Skip to main content

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???

Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lulus kuliah *2003

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.

Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak ABG lagii. Usia pencarian jati diri, sedikit terbantu dengan jenis kulit yang kering cenderung normal. So...tak perlu bingung soal jerawat di usia 20-23 tahun.

Etapi surpraisenya, aku sudah pake blash on wardah yang warna empink itu loooh *hurraaaay secara tahun 2004 aku sudah kenal Wardah. Waktu itu...pemikiranku hanya satu *itu bedaknya emak-emak, ealaaah masalahnya waktu itu promosinya kurang menarik siii...coba langsung brand ambasadornya langsung Inneke dan Marsandha.

Puncak permasalahan terjadi ketika aku harus hijrah ke Jakarta untuk jihad. *Caile...semua perawatan wajah harus ditinggalkan dan bertemu dengan debu-debu serta asap kendaraan bermotor. Jadi kusam, terlihat lebih tua dan semakin kering kulit wajahku. Hu..hu...nangis kejer, apalagi tidak menemukan kosmetik yang cocok di kantong, di hati dan pas di wajah.

Pasca pernikahanpun, wajah jadi labil ekonomi *ooops, labil kosmetik karena dana secara logika berbelok ke susu baby, pampers dan deterjen. Kosmetik? ya kadang pake kadang engga, simple karena aku menjadi ibu rumah tangga full. Hm...banyak yang bilang aku semakin terlihat berumur padahal seharusnya imut. Kulit wajah terlihat lebih kusam, padahal setiap pagi sudah steam pake asap nasi.

Saat Menjadi Full Mother *riasan tak rata tahun 2010

Hingga akhirnya bekerja kembali, masih belum ada kosmetik yang pas di hati, pas diwajah dan pas di kantong. Sempat nangis, meratapi mengapa mencari kosmetik yagn cocok yang bisa membuat wajah segar dan terlihat cantik alami kok ya susah. Kosmetik yang dipakai ibuku harganya mahal, kosmetik yang biasa aku pakai, berat di wajah dan terlihat tua wajahku *pyuuh cediiih.

Hiks..hiks...ada seorang teman mengajak bergabung dengan apa ya...em, jualan kosmetik online gitu. Aku daftar dengan semangat 2012 dan setelah dipikir-pikir, aku enggak pakai kosmetik itu tapi kok ngerayu orang buat pake? rasanya ada kebimbangan hati gitu, untuk pake pribadi, doku enggak nyambung. Dilema antara bilang enggak dan mencari hidayah kosmetik *ealaaaah ada gitu bahasa ini?

Iyup, enggak sengaja aku membaca website kosmetik halal yang adem packagingnya plus bernuansa islam. Wardah kosmetik-lah, mana lagi? hingga aku telusuri apa saja produknya, testimoni dari para konsumen hingga pro dan kontranya. Enggak ngerti kenapa seribet ini aku kenalan dengan kosmetik.

Tahun 2013 masih tidak menandakan berias juga iyaa? *hiks
Alhamdulillah di usiaku 30 tahun aku bertemu dengan kosmetik Wardah yang pada pemikiran pertama, bahan dasar wardah larut air dan bisa teraliri air wudhlu. Itu saja yang membuat aku jatuh cinta dengan kosmetik Wardah hingga kini. Pun, bukan hanya bedak, pelembab, lipstik tapi deodorant buat suamiku punya Wardah yang for him, looh.


Happy kosmetik Wardah, nice to meet you and making my face sooo beautifull *aaach, sebetulnya memuji diri sendiri sebagian dari menenangkan jiwa *eaaaah.

Comments

  1. hihihi...kalo saya,dari dulu g suka dandan.jadi yg wajib itu celak sama lipglos.udah itu aja hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dulu juga gak suka dandan. Kerja aja jd dandan.

      Delete
  2. Laaah ini bukan buat lomba di Blogdetik, mba?

    ReplyDelete
  3. wah ini buat lomba wardah-blogdetik itu ya?
    aku keduluan nih.. gara2 kebanyakan ngrumpi di fesbuk.. hahaha :P

    ReplyDelete
  4. jadi yg wajib itu celak sama lipglos.udah itu aja hehehe

    ReplyDelete
  5. Wardah ini menurutku kosmetik murah segala usia lho mbak wkwkwk, ak pernah pakai wardah (meski akhirnya pindah ke Hada Labo) sekarang. Tapi emang murah dan labeh halal itu yang bikin banyak orang pilih pakai wardah hihi

    ReplyDelete
  6. Laaah ini bukan buat lomba di Blogdetik, mba?

    ReplyDelete
  7. iya mbak setuju sekali dengan tulisan diatas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…