Skip to main content

Warna-Warna dalam Kehidupanku

Mau ngobroling mengenai warna-warna dalam kehidupan nich. Teman-teman suka enggak sich, ketika memutuskan untuk membeli sesuatu, ada satu pertimbangan mengenai warna?. Misalnya, teman membutuhkan teko minum, atau gelas plastik. Teman membutuhkan sekali barang tersebut, apakah ketika membeli, juga mempertimbangkan belinya harus teko yang berwarna pink, karena di rumah semuanya sudah serba pink.

Memilih Barang = Mempertimbangkan Warna


Kalau saya, iya tuh...sudah lama sekali jika ingin membeli sesuatu, warna menjadi pertimbangan juga ketika membeli sesuatu. Tapi ya, enggak banget, sampai kudu enggak beli, misalnya butuh teko dan enggak ada pilihan warna yang saya sukai. Butuh sekali = beli, tanpa memikirkan warna pinknya enggak ada.

Tapi, kalau emang enggak butuh sekali ya...mau enggak mau, kepinginnya menunda dulu untuk membeli barang tersebut. Nunggu nanti, kalau pas melihat barang tersebut ada warna yang pas di hati, pas di mata dan pas untuk ditempatkan di rumah.

Warna Pilihanku


Warna biru, mendominasi masa kecilku. Ibuku menyediakan gelas untuk anak-anaknya sendiri-sendiri. Untuk membedakan antara gelas saya dengan gelas saudaraku yang lainnya, ibu memberi tanda. Tandanya adalah tutup gelas yang berbeda warna. Sampai sekarangpun masih, lho...ibuku membedakan tutup gelas, keluarga saya dengan keluarga saudara saya #ketika sedang mudik.

Jadi, warna biru sudah identik dengan saya, tidak juga tutup gelas, ibu memberi botol minuman, temapt makan, tas, sandal dan peralatan sekolah juga berwarna biru. Oleh karena itu, masa kecil hingga saya merantau ke Jakarta, warna biru mendominasi kamar kos saya.

Sampai suatu hari, ibu menanyakan warna tempat seserahan apa? saya menjawab cokelat keemasan ya bu. Nah, sudah berubah pilihan warna saya. Ketika hunting barang seserahan, saya memilih kerudung empat gradasi warna cokelat, baju tidur warna keemasan, sandal warna keemasan, baju muslim warna keemasan hingga handuk pun harus memilih yang cokelat. Baju akad nikah, baju resepsi dua kali, Alhamdulillah warna yang saya harapkan, terima kasih, ibu dan bapakku.



Warna-warna dalam Kehidupanku


Saya memaknai dalam kehidupan, warana-warnanya selalu berganti-ganti. Kadang muncul warna merah bersemangat, kadang berwana biru mengebu, warna hitam melegam ketika sedih memanja. Tentunya, tidak ada hidup yang tanpa warna, semuanya selalu berwarna-warni. Bukankah hitam dan putih juga warna? hitam ketika ada sedih menggelanyut manja dan putih ketika semua tanpa ada bekas.

Warna dalam kehidupanku pun, selalu berganti. Merah bersemangat menuai hari yang penuh senyuman. Tiba-tiba ada sedih dalam relungan hitam. Dengan warna -warna kehidupan tersebut, tentu Allah memberikan sebuah pertanda, bahwa hidup harus dihadapi, bahwa hidup harus terus berjalan, bahwa hidup harus banyak makna.

And so, bagaimana hari-harimu teman? banyak warna banyak cerita dan banyak hikmah bukan? semuanya tidak mungkin kita tinggalkan, semuanya harus kita hadapi, hadapi dengan senyuman meskipun perih melanda. Temani saya ketika ada sedih, tunjukan bahwa dengan senyuman kesedihan akan berganti dengan kebahagian, aamiin.

Sudut itu, dalam warna-warna kehidupan [2015]





Comments

  1. sama, aku juga suka warna biru dari kecil. Tapi aku punya 2 favorit warna, biru, ungu, dan pink :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. biru kalau buat anak perempuan itu manis ya..hehee

      Delete
  2. Mbak Astin langsing bangettt ya..setelah punya anak bodynya ya tetep kayak perawan hehehe..ayu...rahasianya donkkkk...

    ReplyDelete
  3. hidupku penuh warna sejak kenal mak astin astanti *tsaah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nagih pingin ketemu kamu lagi, Mbak..ehehe

      Delete
  4. Pokoknya pink! Hihi, ketika hamil anak pertama, cewek, saya yang tadinya agak anti pink, jadi gila pink. Dan, sampai saat ini masih terbawa kadang2. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihiii, karena anak pertawa cewe ya Bun, hihii...

      Delete
  5. toooosss ah, barang2 saya kebanyakan juga warna biru...
    jika butuh banget sama barang tertentu tapi gak ada warna birunya = (terpaksa) beli
    kalo ada warna biru tapi gak butuh = (tergoda) beli :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Tabung Elpiji Bisa Berbunyi?

Alhamdulillah, ya Allah...pagi ini masih bisa menikmati sajian makanan meskipun hasil beli di pasar. Iya, tadi pagi sudah semangat untuk bikin sop buat anakku, tapi ceritanya jadi beda gegara ini.
Sebelum sholat subuh, saya merebus daging untuk sop dan menitipkan ke suami untuk melihat api di kompor, karena indikator di regulator menunjukkan gas hampir habis. Namun, suamiku masuk kamar dan aku sholat subuh. Masuk ke rakaat terakhir, saya mencium bau gas, menyengat dan langsung mempercepat gerakan sholat.
Saya matikan api, menarik nafas, karena tidak sampai mati apinya, jadi kalau pasang elpiji bisa gampang pikirku. Selang beberapa lama, saya kembali ke kompor dan mendengar suara mendesis dari elpiji *apa ini? aku panggil suamiku dan suamiku hendak mencabut regulator pada tabung elpijinya. Kaget kami berdua, suaranya dari mendesis menjadi *ngiiiiiiing seperti alarm kebakaran, panjang dan keras.
Saya melihat wajah suami mulai panik, tapi masih terkendali, saya diminta keluar mengajak a…

Bagaimana Cara Print Out Mutasi Rekening BCA

Hallo selamat pagi? semangat pagi karena telah berganti tahun dan berharap tahun 2015 ini semakin lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sedikit informasi, tumpukan pekerjaan tahun 2014 masih banyak sekali dan beberapa kendala dari status sebagai anak, istri, ibu, majikan **eheheee..., pekerja kantoran, tetangga dan pengguna jalan umum, membuat pusing tujuh keliling.
Nah, daripada memikirkan masalah yang belum tentu menjadi terhambatnya aktivitas, maka syukurilah apa yang sedang dihadapi. Si embak ijin pulang kampung begitu lama ya..disyukuri saja meskipun tumpukan baju kering banyak.
Lah, apa hubungannya bagaimana cara print out mutasi rekening BCA dengan itu semua tadi? iya, saya itu kan gaptek kalau terpaksa, tapi kalau tidak terpaksa saya akan menjadi tidak gaptek, karena saya males untuk mencari tahu.
Beginilah jika dalam situasi terpaksa, akhirnya saya menggunakan klik BCA yang telah lama dianggurin untuk hal pekerjaan. Kenapa? pernah terblokir malas pakainya jadi ***tuh kan,…

Wardah, Kosmetik Pilihan di Usia 30

Mengingat waktu masih pakai seragam abu-abu putih, bedakpun masih yang beli di warung seharga 500 perak, lipstik cukup pakai madu dan deodoranpun pake yang serbuk anti bau badan. Pantesan banyak cowo-cowo lari lunggang lunggung kali ya dari dirikuh dan enggak punya pacar waktu es-em-a. aaaach kenapa jadi buka rahasia???
Pun ketika sudah menjadi mahasiswa yang katanya lebih dewasa gitu *ini aneh bin ajaib gitu loh, masih pake bedak baby *pyuuuuh. Lipstik udah mule pake lips gloss getu dan deodorant pun ada plus minyak wangi. Tapi untuk riasan wajah, jauh dikatakan dewasa *qiqiqiqiqiqik.

Lambat laun ketika terdampar di kota gudek Jogja yang indah akan eksotisme kulkural dan mengenal dunia kerja, akhirnya mau enggak mau keluar masuk salon yang berdominasi warna empink itu. *uuugh, jadi inget pake pingin ke Jogja.
Kosmetik yang digunakan pun hanya kosmetik dari tempat perawatan tersebut. Bedak masih yang imut-imut dikhususkan pada range usia remaja *laaah, padahal saat itu usiaku sudah tidak…