Skip to main content

Hari Ulang Tahunku

Alhamdulillah. Hanya kata itu yang selalu menemani setiap desah nafas hari ini. Empat April 2013, hari kamis, adalah pengulangan tanggal lahirku. Ketika hari Minggu, empat April 1982, 31 tahun yang lalu, ibuku tersenyum bahagia sembari mengedipkan matanya ke arah bapakku dan berbisik. "Anak kita lahir, normal, cantik dan sehat."

Kalender 2013 yang aku terima sebelum habis tahun 2012, sudah aku cari dan tandai. Namanya manusia *okeh laline. Bangun pagi hari ini, aku tak mengingat, bahwa hari ini ulang tahunku. Dalam sholat subuhku, aku juga tidak ingat ini hari sebagai pertanda, umurku telah banyak dan berkurang jatah menghuni dunia yang fana ini.
Ketika hendak berangkat kerja, aku baru ingat. "Ini, ulang tahunku. kenapa suamiku tetap asyik di depan komputer, dan anakku bermain di luar rumah?" aneh. Ibuku yang setia menelepon pagi-pagi, juga tak terlihat di layar smartphoneku. Kelu ujung lidah dan derai air mata menetes, jatuh bak banjir bandang yang berkeliaran di kerajaan sang puteri.

"Mas," hanya cukup beberapa detik, menoleh kearahku. Baiklah, aku putuskan berangkat, mengendarai motor spacyku dan beringus-ingusan ria. Jika ada pengendara lain, berpapasan dan menatap ke arahku, aku segera mengeringkan air mataku". Gimana rasanya nyupir motor sembari nangis? seakan-akan ingin mengambil kaca mata kuda dah*ups.

Alhamdulillah. Melihat hamparan sawah menghijau, aku tersenyum dalam kubangan air mata. "Indah sekali ya, sawah itu". Menenangkan diri sendiri. Bukan sekali, dalam perjalanan ke kantor. Seorang pengendara motor, tidak lebih bagus dari motorku, "Alhamdulillah, suamiku membelikan spacy,aku jadi nyaman". Pokoknya semua aku anggap indah *tapi emang indah kok.

Sedang beresin meja kerja, Bapak Manager di kantorku menyambangi dengan menyapa lembut. "Hey, Astin...selamat ulang tahun ya?". Aku melongo bener, tak peduli kalau gigiku ompong. Tak peduli mata sembabku, hingga beliau pun tanya. Cuma sebuah pertanyaan aneh dari mulutku. "Tahu dari manaaaa?". Serius, baru menjabat dua bulan lho!

Aku nangis lagi setelahnya, suamiku belum bilang "Selamat Ulang Tahun" aku enggak butuh kado, aku enggak butuh suasana yang romantis, karena hidupku sudah romantis.  Tak perlu kado spesial, hidupmu bersamaku, sudah sanagt spesial dan itu kado terindah dari Allah SWT, aamiin.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…