Saturday, 17 April 2021

7 Fakta Mengejutkan Si Melankolis - Day 5

Melankolis.
Mendengar salah satu watak dasar ini, apa yang terbayang di pikiran teman-teman?. Baperan. Yah, watak melankolis ini, dianggap selalu baperan. Haduh, sedih ya, kenapa sih hanya melankolis saja yang dikenal dengan watak baperan. padahal mungkin, watak-watak lainnya,  terkadang juga memiliki sisi kebaperan. Hanya saja, melankolis itu, susah sekali untuk menutupi perasaannya. Kalaupun bisa menutupi perasaannya, itu adalah perjuangan yang sangat total.

7 Fakta Mengejutkan Si Melankolis

Pertanyaan kedua, jika teman-teman menghadapi teman yang memiliki watak melankolis dan ingin berkomunikasi baik, secara langsung maupun tidak langsung, apa yang teman-teman harus perhatikan?. Jawabannya dari saya, adalah kondisinya saat itu. Kita, sebagai lawan bicara orang melankolis, sebaiknya memperhatikan kondisi yang mungkin, tidak terlihat dari si melankolis ini. Mengapa? karena melankolis itu tidak dapat ditebak.

Melankolis itu saya. Saya membawa watak melankolis sejak lahir. Berikut ini, 7 Fakta mengejutkan si Melankolis yang mungkin teman-teman belum pahami dan ketahui.

1| Melankolis Tidak Suka disebut Baperan

Baiklah, saya sebagai orang melankolis yang sudah berubah menjadi melankolis rasional, menyatakan bahwa melankolis baperan. Semua orang memiliki perasaan loh, teman-teman yang memiliki watak di luar melankolis, tidak boleh menyebut dasar orang baperan, ngapain sih apa-apa dipikirkan? Lah, ya itu, pembawaan melankolis itu ya, harus memikirkan terlebih dahulu, apa yang akan dilakukan. Melankolis juga akan merasakan,  apa yang dilihat, apa yang didengar dan sisi empatinya begitu tinggi.

Saat melihat anak orang lain yang berdiri di tepi jalan, menunggu jemputan orang tuanya, si melankolis ini bisa sedih loh. Dia langsung membayangkan, seandainya anak sendiri yang seperti itu, duh langsung deh, si melankolis ini berusaha untuk tidak melakukan hal yang sama, dan akan sedih sekali, jika dia harus membuat anaknya menunggu di tepi jalan, terlalu lama.

Rasanya, bukan hanya si melankolis saja loh, yang memiliki perasaan sedih, melihat anak menunggu jemputan orang tuanya, di pinggir jalan dalam waktu yang lama. Teman-teman yang memiliki pembawaan lain, juga bakal terenyuh dan bersedih dan bertanya-tanya, mengapa, kenapa bsia begitu, meski tidak sedetail di melankolis. 

Contoh paling umum adalah, saat melihat anak orang lain berdiri di atas panggung, menyanyikan lagu Hafidz Qur'an. Melankolis ya menangis, dan saya rasa, watak lainnya juga bakalan menangis juga.

2| Melankolis Perhatian Meski Terlihat Cuek


Dua sikap yang saling bertolak belakang. Melankolis itu perhatian, perhatian yang luar biasa kepada semua orang. Dia akan memikirkan, bagaimana caranya membuat orang yang dikenalnya, yang didekatnya dan yang mengenalkan itu nyaman, senang, baik-baik saja dan ingin selalu mengetahui kabar teman-temannya.

Meskti terkadang tidak menunjukkan perhatiannya, karena watak melakolis ini, tidak ingin menonjolkan dirinya dan perasaannya.

Contohnya nih, saat si melankolis datang ke sebuah pertemuan kelompoknya bersama seorang yang koleris atau sanguinis. Si melankolis masuk dengan senyum dan kadang menunduk atau membuang pandangan saat memasuki ruangan pertemuan. Menyapa dengan senyum, dengan tatapan matanya dengan mulut kadang masih terkunci untuk menyapa.

Berbeda dengan si koleris dan sanguinis yang belum memasuki ruangan, masih di pinggir pagarpun, mereka sudah menyapa dengan kalimat-kalimat yang membuat orang tertarik untuk melihatnya. Intinya nyari perhatian, supaya pandangan mata, semua tertuju kepada si koleris dan sanguinis. 

Apa iya, si melankolis tidak perhatian? tunggu dulu. Melankolis akan duduk dengan tenang di sisi teman/ orang yang membuatnya nyaman terlebih dahulu. Baru setelah melankolis itu nyaman, satu persatu akan mendapat giliran ditanyakan kabar, secara personal.

Beda ya, teman-teman, cara menyapa si melankolis dan si koleris ataupun si sanguinis.

3| Melankolis Terkesan Lamban, karena...


Boleh dibilang memang benar adanya. tetapi tidak semua melankolis itu lamban. Melankolis itu hasratnya ingin selalu sempurna. Ingin semua dikerjakan sendiri dan tidak ingin melibatkan orang lain, apalagi yang dirasa, hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan si melankolis.

Contohnya, saat si melankolis akan pergi bersama keluarganya dan bersama dengan keluarga lainnya yang memiliki pembawaan koleris atau sanguinis, bahkan plegmatis. 

Melankolis akan mengerjakan semua pekerjaan rumahnya sendiri dan ingin semua beres sebelum keluar rumah untuk pergi. melankolis ingin, saat pulang ke rumah, kondisi rumah sudah tertangani dengan baik, oleh dirinya sendiri. 

Hal itulah, yang membuat si melankolis ini sangat lamban, apalagi tidak ada asisten yang membantunya. Mulai dari kamar dibereskan, dapur dicuci semua yang kotor dan ruangan lain, juga ingin dibereskan. Satu hal yang tidak dilakukan oleh si melankolis, adalah tidak mau mengajak anggota keluarga yang lain, turut membantunya. Ini sangat fatal.

Beda cerita dengan si plegmatis, koleris, sanguinis. Saat mereka akan bepergian, si plegmatis akan nyantai, bodo amat dengan rumah yang akan ditinggalkan, toh nanti juga akan beres, kok. Koleris? watak ini  jika memiliki hal yang sama dengan si melankolis, dia akan menyuruh orang lain, ikut membantu mengerjakan apa yang ingin dibereskan. Jika, hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan keinginnannya, koleris berani protes. Sangunis? hampir sama dengan si plegmatis, hanya saja, dia mungkin akan menyuruh orang lain, untuk membereskan rumahnya. 

Intinya, si melankolis ini lamban, karena ingin memastikan semua sempurna menurut dirinya sendiri. Melankolis tidak ingin hanya meminta tolong, tapi dia harus memastikan juga, hasil pekerjaan dari orang yang membantunya. 

4| Melankolis Mudah Terpengaruh


Melankolis memiliki pembawaan yang sangat berbeda dengan plegmatis, yang masih memiliki pendirian kuat. Melankolis yang masih sangat melankolis ini, akan mudah terpengaruh karena pembawaannya yang perasa, pemikir dan semua yang ada dipikirkan dan ingin didiskusikan.

Jika melankolis bersanding dengan plegmatis, melankolis akan menjadi melankolis yang rasional, seperti saya, hehehee. Alhamdulillah suamiku pembawaannya plegmatis. Jadi, melankolis yang menjadi watak dasar masih ada, namun adanya di plegmatis, membuat melankolis ikut terbawa nyantainya si plegmatis.

Contoh, plegmatiskan orangnya tidak suka membahas permasalahan yang remeh temeh. Ambilah saat ada anak kecil yang tidak terurus karena orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya. Melankolis mungkin akan memikirkan, kenapa ini anak tidak diurus? kenapa kok orang tuanya, bisa membiarkan atau melimpahtugaskan kepada pengasuh yang kurang perhatian?. Mengapa? kenapa? kok bisa begini?

Saat plegmatis di sisi si melankolis, plegmatis akan membawa sikap, adanya begitu, tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting, kita sebagai orang tua, semoga dijauhkan dari hal yang ada di depan kita ini.

Makjleb tidak tuh, dan mau tidak mau, perkataan si plegmatis tadi, harus diterima oleh si melankolis. Habis waktu melankolis nantinya, jika harus mengurusi orang lain. Ya Allah, saya menulis dengan ketawa ngakak inih. Saya pernah berada di fase terendah itu menjadi seorang melankolis. Alhamdulillah, setelah pembelajaran kehidupan, bersanding dengan si plegmatis, akhirnya pencapaian tertinggi dalam hidupku adalah berubah. Berubah dari melankolis si baperan, menjadi melankolis yang rasional.

Disandingkan dengan koleris? Haduh, tarik nafas dulu ya. Saya pernah berada di samping orang koleris. Terpengaruhnya bukan karena pembawaannya atau sikapnya. Agak berbahaya ya, karena melankolis akan terpengaruh dengan perkataannya si koleris. Koleris jika tidak suka dengan orang, dia akan mengeluarkan semua unek-uneknya dengan nada kerasa. Melankolis, agak menutupi perasaannya jika kurang suka, meski kurang suka, melankolis akan lebih lembut.

Pertemuan melankolis dengan koleris ini, akan membawa pengaruh buruk kepada melankolis jika yang dikatakan selalu hal negatif. Melankolis akan mengikuti semua perkataan koleris, tanpa memikirkan terebih dulu, karena faktor kuatnya si koleris.

5| Melankolis Selalu Ingin Diperhatikan oleh Orang yang Tepat


Susah-susah gampang untuk menangani orang melankolis. Melankolis itu tidak suka diperhatikan, namun ada kalanya, melankolis itu ingin selalu diperhatikan. Lah, gimana sih, kok plin plan gitu? Nah, itulah melankolis, kalau tidak plin plan, mungkin bukan melankolis, heheheee.

Melankolis itu membawa perasaan dan pikirannya. Melankolis itu akan meminta perhatian kepada orang yang dekat dengannya. Contoh, dengan pasangan tentunya. Melankolis itu tidak suka, jika dibilang selalu minta perhatian, lah perhatian itu adalah makanannya si melankolis. Kalau melankolis tidak diperhatikan, pikirannya akan bilang, jika pasangannya itu kurang menganggap dia.

Lucunya, melankolis itu tidak suka terlalu diperhatikan oleh orang yang tidak disukai. Apalagi, melankolisnya dipuji cantik, dipuji pintar, dipuji memesona. Melankolis itu tidak suka diberikan bunga, diberikan benda, diberikan hal lain oleh orang yang terlalu berlebihan cara memberinya.

Melankolis itu suka sekali, diperhatikan dengan cara yang elegan. Contohnya, melankolis itu suka dipuji cara dia menghandle dirinya, rumahnya, pekerjaannya dengan cara yang biasa-biasa aja. Misalnya, saat duduk berdua di mobil, di rumah atau di manapun.

Melankolis itu tidak suka, terlalu berlebihan diberikan kertas surat yang wangi dan berwarna-warni. Melankolis tidak suka, terlalu berlebihan diberikan hadiah-hadiah yang banyak. Melankolis hanya butuh perhatian soal perasaannya, soal hatinya dan pikirannya didengarkan.

6| Melankolis itu Tidak Mudah DiTebak Perasaannya


Hal yang paling penting untuk diperhatikan, jika temanmu, jika pasanganmu, jika kolegamu, jika konsumenmu adalah melankolis adalah pahami kondisinya, sebelum berkomunikasi.

Saat ini, komunikasi dua arah ada dua cara, secara langsung maupun secara tidak langsung, dengan menggunakan sarana pesan online.

Jika saat berkomunikasi dua arah dengan cara langsung saja, terkadang si melankolis itu tidak mudah ditebak perasaannya. Apalagi, dengan komunikasi tidak langsung. Sering sekali, saya mendapati hal-hal yang kurang menyenangkan dengan adanya komunikasi dua arah secara tidak langsung.

Kondisi tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang dapat menutupi kondisi sedihnya dengan tertawa saat berkomunikasi. Ada yang tidak dapat menutupi kondisinya, apapaun yang dilakukannya selalu gagal.

Saran saya, saat sedang berkomunikasi dengan si melankolis, hendaknya pahami terlebih dahulu. Amannya, tidak perlu menghakimi si melankolis saat kalimatnya tidak senada denganmu. Contohnya, saat melankolis menjawab chat dengan serius, namun ditanggapi sebagai becanda dan mengatakan, ih serius sekali sih, jangan tegang gitu dong jawabannya.

Tujuannya baik, lawan bicara mengajak melankolis untuk tidak menanggapi secara serius, tapi kan melankolis juga memiliki pendapatnya. Bisa juga kok, melankolis menjawab dengan becanda, nanti jawabannya lain lagi, kok jawabannya itu, gimana sih/ ( ini murni curhat, duh)

Sikap yang saya ambil sekarang, setelah mempelajari kehidupan sebagai seorang melankolis adalah, jika kondisi hati dan lingkungan sedang baik, baru deh, mau membalas chat atau membagikan status atau hal lainnya. Tujuannya, mengurangi rasa baper dan mengurangi lawan bicara untuk mengatakan hal-hal yang kurang bisa diterima oleh si melankolis.

Intinya, memahmi kondisi diri sendiri, karena orang lain tidak dapat dipaksakan sesuai dengan keinginan si melankolis atau siapapun. Jadi? yang harus diubah, adalah diri kita sendiri, bukan mengubah orang lain. 

7| Melankolis Tidak Menyukai Ketidakteraturan

Penyakitnya melankolis adalah tidak suka melihat ketidakteraturan. Menurunkan ekspektasi adalah cara supaya sehat lahir batin si melankolis terjaga. Agak susah, namun jika menemukan pasangan yang dapat membawa si melankolis ini menjadi seorang yang agak tenang, nyaman, dan damai itu bisa terwujud.

Dulu, penyakit itu selalu ada di dalam diriku. Pusing melihat rumah berantakan. Pusing melihat handuk dijemur tak beraturan. Pusing tutup gelas, digletakin bukannya untuk menutup gelas. Pusing melihat tempat tidur kusut saat hendak berangkat tidur. Pusing saat melihat ketidakteraturan dalam penampilan seseorang yang tidak sesuai dengan pengharapannya.

Alhasil, melankolis ini akan terlalu lelah mengatasi semua hal yang membuat pusing atau sakit kepala itu. Mau gimana lagi, handuk dijemur berantakan, mulutnya ngomel, tangannya mengubah posisi jemuran, badannya sakit karena memikirkan, kenapa, mengapa, kok begini, kok begitu. Faktor lainnya dari permasalahan di atas, bisa jadi, pasangan atau anggota keluarga yang lain, tidak menerima apa yang diinginkan si melankolis. Berantem.

Contoh nyata adalah saya. Dulu, handuk basah suami digletakin di kasur begitu saja, dijemur tak beraturan di rak handuk. Membuat saya protes kepada suami. Suami yang seorang plegmatis totok, menganggap itu hal biasa, toh nanti dipakai lagi, toh nanti juga bakal dibereskan kok. Jika plegmatis diam saja, tanpa mengatakan apapun, melankolis aman. Namun, jika si plegmatis mengeluarkan suara / perkataan, ih repot banget sih, cerewetlah. Apa yang akan terjadi pada diri melankolis? ya, dia akan baper, sedih, menangis, dan kembali mengeluarkan kata tanya, mengapa, kenapa, kok begitu, kok begini? badannya? kurus, sakit, tak merasa dianggap. Bahaya.

Alhamdulillah. Saat ini, saya sudah menurunkan semua kriteria bersih, rapi, teratur di dalam rumah tangga yang telah dibangun 10 tahun lebih ini. Tujuannya supaya semua tenang, nyaman dan damai. Hasilnya, berat badan saya naik hampir 10 x lipatnya. Sebelum menikah berat badan saya 45 kg. Sekarang sudah 60 kg dengan pola makan yang sama, tidak berlebihan dan tidak ngemil terlalu banyak. 

Intinya, semua dapat dibicarakan. Semua dapat didiskusikan dan semua pasti akan ada jalan keluarnya. Itulah 7 fakta mengejutkan si melankolis yang belum pernah diketahui oleh orang lain. 



No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih