23 Apr 2020

Harap Selalu Waspada Agar Terhindar dari Covid 19


Innalillahi wa innailaihi rojiun

Setiap manusia yang hidup, Allah memberikan ujian dalam bentuk yang berbeda-beda. Jika kita sebagai makhluk Allah sabar dan melewati ujian ini dengan hati ikhlas tanpa mengeluh, Insya Allah balasannya yang terindah dari Allah. Istilahnya kita akan dinaikan tingkat dan derajatnya di mata Allah. Istilah sederhananya, anak SD sebelum masuk SMP pasti melewati ujian akhir sekolah dan ujian masuk sekolah.

astin astanti
Paket pencegahan covid 19 dari kakak perempuanku


Saya memandang pandemi covid 19 ini bisa sebagai ujian dan teguran dari Allah. Oleh karena itu, saya harus menerima dengan ikhlas dan tidak dapat menyalahkan siapa pun. Jika covid 19 sebagai ujian, berarti saya harus sabar, harus paham Allah tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Jika ini teguran dari Allah, itu artinya saya harus segera menulis rentetan dosa-dosa yang belum dimintakan tobat. Segera bertobat dan berlomba dengan waktu yang tidak banyak.

Salah seorang teman menceritakan kepada saya, bahwa dia baru saja dimarahin anaknya. Apa sebabnya? sebabnya teman ini khawatir dan takut akan corona. Anaknya menasihati bahwa takut itu kepada Allah, tidak perlu takut corona terlalu berlebihan. Temanku menceritakan anaknya masih mencari masjid yang menyelenggarakan sholat berjamaah. Saya pun ngelus dada saat teman saya ini akhirnya nurut nasihat anaknya. Dia tetap pergi ke pasar setiap hari, membawa anaknya yang masih balita. Dan menasihati saya supaya tidak berlebihan menanggapi covid 19 ini.

Kita semua tentu sudah paham apa definisi covid 19 dan bagaimana penularannya, bukan?. Pencegahan agar terhindar dari covid 19 juga sudah dijelaskan dan dibagikan dengan berbagai cara. Anak kecil juga paham semua tentang covid 19. Kita diharapkan selalu waspada agar terhindar dari covid 19. Hal itu menjadi salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa upaya yang saya dan keluarga lakukan :

1. Di Rumah Saja


Ajakan paling viral tahun 2020 adalah DRS, Di Rumah Saja menjadi bagian pertolongan aling evektif mencegah penyebaran covid 19. Bagaimana bisa? Covid 19 ini merupakan virus yang bisa menjadi tak nampak pada orang dengan imunitas yang tinggi. Tidak ada gelaja yang ditampakan, tahu-tahu membawa virus.

Di rumah saja bermanfaat bagi orang yang contact dengan pasien karena tidak akan menularkan kepada yang lainnya. Di rumah saja, bermanfaat bagi orang yang sehat untuk mencegah penyebaran. Banyak hal yang dapat kita lakukan hanya dari rumah (Jika pilihannya dapat di rumah saja). Suami saya memutuskan menghentikan usahanya. Alasannya, usahanya ini berhubungan dengan banyak orang dan dengan orang yang tidak dikenal (konsumen).

Sejak ada kebijakan karantina mandiri, suami saya sudah di rumah saja dan mengawal anak buahnya lewat rumah. Ikhtiarnya, berdoa sekencang-kencangnya, masih dapat menggaji anak buahnya sampai Idul Fitri. Setelah itu saya dan suami mengadakan ratas bagaimana kami harus meneruskan hidup. Bagaimanapun ada banyak sektor bisnis yang terdampak. 

2. Berbelanja Online


Yup, sejak ada kebijakan karantina di rumah dan berbagai berita yang masuk baik melalui media sosial maupun dari broadcast teman-teman. Saya dan suami langsung gerak cepat dan tidak sampai berpikir dua kali untuk berbelanja online. Buat kami, lebih murah jika kami tidak keluar rumah, lebih murah kami tidak berhubungan langsung dengan lingkungan di luar seperti pasar, supermarket dan tempat umum lainnya.

Mulai sayuran saya menitip kepada penjual untuk diantarkan langsung ke rumah, Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, kami bebelanja melalui aplikasi online. Dalam ratas saat itu, saya dan suami sepakat untuk mengkonsumsi semua makanan dari dapur sendiri, Alhamdulillah dapur buka terus dan suami rela mencuci tumpukan peralatan masak sampai segunung.

3. Berjemur


Pada awal-awal karantina kami sekeluarga memang tidak keluar sama sekali. Berada di rumah saja, membuat tempat yang sering kami gunakan senyaman mungkin. Mendekatkan diri satu sama lainnya dan berusaha untuk menguatkan diri masing-masing dan menjaga emosi-emosi yang pastilah ada.

Hingga akhirnya kami dapat menata hati, memandang lebih jernih dan menerima keadaan. Meski ada hal-hal yang sering membuat kami bertanya-tanya. Tapi sudahlah, toh semua perhitungan akan diadakan di akhirat kelak. Usaha kita hanya berdoa dan berikhtiar.

Ada salah satu kegiatan yang dilakukan sembari berjemur, yaitu bercocok tanam dengan media tanam. Yup, sampai akhirnya saya dan suami terbiasa dengan rutinitas setiap pagi. Berjemur dan bercocok tanam. berjemur dan ngasuh anak. Berjemur dan saling menguatkan. Berjemur pun kami lakukan dengan pembatasan, jika tetangga depan rumah mulai bersiap berjemur juga, kami masuk, hehehee.

4. Mencuci Setiap Barang Pesanan


Pekerjaan baru sejak covid 19 datang adalah mencuci semua barang-barang pesanan. Setiap belanja sesuatu, suami sigap mencuci dengan air sabun dengan antibakterial. Setiap datang paket, belanja sayuran, belanja makanan dan lain-lain, pasti dicuci terlebih dulu.

Hal ini sebagai bagian untuk mencegah tertular covid 19. Jadi, di depan rumah, disediakan satu wadah yang berisi hand sanitizer gel dan spray. Air sabun dalam wadah spray. Air larutan antibakterial juga untuk menyemprot lantai dan alas kaki. Semua yang kami sediakan bukan karena takur, tapi ikhtiar. Hal inilah yang terkadang membuat teman saya itu geleng-geleng kepala, katanya repot amat.

5. Makan dan Istirahat dengan Teratur


Setiap jam makan siang, suami saya tertawa sendiri saat mengajak makan. Jadi pekerjaan kami sejak covid 19 menyapa adalah makan, tidur, makan, tidur saja. Makan makanan yang seimbang gizinta serta tidur teratur dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Alhamdulillah anak-anak jadi terbiasa makan dengan teratur, hanya saja tidurnya kadang menjadi tidak teratur. Anak-anak merasa tidak ada beban, jadi mereka tertawa, becanda, berlarian dan main sesuka hati mereka di dalam rumah.

6. Cuci Tangan dan Waspada Sebelum Membasuh Wajah dan Memegang Benda


Hal yang paling umum dihimbau salah satunya adalah mencuci tangan. Apalagi untuk teman-teman yang sedang berada di luar rumah, khususnya berada di tempat umum. Mencuci tangan adalah salah satu cara untuk mencegah penularan covid 19.

Mencuci tangan menggunakan sabun jika ada aliran air dinilai lebih efektif dibandingkan menggunakan hand sanitizer. Jadi, ketika sedang berada di dalam rumah, saya menghimbau kepada anak-anak untuk tetap mencuci menggunakan sabun dan air mengalir. Saya melihat di minimarket dekat rumah, juga menggunakan sabun cair dan air mengalir.

7. Menjaga Jarak / Physical Distancing dan Social Distancing


Bagi orang tua mungkin himbauan untuk melakukan jaga jarak ini terlihat sangat sulit. Orang tua lebih ke arah menyayangi. Jika ada anak kecil lewat, mau tidak mau akan dielus ataupun dicium. Saya melihat sendiri mama mertua saya mencium anak kecil temanku yang baru pulang dari pasar.


Saya melihatnya agak khawatir, karena jika hal tersebut tidak dijelaskan bakal keterusan. Itulah pentingnya menjelaskan kepada orang tua mengenai definisi covid 19 lengkap dengan penularan, pencegahan dan akibatnya.

8. Gunakan Masker 


Tetap ya teman semua, kita harus menjaga agar tidak terluar dan tidak menulari dengan menggunakan masker. Saat ini ada banyak sekali jenis masker yang ada di pasaran. Sebaiknya pilih yang sesuai dengan rekomendasi dari WHO ya temans.

Saya dan suami mencoba untuk mengikuti saran dari WHO yaitu jika menggunakan masker dan masih dapat meniup api, tanda masker tersebut tidak layak untuk digunakan. Yuk, coba sekarang masker yang ada di rumah teman semua, diuji apakah dapat meniup api atau tidak.

No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih