14 May 2020

Mudik Yes Or No Pada Masa Pandemi Covid 19

Mudik menurut Wikipedia Indonesia sampai hari ini saya menulis memiliki pengertian yang sama dengan pulang kampung. Mudik atau pulang kampung adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia sudah sejak lama diidentikkan dengan tradisi tahunan menjelang hari raya besar keagamaan, misalnya menjelang Lebaran. 

Mudik sudah saya lakukan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Yup, sejak SMP saja belajar mandiri, sekolah jauh dari orang tua. Kuliah di luar kota, bekerja di luar kota jika pulang ke rumah bapak ibu, kusebut sebagai kegiatan mudik, pemudik dan butuh uang buat mudik. Mudiknya ya ke kampung halaman.

Persiapan Mudik Lebaran


Tahun 2020 menjadi tahun penting dalam catatan sejarah. Tahun yang dibuka dengan harapan yang begitu besar, dengan rencana-rencana yang begitu indah, menyusun goal setting, menyusun bussines plan, semuanya dengan mudahnya Allah balikan rencana tesebut. Allah memberikan ujian berupa virus covid 19. Allah juga begitu sayangnya kepada kita semua, Allah memberikan kesempatan untuk memetik hikmah dari ujian yang diberikan-Nya bagi orang yang mau menerima dan mencari hikmah tersebut.

Covid 19 menggegerkan dunia. Menggegerkan seluruh sektor termasuk sektor pertahanan diri. Jujur awalnya saya hanya mampu diam, berusaha untuk mencerna bahwa apa yang dikhawatirkan ternyata hadir dan saya harus siap menerimanya. Apapun resikonya, apapun keadaannya, apapun yang akan terjadi nanti, apapun yang harus disiapkan, termasuk memasuki bulan Ramadhan masih dengan penggalan penggalan cerita nestapa bertambahnya pasien yang terjangkit covid 19. Hal yang paling nyata adanya adalah agenda mudik 2020.

Mudik 2020 menjadi momok yang harus benar-benar diperhatikan risikonya. Jika ingin egois, silahkan mudik, puaskan perjalanan mudik yang tentunya harus dibayar risikonya. Jika tidak mudikpun, persiapkan juga risiko. Bandingkan kedua risiko tersebut dan pilihlah yang risikonya paling kecil dan tidak menimbulkan banyak hal yang meresahkan di kemudian hari. 

Disclaimer pribadi tentang Mudik dari saya pribadi. Saya bersyukur tahun-tahun lalu diberikan kesempatan untuk mudik ke rumah ibu dan bapak, di Cilacap. Bisa mengunjungi rumah kakak di daerah pegunungan, bisa silaturahmi ke rumah saudara di Purwokerto, bisa berlibur di kaki Gunung Slamet, bisa berlibur di daerah Cikole, Bandung dan semua itu tentu atas kebaikan Allah SWT. 

Mudik lebaran 2019 adalah terakhir kali saya pulang ke rumah ibu dan bapak. Setelah itu, kami berkatifitas dan sudah berencana pulang pada mudik lebaran 2020. Allah berencana lain. Saya dan kelaurga sudah memutuskan untuk cancel semua rencana dan tidak ada mudik pada lebaran 2020 ini. Tidak ada artinya mudik dalam situasi yang penuh dengan was-was dan kecurigaan seperti ini. Memang mudik bisa menggunakan kendaran pribadi dan mengecilkan resiko, apa iya di jalan tidak berhenti dan istirahat di tempat umum. Rasanya logikaku yang salah untuk mengatakan bahwa mudik sekarang banyak menimbulkan risiko.

Mudik Yes di Lakukan Jika


Situasi sudah dapat terkendali. Tidak ada laporan pasien yang terpapar covid 19 di semua bagian wilayah Indonesia, baik secara resmi dinyatakan oleh pemerintah maupun dari mulut ke mulut. Ada banyak kesempatan yang pasti Allah akan berikan kepada kita semua yang bersabar. Mudik dapat kita lakukan bukan? jika semua daerah bersih dari wabah covid 19. Mudik juga tidak menjadi beban berat dengan was-was dan rasa saling curiga.

Jika menganalogikan semua penyakit dari Allah, kesembuhan juga dari Allah, lantas sebagai manusia apa kita hanya berpasrah? Manusia wajib berikhtiar menjaga badannya supaya sehat. Manusia berikhtiar menjaga tubuhnya supaya tidak tertular penyakit. Dan jika tertular penyakit, mohonlah kesembuhan kepada Allah, percaya Allah pasti menyembuhkannya. Namun jika Ajalnya diberikan pada saat terkena penyakit ya, itulah takdirnya. 

Saya masih ingin sehat dan berikhtiar untuk keluarga tercinta agar tetap sehat. Karena buat kami, kesehatan itu mahal sekali harganya. Dengan sehat kami semua mampu untuk beribadah dan beraktifitas. Dengan sehat kami semua mampu mendoakan yang terbaik untuk bangsa Indonesia ini. Jika semua sehat, Insya Allah agenda mudik juga bisa dengan cepat kita lakukan bersama-sama, bukan?. Mudik dengan hati yang nyaman, mudik dengan hati yang bahagia, bertemu dan memeluk orang tua tanpa rasa khawatir kita sebagai carier. 

Di rumah saja dan bersabar esok pasti akan berlalu. Esok pasti kita semua dapat mudik dengan indah, Yakin Allah pasti memberikan kesempatan tersebut.

Mudik No, Jika


Ada hal yang begitu memberatkan dalam suasana covid 19 ini. Kita beraktifitas seperti biasa, tanpa gelaja tapi pernah berhubungan atau berinteraksi dengan PDP atau sering berada di wilayah yang bertanda merah. Kita sehat, badan kita kuat karena masih muda dan tidak memiliki riwayat sakit bawaan. Dapat beraktifitas seperti biasa dan enggan untuk rapid tes atau berusaha untuk mencari tahu tes-tes yang menjelaskan kita bebas atau positif covid 19.

Jangan mudik jika hanya ingin bertemu orang tua dalam situasi seperti di atas. Buat saya pribadi, orang tua adalah orang yang wajib kita lindungi bersama-sama. Orang tua ini benar-benar harus dijaga jangan sampai terpapar dari orang-orang yang pernah berada di wilayah bertanda merah atau pernah berinteraksi dengan PDP atau ODP atau apapun.

Jangan mudik jika di kampung halaman nanti hanya merepotkan orang-orang yang kita cintai. Jangan mudik jika belum membawa keterangan bebas covid sampai masuk ke dalam kampung halaman dan bertemu dengan orang-orang yang kita cintai. Nyamankan jika mudik tapi merasa diri kita sehat padahal menjadi carier bagi orang-orang yang kita cintai? Tolong jangan egois hanya mengatasnamakan tidak sopan lebaran tidak pulang kampung halaman. Jangan mudik jika pulang kampung untuk menggugurkan agenda yang sudah dibuat untuk berlebaran di kampung halaman.

Saya dan keluarga memutuskan sejak lama, mudik lebaran tahun 2020 ditunda. Percaya dan yakin 100 % kepada Allah SWT, pasti akan diganti kesempatan indah untuk mudik dan bertemu dengan keluarga tercinta dalam suasana yang lebih kondusif dan lebih baik. Allah sayang dengan orang-orang yang sabar dan menggunakan akal pikiran yang jernih. 

No comments:

Post a comment

Mohon maafkeun, komentar kali ini dimoderasi ya. Terima kasih