25 Apr 2020

Tips Menggunakan Masker Kain

Pandemi covid 19 rasanya membuat semua warga di belahan dunia menjadi sangat kreatif di balik keterbatasan yang ada. Salah satu upaya pencegahan agar tidak tertular virus corona ini adalah penggunaan masker. Barang yang begitu tidak diperhatikan oleh orang-orang, meskipun berada di daerah berdebu, saatnya si masker menjadi barang pencarian.

Masker dari sapu tangan


Saya masih ingat di awal bulan Desember 2019 di saat ramainya pemberitaan pertama kali covid 19 atau virus corona di negara asalnya. Ramai-ramai teman-teman yang bekerja di perusahaan multi nasional bergerak mengirimkan ribuan bahkan ratusan ribu masker ke negara yang terpapar covid 19. Dalam hati, saya berpikir dengan ringannya mereka mengirimkan masker sebanyak itu. Apa kabar persediaan masker di tanah air?. 


Awal bulan Maret 2020 saya menelepon kakak perempuanku. Intinya memohon pertolongan mencarikan masker kesehatan 3 ply karena di daerah Tangerang sudah kosong. Apa kata kakakku? kemarin sore kakak baru belanja dan persediaan masih banyak. Giliran siang hari saat saya minta tolong, semua sudah kosong. Begitu cepatnya barang seperti masker menghilang dari peredaran. Tidak hanya itu, permintaan pasar yang tinggi juga menyebabkan harga masker menjadi sangat tinggi.

Masker kain menjadi solusi sebagai pengganti masker medis yang disarankan. Saya mulai mebuka toko online melalui smartphone dan berselancar mencari amsker kain dua lapis. Harga yang ditawarkan saat itu masih 4.000 rupiah per masker. Saya membeli setengah lusin, dengan asumsi masker kain dapat dicuci kembali.Alhamdulillah masker yang dipesan datang dan barangnya sesuai dengan ekspektasi.

Melihat semakin tingginya angka penyebaran covid 19 di daerah Tangerang, saya ijin suami untuk berbelanja masker kain kembali. Eng ing eng, masker di tempat saya belanja kemarin sudah habis. Saya mendapatkan masker kain dari toko lain dengan harga dua kalinya. Ewoow, masker kainpun mengikuti permintaan pasar. Alhamdulillah selusin masker datang dan kali ini bahannya tidak lebih bagus dari yang pertama. 

Selain mengedukasi masyarakat untuk menggunakan masker, sebaiknya pemerintah juga mengedukasi para produsen masker untuk memproduksi masker dengan kualitas berstandar dari WHO. Masker yang paling efektif sebagai alat pelindung diri (APD)  adalah masker bedah N-95 untuk menyaring virus dengan diameter sekitar 0,05- 0.3 micron.

Berikut ini saya tuliskan dari anjuran penggunaan masker dari WHO. Beberapa hal yang terkait dengan masker :
  1. Jumlah lapisan kain/ tissue
  2. Kemudahan bernafas bagi yang diberikan penggunaan masker
  3. Sifat kedap air / hidrofobik
  4. bentuk masker
  5. kesesuaian ukuran masker
Alhamdulillah sebagai ikhtiar pencegahan covid 19, di rumah sudah menyediakan masker kain. Intinya masih tetap di rumah saja. Nah, jika butuh keluar untuk membeli kebutuhan ataupun berada di luar rumah dan bertemu dengan orang lain, baru dech digunakan.

Sebelum menggunakan masker kain setelah dibeli, tentunya kita harus mencuci dengan bersih dan menyetrikanya, supaya masker terjamin kebersihannya. Setelah menggunakan masker saya minta kepada anggota keluarga untuk langsung ditempatkan di keranjang dan segera mengganti jika akan menggunakannya lagi.

Masker kain yang digunakan sebaiknya masker yang memiliki tiga lapisan kain. Jika hanya satu kain, sebaiknya ditambahkan lagi menjadi dua lapisan dan di tengahnya dimasukkan tissue hingga 2 atau 3. Suami saya mengajarkan untuk memastikan tissue tersebut efektif atau tidak, yaitu dengan mencoba meniup api. Jika api yang ditiup masih mati, berarti masker tersebut kurang efektif karena masih terlalu besar pori-porinya.

Menggunakan masker juga harus memperhatikan ukurannya ya. Jangan memaksakan menggunakan masker dengan ukuran kecil. Masker yang terlalu kecil tidak akan menutup secara efektif bagian wajah yang seharusnya ditutup, yaitu hidung, mulut dan dagu. Sebaiknya pilihlah masker yang efektif dan sesuai dengan ukuran wajah.

Saya juga mengikuti Gubernur Jawa Barat saat membuat masker dari sapu tangan. Sapu tangan rata-rata terbuat dari bahan katun. Bahan katun juga direkomendasikan sebagai jenis kain yang bagus digunakan sebagai masker. Satu lembar sapu tangan dilipat menjadi empat bagian lalu pada dua sisinya diletaka dua karet rambut/ tali dan masker dari sapu tangan siap digunakan.

Bagaimana? ada cara efektif membuat masker kain yang paling sederhana, kenapa tidak dilakukan? yuk gunakan masker ketika berada di luar rumah atau saat bertemu dengan orang lain. Jangan sepelekan masalah kesehatan ya temans.





No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih