Wednesday, 21 April 2021

5 Tempat Liburan Nyaman dan Asri di Bandung - Day 9

Bandung merupakan tempat ternyaman untuk saya dan keluarga datangi. Bandung menjadi rumah kedua kami, setelah pulang balik dari Lebaran idul Fitri di kampung halaman, Cilacap. Berbelok ke arah Bandung selalu menjadi itinerarry kami sebelum melakukan perjalanan liburan Lebaran. Alasannya, Bandung merupakan kota singgah dan kota yang masih tergolong murah untuk liburan.

5 tempat liburan nyaman dan asri di Bandung Astin

Beberapa kali hotel di Bandung, kami singgahi untuk tempat menginap. Liburan di Bandung tidak cukup sehari, karena selain menjadi tempat liburan, Bandung juga menjadi tempat istirahat kami sebelum memulai kegiatan di kota perantauan, Tangerang. Terkadang, kami hanya menginap di Bandung satu malam, menikmati makanan khas Bandung dan keesokan harinya, pulang ke Tangerang.

Berikut ini 5 Tempat Liburan Nyaman dan Asri di Bandung yang selalu berkesan dan ingin sekali, mengulanginya lagi.

1. Kawah Putih


Awal tahun 2014, Kawah Putih menjadi tempat liburan akhir tahun. Kami mengajak serta mama mertua beserta adiknya yang belum menikah. Menggunakan mobil sewa model minibus, membawa kami tanpa kemacetan. Prediksi kami, jika mengambil tempat liburan di Bandung Kota, pasti padat dan macet.

Kawah putih menjadi salah satu destinasi wisata yang pertama dari hotel tempat kami menginap. Insya Allah kami ingin meletakan Kawah Putih menjadi destinasi pertama setelah pandemi benar-benar usai. Alasannya, dari Kawah Putih ini, ada satu buah hati yang lahir di tahun 2014.

Tulisan perjalanan Kawah Putih pernah saya tulis di blog ini. Ada nama hotel tempat kami menginap dan hal yang terjadi di sanapun, masih diingat anak pertamaku. Mati listrik malam-malam di hotel itu adalah sesuatu yang sangat lucu. Menggunakan listrik dengan sistem pulsa, dan pulsanya mati. Hal lainnya adalah di daerah Bandung Selatan ini sangat minim ATM BCA. Jadi, harus menyiapkan uang cash yang banyak ya, jika tidak bisa mampir ke Alfa untuk ambil tunai setelah belanja produk di Alfa.


2. Situ Patenggang


Perjalanan hari kedua setelah menginap di MS Hotel, Ranca Bali, AlamEndah, Bandung adalah Situ Patenggang. Berangkat dari hotel setelah sarapan dan belum sempat mandi, karena mengejar jam macet. Perjalanan menuju Situ Patenggang ini begitu indah, kaca mobil sengaja diturunkan untuk menikmati sejuknya udara yang begitu dingin menerpa wajah-wajah ceria kami.

Memasuki tempat wisata Situ Patenggang, hampir sama dengan memasuki tampat wisata yang lainnya. Disambut penjaja makanan, oleh-oleh dan kerajinan tangan di awal memasuki tempat parkir. Udaranya masih sangat alami. Situnya terletak di bawah, jadi kami harus turun ke bawah dan melewati kios-kios yang sangat menarik untuk dibeli semua.

Saya, anak lanang dan tantenya naik perahu. Ini adalah kali pertama naik perahu di danau. Sangat mengasyikan meski dag dig dug der jantung. Perasaan pertama kali naik perahu di danau gimana ya? tetapi harus tetap tenang di depan anak sendiri, kan.

Batu Cinta merupakan salah satu persinggahan perahu kami. Batu Cinta ini menjadi objek wisata di tengah situ, loh. Ada cerita mengapa dinamakan Batu Cinta. Tulisannya juga sudah saya tulis di blog ini. 

3. Masjid Agung Jawa Barat


Masjid Agung Jawa Barat menjadi salah satu tempat liburan yang nyaman dan asri di Bandung. Melepas lelah setelah perjalanan balik dari Cilacap, memilih mampir terlebih dahulu ke Masjid Agung yang unik ini.

Area parkir terletak di bawah lapangan dengan rumput sintetis yang membentang luas dengan menara yang begitu tinggi. Sayangnya, mampir saat siang hari selepas sholat dzuhur, jadi panasnya bukan main. Next, Insya Allah, Masjid Agung Jawa Barat menjadi salah satu destinasi wisata selepas pandemi benar-benar usai.

Waktu tepat untuk menikmati pemandangan yang nyaman di sini adalah selepas subuh atau menjelang maghrib. Jalan Braga terletak di dekat Masjid Agung Jawa Barat ini. Jadi, saya dapat jalan-jalan mengukutr jalan yang instagramable ini sebagai kenang-kenangan main di Bandung.


4. Taman Wisata Grafika Cikole


Jika teman-teman hendak pergi ke Tangkuban Perahu, Taman Wisata Grafika Cikole terlihat sebelum tempat wisata tersebut. Memilih Grafika Cikole karena dekat dengan hotel yang kami singgahi untuk menginap. Menginap di Hotel Gumilang, kami jalan-jalan sebentar, lah kok malah mampir ke Taman Wisata Grafika Cikole.

Grafika Cikole ini sering menjadi tempat berhenti untuk makan,tapi belum pernah masuk ke dalam taman Wisatanya. Saat memasuki ke sana, areanya masih ada yang sedang diperbaiki dan kami juga sempat buru-buru hendak hujan.

Di tengah pohon tinggi dan udara yang cukup sejuk. Yah, cukup sejuk karena saya merasakan ngos-ngosan karena berkeliling taman wisata grafika cikole yang luas, naik dan turun, membuat kelelahan. Di dalamnya ada banyak sekali permainan anak-anak yang seru loh. Ada penginapan berupa rumah kayu dan tenda-tenda bergaya di sini. Sayangnya harga masih belum bersahabat dan harus booking jauh-jauh hari loh.

Ada beberapa foto-foto di sini yang terhapus dengan sengaja dan tidak sengaja terhapus karena data rusak. Sedihnya minta diampuni. Oleh karena itu, liburan di Grafika Cikole belum satupun diceritakan di blog ini maupun blog anak-anak.

5.  Kebun Teh Sukawana


Melihat pemandangan kebun teh yang membentang membuat saya jatuh hati dan menuliskan list Kebun Teh Sukawana menjadi destinasi wisata ke Bandung. Tempat ini belum pernah saya datangi dan belum pernah direncanakan.

Anak pertamaku sering sekali membicarakan mengenai kebun teh. Hal yang dibayangkan adalah aroma wangi dan sejuknya udara di perkebunan teh itu sendiri. Jadi, tepat pilihannya, setelah pandemi usai atau jika diberikan kesempatan mampir ke Bandung setelah balik dari Cilacap, kebun teh menjadi itinerarry yang paling awal deh.

1 comment:

  1. Waduuuh ternyata banyaaak juga yg blm aku datangin mba. Cm kawah putih doang hahahaha. Perasaan dulu, zaman pacaran aku sering sih main ke Bandung, tp memang LBH sering Lembang.

    Kayakny sjk nikah malah jd jarang kesana. Macetnya itu loh :D. Udh hampir sama kayak Jakarta :p.

    Eh tapi sejak pandemi justru aku jd kangen jalan2 kesana :).

    ReplyDelete

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih