8 Oct 2015

Cerita dari Menulis Diary ke Blogpost

Advertisement
 http://www.uniekkaswarganti.com/2015/09/giveaway-cerita-di-balik-blog.html

Jaman sekarang sudah berubah ya, jika dulu ada buku harian atau kerennya di jaman SMP disebut diary-sekarang ada buku harian elektronik. Lebih kerennya disebut blog atau ada beberapa media menulis lainnya. Isi pada buku harian atau diary, lebih banyak ditulis...tadi aku ketemu dia loh, waktu mau belok menuju ke kantin sekolah. Dan biasanya, awalan sebelum menulis ditulis, dear diary----eaaa, kek lagunya duo wanita cantik itu, kan ya?

Keknya menulis buku harian yang kadang berwarna pink abis atau biru menggebu, selalu mengalir, selalu ada topik, selalu ada tulisan dan bisa dilacak tanggalnya-karena biasanya sebelum menulis, pasti dibubuhi tanggal dulu. Atau nich, ya...setelah selesai menulis, ditutup dengan love u, medio April 1992. Enggak perlu mikir berlama-lama untuk menggoreskan pena, enggak perlu searching apapun di internet, enggak perlu hunting gambar berpuluh-puluh dan enggak perlu bingung mau nulisnya kek gimana-lha wong namanya juga buku harian.

Lalu Saya Punya Blog

Kapan terakhir saya memiliki buku harian atau diary? kemarin barusan saja-sebelum menikah saya memiliki buku harian berwarna merah. Hasil gratisan dari sebuah perusahan asuransi. Saya masih suka menulis, dear diary-cieeeh...dikata diary bisa mendengar. Karena jaman telah membuat teknologi semakin maju dan berkembang, berkenalanlah saya dengan sebuah tempat untuk menulis, untuk berbagi malahan dengan banyak orang-sebuah blog.

Awal pembuatan blog ya gitu dech, suka alay-alay banget. Suka ganti-ganti template kek orang yang galau mau pilih siapa yang bakalan jadi pacarnya. Dari beragam template sudah menjadi baju dari blog ini, dari beragam gaya tulisan mewarnai goresan kenangan. Hingga akhirnya telah sukses berdomain nama lengkap saya sendiri. Seneng punya blog? senenglah, bisa ketemu kalian, kalian, kalian dan iya kamu yang membuat warna hidupku makin cerah ceria.

Menulis Tentang Apa

Bedanya buku harian sama blog itu ada pada, private and public, itu yang nyata. Jika buku harian bisa ditulis seenaknya wudele sendiri, Dear Diary, hari ini aku sebel sama Nay, dia masa ngedeketin gebetanku. Kalau mau nulis di blog? atau bahasa kerennya blogpost? masa iya mau nulis, kemarin saya pergi ke rumah teman di daerah pinggir kali, aduh kalinya jorok sekali, buang sampah sembarangan, bau banget tahu! besok enggak mau ach datang ke sana lagi. Hm..bakalan terlihat gak? 

Saya menganut paham, sebuah blogpost mencerminkan bagaimana sosok dan sikap penulis blogpost tersebut. Meskipun sebetulnya untuk menciptkan brand, yang diperlukan salah satunya adalah kejujuran. Jika menulis blogpost atau menyusun blog dengan tidak jujur, yakin dech, bakalan akan kesulitan untuk membesarkan sebuah image yang secara tidak langsung sudah diterima orang lain.

Karena saya belum sama sekali menciptakan brand untuk blog ini, maka...u can see? blog ini bertaburan tulisan yang entah berantah alias masih belum jelas, akan mengarah kemana. Tapi saya suka, saya suka menuliskan apa saja yang memang ingin saya tulis. Enggak boleh protes ya, soalnya, saya enggak pinter-pinter amat ngeblog. 

Jadi, apapun yang kadang terlintas dalam pikiran, misal sedang naik sepeda motor nich, kok keknya perlu nich, nulis jalan banyak yang berlubang..jadilah blogpost tersebut. Melihat anak mainan, mainannya asyik sekali...tulislah membeli mainan di pasar Asemka dan lain sebagianya. Daaan, satu yang mendukung pembuatan blogpost, foto. Yup, kadang foto mampu menggerakan pikiran kita lho, untuk dijadikan blogpost. Jadi, kemana-mana saya siapkan kamera portable dan hp.  
Niat hati ingin menulis blogpost dari materi ini, nyatanya? u can see?

Menulislah yang kamu senangi, menulislah apa yang menjadi bidangmu, menulislah apa yang mudah kamu gapai dan temukan dirimu di situ. (www.astinastanti.com)

Kapan Waktu untuk Menulis di Blog

Tiba-tiba ada hal yang menyedihkan, dimarahin buguru karena membalas surat dari doi, Dear Diary...bla and bla. Menulisnya di rumah, lama banget ya.... iyakan, takut kena razia, nanti tas digledah lalu penjuru arah angin akan tahu, aku ngefans sama Guru Biologi. Menulis di blog, adakah waktu yang pas untuk saya menulis? seharusnya ada, tapi bagaimana ya, ada banyak status yang melambai-lambai ingin disambangin.

Saya tidak luput dari rasa malas, atau ketika melakukan pekerjaan di rumah...menyelesaikannya sehingga tidak ada waktu untuk menulis di blog. Itu pernah, rasa lelah, ngantuk, mendingan bobo atau mendingan melototin anak bermain di teras rumah. Tapi, kalau emang sedang ingin menulis, bisa begandang dan dibela-belain enggak masak. Ditanya suami, ada makanan? ada. Suami buka tudung saji, dan bertanya lagi, masak apa?  (a) enggak masak...sapa yang bilang masak? (q) kan tadi? (a) kan cuma bilang ada makanan, di pasar atau di rumah orang yang sudah masak. Kwek.

Waktu yang tepat untuk saya setelah resign dari pekerjaan, adalah malam hari untuk menulis blogpost. Tidak ada gangguan dari tetangga, dari anak-anak ataupun dari teng-teng...rujaaak rujaaak. Malam hari seperti sekarang, adeeem banget, habis hujan soalnya, Alhamdulillah ya. Nah, siang hari kadang saya lakukan blogwalking...karena blogwalking bisa nyantai, enggak kudu menata huruf menjadi kata dan terangkai menjadi kalimat untuk menjadi blogpost.
Seseorang dikatakan suskes, adalah dia yang mampu menaklukkan kemalasannya dan bergerak untuk membunuh malasnya dengan melakukan sesuatu. (www.astinastanti.com)

Harapan dari Sebuah Blogpost

Menulisnya dengan tinta emas, kadang dikasih clipart lucu-lucu khas anak yang sedang bersemi hatinya. Pertanyaan selanjutnya, mau dibawa ke mana itu buku harian? etapi kalau saya, saya menyimpan ada empat buku harian, paling lama itu tahun 2004, pasca lulusan kuliah, yang isinya masih kek anak SMP. Terakhir pas mau menikah dan semuanya sukses dibaca oleh suami. Komentarnya...ooogh, jadi kalian sebenarnya...case closed.

Blogpost yang memiliki konten menarik hasil semedi seminggu untuk menciptakannya--tegar amat ya. Bakalan ramai pembaca, ramai yang komentar jika memang yang membaca adalah teman-teman blogger juga. Satu blogpost bagus dirangkai dengan pembuatan blogpost lainnya yang sama menarik dan memiliki konten yang rupawan, siapa yang enggak suka?

Apalagi telah berdomain, harapannya...akan ada peluang-peluang yang mampu membayar sebuah blogpost keren tersebut dong. Peluang tersebut bisa bermacam-macam, lho. Contohnya, peluang mendapatkan pertemanan, karena ada yang memiliki konten yang sama atau memang menyukai blog tersebut. Peluang mendapatkan job review, istilah keren di dunia blogging sekarang, karena konten yang bagus, pasti akan dilirik penyedia job review. Nah...semoga, dengan menulis cerita di balik saya punya ini blog...aktivitas blogging akan semakin membaik, amiin kontennya semakin menarik dan tajam agar peluang-peluang dapat tercipta dari blogpost yang dibuat.
Jadilah dirimu sendiri, temukan apa yang menarik dari kelebihanmu ciptakan brand kamu sendiri, raih peluang-peluang hebat di depanmu. (www.astinastanti.com)

Giveaway di Balik Cerita Blog

23 comments:

  1. Sekarang punya waktu yang lebih luas ya Mbak setelah resign hehe. Semangat ngebolg ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah,mudah-mudahan ada peluang lebih ya Tis

      Delete
  2. Saya rajin menulis di buku diari dulu pas Tsanawiyah, hehe...
    Ketika kuliah rajin lagi nulis, tapi ditulis dalam bentuk puisi, lalu dikirim ke koran.
    Semoga aktivitas bloggingnya semakin ciamik ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. puisinya pasti bagus-bagus... makasih ya Pak Ustadz

      Delete
  3. mak astin ajari saya membuat quote dong, quotenya bijak sekali nih, kok saya susah ya kalo mau bikin quote hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. membuat quote itu ditentukan mood, kalau moodnya lagi baik malah enggak bisa...hehheee. Kalau lagi teraniaya baru dech, bikin.... (baca:nulisnya ngantuk, teraniaya ngantuk, buuu)

      Delete
    2. keren kak blogspot emang mantab buat nulisin diary :)

      Delete
  4. Terpesona dengan quote-nya ^_^
    Ya, kembali lagi pada diri sendiri, ngeblog buat apa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau terpesona bisa bikin tersanjung aku looh...iyes, ngeblog buat apa, tergantung diri sendiri Mba,

      Delete
  5. Tapi kalo aku tetep beda yang ditulis di diary sama yang di blog. Yang rahasia2 tetep ngga diposting di blog, jaim juga hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya dong, klo di diary lebih keee yang enggak boleh dibaca orang...klo mau nulis di blog ya..yg umum aja

      Delete
  6. Aku idem ma mak irit Rahmi ...blog ada, diary juga ada krn beda isinya

    ReplyDelete
  7. aku dulu juga berawal dari diary, mak. tiap pengin curhat tapi nggak sanggup akhirnya nulis di buku. setelah dilihat2 kok jadi makin suka nulis. hehe

    ReplyDelete
  8. Keren, semoga makin jaya blognya :)

    ReplyDelete
  9. mba ko bisa mba.. gmna caranya biar tampilan blognya keren kya mba? duh jadi iri nih.
    ajarain dong mba buat kita yang awam.
    sebelumnya terimakasih, sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  10. Peluang mendapatkan pertemanan,, kayak kita ya mbaktiiin :D

    ReplyDelete
  11. Terima kasih sudah ikutan GAku ya Astin, good luck :)

    ReplyDelete
  12. hihii keren nih... dari nulis dairy aja bisa sampek menjadi penulis blog :D

    ReplyDelete
  13. Enakan nulis diary di buku atau di blog mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalok meurutku sih kak tergantung dari setiap oragnya :) hehe... kalo aku lbih suka d blog, tapi paling rajin d buku xD hehe

      Delete
  14. Menuliskan sesuatu yang menginspirasi itu bagus loh mbak, kembangkan slalu kreativitas :) Saya jadi terinspirasi pengen nulis lagi di blog.

    ReplyDelete

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...