11 May 2020

OOTD Baju Baru Vs Baju Lama untuk Idul Fitri



Tiga bulan sudah pandemi covid 19 mengusik ketenangan dan mengeluarkan kami dari zona kenyamanan. Zona kenyamanan yang begitu tenang dan terasa sangat mudah untuk melakukan apapun, termasuk membeli baju baru setiap bulan. Hari ini saya ditantang dengan pertanyaan Baju Baru Vs Baju Lama. Bukan pertanyaan pertama, tapi pertanyaan ke sekian, pun dengan pertanyaan dari diri sendiri. Baju Baru Vs Baju Lama? Membeli baju baru atau menggunakan baju lama.

Ruang Tamu Ibu Saat Lebaran Tahun Lalu. Tahun ini Ibu mengabarkan tak ada keramaian :(


Masih ada penyebaran virus covid 19 yang mengubah semua sektor usaha, termasuk usaha yang ditekuni oleh suami. Masih terngiang ratas atau rapat terbatas yang panjang membahas keuangan keluarga untuk masa beberapa bulan ke depan. Masih bisa dilihat ada beberapa sektor usaha yang terpuruk juga, yang jika boleh disyukuri keadaannya, kami masih bisa bertahan hidup. Meskipun ada beberapa pengeluaran harus dikurangi untuk disubstitusi dengan pengeluaran pokok, seperti makan, sekolah yang tetap ditagih, pengeluaran listrik, air, internet dan kewajiban di lingkungan.

Baju Baru Vs Baju Lama, jujur bukan pertanyaan yang penting untuk ditanyakan saat ini. Buatku masih dapat hidup normal tanpa ada kepeningan yang membuat tidak bisa tidur saja, sudah bersyukur sekali. Baju Baru Vs Baju Lama, merupakan sebuah pertanyaan yang harus hati-hati untuk ditanyakan, jangan salah diberikan kepada orang yang tidak tepat. Pertanyaan tersebut sudah ditanyakan kepada keluarga kami. Anak-anak memang belum dibelikan baju lebaran, dan kemungkinannya kami tidak membelikan. Saya dan suami juga belum membeli baju lebaran. Rencananya memang kami tidak akan ada pengeluaran untuk membeli baju.

Baju Lama masih ada yang bersih, suci jika dicuci dengan benar dan baik, Insya Allah masih bisa digunakan pada hari Idul Fitri nanti. Pengeluaran untuk membeli baju baru rasanya seperti pengeluaran yang dipaksakan bagi keadaan keuangan kami. Tidak ada lagi idealisme menggunakan baju baju atau baju seragam saat menyambut Idul Fitri nanti. Satu yang saya harus tanamkan kepada diri sendiri adalah, menerima keadaan ini dengan ikhlas, menggunakan apa yang ada dan nantinya apa yang kita pergunakan akan dihisab. Semoga anak-anak akan mengerti dan memahami bahwa keadaan ini bukan keadaan yang normal, bukan keadaan yang bisa dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk membeli baju baru.

Mulai besok saya akan mencari baju lama yang dipakai lebaran tahun depan. Insya Allah semua masih ada meskipun untuk anak-anak baju tersebut kekecilan. Tapi tak mengapa, kami amsih bersyukur diberikan keadaan yang sehat dan tidak kurang suatu apapun. Bukankan Allah melihat apa yang ada di dalamnya? buka apa yang menjadi pembungkusnya? Semoga anak-anak dapat mengerti mengapa mereka mengenakan baju lama-nya, Dan semoga tidak ada pertanyaan lagi, mengapa kami tidak membeli baju baru. Agak sulit mengontrol pertanyaan dari orang terdekat untuk tidak bertanya hal tersebut. Jadi, mulai sekarang saya akan mengkondisikan anak-anak untuk memahami terlebih dahulu baju baru vs baju lama.

Pas sekali tema yang diberikan oleh BPN untuk hari ini. Tadi pagi saya mendengar ada kerabat dekat menanyakan hal tersebut. Pertanyaan tidak ditujukan kepada saya pribadi, tapi kepada anak-anak. Baju baru toh bisa dibeli nanti jika keadaan keuangan kami stabil dan tidak ada pengeluaran lainnya yang dikurangi hanya untuk membeli baju baru. Baju lama masih bisa kami gunakan dan menampilkan kami apa adanya, bukan mengadakan apa yang tidak ada. Yuk, sama-sama saling menahn diri untuk tidak mengumbar barang-barang yang dibeli dengan menghitung-hitung berapa belanjaan untuk baju baru, kue lebaran, amplop lebaran dan menu lebaran. Cukup berikan senyuman yang tulus sudah memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada keluarga yang kurang beruntung untuk menghidupi keluarganya, apalagi untuk membeli baju lebaran. 

No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih