20 Jan 2013

Naik Citylink ke Bali

Advertisement
Penerbangan di Indonesia semakin banyak persaingannya, dari banyaknya nama-nama yang sudah familiar pada masyarakat pada umumnya dan pada telingga saya pada khususnya.

Satu nama yang mulai akrab di telingga dan hati saya pada akhir tahun 2012, yaitu Citilink. Awalnya saya yakin dengan pasti bahwa Citilink adalah sebuah maskapai penerbangan baru, yang belum bisa memberikan nama dan pengalaman yang belum teruji.

Mendengan informasi secara setengah-setengan, bahwa Citilink merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, membuat saya sedikit berpikir, waaw hebat juga Garuda Indonesia, mampu mengekspansi perusahaannya dengan memperkenalkan Citilink pada masyarakat Indonesia.

Dengan sebuah informasi bahwa Citilink Indonesia merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah dan anak dari persahaan Garuda Indonesia membuat saya tidak terlalu khawatir akan kualitas dan performance Citilink

Citilink secara resmi beroperasi pada tanggal 30 Juli 2012  sebagai entitas bisnis yang terpisah dari Garuda Indonesia setelah mendapatkan Air Operator Certificate (AOC).

Pada Juli 2012, Citilink melayani 9 tujuan domestik yang menghubungkan Jakarta ke Surabaya, Denpasar, Medan, Banjarmasin, Balikpapan dan Batam. Maskapai ini juga mengoperasikan penerbangan dari Surabaya ke Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar dan Makassar, dan juga mengoperasikan penerbangan dari Medan ke Batam. Pada tanggal 15 September 2012, Citilink resmi membuka rute baru ke Lombok (Bandara Internasional Lombok) dengan rute Surabaya - Lombok.

Kebetulan Head Office dari kantor tempatku bekerja mempercayakan penerbangan kami menuju Bali menggunakan maskapai Citilink, jadi saya bisa mencicipi pesawat yang baru terdengar di telingga ini, *haduh udik kali saya ini?

Informasi jadwal penerbangan menuju Bali yang diinformasikan Head Office adalah 07.48 am, menggunakan pesawat Citilink dan diharapkan berkumpul di Terminal 1 C pada pukul 06.00 am.

Ini perjalanan ke duaku menuju Denpasar, Bali dalam bulan dan minggu yang sama. Cuaca yang sama dengan empat tahun lalu, Jakarta diguyur hujan dan awan hitam selalu menghantui perjalanan kami.

Diguyur hujan semalaman di Jakarta menyebabkan waktu tidur serasa sebentar sekali, bersiap-siap dan membangunkan Faiz untuk mengantar keberangkatanku untuk mengikuti National Sales Conference di Bali selama empat hari.

Maskapai Citilink menjadi pilihan Head Office untuk dipergunakan memberangkatkan dua rombongan dari Barat dan Timur. 

Maskapai Citilink adalah maskapai penerbangan anak perusahaan Garuda Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2001 sebagai unit bisnis Stategis dan difungsikan sebagai salah satu alternatif penerbangan dengan biaya murah.

Check in di lakukkan oleh Head Office sekaligus bagasi dan air port tax. Masih ada waktu sedikit untuk mengambil gambar di ruang tunggu Gate  C 1. Tidak terlalu lama kami menunggu, panggilan dari lady microphone *ini sebutan dariku saja, bagi penumpang Citilink tujuan Denpasar dengan nomor penerbangan QG 850 diharapkan segera memasuki pesawat.
Dok. Pribadi Ruang Tunggu Pesawat
Gaya sebelum  masuk pesawat

Masih ceria

Alhamdulillah, tepat waktu dan tidak delay *satu hal yang membuat panik bila penerbangan ter delay. Sip, sabuk pengaman sudah dipasang dan handphone telah di non aktifkan. Kok...lama kali untuk menggerakkan pesawatnya sih???

What's that? ada informasi bahwa pesawat sedang dalam kondisi perbaikan teknis *membuat adrenalin meninggi nih yang seperti ini. Ada tambahan informasi  membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

Akhirnya, take off posision pada waktu 08.10 pada jam tangan teman sebelahku. Doa dan ketegangan telah dimulai saat take off, apalagi melihat cuaca dan goncangan yang terjadi serta attention untuk tidak membuka sabuk pengaman serta ada hampir lima kali lampu warning tidak melepas sabuk terjadi.

Tegang, goncangan mengakibatkan pesawat naik dan turun sangat terasa apalagi saat pesawat bergerak ke kanan dan kekiri serta saat pesawat berada pada awan.

Doa dan ketegangan meliputi rombongan kami, ada yang memasrahkan karena berada pada ketinggian dan dalam cuaca yang sedikit kurang bagus, ada yang menutupi wajah dan look the girl, she's cried and me.... pastinya menangis dah apalagi mendengar dari bangku depan ada anak kecil menangis, apalagi kalau bukan ingat Faizku...huhuuuuu

Satu, seorang teman dari Medan terus mengingatkanku untuk berdoa, he said : Mba astin seorang ibu yang sedang bergejolak batinnya meninggalkan anak, pasti doanya di mustajab, tambahlah ketakutanku.

Berkali-kali melihat jarum jam untuk mengurangi waktu tempuh tersisa berapa menit.... *so, lima menit sebelum berjumlah 1,5 jam cuaca Denpasar cerah. Alhamdulillah tinggal menunggu landing posision yang manis dan sempurna.

Tangkupan telapak tangan ke dalam wajah masing-masing penumpang dengan rasa syukur memecah kesunyian dan canda tawa kembali membahana.

Oiya, penerbangan saya kali ini diramaikan oleh beberapa personil group band Nidji yang kabarnya akan mengisi acara salah satu perusahaan farmasi kesempatan ini tidak disia-siakan bagi yang ingin berfoto bersama Giring sang vokalis.

Menurut informasi dari sini  pada tanggal 8 November 2012 yang lalu, Citilink telah meluncurkan sebuah  Lagu berjudul “Terbang Tinggi Untuk Indonesia” ini diciptakan serta dinyanyikan secara khusus oleh Nidji, so band tersebut menjadi Brand Ambasador dari maskapai Citilink ini.
 
***
Jum'at, 18 Januari 2013

City Tour kedua kami tempuh ke pasar Sukowati dan Tanah Lot, sampai di hotel 03.00 pm dan masih ada waktu lima jam untuk penerbangan 19.48 pm waktu Indonesia Timur. 

Kami berkemas, masih menyempatkan untuk mampir salah satu tempat belanja, Check in Citilink dan mencari makan di angka19.00. Tergesa-gesa, rombongan kecil kami membayar airport tax dan karena Ngurah Rai air port sedang dalam kondisi perbaikan, bertanyalah pada petugas agar kami cepat sampai di gate 20 *Masya Allah jauh sekali, ujung sendiri ya bu....

19.35 membuat kami harus berpacu melawan waktu, walau sudah check in tapi rasanya gak enak kalau telat.
Saat Check in
 
Tiba di Gate 20, atasanku memanggil dan masih menunggu juga. Alhamdulillah tidak tertinggal, dan beberapa menit kemudian informasi untuk penerbangan Citilink QG 853 segera memasuki bis yang akan membawa kami ke Maskapai Citilink.

Lampu-lampu di Airport sangat cantik, luar biasa indah dan romantis. Sangat kontras dengan bangunan besar dan beberapa pesawat sedang berdiri tanguh menunggu jadwal penerbangannya.

Suasana Denpasar sangat merindukan, ini adalah penerbangan malamku yang pertama, dari Denpasar menuju Jakarta, meeting telah usai dan city tour telah terekam dalam kenangan hingga lelah raga ini.

Memasuki pesawat Citilink yang akan membawaku terbang, hm.... ini pesawat baru rupanya, sedikit mengusir rasa takutku dalam penerbangan malam hari. Malam itu, penumpang adalah berjenis kelamin wanita dan rata-rata dialek dan apras yang saya terka adalah dari Pulau Sumatera sana.
Dok. Pribadi

Senyum mengembang diantara kami karena mendapati pesawat yang baru, nyaman dan doa tetap menjadi suatu hal untuk memasrahkan dan menenangkan hati kami.

Pesawat berangkat sesuai jadwal, take off posision berjalan bagus, sempurna dan tidak terasa sama sekali goncangannya *mungkin baru kali ya?

Cuaca di atas cukup mendukung, cerah dan pesawat sama sekali tidak meminta kami untuk tetap berada pada posisi dengan sabuk pengaman. Saya bisa membaca buku dengan nyaman dan akhirnya tertidur hingga ada pemberitahuan kembali landing posision.
Dok. Pribadi- Letih


Linked- Tabloid Citilink

Perjalanan Denpasar menuju Jakarta sangat tidak terasa, apa karena terlalu letih, tertidur ataukah pesawat baru yang nyaman ini? Satu lagi, hanya Allah yang memberikan semuanya. 
***


Dok. Pribadi

No comments:

Post a Comment

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...