15 May 2020

Lebaran di Rumah Saja ya, Menikmati Aktifitas yang Menyenangkan Bersama Keluarga


Lebaran merupakan Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Kemenangan umat muslim yang telah berikhtiar satu bulan penuh melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Hari di mana semua umat muslim ingin sekali berkumpul dan bersanding dengan keluarga tercinta. Apapun kondisinya, dalam suasana punya uang berlebih ataupun dalam suasana cukup tidak cukup, semua orang berencana dan pasti memilih berlebaran dengan keluarga besar.



Itu pula tradisi yang biasa saya dan keluarga kecil ini lakukan. Berelebaran menjadi tradisi untuk pulang kampung. Dengan kondisi keluarga besar saya kebayakan di Cilacap dan sekitarnya. Kondisi keluarga besar suami di Jakarta Raya dan sekitarnya, kamipun membuat kebijaksanaan. Berlebaran giliran atau bergantian. Jadi, saya dan keluarga bisa merasakan berlebaran pertama di rumah keluarga besar saya dan keluarga besar suami.

Tahun ini Allah memang benar-benar memberikan ujian bagi umat muslim yang memiliki akal yang sehat dan bersih. Allah memberikan pilihan yang bagi saya dan keluarga, pilihannya sulit. Rencananya, lebaran tahun ini memang giliran berlebaran di rumah nenek atau di keluarga besar suami. Kebetulan juga, rumah tinggal nenek di depan rumah tinggal kami. Jadi, buat saya dan keluarga, Allah memberikan apa yang kami rencanakan.

Rencananya setelah berlebaran di rumah nenek di Tangerang, saya dan keluarga akan melakukan perjalanan mudik, perjalanan yang buat saya begitu romantis, begitu indah, begitu banyak hal-hal baru yang kami temukan, perjalanan yang memberikan kami kekompakan di dalam perjalanan. Perjalanan mudik ke Cilacap, ke rumah bapak dan ibu saya tinggal. Namun semua rencana itu harus kami tunda sampai waktu yang belum bisa kami sebutkan. 

Yakin, Allah memberikan ganti yang lebih indah, Yakin Allah akan memberikan kemudahan-kemudahan yang membuat kami tak boleh mengeluhkan apa yang diberikan-Nya sekarang. 

Pertama kali lebaran di rumah saja adalah lebaran tahun ini. Lebaran pada masa covid 19 yang masih agak sulit untuk saya cerna. Sampai hari ini, saya sama sekali tidak melakukan banyak hal untuk menyambut lebaran. Sampai hari ini saya belum menyiapkan apa-apa untuk menyambut lebaran. Pikiran saya hanya satu, berdoa semoga kami semua diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melakukan aktfitas setelah lebaran.

Lebaran di rumah sendiri adalah lebaran pertama kali pada masa pandemi covid 19. Berat, tapi harus kami lalui. Sulit menerima, tapi harus diterima. Cukup menguras kesedihan, tapi itulah kenyataannya. Pedih, tapi kami harus tersenyum. Tidak ada yang dapat kami semua lakukan untuk mengubah kondisi dan situasi ini. Cukuplah kami menyakini bahwa semua ini sudah diatur oleh Allah SWT.

Rencana lebaran di rumah sendiri :

  1. Bangun tetap lebih pagi, sholat subuh dan lanjut mandi serta beres-beres rumah.
  2. Menyiapkan perlengkapan untuk sholat sunat Idul Fitri berjamaah di rumah saja
  3. Menyiapkan makanan sederhana yang biasa kami santap di rumah saja
  4. Menyiapkan makanan kecil sebagai teman saat berkumpul bersama keluarga kecil ini
Rencana sebelum lebara di rumah sendiri :
  1. Tetap melakukan aktfitas seperti biasa
  2. Menyiapkan baju lebaran tahun lalu
  3. Merapikan rumah seadanya
Tentunya lebaran di rumah saja menjadi amat sulit, tapi ada banyak hal yang sebetulnya dapat dilakukan :
  1. Video Call Group keluarga besar di Cilacap
  2. Video Call teman-teman
  3. Video Call guru anak-anak
  4. Bersama menonton televisi di kamar, ada banyak program yang menarik loh
Jadi, lebaran di rumah saja pada masa covid 19, kenapa tidak. Ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga inti di rumah saja. Jika di Hari Raya Idul Fitri banyak program televisi tidak bisa ditonton, inilah saatnya menonton bersama keluarga di rumah saja. Jika pada saat Hari Raya Idul Fitri tidak bisa tidur siang, inilah saatnya tidur siang di hari lebaran. Agak prihatin, tapi inilah kenyataannya. 


No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih