Skip to main content

Lindungi Anak Sejak dari Rumah

Judulnya terasa kek berat sekali, iya menulisnya juga rasanya berat sekali, meskipun sudah ngobrol dan sharing sama suami, tetep rasanya masih penasaran, karena ya aku belum mengalami melepas anak ke sekolah.  Jujur, ketika mendengar berita mengenai seorang anak yang.... aku langsung pindah chanel kalau melihat di televisi atau skip dulu, kalau beritanya aku baca di wa suami maupun wa aku. Aku enggak tega dan pertanyaan demi pertanyaan selalu terucap, kenapa kok gitu? kenapa masih ada? kenapa bisa begitu? yang salah siapa? yang seharusnya bertanggung jawab siapa? yang seharusnya memerangi siapa?

Aku dan suamiku, iseng membahas setelah ada berita (lagi) mengenai kasus kekerasan seorang anak SD oleh kakak kelasnya, dan terjadinya di Jakarta. Jujur lagi, aku takut sekali sebenarnya kami. Kenapa? beberapa kali kami melihat Faiz di bully ringan oleh anak-anak yang (mungkin) tidak seumuran dengan Faiz. Faiz sama sekali tidak membalas, Faizpun jarang untuk mendendam, setelah dipukul setelahnya masih mau bermain dengan anak tersebut dan bilang anak itu baik kok.

Iyah, Faiz kami itu baik meskipun aku, kadang geregetan hingga memberinya semangat untuk menampik jika ada yang suka mukul. Tapi yang sering ya... memberitahu jika ada anak yang suka mukul, lari saja, pergi jauh dari dia dan masuk rumah. Oleh karena itu, aku minta si embak pengasuh memantau terus Faiz kalau sedang bermain, kalaupun ada aku, aku juga harus selalu melihat Faiz di luar. Seperti cerita yang ini, silahkan dibaca yak.

Dari ngobrol ngalor ngidul dengan suami, ada beberapa point yang harus dipersiapkan ketika nantinya Faiz sekolah dan di luar rumah, contohnya seperti ini;
  1. Mendampingi anak ketika memonton film kesukaannya, meskipun kartun dan tontonan anak, sebagai orangtua wajib untuk menerangkan bagian mana yang bagus dan bagian mana yang boleh ditiru.
  2. Usahakan untuk mendengarkan apa yang anak ceritakan, bisa informasi dari televisi maupun dari luar rumah. Beri pengertian tentang apa yang telah diterimanya, orangtua sebaiknya menjadi pendengar yang penasihat atas informasi apa yang diterima si anak.
  3. Selalu bertanya kepada anak, mengenai aktivitasnya di rumah, bisa juga bertanya kepada pengasuhnya apa yang dilakukan anak kita
  4. Komunikasikan dan diskusikan bersama pasangan, fleksibelkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah, jangan sampai sebagai orangtua tidak pernah mengantar anak ke sekolah. Tujuannya untuk memberikan kenyaman dan rasa percaya diri kepada si anak, bahwa si anak merasa terlindungi akan adanya pengaruh orangtua dalam aktivitasnya di sekolah.
  5. Buat hubungan yang baik dengan teman-teman anak kita di sekolah maupun di luar rumah, pstikan mereka menjadi teman yang baik untuk anak kita dan kita sendiri. Alasannya, jika ada sesuatu yang ingin kita tanyakan mengenai aktivitas anak kita, mereka bisa menjadi sumber informasi.
  6. Latih agar anak kita selalu menceritakan apa yang dia alami, apa yang dia dengar dan apa yang dilihat serta apa yang dirasa. Sebagai contoh, kita bisa menceritakan apa saja yang terjadi pada kita seharian, siapa tahu anak kita tanpa diminta akan melakukan hal yang sama dengan kita.
Menurut aku pribadi, semua tingkah laku anak kita, semuanya berawal dari rumah dari pelukan, dari suara, dari kata-kata dan dari hati orangtuanya. Jika anak selalu mendengarkan nyanyian jazz setiap waktunya, yang terngiang di telingganya nyanyian jazz yang dominan daripada nyanyian dangdut kan? *** kok jadi nyanyian yaak?

Semoga kita semua menjadi orangtua yang benar orangtua untuk anak-anak kita kelak, aamiin. Dan, maraknya kasus-kasus kekerasan yang muncul baru-baru ini, menjadi pelajaran buat aku pribadi untuk selalu belajar menjadi pribadi yang patut menjadi orangtua, menjadi bahan introspeksi untuk kami selaku orangtua, apakah sudah sesuai jalur sebagai orangtua yang semestinya.

Salam
Astin


Comments

  1. makasih mak sharingnya,buat bekal nanti kl dah dikasih rizki anak...ngeri,ngeriiiiiiii benerlah berita di tv akhir2 ini,semoga kita dijauhkan dari hal2 yg negatif ya mak..

    ReplyDelete
  2. Yap, setuju mak...mari kita peluk anak2 kita erat2. Semoga tdk ada kejadian yg tdk mengenakan menimpa mereka...

    ReplyDelete
  3. Yap, setuju mak...mari kita peluk anak2 kita erat2. Semoga tdk ada kejadian yg tdk mengenakan menimpa mereka...

    ReplyDelete
  4. kebanyaan bermula dari tv ya kalau menurut aku

    ReplyDelete
  5. Berita di tv akhir-akhir ini emang menggemparkan dan bikin para orangtua harus ekstra waspada yah mak ..
    semoga anak Indonesia lebih terlindungi lg.. aamiin

    ReplyDelete
  6. Berita di tv akhir-akhir ini emang menggemparkan dan bikin para orangtua harus ekstra waspada yah mak ..
    semoga anak Indonesia lebih terlindungi lg.. aamiin

    ReplyDelete
  7. Betul banget, Mak. ortu harus peka ya terhadap perubahan anak2nya.

    ReplyDelete
  8. setuju. Benteng pertama itu adalah rumah

    ReplyDelete
  9. Betul betul betul. :) Dasar kesehatan anak itu memang dari keluarga rumah sendiri mba. betul juga seperti artikel ini: http://goo.gl/gMx1qE

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Penyebab Nasi di Rice Cooker Cepat Basi

Pernah tidak mengalami nasi di rice cooker cepat basi, baru juga masak tadi pagi, sore hari sudah basi, basinya berair pula. Beberapa kali saya mengalami nasi di rice cooker basi dan dari kurun waktu 2008-2015 saya sudah berganti rice cooker sebanyak, lima kali. *Boros sekali ya? semoga ke depan tidak sering-sering berganti rice cooker ya. Mengganti rice cooker juga dengan pertimbangan, nasi yang dimasak cepat sekali menjadi basi. Iya, sewaktu membuka rice cooker setelah masi matang, aroma yang keluar sudah tidak enak, sewaktu dicentong, nasinya berwarna kuning dan pada lapisan bawah, nasinya berair.
Pengalaman Mendapati Nasi di Rice Cooker Basi
Sewaktu mendapati nasi di rice cooker basi, saya kaget dong. Lah wong baru saja masak, kok aroma nasinya sangat tidak enak. Lengket dan ketika nasinya dipindahkan, bagian bawah nasi itu berair. Rice cookernya juga berair, airnya juga bau.

Menyalahkan Beras Duh, merasa bersalah sekali nich, akibat nasi di rice cooker cepat basi, saya menyalahka…