26 May 2019

Supaya Anak Kecil Pintar Berpuasa Penuh di Bulan Ramadhan


Senang sekali melihat anak-anak kecil berpuasa penuh sepanjang hari di bulan Ramadhan. Saya salut kepada kedua orang tuanya yang mengenalkan dan mengajarkan anak-anaknya makna dan ibadah puasa di bulan Ramadhan sejak kecil. Bahkan mungkin ada yang mengajarkan sejak dini, di usia balitanya. Sore kemarin, saya bertemu dengan guru Fira. Ibu gurunya Fira menceritakan bahwa anak bungsunya berpuasa sejak TK kecil dan lebih pintar berpuasa dibandingkan kakaknya.

Faiz kecil yang masih belajar mengenal apa itu puasa


Tiga tahun lalu saya pernah merasakan kegalauan saat bulan Ramadhan. Hal itu karena melihat anak-anak kecil sudah pintar berpuasa penuh. Mereka menahan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Siang hari mereka aktif bermain di luar rumah. Sore harinya mereka berpetualang mencari takjil di depan komplek perumahan bersama teman-temannya. Saat melihat Faiz yang tiga tahun lalu masih sulit dibangunkan untuk makan sahur. Sayapun bertanya kepada beberapa ibu yang anak kecilnya pintar berpuasa.



Tiga tahun lalu, inilah ibu-ibu yang menjawab pertanyaan atas kegalauan memiliki anak kecil tapi belum dapat berpuasa penuh. Menikmati makan sahur yang masih ogah-ogahan, meski sekarang juga masih, tapi Alhamdulillah Faiz sudah berpuasa seharian penuh sepanjang bulan Ramadhan ini. 
  1. Ibu A : Alhamdulillah Riki bangun sahur, puasa sampai dzuhur dan kemudian dilanjutkan berpuasa lagi sampai terbenam matahari.
  2. Ibu B :  Wah telat kalau Faiz belum diajarkan berpuasa sejak kecil. Kasihan loh nantinya. Anak saya sudah saya ajarkan sejak bayi, bangun saat kita semua makan sahur. 
  3. Ibu C : Puasa itu kewajiban bagi anak yang sudah mampu. Jangan terlalu dipaksakan kalau anaknya belum mampu. Toh nanti dia juga akan menyadari bahwa puasa itu wajib. Bangun sahur itu kebutuhan dia untuk berpuasa.
  4. Ibu D : Belajar bangun sahur dulu, belajar berpuasa dulu sampai jam berapa. Hari berikutnya ditambah lagi waktu berbukanya, pasti nanti sampai dech ke jam berbuka puasa.

Hari ini, Alhamdulillah anak kecil yang dulu membuat saya galau sudah pintar berpuasa. Tidak ada rengekan, tidak ada keluhan dan menjalani puasa Ramadhan dengan tabah dan ikhalas. Tidak ada tips yang paling benar dan tidak ada cara yang paling tepat. Semua memang ada waktunya, anak kecil pintar berpuasa memang sudah waktunya dia pintar berpuasa penuh sepanjang hari. Tetapi upaya, doa dan pengasuhan dari orang tua tetap memegang peranan penting supaya anak kecil pintar berpuasa.


Di bawah ini saya ingin catatkan perjalanan Faiz belajar puasa sampai pintar berpuasa.
  1. Tetap membangunkan sahur, meski masih harus bersabar saat memberi makan dan minum, mata si anak tetap merem. Beberapa kali hal ini saya dan suami lakukan. Cerita lucunya, si anak ndak inget tadi sahur pakai apa,😇.
  2. Awal puasa, jangan berikan aktfitas yang terlalu menguras energi. Sediakan waktu bersama anak kecil yang sedang berpuasa dan berikan semangat serta alihkan dengan kesibukan lain, misalnya menonton televisi, 😌. Meski pekerjaan rumah terpending bahkan sampai tidak tertangani, demi memberikan support dan menemani si anak kecil yang sedang berpuasa. 
  3. Rengekan dan keluhan wajar untuk anak-anak kecil yang sedang belajar berpuasa. Orang dewasa saja ada kan yang kalau tidak sahur, pasti ada saja alasan untuk berbuka puasa lebih awal, 😢. Di sinilah saya masuk untuk memberikan makna puasa dan mengapa puasa diperintahkan oleh Allah.
  4. Setelah anak kecilku mengetahui makna dan perintah Allah tentang berpuasa ini, lama-lama sangat mudah mereka menjalani puasa sehari penuh di bulan Ramadhan. Terharunya lagi, saat saya sedang pergi belanja, Faiz membuatkan makanan untuk adiknya, menyuapi dan indahnya nikmat yang Allah berikan itu.
  5. Berikan contoh dan contoh. Ada banyak sekali contoh yang harus diberikan untuk anak kecil yang sedang belajar berpuasa. Salah satunya adalah diri saya sendiri. Faiz melihat aktifitas saya di rumah mulai dari pagi sampai sore. Membersihkan rumah, menemani adiknya sekolah, mengerjakan apa yang kurang beres di rumah, memasak sampai menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Faiz bertanya, apakah saya tidak lapar? apakah saya tidak haus? apakah saya tidak lemas? jawabannya tentu saya lapar, haus dan lemas, wajarkan? tapi intinya sekali lagi, berpuasalah dengan ikhlas untuk mengharapkan ridhlo dan pahala dari Allah. Wajar orang berpuasa lemas, haus dan lapar. Barang siapa yang dapat menahan, ada dua kebahagiaan menanti. Saat berbuka puasa dan saat menghadap Ilahi. Alhamdulillah Faiz mengerti dan saat temannya meminum air pada siang hari, Faiz tidak ikutan dan berkata, sayang sekali kalau harus batal hanya karena haus. Masya Allah. Anak kecil saya sudah pintar berpuasa. Alhamdulillah.

Kesimpulannya, tentu sangat bangga memiliki anak kecil yang masih imut, lucu dan menggemaskan pintar berpuasa penuh sepanjang hari di bulan Ramadhan. Di balik itu semua, ada orang tua yang dengan sabar, tulus, ikhlas mengajarkan, mencontohkan dan memberikan semangat untuk anak-anak kecil supaya pintar berpuasa. Bagi saya, ada saatnya anak dapat pintar berpuasa. Orang tua tetap memberikan arahan, dukungan, pelajarannya, memberikan contoh berpuasa terlebih dulu kepada anak-anaknya. Insya Allah, anak-anak kita semuanya baik dan dapat memberikan ladang pahala untuk kita semua, aamin. 

No comments:

Post a Comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih