Saturday, 2 April 2022

Masakan Mudah Murah dan Meriah - Day 2

Alhamdulillah hari kedua mengikuti 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022. Semoga tetap istiqomah menulis dan dapat membagi waktu antara pekerjaan rumah, mendampingi anak-anak, menemani suami, beribadah di bulan ramadan dan peran-peran lainnya. Insya Allah ramadan tahun 2022 ini lebih baik dibandingkan ramadan tahun 2021 di mana semua diberikan ujian berada di masa pandemi. Mau tidak mau kita semua, harus survive menghadapi apapun ujiannya dan mampu menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan ujian. Salah satu yang saya dan keluarga lakukan adalah membuat masakan mudah dan meriah di rumah saat berpuasa pada masa pandemi.

puasa saat pandemi

Melihat ke belakang di waktu awal virus covid menyapa Indonesia, semua pasti kaget, semua pasti dibuat berpikir bagaimana harus survive, bagaimana harus tetap berpikiran positif, bagaimana harus melakukan sesuatu saat ada ujian baik ujian fisik maupun materi. Alhamdulillah saya dan suami sepakat untuk tetap meneruskan kebiasaan baik dari dalam rumah, salah satunya yaitu membuat masakan mudah meriah pun saat berpuasa pada masa pandemi.

Masih teringat, saya dan suami bahu membahu bekerja sama mencuci piring dan peralatan memasak, karena pilihannya memang masak dari rumah. Jadi, dua tahun puasa selama masa pandemi, ya semua masakannya dari rumah dan tidak pernah keluar rumah untuk berbuka puasa di luar rumah. Alasan pertama karena pandemi, kami memiliki orang tua yang sudah sepuh dan harus kami jaga. Alasan kedua, lebih nyaman berada di dalam rumah untuk menikmati hidangan buka puasa. Alasan ketiga, membuat masakan mudah dan meriah untuk sahur dan berbuka puasa, rasanya lebih menantang.

Baca Juga : Penuhi Asupan ini Saat Berpuasa

Berikut beberapa masakan mudah dan meriah hasil kreasi saya selama puasa pada masa pandemi.

1. Sayur Lodeh

Lodeh merupakan hidangan makanan yang dapat diterima oleh siapapun. Bahan dasar lodeh adalah sayuran yang terdiri dari kacang panjang, tempe, labu siam dengan bumbu bawang putih, bawang merah, laos, daun salam, gula, garam dan santan.

Lodeh dapat dibuat pedas maupun tidak pedas dan dapat ditambahkan tetelan/ daging cincang yang terdiri dari lemak dan daging. Lodeh dapat dihidangkan saat berbuka puasa dengan tempe dan tahu goreng sebagai pelengkap makanan saat berpuasa di saat pandemi.

2. Roti Sobek Kukus

Bersyukurlah masa pandemi di tahun 2020 yang kegiatan mendadak langsung berkurang. Kegiatan diluar rumah sangat terbatas dan saya makin banyak bersentuhan dengan media sosial. Youtube merupakan salah satu yang sering dibuka dan channel masak-memasak serta baking adalah langganan untuk ditonton. Sampai pada akhirnya,   sebuah resep roti sobek yang dikukus berhasil dicoba. Rasanya enak dan semua anggota keluarga ketagihan pada awal mencicipi.

Alhamdulillah roti sobek perdana menjadi camilan lepas buka puasa saat pandemi bersama keluarga. Saya rasa, jika tidak ada pandemi, mungkin gerak langkah saya tidak sampai untuk membuka Youtube baking dan saya tidak pernah mencoba membuat roti sobek. Alhamdulillah jika semua disyukuri Insya Allah semua hal yang dipandang menjadi halangan, akan menjadi kebahagiaan.

Baca Juga : Pola Hidup Sehat Berawal dari Makanan

3. Mie Ayam Ceker

Masya Allah salah satu makanan yang paling dikangenin saat pandemi dan tidak dapat keluar untuk jajan adalah mie ayam. Alhamdulillah gerak juga diri ini untuk mencari resep mie ayam rumahan. Alhamdulillah berhasil juga membuat mie ayam dan ternyata sangat mudah, murah dan meriah sekali. Mie ayam yang saya buat dihidangkan saat menyantap buka puasa saat pandemi ini berhasil mendapatkan pujian dari suami dan anak-anak.

Cara membuatnya sangat mudah, bahan utamanya mie basah, ayam bagian dada yang dipotong dadu dan ceker ayam. Untuk bumbu mie ayam juga mudah didapatkan, bumbu rempah dan dua bawang serta kecap, ditambah topping daun sawi hijau, daun bawang. Masya Allah sedapnya.

4. Kolak Pisang dan Ubi

Sudah lama sekali jauh sebelum pandemi menyapa, saya dan suami sudah jarang sekali membeli kolak untuk takjil pada bulan Ramadan. Saat ingin menikmati kolak pisang dan ubi, saya membuatnya sendiri dengan porsi yang sangat kecil, karena anak-anak belum mau menikmati kolak. Nah, puasa saat pandemi tahun 2020 itupun saya hanya membuat kolak pisang ubi ini hanya sekali saja. Kolak pisang yang saya buatpun berbeda dengan kolak pisang yang lainnya, dengan gula merah yang minim sekali.

Menikmati kolak pisang ubi ini enak pada saat dingin, jadi sebelum dinikmati saya memasukkan terlebih dahulu ke dalam lemari es. Nah, jika tidak habis pada hari itu juga, saya juga tetap menyimpannya di dalam lemari es, baru deh untuk hari berikutnya dinikmati lagi. Insya Allah rejeki penjual kolak tidak akan tertukar. Sayapun membuat kolak pisang untuk meminimalisir pengeluaran uang saat pandemi.

5. Pangsit Goreng

Tidak pernah terpikir dari ingatan, bahwa saya mampu membuat pangsit goreng. Masya Allah, dalam banyanganku itu susah sekali, dan ternyata jika belum mencoba saya tidak pernah tahu kualitas diri ini. Pangsit goreng menjadi hidangan lepas buka puasa dan dinikmati dengan saos yang saat itu sedang menjadi bahan pembicaraan dengan teman-teman

6. Fu Yung Hai

Dan menu yang satu ini tidak kalah membuat saya terpaku, saya bisa membuatnya? Masya Allah hanya karena cinta kepada suami dan anak-anak, saya berusaha keras mencari masakan yang belum pernah dibuat dari dapur rumah ini.

Fu yung hai ini, dari cara membuatnya sebetulnya sangat mudah, bahannya juga murah dan saat dinikmati juga sangat meriah sekali. Beberapa teman berkomentar, kelihatannya membuatnya susah ya, gimana rasanya? kalau tidak dihabiskan kok rasanya ingin marah. Alhamdulillah suamiku adalah orang yang sangat menghargai apapun bentuk dan rasa masakan dari siapapun. 

7. Roti Sobek Oven

Alhamdulillah menutup ramadan di tahun 2020, suami membelikan sebuah oven merek Kirin. Hari ini datang, hari ini juga saya langsung membuat adonan roti sobek dan Alhamdulillah berhasil juga di luar bayangan, roti sobeknya enak dan habis tidak sampai lama diangkat dari oven. 

Jadi oven listrik sampai hari ini sudah dua tahun usianya. Insya Allah ramadan tahun ini saya akan kembali produktif meskipun sudah ada solusi untuk melewati pandemi dengan nyaman tanpa rasa khawatir saat berbuka puasa di luar rumah.

No comments:

Post a Comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih