9 May 2020

Karena Ramadan Tahun Ini Begitu Istimewa


Ramadan tahun ini begitu istimewa Allah memberikan kesempatan kepada umat muslim di seluruh dunia untuk menikmati Ramadan yang begitu indah dan begitu istimewa. Ramadan di tengah pandemi covid 19 begitu mengajarkan kita semua untuk lebih banyak bersyukur, lebih banyak belajar, lebih banyak bersabar, lebih banyak mencari hikmah dan tidak menyia-nyiakan waktu. 

Liburan lebaran tahun lalu di Bandung


Menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan ikhtiar di rumah saja, mengajarkan kita lebih banyak menerima sesuatu dengan hati yang ikhlas. Saya pribadi dan keluarga tetap menjalankan kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah saja. Bersabar, menerima semua dengan hati ikhlas dan dada yang lapang serta lebih banyak menyebut Asma Allah dengan beribadah.

Buat kami, Ramadan tahun ini begitu istimewa. Bersabar untuk tetap berada di rumah, tidak keluar rumah mencuci mata atau mencari tambahan takjil untuk berbuka puasa. Takjil berbuka puasa buat kami tidak begitu penting. Teh manis hangat dan kurma sudah menjadi pelepas dahaga dan penahan lapar. Jika ingin takjil yang lain, Dapur Astata milik saya pribadi siap membuat apa yang dinginkan, asalkan tidak ribet membuatnya. Alhamdulillah selama masa pandemi ini, semua makanan dimasak dari Dapur Astata.

Buat kami, Ramadan tahun ini begitu istimewa. Menerima apa adanya yang ada di rumah, tanpa merajuk ingin keluar rumah. Saya dan suami bersyukur diberikan anak-anak yang sehat, meski kadang merajuk, rewel, berantem satu sama lain hanya karena masalah ringan. Tanpa rajukan untuk jalan-jalan, saya dan suami sudah bahagia. Dapat melihat mereka nyaman berada di rumah, meski konsekuensinya harus dibayar "lebih" mahal, kami berikan. Membelikan mainan, membuatkan kue dan roti sebagai pengganjal perut mereka. Alhamdulillah Allah mencukupkan waktuku untuk berada di Dapur Astata dan membuatkan mereka makanan.

Buat kami, Ramadan tahun ini begitu istimewa. Melihat ujian covid 19 sebagai ujian yang harus dicari hikmah dan dilalui tanpa keluhan. Berat dan susah memang untuk tidak mengeluh. Tapi masa iya, saya harus mengeluhkan waktu yang belum lama untuk menghadapi hal ini tanpa melihat berapa lamanya waktuku untuk bersenang-senang sebelum datangnya pandemi covid 19?. Malu rasanya jika keluhan yang keluar, malu rasanya jika merengek tidak sering keluar rumah, malu rasanya merasa takut tidak dapat hidup tanpa dunia luar. Malu rasanya jika harus menangis mengkhawatirkan masa depan.

Buat kami, Ramadan tahun ini begitu sangat terlalu amat istimewa sekali. Imam kami, suami dan bapaknya anak-anak berada di rumah sepanjang hari selama bulan suci penuh dengan keberkahan ini. Ramadan tahun ini beliau selama 24 jam non stop hadir di tengah-tengah kami semua. Ramadan tahun ini beliau ada bersama kami menunggu dan menikmati waktu berbuka puasa. Ramadan tahun ini beliau menjadi imam sholat fardlu kami selama 24 jam non stop. Ramadan tahun ini Alhamdulillah beliau ada bersama kami, menikmati waktu berpuasa karena diberikan kesempatan oleh Allah istirahat dari pekerjaannya. Allah Maha Tahu, Allah Maha Kuasa dan Alah Maha Kaya. 

Saya tuliskan arti dari ayat Surat Ar Rahman, "Maka Nikmat Tuhan Kamu Manakah yang Kamu dustakan". Setiap nafas yang dihembuskan selama ini adalah nikmat dari Allah. Dengan mata yang digunakan untuk melihat yang baik, adalah nikmat terindah dari Allah SWT. Kesehatan dan kebersamaan bersama keluarga adalah nikmat yang tidak dapat dipungkiri juga. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur meskipun diberikan ujian bulan Ramadan dengan pandemi covid 19. Insya Allah dengan adanya ujian pandemi covid 19 ini, menjadikan kita semua bertambah nilai keikhlasan dan kebaikan di mata Allah SWT. Aamiin. 

23 comments:

  1. Subhanallah, saya setuju mbak.

    ReplyDelete
  2. Aamiin semoga kita semua termasuk orang2 yang memperoleh hikmah atas ujian pageblug ini ya mbak. Tetap bisa bersyukur dalam keadaan apapun.

    ReplyDelete
  3. Ujian yang kita terima harus dijalani dengan super ikhlas supaya mendapat ridha Allah SWT. Siapa sangka ya mbak kita mengalami pandemi corna ini begitu lama dengan segala aktivitas yang di rumah aja hiks :( Semoga makin barokah buat kita semua aamiin.

    ReplyDelete
  4. Masa-masa pandemi seperti ini, Dapur Astata rajin produksi. Kereen, Bund. Pertahankan semangatnya, ya. :D

    ReplyDelete
  5. In syaa Allah Ramadhan kali ini spesial karena hal-hal yang Mak Astin tuliskan di atas ... ada hal-hal yang kita syukuri ya di masa pandemi ini.

    ReplyDelete
  6. Bener2 istimewaa, Maak! Terlaff..

    Aku pun langsung bersyukur dan tersenyum bahagia, saat mengucapkan "Maka Nikmat Tuhan Kamu Manakah yang Kamu dustakan". Setiap nafas yang dihembuskan selama ini adalah nikmat dari Allah.
    Itu sajaa...

    ReplyDelete
  7. Bener, Ramadan tahun ini terasa sangat istimewa sekali dan penuh hikmah meskipun di tengah Pandemi

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemudahan untuk menerima hikmah sekaligus berkah di masa pandemik ini ya Mba

    ReplyDelete
  9. totally agreed mba sama tulisan mba memaknai ramadan di masa pandemi ini, semoga ini semua bisa allah ridhoi selesai ya aamiin

    ReplyDelete
  10. Benar-benar istimewa ya mbak, kita bisa belajar arti kesabaran dari pandemi ini. Semoga covid-19 segera berakhir

    ReplyDelete
  11. bersyukur bisa memgambil hikmah ya Mbak. Ini suatu kemampuan yg sangat amat pantas utk disyukuri. Puasa tinggal sebentar lg. semoga dilancarkan sampai hari kemenangan ya Mbak..amiin

    ReplyDelete
  12. MEmang pandemi menjadi kita banyak banyak bersyukur, dengan nikmat yang selama ini mungkin tak selalu jadi perhatian. Seperti berkumpul seluruh keluarga di rumah dalam waktu yang tak terbatas, karena nggak tahu sampai kapan pandemi ini ya. Semoga kita senantiasa diberikan kesehtan, umur panjang yang berkah ya AStin

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah Ramadan tahun ini begitu spesial dan menyadarkan kepada kita semua indahnya Ramadan-Ramadan sebelumnya dan kerinduan akan suasana seperti itu lagi.

    ReplyDelete
  14. istimwewa banget ya astin. semoga kita semua sehat ya :* kamu juga sekeluarga sehat-sehat
    semoga corona segera berlalu dan kita diberikan kemudahan mencari rejeki

    ReplyDelete
  15. Hikmahnya pandemi ini ya mak..suami sy pun hanya ngantor 2 kali seminggu. Tapi dia sering di rumah rasanya nambah rempong hahha ga bebas leyeh leyeh

    ReplyDelete
  16. Masya Allah nikmat yang mana kita dustakan ya? tentunya Kita Harus banyak bersyukur dengan kondisi pandemi Corona ini

    ReplyDelete
  17. Iya ya, Ramadhan tahun ini sangat istimewa. Kita gak bias silaturahmi dengan bebas, gak bias belanja seenaknya, gak bias terawehan di masjid, dll. Tapi ada banyak hikmah yang didapat. Kalo aku, di rumah jadi kerasa erat ikatan bonding. Dan jadi shalat berjamaah terus serta tepat waktu.

    ReplyDelete
  18. Walau wabah ini tidak mengenakan buat kita semua, tapi hikmahnya quality time keluarga jadi lebih terasa ya. Aku juga tarawih di rumah jalan terus bareng keluarga. Cuma 1-2 malam yang jalan masing-masing karena ortu lagi pada ga enak badan

    ReplyDelete
  19. Iya mba.. ini ramadhan yg benar2 berbeda ya.. meski kata banyak org ramadhan ini sepi tapi justru kita jadi merasakan 24 jam non stop sama pak bos ya.. senoga ikatan keluarga kita yang begitu dekat selama pandemi beelanjut terusss sampai selamanya meski pandemi telah pergi..

    ReplyDelete
  20. Hikmah hanya bisa dirasakan bagi kaum yang berpikir yaa, kak..
    Semoga kita termasuk kaum-kaum yang senantiasa bermuhasabah dan bersyukur bagaimanapun bentuk nikmatNya.

    ReplyDelete
  21. Aku sedih baca ini, air mata ini ngalir gitu aja. Tetiba aku tersadar, bahwa Ramadhan kali ini, justru suamiku berada di luaran hingga larut malam. Ini jam segini baru pulang :(

    ReplyDelete
  22. wuiih, udah sama besar ya sama anaknya, sama aku juga sama si sulung udah mau kejar-kejaran gedenya, hahaha. ramadan kali ini akan jadi catatan sejarah kita nanti

    ReplyDelete
  23. masyallah iya mbak asti, awalnya mengeluh kok puasa pas ada pandemi. Setelah direnungkan banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari situ ya

    ReplyDelete

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih