30 Apr 2020

Mengembangkan Keterampilan Memasak Selama di Rumah Saja


Adanya covid 19 mengubah segala hal termasuk aktifitas di dapur. Pada hari-hari normal sebelum covid 19 mewabah di negara Indonesia, boleh dikatakan hampir setiap hari saya memask dan makan dari dapur sendiri, kecuali untuk beberapa hal. Hari Sabtu atau Minggu dan jika kondisi badan saya kurang fit menjadi pengecualian membeli makanan dari luar rumah. Saya dapat menghemat tenaga tidak terlalu sering memasak di dapur.



Covid 19 memaksa kita semua, termasuk saya dan keluarga. Sejak awal kebijakan pemerintah menghimbau semua masyarakat yang memungkinkan untuk di rumah saja, saya memasak terus di dapur. Makan pagi, siang, sore bahkan camilan pun akhirnya membuat sendiri dari dapur. Kesepatakan dengan suami dan konsekuensinya juga dibicarakan. Saya juga berpikir, memang lebih baik memasak di dapur sendiri untuk lebih mengirit juga.



Awal-awal masakan dari dapur hanya menyajikan makanan harian yang dikonsumsi seperti hari biasa. Saya lebih memilih menu sederhana dibandingkan menu yang ribet. Pertama karena tenaga harus dihemat, kedua lebih memilih untuk tidak perlu makan berlebihan. Ketiga mengehmat dana yang ada. Alhamdulillahnya, anak-anak dan suami bukan yang selalu ingin makan ini dan harus ada. Makanan favorit kami adalah tahu. Mau dibuat apa saja dan diolah sedemikian rupa, dia tetap tahu. 

Seiring waktu sering berada di dapur dan melihat anak-anak makannya lahap, saya mencari beberapa alternatif makanan. Saya harus mengembangkan keterampilan memasak di dapur. Bukan hanya menyajikan menu makanan harian yang sudah biasa suami dan anak-anak nikmati. Ini adalah sebuah tantangan untuk saya. Tantangannya saya harus mencari ide memasak yang tidak biasa tetapi pernah dimakan oleh kami semua. Keterampilan memasak di dapur dipertaruhkan nih, makanan harus yang disuka oleh semua dan yang dikangenin selama di rumah saja.


Mie Ayam. Yup, saya akhirnya menemukan menu mie ayam untuk diuji di dapur astata. Dapur astata adalah dapur milik saya pribadi yang sudah dibuatkan akun Instagramnya. Akun Instagram ini khusus menampilkan masakan dan camilan yang dimasak sendiri dari dapur astata. Alhamdulillah sebuah kabar yang sangat membahagiakan juga, akun Dapur Astata ini terlupa passwordnya setahun lalu. Saat pandemi covid 19 saya berdoa dan mencoba mengotak atik, email mana yang digunakan untuk membuat akun Dapur Astata. Alhamdulillah akhirnya Dapur Astata dapat beroperasi dan digunakan lagi.



Kembali ke potensi mengembangkan keterampilan memasak di dapur. Mie ayam ini adalah makanan yang paling disukai oleh semua orang kan, termasuk suami dan anak-anak. Mie ayam belum pernah menjadi menu yang dibuat di Dapur Astata. Jadi, saya perlu mengasah keterampilan ilmu kira-kira dalam memasak Mie Ayam Astata, heheheee. Intinya saya mencoba menghadirkan beberapa kebutuhan yang sebaiknya ada untuk membuat Mie Ayam. Salah satunya adalah ayam kuah dan kuahnya yang benar-benar spesial. Karena puncak orang makan mie ayam itu ya kuah ayamnya itu kan. 

Saya menyiapkan ayam yang dimasak menggunakan bumbu ungkep ayam dengan ditambakan gula merah atau gula jawa. Mie yang digunakan cukup mie yang ada di rumah. Saya menggunakan mie urai yang berwarna merah. Kaldu bening mie ayam saya buat dari tulang ayam yang direbus menggunakan geprekan bawang putih dan diberi sedikit garam (ilmu kira-kira setelah icip kuah ayamnya. Jika terlalu asin, sebaiknya garam pada kaldu sedikit saja, sebaliknya jika kurang asin atau asinnya biasa, lebih baik tambahkan garam lebih banyak). Sebagai pelengkap irisan daun bawang dan bawang goreng.

Ayam kuah sebagai pesona utama mie ayam


Alhamdulillah setelah Mie Ayam jadi, semuanya suka dan saya juga heran sendiri, ternyata saya mampu menyajikan Mie Ayam yang tidak kalah lezat dari Mie Ayam pojokan pasar atau Mie Ayam yang ada di ruko-ruko yang belinya pakai ngantri. ternyata keterampilan memasak itu bisa dikembangkan dalam keterbatasan dikarenakan wabah covid 19 ini. Jadi, mau bikin mie ayam lagi? tentu saja, mungkin tidak akan jajan mie ayam lagi setelah covid 19 ini berakhir. Selain lebih sehat dan tahu bahan-bahan yang digunakan, ternyata lebih hemat loh.


No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih