26 Apr 2020

Melanjutkan Pola Hidup Bersih dan Hemat Setelah Covid 19 Berakhir

Jika covid 19 berakhir saya tetap akan melanjutkan pola hidup bersih dan hemat. Sebelum badai corona datang, sepanjang perjalanan menggunakan sepeda motor, saya meniadakan masker, kadang penutup kepala pun saya abaikan. Alasan dekat dan debu bisa dihilangkan, rasanya untuk masa setelah covid 19 berakhir, hal itu tidak boleh diabaikan.

Sebelum masa covid 19 saya tidak pernah membuat bolu panggang seenak ini


Pola hidup hemat sebetulnya sudah lama saya terapkan jauh sebelum badai corona melanda negara tercinta Indonesia ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya berkesempatan untuk dapat mengatur keuangan rumah tangga. Saya bisa memasak menu makanan untuk di rumah dan bekal anak. Adanya covid 19, saya tetap di rumah saja dan tetap memasak. Bedanya, tidak ada makanan matang dari luar, jika hari normal bisa satu minggu dua atau tiga kali jajan. Selama masa covid 19 saya berusaha membuat camilan sendiri.


Menjaga pola hidup bersih selama masa covid 19 ini terutama saat berada di luar rumah. Masker kain mungkin tetap akan saya pertahankan kebeadaannya di laci lemari. Penggunaan masker kain sebetulnya bukan hanya sebagai pencegahan tertularnya covid 19. Mencegah debu dari polusi kendaraan dan debu-debu bangunan dan jalanan masuk ke area hidung dan mulut. Menggunakan masker juga menghindari kulit terpapar panas matahari jika berkendara sepeda motor di siang hari.

Membawa hand sanitizer juga akan tetap saya lakukan setelah covid 19 berakhir. Saya rasa semua telah belajar, bagaimana menjaga kebersihan jika berada di luar rumah, khususnya di tempat-tempat umum atau perbelanjaan. Mencuci tangan setelah memegang sesuatu rasanya menjadi kewajiban setelah covid 19 berakhir. Bukan tindakan parno atau lebay atau terlalu, semua pasti akan merasakan kebutuhan mencuci tangan setelah memegang sesuatu, apalagi saat akan makan atau memegang area mulut, hidung dan mata.

Pola hidup hemat saya mulai dari memasak sendiri makanan yang akan disantap, sejak sebelum dimulainya kebijakan berada di rumah saja. Kecuali jika anak-anak minta makanan yang aneh-aneh karena saya tidak dapat membuat. Selama masa covid 19 ini, saya belajar membuat bolu panggang tanpa oven, belajar membuat roti sobek tanpa oven dan membuat brownis kukus kesukaan anak-anak. Lelah tetapi setelah dihitung-hitung, pengeluaran berbelanja sayuran dan bahan-bahan kue, ternyata lebih sedikit dibandingkan pengeluaran jika saya dan keluarga makan dengan membeli dari luar.

Ada banyak keterbatasan yang muncul saat di rumah saja. Hal tersebut tidak boleh juga dilupakan jika covid 19 berakhir. Covid 19 berakhir terwujud karena tingkat kedisiplinan kita semua, untuk tetap menjaga jarak, jika di rumah saja ada yang tidak bisa memilih. Menjaga jarak atau keluar rumah untuk hal-hal yang dibutuhkan saja, sepertinya akan cepat meredakan permasalahan covid 19 ini. Ayo kita sama-sama menciptakan dan mewujudkan covid 19 cepat berakhir. Rasanya sudah cukup pelajaran-pelajaran yang telah didapatkan selama masa pandemi covid 19 ini.

Mari tetap di rumah saja, jika pilihannya berada di luar rumah untuk bekerja, ayo jaga jarak. Tetap waspada untuk selalu menggunakan masker dan mencuci tangan serta selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih