Skip to main content

Kata Pertama Baby Faiz

Haaaaaiiii, selamat pagi semuanyaaa?

Aku sedang kumat semangatnya, semangat hari jum'at yang cerah meskipun sedikit dingiiin. Iya, cuaca dingin sekali dini hari tadi, pas mandi pagi-pun sedikit takut-takut kena air. Nah baby Faiz yang beranjak menjadi kanak-kanak-pun masih terlelap dalam nyenyak. Sebabnya tak lain tak bukan karena cuaca dingin. Hiks, sedih siiich, berangkat kantor enggak salim ma cium Faiz...sampai di kantor-pun, aku telepon Faiz belum bangun...eaa.

Perkembangan baby Faiz dari hari ke hari memang semakin nikmat diulik ketika dia sudah beranjak besar. Ada rasa yang terbesit, rasa bangga, rasa senang, rasa bersyukur jika ngobrolin tumkem Faiz dengan suamiku, teman atau...sekarang aku akan berbagi di sini. Di blog dedek Diana sedang mengadakan Giveaway, niich...temanya bagaimana saat dulu Faiz mengucapkan kata pertamanya. 

Usia nol bulan hingga 24 bulan, Alhamdulillah aku menangani baby Faiz secara langsung. Aku menemani dan mengikuti tumkem dan bersyukur yang senantiasa dilihat baby Faiz adalah aku. Uuuuu...jadi ngebayangin bagaimana lucunya baby Faiz ketika aku mandiin di bak mandi baby, bagaimana ekspresi mulutnya ketika mau BAK/BAB, bagaimana suaranya ketika memegang mainan ataupun botol susunya.

Hiyaaa...mewek sekaligus nostalgia, baby Faiz sekarang sudah berusia 4 tahun 3 bulan. Sayang sekali, dulu aku belum memiliki blog untuk menulis perkembangan baby Faiz, apa saja yang pertama kali terlihat darinya. Namun, Inza Allah rasa sang ibunda mampu menyimpan ekspresi yang lucu, unik, aneh dan menggemaskan dari baby Faiz. Iyup, pun selain ekspresi adalah kata-kata yang terucap dari mimik imut baby Faiz.

"Bis, bis...."
Bukan...bukan baby Faiz suka traveling ataupun dekat dengan terminal ya. Sedari baby Faiz berusia 4 bulan, tangan mungilnya mampu menyangga botol susu dan meremas tanganku. Usia 5-6 bulan baby Faiz mulai meminum susu dari botol dengan duduk, daaan...setelah botol susu kosong, botol kosongnya diberikan ke aku seraya mengucapkan kata "bis..bis... (habis-red)

Caraku untuk mengajak Faiz ngobrol dengan orang lain

Olala...pendengar yang baik sudah mulai mengekspresikan dan menyuarakan dengan lantang. Aku atau suamiku, suka mengajak berbicara baby Faiz, dari semenjak dalam kandungan. Aku suka melakukannya, kalau suamiku memang mengikuti aku, dan itu terus berlangsung hingga baby Faiz lahir. Apa saja ditanya ke baby Faiz, hihiii...lucu deeech...dan aku percaya baby Faiz mengerti apa yang aku dan suamiku suarakan.

Kata bis...bis...adalah sesuatu yang baby Faiz sering dengar, karena ketika menemani baby Faiz minum susu, adalah "Oooo....sudah habis ya". Pahamlah aku, ada manfaatnya aku cerewet mengajak baby Faiz ngobrol ketika rumah sepi, ketika aku menunggu suamiku pulang, bahkan ketika sedang mandi aku suka mengajak baby Faiz ngobrol, sering juga looh curhat.

Jadi para Moms, Bunda, Mama, Ummi, Ibu, Ibunda, Emaaaaks muda, tak ada salahnya kita ajak ngobrol dan elus janin dalam kandungan, ajak ngobrol baby...dalam situasi apapun. Karena, baby adalah pendengar yang baik buat aku, baby merekam lebih kuat apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dirasa. Kata-kata pertama dari baby, sebaiknya adalah kata-kata yang bagus yang selalu didengar dari orangtuanya/pengasuhnya.

Faiz ceria dan makin banyak kata-katanya

I Love My Baby much, Love You baby Faiz yang beranjak kanak-kanak.

Ini Untuk Giveaway Bicaralah Yang Lantang, Jangan Hanya Diam. Kamu, Mau Ikutan kan?

Bicara Lantang

Comments

  1. Faiz udah besar ya sekarang.... mengenang anak2 kita ketika masih bayi memang 'sesuatu' banget ya mak...

    ReplyDelete
  2. cara menstimulasi anak supaya pintar berbicara, salah satunya dengan sering ajak berkomunikasi, ya :)

    ReplyDelete
  3. Setuju dengan mbak Myra, anak2 cenderung meniru dan menyimpan segala informasi yang diterimanya. Jadi, berkomunikasi lebih sering dengan anak akan memicu keinginan nya untuk berbicara dan memperkaya kosakatanya..

    Ah, tau apa sih kamu tika? Teori doang praktek belum hehehe.. Salam kenal dan salam silaturahmi :)

    ReplyDelete
  4. Iya, Mak... Aku pernah baca, ada juga yang kata pertamanya tuh, tuh (jatuh). Itu karena dia sering denger kata itu ya.. Hehe, bis kirain ngajak naik mobil, ternyata habis.

    Jadi nggak sabar nunggu Diana bersuara.

    Makasih ya, sudah ikutan giveawayku. :D

    ReplyDelete
  5. yang namanya anak kecil emanx gt ya..sukanya meniru apa yang sering dilakukan orang tuanya.hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…