2 Jun 2019

Menyiapkan Makan Sahur Menjadi Moment Terbaik Ramadhan Tahun Ini


Rasanya baru kemarin saya dan suami sibuk mempersiapkan datangnya bulan suci dan penuh berkah ini. Tidak terasa, Ramadhan akan pergi menjauh lagi. Meninggalkan umat muslim yang masih ingin selalu bermesra dengan tantangan terkantuk saat menyiapkan makan sahur. Menyiapkan makan sahur menjadi moment terbaik ramadhan tahun ini untukku.



Belajar dari Ramadan tahun lalu yang menjadi moment terburuk menurut saya dalam menyiapkan makan sahur. Ramadhan tahun ini saya tidak ingin merasakan kegagalan menyiapkan makan sahur seperti tahun lalu. Saya menganalisa mengapa hampir setiap beberapa hari sekali, kami terbangun setelah adzan subuh bahkan menjelang pukul enam pagi.


Menjelang Ramadhan datang, saya menganalisa kejadian terlambat bangun sahur pada tahun lalu. Tidak mendengar alarm yang telah dipasang. Tidak pula mendengar himbauan petugas masjid yang selalu ada pada setiap jamnya menjelang adzan subuh. Rasanya ramadhan tahun lalu gagal mendampingi anak sulung yang sedang belajar berpuasa seharian penuh. 

Hasil dari analisa tersebut bersumber pada televisi di kamar yang tetap on sepanjang malam hingga pagi. Suara televisi dapat mengkacaukan otak yang seharusnya istirahat menjadi tetap terjaga. Sehingga pada saat otak seharusnya membangunkan badan untuk bangun sahur saat alarm atau himbauan bangun sahur, tidak bekerja maksimal.

Hasil analisa tersebut bukan tidak berdasar. Berkali-kali saya mencari tahu, mengapa saya bangun kesiangan dan ada kalanya saya bangun dini hari. Jawabannya ada pada televisi yang tetap menyala dan suaranya lumayan terdengar kencang. Duh, saya tuh sejak dulu paling tidak setuju dengan adanya televisi di dalam kamar. Tapi ya nasi sudah menjadi bubur. Anak-anak sudah terbiasa tidur dengan mendengarkan video kartun yang ditonton di Youtube.

Segera saya sampaikan hasil analisa tersebut kepada suami dan anak-anak. Alhamdulillah anak-anak mengerti dan dapat menerima hasil analisa yang saya peroleh. Solusipun dibuat sendiri oleh anak sulungku. Televisi tetap menyala sebelum tidur, tetapi disetting mati setelah satu jam. Benar saja, saat saya terbangun seketika alarm membangunkanku, televisi dalam keadaan mati.

Keadaan saat terbangun untuk menyiapkan makan sahurpun menjadi lebih fresh dibandingkan apabila televisi masih menyala. Saya mampu menyiapkan makan sahur dengan memasak makanan yang simple. Contohnya sayur sawi siram tahu goreng atau sop ayam yang ayamnya sudah direbus terlebih dulu saat berbuka puasa.

Alhamdulillah bahagia rasanya dapat terbangun dini hari untuk menyiapkan makan sahur. Suami dan anak sulung dapat menikmati makanan sahur dengan masakan yang fresh from kitchen. Manfaat lain bangun sahur dalam keadaan badan dan otak fresh adalah tidak mengantuk. 

Kegiatan tidur dalam keadaan nyenyak bukan hanya badan beristirahat. Otak manusia yang sedang beristirahat juga penting untuk diperhatikan keadaannya. Otak membutuhkan waktunya untuk beristirahat dan tidak tertekan mendengar suara-suara disekelilingnya saat manusia tertidur.

Ramadhan tahun lalu menjadi kenangan buruk dalam menyiapkan sahur. Tidak terhitung rasanya, berapa kali tidak bangun untuk menyiapkan makan sahur. Padahal alarm sudah dibuat berlapis, mushola ada di sebalah rumah dan para petugas masjid menghimbau berkali-kali untuk bangun sahur. 

Ternyata sumbernya adalah suara televisi yang mengganggu otak  manusia saat  sedang beristirahat malam. Alhamdulillah dapat menyiapkan makan sahur menjadi moment terbaik Ramadhan tahun ini. Di antara banyaknya hal-hal baik yang telah saya dapatkan pada Ramadhan tahun ini. 

No comments:

Post a Comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih