Indonesia


1| Makanan dan Minuman Halal

Seperti kita ketahui bersama, ada banyak sekali peluang untuk memproduksi makanan dan minuman untuk dijual kepada konsumen. Sebagai ibu yang memiliki anak-anak, makanan dan minuman yang ada di pasaran, tentu membuat saya harus mempertimbangkan mana yang sebaiknya dipilih untuk dikonsumsi oleh saya dan keluarga.

Makanan dan minuman halal mencakup daging, unggas, manisan, makanan kaleng, makanan beku, susu, roti, makanan organic, produk herbal serta minuman. Ada banyak sekali pilihan untuk membeli dan mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut. Semua menawarkan pengemasan yang menarik dan variasi yang banyak. 



Menurut laporan LPPOM MUI , Indonesia adalah negara pengimpor pangan halal terbesar ke-4 di dunia. Indonesia belum menjadi pemain utama dalam industri makanan halal secara keseluruhan. Sertifikasi halal oleh MUI akan bersifat wajib dan perannya sangat penting karena didefinisikan sebagai pemeriksaan proses produk tertentu dan memenuhi persyaratan higienis, sanitasi, dan keselamatan. 

2| Pariwisata Halal

Laporan dari World Travel and Tourist Council (WTTC, 2018) menyebutkan sektir pariwisata memberikan sumbangsih positif terhadap perekonomian global. Salah satu pasar potensial yang diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu kunjungan wisatawan muslim. 

Ada tujuh faktor yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata halal global, yaitu:
  1. Pertumbuhan polulasi muslim
  2. Pertumbuhan pendapatan kelas menengah
  3. Pertumbuhan populasi generasi muslim milenial
  4. Meningkatnya akses terhadap informasi travel
  5. Meningkatnya jasa travel yang muslim friendly
  6. Menjamurnya travel Ramadhan
  7. Menjamurnya usaha travel
Industri pariwisata halal tidak dapat dipisahkan dari industri pendukungnya atau dalam hal ini dimasukan menjadi rangkaian entry point. Beberapa entry point tersebut membentuk rantai nilai pariwisata halal yang terdiri dari destinasi pariwisata, alat transportasi, hotel dan akomodasi, restoran dan kafe, serta travel and tour.

3| Fesyen Muslim
4| Media dan Rekreasi Halal
5| Farmasi dan Kosmetik Halal


Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia


Masterplan ekonomi syariah (MAKSI) pertama kali diluncurkan oleh Kementrian PPN/Bappenas pada World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta pada tahun 2016. Pada rapat pleno KNKS pada tanggal 5 Februari 2018, Presiden RI mengarahkan kepentingan KNKS untuk menyusun Masterplan  Ekonomi Syariah yang fokus pada pengembangan sektor riil ekonomi syariah  atau yang dikenal dengan industri halal. 



Menurut data dari Global Islamic Economy Report 2018-2019 : Indonesia termasuk 10 besar konsumen pada setiap sub sektor dalam industri halal. Peringkat pertama pada kategori top muslim food expenditure. Peringkat kelima pada kategori top muslim travel expenditure. Peringkat ketiga pada kategori top muslim apparel expenditure. Peringkat kelima pada kategori top muslim media expenditure dan terakhir adalah peringkat keenam pada kategori top muslim pharmaceuticals expenditure. 



Maksi merekomendasikan empat strategi utama untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Empat strategi tersebut adalah; Penguatan rantai nilai halal, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah dan pemanfaatan dan penguatan platform  ekonomi digital.

Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia tahun 2019-2014 dilaksanakan di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto 1-5, Gedung Saleh Afif, Kementrian PPN/Bappenas pada tanggal 14 Mei 2019 lalu. 

Menteri Bambang Brodjonegoro selaku sekertaris KNKS menjelaskan, "Dengan resmi diluncurkannya MEKSI 2019-2014 oleh Presiden Joko Widodo di Kementria PPNS/ Bappenas hari ini, maka kita akan menjawab tantangan sekaligus menyusun peta jalan pengembangan ekomomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lain sebagai suau integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah agar pertumbuhan di sektor riil, yang secara fundamental menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam. Untuk itu, saya berharap MEKSI 2019-2024 dapat dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia yang kemudaian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah.

Halal Lifestyle di Era Milineal 


Kesimpulan dari tulisan di atas adalah menerima dengan bangga adanya Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk oleh Presiden yang salah satu fungsinya untuk mendukung perekonomian syariah di Indonesia.

Rangkaian acara Indonesia Islamic Economic Festival yang meliputi talkshow Industri digital halal, Talkshow pariwisata halal, Talkshow Islamic Edutainment, Talkshow Muslim Modest Fashion, dan Expo Industri Halal menjadi gambaran bahwa halal lifestyle di era milineal ini sudah sangat mengingkat jumlahnya. 

Berharap kedepannya saya dengan mudah mendapatkan kesempatan untuk melakukan travel halal bersama agent travel yang muslim friendly. Selain itu, dapat dengan mudah mengindentifikasi makanan dan minuman halal yang dijual di mana-mana dengan sertifikasi halal MUI. 

Yuk mulai sekarang pilihlah produk-produk halal dari para pengusaha muslim Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian syariah di Indonesia dan mendorong pengusaha-pengusaha milineal muslim untuk menciptakan karya-karyanya. Saya yakin kok ada banyak sekali pengusaha milineal muslim yang memiliki inovasi dan kreasi dalam menyumbangkan produk-produk halalnya. 

Informasi dan bagaimana KNKS berperan di masyarakat Indonesia silahkan kunjungi akun media sosialnya di:
  1. Instagram : @KNKS.ID
  2. Twitter : @KNKS_ID
  3. Facebook : Komite Nasional Keuangan Syariah
  4. Youtube ; Komite Nasional Keuangan Syariah
  5. Website : http;//knks.go.id

No comments:

Post a Comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih