Skip to main content

Membuat Nasi Uduk untuk Suami

Sepiring Nasi Uduk Cinta
Masih terasa rasa yang tertinggal selepas sarapan Nasi Uduk Cinta....hahaa, sok romantis aja, yeah sudah sejak hari minggu lalu, merencanakan membuat nasi uduk untuk suami dan semuanya. Sekitar pukul 03.10 saya bangun dan melihat suami saya sudah bangun, jadwalnya memang hari ini berangkat pagi. Suami menghabiskan mie goreng sisa semalam *kasihan sekali, "mau sarapan apa bi nanti?" tanya saya kepada suami yang sedang menikmati mie goreng jawa buatan saya.
"ga usah de, udah makan mie ini aja, ga usah repot-repot" jawab suami yang pengertian, aduuuh...makasih sekali ya dear atas perhatiannya kalau saya sedang em....emmmales tingkat atas.
"rencananya mau buat nasi uduk, tapi...." jelasku dengan sedikit menggantung mengatakan dengan bahasa kalbu kalau saya sedang banyak malas dan masih capai.
"lain kali saja kalau waktunya banyak, masak yang biasa saja" kata suamiku melihat keraguan saya untuk memasak, apalagi masih begitu pagi, adzan subuh belum mengumandang.


Suamiku mengajak tidur setelah makan, kira-kira hampir pukul empat, ngikut dah dengan plan "tidak perlu masak" di tempat tidur cuma glepak dan glipuk...bangun lalu memencet tombol power komputer melangkahkan kaki kedapur untuk minum air putih, ups...refleks dech ngambil tempe dari kulkas, pisau, buka mesin cuci...*ey bukan untuk dicuci tempenya..hahaa...cemplungin sabun detergent, iris-iris tempe...haduh....pukul empat nich, membuat nasi minus santan hanya pakai daun salam saja *kami sedikit tinggi kolesterolnya, tak apalah tanpa santan bisa ditinggal, nah ada empat menu yang harus dikerjakan sebelum pukul 06.00, strateginya dua kompor ini tidak boleh mati apinya, malah pingin panggil kompor satu lagi. 

Pertama menghentakkan kompor dengan menggoreng tempe untuk orak-ariknya, dilanjutkan mengupas bumbu-bumbu, ada bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, aw...aw...kecapnya tinggal sedikit?? haduh mana semua menu dalam nasi uduk membutuhkan banyak kecap? dan masakan tidak bisa menunggu sampai harus pergi kepasar untuk membeli kecap *dikejar dateline nih....halo? masak ada dateline juga ya? iya nih!! Orang arif lagi bijak mengatakan "semua bisa diatur" jadilah saya harus bisa membaginya secara adil. Satu lagi, gula merah juga ternyata tinggal aduh satu buah *masak diakhir bulan rasanya berjuta-juta syukur dah. 
Tempe Yang Sudah Digoreng
Satu kompor memasak orak arik  tempe dan menjaga kompor yang satu  menggoreng kentang untuk semur, lari kekulkas mengambil bakso dan tahu. Si Mbak sudah bangun namun masih melakukan ritual dikamar mandi serta sholat subuh. Melirik kearah jam dinding, orak arik tempe selesai 04.45, disusul kemudian semur sedang dimasak bersama  kompor yang satu  menggoreng kerupuk. (pengalaman membuktikan selalu gosong bila saya menggoreng kerupuk) saya bertekad harus bisa dengan mengikuti pelajaran bahwa api kompor harus selalu kecil dan minyaknya diusahakan memiliki panas yang konstan.  Syukurlah si mbak datang saya minta tolong menyelesaikan goreng kerupuk. Yup, menu terakhir meracik bumbu untuk bihun goreng dan menyetop goreng kerupuk sampai satu toples saja. Kembali saya sendiri mengambil kamera pake acara grogi setelah mendapat kelas fotografi dari mba Vivera Siregar, mudah-mudahan hasilnya lebih baik dan siap dikritik dah.
Menyiapkan Semur

Menyiapkan Bihun

Tersaji Untuk Orang Terkasih
 Melepaskan rasa penat, kantuk, pegal, malas dan berkorban untuk memasak walau suami mengatakan tidak perlu memasak, rasanya sesuatu banget. Hingga akhirnya saya menamakan Nasi Uduk Cinta, karena betapa cinta merupakan senjata untuk melepaskan semua rasa negatif dalam diri saya. Cinta kepada suami yang seharian bekerja, panas kepanasan, hujan kehujanan, menahan lapar hanya untuk menikmati makan malam dirumah *indahnya.... Sayang kepada seorang anak lelaki yang suka sekali semur dan bihun goreng, diresapi ya nak makannya, dan ada mbak dirumah butuh makan juga. Hm...jangan membayangkan seandainya saya memilih untuk ikut tidur bersama suami sampai matahari memanaskan bumi?? I Love my all Family, Allah's always with us.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…