22 Nov 2018

Memilih Nama Blog Pribadi Sebagai Branding Diri


[Blog] : Kenapa Memilih Nama Astin Astanti

Setelah memiliki blog pibadi, saya rajin menulis dan publish blog. Pernah sich  selama kurun waktu satu bulan tidak menulis. Rasanya saya kehilangan tempat untuk bermain dan menemukan kebahagiaan. Serius? Iya, karena dengan menulis blog dan melakukan kegiatan blogging, rasanya ada  sesuatu yang berbeda dibandingkan saya hanya diam tanpa arah.




Blog bertema life style ini yang sering update karena saya dapat menuliskan tema apa saja di sini. Di bandingkan dengan beberapa blog saya yang lain, saya lebih sering menulis dan membagikan kegiatan ataupun opini saya di sini. Jadi, saya tidak dapat dikenal dengan, oh si Astin yang pinter masak, oh si Astin yang suka musik makanya punya blog bertema musik. Mengerti dech, mengapa saya jarang sekali diidentikkan dengan tulisan yang saya buat.


Apa Nama Blog Saat Pertama Kali Dibuat?



Ini adalah blog ke-dua yang saya buat. Blog yang sering saya gunakan untuk menuliskan tentang apapun, kemudian pernah tergoda untuk membagi beberapa tema dengan membuat blog yang lain lagi. Namun, yang secara konsisten adalah blog yang memiliki nama pertama adalah Tanti's Story. 

Sebagai pemilik blog bernama Tanti's Story apakah saya dibranding dengan nama Tanti's Story? Alhamdulillah ternyata bukan. Pada ajang Sri Kandi Blogger yang diadakan oleh KEB pada tahun 2014, saya bertemu dengan blogger senior. Blogger senior yang biasa dipanggil Om Her menerima uluran tangan saya untuk bersalaman.

Om Her mendengar nama depan yang saya ucapkan, kemudian secara mengejutkan beliau menyambung dengan nama belakang saya. Senang? eh bukan main senangnya. Apalagi intensitas kami saling berkomentar di blog masing-masing juga tidak begitu sering. Bertemu muka juga baru kali itu. Jadi, saya GR sekali dong, buat saya yang new bie di dunia blogger, ada yang mengenal nama lengkap saya tuh, saya jadi semangat ngeblog.

Hari demi hari berlalu dan semakin banyak ilmu blogging yang saya dapat. Suatu hari, sayapun berkesempatan untuk ngobrol dengan founder Blogger Perempuan tentang arti branding diri sebagai seorang blogger. Apalagi untuk saya yang tidak meguasi kemampuan yang sangat menonjol. Kemampuan menonjol di sini, saya tidak memiliki kecondogan terhadap tema menulis di blog.


Memutuskan Membuat Nama Blog dengan Nama Asli



Jadi, saya mantap mengganti nama blog dari Tanti's Story menjadi nama asli dengan lengkap. Astin Astanti saya pilih karena memang nama asli dan nama lengkap saya ya, seperti itu. Saya tidak mengingat persis, kapan saya mengganti nama blog menjadi Astin Astanti. Tetapi, sejak saya memiliki nama blog Astin Astanti, saya makin percaya diri untuk menulis di blog. Saya juga makin percaya diri menyebarkan link tulisan dari blog saya.

Teman-teman blogger semakin mengenal nama asli saya, Astin Astanti. Dari sinilah saya mulai paham, bahwa branding diri sebagai blogger itu penting. Nama blog tentu yang paling mudah diingat karena alasan di atas dan juga alasan saya yang jarang mengikuti event offline. Berbeda misalnya dengan nama blog Mengukir Kenangan, mungkin akan lebih sulit diingat siapa penulisnya.

Semoga dengan nama blog yang sama dengan nama asli saya, saya makin dikenal dengan apa yang saya tulis. Sayapun mulai percaya bahwa nama blog itu sangat berpengaruh dan sangat penting. Berikut ini beberapa hal yang membuat nama blog itu penting. 


Seberapa Penting Nama Blog untuk Blogger?



1|  Mudah Diingat dan Dikenal

Memiliki sebuah blog adalah kebanggaan untuk saya. Saat berkumpul dengan teman-teman blogger, saya dengan bangga akan menyebutkan nama blog saya yang bernama Astin Astanti. Nama blog yang simple dan mudah dingat. Coba bandingkan apabila saya menyebutkan nama blog saya "Menulis Sederhana untuk Menyimpan Kenangan". Teman blogger yang saya beri tahu kemungkinan akan kesulitan untuk mengingatnya. 

Nama Astin Astanti sendiri menurut saya adalah nama orang yang paling sederhana. Cocok sekali dijadikan sebagai nama blog. Kebetulan sekali kan, nama saya memiliki dua suku kata. Kenapa tidak Astin saja? Nama belakang menjadikan pembeda menurut saya, karena banyak juga yang bernama Astin.

2|  Lebih Profesional 

Boleh dibilang saya memiliki blog sudah siap untuk bersikap profesional. Mulai dari mengganti blog gratisan dengan blog berdomain. Saya sudah siap untuk menulis sesuatu yang lebih profesional saat menerima pekerjaan menulis. Dengan mengganti nama blog dengan nama asli dan lengkap, saya siap untuk lebih profesional.

Tulisan saya akan dibaca oleh banyak orang, saya percaya itu. Oleh karena itu, saya harus menulis sesuatu yang bermanfaat, paling tidak saya harus menulis sesuatu yang baik dan tidak menimbulkan pertentangan. Karena dengan menggunakan nama blog dengan nama asli, saya harus bersikap profesional.

3| Lebih Percaya Diri

Lebih percaya diri dengan memperkenalkan diri kepada brand, teman blogger, apalagi teman yang kurang mengerti blog. Dengan memperkenalkan diri sebagai pemilik dan penulis blog bernama Astin Astanti, semua orang tahu dan percaya saya menulis sendiri untuk blog tersebut.

Dikenal dengan nama blog sesuai dengan nama asli, saya juga semakin percaya diri untuk menawarkan kerja sama dengan pihak lain. 

4| Branding Diri

Saya sich tidak ingin menjadi terkenal, kalaupun saya terkenal, saya ingin dikenal dengan sesuatu yang baik. Oh Astin Astanti, saya kenal karena dengan tulisannya saya terbantu akan hal ini, akan hal itu dan sebagainya dan sebagainya. 

Memiliki nama blog yang mudah dikenal akan lebih memudahkan untuk branding diri. Buat teman-teman yang memiliki kemampuan yang menonjol dan dilakukan terus menerus, kemungkinan akan lebih mudah membuat brading diri. Contohnya, teman yang memiliki kemampuan menjahit. Teman-teman kemudian menuliskan semua hal tentang dunia menjahit.

Suatu ketika, disaat ada brand yang membutuhkan blogger yang pinta menjahir, sudah pasti semua akan menunjuk ke dirimu yang pintar menjahit. Jadi, membuat nama blog itu sebaiknya harus diperhatikan supaya mendapatkan branding diri.

No comments:

Post a Comment