28 Jun 2016

Mudik Lebaran Menggunakan Mobil Sedan Mitsubishi Lancar

Mudik merupakan bagian dari kehidupan saya selama 12 tahun hidup jauh dari tempat tinggal orang tua, atau biasa disebut kampung halaman. Menjadi bagian dari pemudik-pemudik lainnya dengan banyak kenangan dan cerita. Pengalaman mudik dari tahun ke tahun juga berbeda. Mulai dari mudik sendirian, mudik dengan  suami, mudik dengan  satu anak, mudik dengan dua anak. Pengalaman menggunakan transportasi mudik, mulai dari bus umum, kereta api, mobil travel hingga mobil pribadi.

Mobil sedan Mitsubitshi Lancer inilah mobil pribadi pertama saya dan keluarga, yang menemani mudik lebaran. Warna mobil abu-abu metalik, berbahan bakar bensin dan type manual. Saya sangat suka warna abu-abu metaliknya yang terkesan mewah meskipun mobil sedan Mitsubishi Lancer ini keluaran tahun 2003. Warnanya masih bagus dan mesinnya masih halus serta mudah dalam pengoperasiannya. Interiornya juga mewah, dashboard berwarna cream tua dan joknya menggunakan bahan beludru cream. Terakhir suami saya mengganti kain jok dengan warna putih hitam agar terlihat gentle.



Sebagai mobil sedan, bagasi terletak di bagian belakang dan berada di luar. Artinya, ketika membutuhkan barang yang diletakkan di bagasi, harus turun dan keluar mobil terlebih dahulu. Saya tidak ingin menghentikan perjalanan mudik sewaktu anak-anak membutuhkan barang-barangnya. Oleh karena itu, saya harus meletakkan barang-barang yang penting untuk diletakkan di dalam kabin mobil selama perjalanan mudik.

Foto bagasi sewaktu mudik menggunakan mobil sedan Mitsubitshi Lancer


Dengan meletakan barang-barang yang dibutuhkan, baju ganti anak-anak, makanan dan minuman, obat-obatan, mainan anak serta barang-barang lainnya di dalam kabin mobil, tidak harus membuka bagasi mobil sedan Mitsubitshi Lancer. Di dalam bagasi saya meletakan travel bag yang berisi baju-baju yang akan dipakai di daerah tujuan mudik atau barang-barang yang tidak begitu penting atau tidak diperlukan saat perjalanan mudik.

Di dalam kabin mobil sedan Mitsubitshi saya membuat interior yang nyaman untuk anak-anak. Jok depan memiliki bagian kaki yang lumayan luas, saya meletakan satu karton air mineral. Air mineral sengaja saya bawa banyak, karena selama perjalanan dibutuhkan asupan cairan yang banyak. Di jok belakang yang memiliki ruang bagian kaki yang sempit, saya meletakan tas, bukan travel bag, dengan berisi barang-barang yang sangat penting. Tas tersebut ditata sejajar dengan jok mobil supaya diatasnya dapat diletakan bantal cinta yang bentuknya panjang dan bantal biasa. 
 



Diatas dua batal tersebut, saya tutup dengan selimut tebal dan digunakan untuk tidur Fira. Dua guling boneka untuk Fira dan Faiz, serta bantal leher untuk saya. Ditengah bagian kaki jok belakang, saya meletakkan tas makanan, supaya Faiz di jok depan juga dapat dengan mudah mengambil makanan yang diinginkan. Obat-obatan juga dimasukkan ke dalam tas dan digantungkan ke bagian belakang jok depan.

Alhamdulillah selama melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil sedan Mitsubitshi Lancer tidak menemukan banyak kendala. Barang-barang yang dibutukan juga dapat dijangkau dengan mudah, sehingga tidak perlu turun dan ke luar mobil terlebih dahulu. Mudik lebih nyaman dan mudah meskipun mengunakan mobil sedan yang memiliki bagasi di luar.

Mudik tahun ini, mobil sedan Mitsubitshi Lancer sudah menjadi milik orang dan semoga dirawat dengan baik seperti saya dan keluarga yang merawat si Lancer ini. Dua hari setelah Lancer menjadi miliki orang, Faiz bilang kangen dengan mobil yang telah menemani dan mengantarkan  kemanapun bepergian. Mobil sedan pertama yang saya dan keluarga miliki, mobil yang gagah dan galak ketika berada di jalan dan mobil yang hangat menyemarakkan perjalanan mudik tahun lalu.


Jadi bagi teman-teman yang akan mudik menggunakan mobil type sedan, jangan khawatir untuk tidak mendapatkan kenyamanan mengambil barang-barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Yang penting letakkan barang yang dibutuhkan pada kabin mobil. Buat senyaman mungkin jok belakang, apalagi membawa bayi yang masih banyak tidurnya. Buat tempat tidur yang praktis dari bantal dan dilapisi selimut tebal. Mudik tahun ini, Insya Allah sudah ada pengganti Lancer. Doakan saya dan keluarga ya diberikan kemudahan, kenyamanan dan kelancaran dalam perjalanan mudik. Bagi teman-teman yang mudik, saya juga berharap dalam kondisi yang sehat dan selamat sampai tujuan, aamin.
[ Baca Selengkapnya ... ]

2 Jenis Mukena Berkualitas Terbaik dengan Harga yang Terjangkau

Perlengkapan sholat menjadi salah satu bagian penting pada bulan Ramadan. Di mana biasanya dalam dua minggu mengganti mukena, sarung atau sajadah untuk dicuci. Pada bulan Ramadan ini, mukena dan perlengkapan sholat lainnya dapat diganti satu minggu sekali. Ada tambahan ibadah sunah di bulan Ramadan yaitu sholat taraweh.

Mukena adalah salah satu busana yang dikenakan oleh setiap muslimah ketika melakukan ibadah sholat. Saat ini, seiring dengan perkembangan era digital yang semakin canggih, setiap muslimah dapat melakukan memiliki mukena dengan mudah. Dalam era digital yang serta internet, muslimah dapat memilih dan melakukan pemesanan atau pembelian mukena melalui mukena online shop, jadi tidak perlu keluar rumah nich.

Ada banyak sekali jenis produk praying set atau mukena ini, yang banyak ditawarkan oleh setiap produsen maupun perancang busana muslim di negara ini. Bagi teman-teman yang saat ini sedang membutuhkannya, berikut 2 jenis praying set dengan kualitas terbaik dengan harga yang ringan sebagai referensi pemilihan praying set:


  1. Rosanne Callia Purple, Produk praying set yang satu ini adalah salah satu dari sekian banyak jenis mukena berkualitas terbaik yang bisa ditemukan di mukena online shop. Warna yang ditawarkan yaitu warna purple black flower. Selain itu, motifnya juga merupakan motif yang sangat cantik, yakni motif bunga dengan bahan yang sangat berkualitas baik serta nyaman untuk digunakan, yaitu jenis bahan cotton atau katun. Katun merupakan bahan yang memiliki kualitas baik karena terbuat dari bahan serta kapas alami, sehingga sangat nyaman untuk dikenakan pada perlengkapan ibadah khusus untuk muslimah.
  2. Shiva 043 Fressia Rome Maroon. Selain jenis yang di atas, ada satu produk lagi yang bisa teman-teman jadikan referensi khususya bagi yang saat ini sedang mencari mukena terbaik untuk keperluan sholat Idul Fitri. Setiap muslimah, pasti selalu ingin mengenakan peralatan sholat yang terbaik dan berkualitas baik, apalagi untuk melaksanakan sholat Iidul Fitri. Produk yang satu ini memiliki kualitas bahan yang sangat bagus, dengan pilihan warna maroon yang cantik. Jenis produk yang satu ini merupakan produk pilihan warna polos yang terlihat sangat anggun dan cantik. 
Tertarik untuk membeli produk di atas? yuk teman-teman semua ikut saya untuk mengunjungi hijup.com yang merupakan situs terbaik yang hanya menawarkan kulaitas terbaiknya. Selain itu terdapat berbagai jenis busana muslim serta kerudung yang dapat teman-tean pesan melalui sistem jual beli online yang aman dan terpercaya.
[ Baca Selengkapnya ... ]

27 Jun 2016

Pengalaman Berbuka Puasa Bersama Keluarga di Luar Rumah

Hari Sabtu dan Minggu kemarin, saya memutuskan untuk menyelenggarakan buka puasa bersama keluarga inti di luar rumah. Perencanaannya memang mendadak, jadi sewaktu menghubungi Warung Sunda di Jalan Raya Serpong, resepsionisnya mengatakan kalau sudah full booked. Dari sinilah saya menemukan ide untuk jalan-jalan terlebih dahulu, mencari masjid, Sholat Maghrib baru kemudian mencari tempat makan.

Setelah ide saya sampaikan kepada suami, beliau oke dan berangkat selepas Sholat Ashar. Jadi, sebelum adzan Ashar, saya sudah memandikan dua anak, menyiapkan keperluan yang dibawa, lalu Sholat Ashar. Anak-anak sudah tidak sabar untuk jalan-jalan, karena sudah lama juga mereka bersabar tidak dibawa jalan-jalan yang jauh.

Berangkat dari rumah pukul 4 sore, kondisi Jalan Raya Serpong lumayan lancar. Melewati banyak rumah makan, terlihat kendaraan sudah parkir dengan cantik, melirik ke jam digital di mobil, masih pukul 5 sore. Jalanan berubah padat sewaktu melintasi Alam Sutera, para pengguna kendaraan terlihat lebih mempercepat gas kendaraannya, berburu waktu di jalanan yang padat.

Suami saya kurang hafal masjid di Jalan Raya Serpong, jadi memutuskan untuk berbelok ke Giant yang di depan Eka Hospital tepat sebelum adzan maghrib. Saya dan suami berbuka di depan Giant saat menunggu lampu merah berlalu untuk berbelok masuk ke Giant. Teh manis kemasan dan kurma manis yang sudah dipersiapkan, menjadi teman berbuka di kendaraan. Setelah mencari parkir, tujuan utama adalah mushola Giant Serpong yang terletak di belakang toko atau di area parkir belakang.

Restoran Padang Sederhana Bintaro menjadi tujuan setelah sholat Mahgrib. Namun, Faiz merengek meminta bermain di area play ground Giant Serpong. Faiz mengatakan bahwa dia ingin bermain bersama Fira, dan akan menjaganya, jadi ibu mana yang enggak senang, jadi yaa...dimasukkanlah ke dua anak ke dalam play ground yang menurut saya, bilangan harganya sangat mahal. Rp 20.000 tanpa batas waktu namun permainannya minim.

Saya masuk bersama Faiz dan Fira, kemudian meminta suami untuk mencari makan di food court. Setelah suami saya selesai makan, giliran saya yang mencari makan. Pilihannya banyak, tapi saya memilih Rice Bowl, karena letaknya berdekatan dengan area play ground. Menghabiskan 56 ribu lebih untuk paket Rice Bowl dan minumnya. Mahal ya? 

Sampai di rumah sudah hampir pukul 10 malam, makan malam digelar lagi dengan menu ayam GFC, tempe mendoan dan bumbu pecel. Alhamdulillah saya dan keluarga sangat bahagia, mendapatkan anugerah dan rejeki yang Insya Allah barokah, aamiin.

Minggu pukul 10 saya memesan ojek online untuk saya sendiri pergi ke sebuah Mall di daerah Karawaci. Baju Koko Faiz yang saya belikan beberapa waktu yang lalu, kekecilan dan Faiz meminta ganti. Saya memang memilih berangkat sendiri, karena kedua anak saya tidak hobby berbelanja, tidak sabar menunggu ibunya yang sedang memilih satu baju dalam waktu setengah jam ;(. Mereka berdua sama dengan suami saya, tidak bisa menunggu orang berbelanja.

Baca Juga : Tips Membeli Baju Anak

Masuk ke dalam Mall, suasana hiruk piruk, padat merayap, penuh sesak sudah terasa dari jalan menuju parkir. Semua kendaraan mengantre untuk masuk ke dalam Mega Mall Karawaci. Luar biasa ya teman-teman? membayangkan membawa kendaraan, pasti susah mencari parkirnya. Membayangkan membawa anak-anak, pasti mereka merengek minta pulang. Departemen store yang saya tuju, meluap pengunjungnya, untuk bergerak leluasa tidak bisa, antrean di kasir mengular, tumpukan pakaian dan sepatu berantakan setelah dipilah dan dipilih pengunjung.

Saya minta dijemput suami, kurang lebih pukul 2. Memesan ojek online lagi, rasanya tidak mungkin. Naik angkutan umum apalagi, tapi dengan tambahan pesan, di depan Karawaci lalu lintas sangat padat, jadi tidak usah mencari parkir. Setelah meeting point dibuat, giliran saya yang tetiba linglung. Untuk keluar ke arah meeting point-nya, melalui pintu mana ya? Nah loo, Dua satpam yang saya tanya, tidak memberikan jawaban pasti, satu satpam malah menyarankan untuk bertanya ke satpam gedung saja, karena ternyata dia satpam tennat.

Alhamdulillah, setelah menelepon suami dan diarahkan untuk berjalan ke arah Hypermart, kemudian turun ke lantai ground dan mencari tempat parkir yang biasa ditempati, belok kiri, jalan terus sampailah di depan tempat makan siap saji. Lagi-lagi perjalanan saya terbentur kondisi. Restoran siap sajinya ada di seberang jalan, sedangkan dua jalan tersebut dipisahkan oleh pagar. Em em...masa iya ibu-ibu melompat pagar atau merayap? ternyata kata Pak Satpam ada jalan untuk menyeberang, tapi dari arah sana, tuuuh...lumayan jauh kalau berjalan ;(

Pukul 3 sore saya bertemu keluarga saya dong di parkiran sebuah restoran. Lalu bingung mau kemana lagi, jadi diputuskan untuk buka puasa bersama lagi di luar. Sebelumnya saya dan keluarga berhenti untuk melaksanakan Sholat Ashar di Masjid Jasa Marga yang terletak di Jalan Raya Cikokol-Serpong. Hujan deras mengguyur, dua kali ke masjid ini, kebetulan hujan selalu turun. Saya dapat melaksanakan Sholat Ashar pukul 4 sore.

Kendaraan melaju ke arah Bintaro melalui Alam Sutera. Di jalanan yang mengecil, lalu lintas sangat padat, saya terlelap sebentar di jok tengah, Faiz tertidur di jok depan dan Fira tidur nyenyak bersama saya. Melewati Graha Bintaro, jam digital di mobil menunjukan pukul 17.30. Sebentar lagi waktu berbuka puasa tiba. Seperti hari Sabtu kemarin, saya meminta suami untuk mencari masjid terlebih dahulu, baru kemudian mencari tempat makan.

Mampir ke minimarket untuk membeli teh kemasan dan roti dan membelah jalanan ke Bintaro yang ternyata, macet parah sekali. Tapi Alhamdulillah bisa berjalan, dan kembali lagi saya dan keluarga berbuka puasa di tengah jalanan yang macet. Tepat di depan Sate Khas Senayan, Adzan Maghrib mengumandang. Eeeem..lalu kepikiran voucher MAP yang ada di rumah, bisa nich bisa nich makan di sini ;) kenyataannya, saya dan keluarga berbuka dengan satu bungkus roti dan teh kemasan, Alhamdulillah.

Masjid Jami Bintaro Raya, saya dan suami sering mampir ke masjid ini, sewaktu masih berada di kantor yang sama. Tempat parkirnya penuh,  kendaraan saya tidak mendapatkan tempat parkir. Jadi, sholat maghrib bergantian dengan suami, karena kendaraan diparkir di luar area masjid. Masjid ini sangat bersih, mulai dari tempat wudhlu dan kamar mandinya. Bagi muslimah yang tidak membawa mukena, di Masjid Jami Bintaro juga disediakan, wangi dan bersih.

Restoran Padang Sederhana Bintaro menjadi tujuan setelah Sholat Maghrib. Letaknya dekat dengan Masjid Jami Bintaro, tapi harus memutar terlebih dahulu. Putaran pertama, petugas parkirnya menggelengkan kepalanya, itu tanda parkir penuh. Putaran kedua, suami memutuskan untuk parkir di seberang jalan, depan Gudek Yogya. Saya turun dan melihat situasi di dalam restoran, masih ada meja untuk empat kursi, Alhamdulillah dapat berbuka puasa dengan nyaman.



Alhamdulillah saat saya menunggu sajian menunya, para penunjung yang sudah berbuka pausa, satu persatu pulang dan itu tandanya, kendaraan saya mendapatkan parkir. Faiz kemudian mengomentari kenyamanan makan di Restoran Padang SB. Enak ya mi, sudah disediakan, tinggal makan, enggak harus menunggu. Hehee, ini mah bisa-bisanya ummi dan abi saja, berbuka puasa praktis dan murah meriah. Kali ini Faiz menghabiskan EMPAT Ayam POP di Restoran Padang SB, luar biasa. Dengan membayar 160 ribu, Faiz kenyang sekali, dan nitip ke saya, untuk membuat Ayam POP yang sama dengan yang dimakan di sini. Eeem...;)

Jadi, itulah pengalaman berbuka puasa bersama keluarga di luar rumah. Satu hal yang harus diperhatikan saat akan berbuka puasa di luar rumah adalah menyiapkan takjil terlebih dahulu, kemudian mencari masjid untuk melaksanakan Sholat Maghrib baru kemudian pergi ke tempat makan baik yang sudah dipesan maupun masih mencari. Insya Allah, mencari makannya tidak terburu-buru, bisa menahan puasa selama lebih dari 8 jam, masa bersabar untuk melaksanakan Sholat Maghrib tidak bisa, eeeng ;)

Jadi bagaimana? di penghujung Ramadan ini? teman-teman ada yang masih akan menyelenggarakan buka puasa bersama teman, keluarga atau siapapun di luar rumah? saya diundang juga ya.

[ Baca Selengkapnya ... ]

26 Jun 2016

Tips Padu Padan Warna Rok dengan Atasan Muslimah

Beberapa tahun belakangan ini, saya lebih memilih memakai rok untuk dikenakan. Alasannya karena lebih feminim dan terlihat lebih cantik. Koleksi warna rok yang saya miliki, cokelat tua, jeans dengan beberapa model, orange, biru tua, biru muda, warna monochrome. Saya memiliki kebiasaan terlalu lama untuk menetapkan pilihan blouse atau atasan muslimah mana yang dapat dipadu padankan dengan pilihan rok yang saya miliki.

Kreatif, inovatif tidak melulu hadir pada satu pekerjaan yang dijalani, namun juga menyangkut fashion busana ataupun pakaian yang menjadi lebih kreatif dan inovatif. Terutama saat memadu padankan berbagai model busana dengan model lainnya dan juga padu padan satu warna busana dengan warna lainnya.

Busana muslimah syar'i yang biasanya identik dengan warna gelap, kini hadir dalam banyak warna yang bisa dipakai sesuai dengan warna yang saya sukai serta dengan kondisi acara ata kegiatan yang akan saya datangi.

Namun sudah seharusnya saya dapat memutuskan lebih cepat, atasan muslimah manakah untuk pilihan rok yang saya ingin pakai. Saya seharusnya dapat memadu padankan warna busana muslimah seperti dua item, yaitu atasan dan skirt style dengan cara yang tepat, benar dan sesuai agar penampilan tidak terkesan norak dan berlebihan.

Beberapa padu padan warna rok dengan atasan muslimah ini diharapkan dapat mempermudah saya dalam menentukan pilihan berbusana. Saya mengambil contoh-contoh tersebut untuk menjadi inspirasi dalam memilih gaya busana yang tepat dan cocok untuk digunakan.



Ada tips, tips pertama bisa dengan memilih warna rok dengan warna kulit, pilihlah warna-warna netral seperti hitam, abu-abu dan warna netral lainnya, hal ini agar penampilan saya menjadi terkesan natural. Namun pemakaian warna cerah juga tidak dapat mengurangi tampilan stylish, lho. Apalagi kini banyak warna rok yang cerah yang hadir dengan tampilan cantik dan menarik.

Salah satu kreasi atau padu padan ini akan saya contoh dan menjadi referensi berbusana yaitu untuk penampilan casual dalam aktifitas sehari-hari. Seperti ini nich, saya dapat menggunakan rok design longgar atau juga bisa memakai skirt pants warna hitam, Sebagai atasan saya dapat memilih blouse warna putih yang dimasukkan ke dalam rok. Sebagai pilihan gaya hijan, saya dapat menggunakan warna hitam plos yang simple.

Hijup.com sebagai online shop busana muslimah, hijan dan aksesorisnya seperti sepatu dan tas berkualitas memberikan saya inspirasi dalam melakukan padu apdan warna rok yang pas, cocok dan sesuai. Hijup menyediakan banyak koleksi skrits style secara lengkap dengan tampilan gaya busana melalui koleksi skrit yang teman-teman juga dapat melihat padu padan lainnya mulai dari warna dan gaya hijab, atasan hingga rok sebagai busana bawahannya. 
[ Baca Selengkapnya ... ]

Pecel Madiun, Sajian Praktis di Bulan Ramadan

Hallo, apa kabar teman-teman semua? awal Ramadan saya berniat ingin selalu update blog dan tetap berada di media sosial dengan membagikan ha-hal yang berhubungan dengan bulan Ramadan. Tapi apa dikata, dunia nyata melambai-lambai terus sehingga menyita banyak sekali perhatian. Padahal mah cuma tidur-tidur, leyeh-leyeh dan santai-santai.

Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir dan saya masih belum menyelesaikan hal-hal yang telah saya niatkan untuk diselesaikan. Saya jarang sekali memasak untuk menu berbuka, apalagi untuk menu sahur. Tahun ini saya tidak pernah sama sekali membuat takjil berupa es buah atau kolak. Ada banyak orang-orang di sekitar tempat tinggal saya yang baik-baik, mereka tanpa disuruh membuatkan untuk saya. Alhamdulillah ya...tapi setelah mengantongi kolak dan es buah, saya mengeluarkan uang, karena ternyata saya lebih rajin membeli daripada membuat. ;(

Dengan menu berbuka dan sahur yang itu-itu saja, anak pertama saya pernah mengeluh, bosan. Saya juga merasakan hal yang sama. Selain bosan, tentunya kebutuhan serat juga sangat kurang, kecuali serat dari buah. Saya selalu menyediakan buah di rumah. Suami juga selalu request untuk minta dibelikan pecel. Harga pecel sangat mahal di komplek perumahan tempat tinggal saya, sepuluh ribu rupiah untuk satu bungkus pecel, dengan jumlah sayuran yang dapat dihitung.

Saat sedang merasa bersalah, karena memasak untuk menu berbuka jarang, membeli pecel madiun mahal, paket dari Mbak Reni datang. Paket tersebut berisi bumbu pecel dan kerupuk jagung. Mbak Reni adalah teman blogger dari Madiun, yang sebelum bulan Ramadan kemarin, mengirimi saya paket bumbu pecel dan kerupuk jagung.







Rasa bumbu pecel yang enak, kental dan aroma kacangnya masih segar serta kerupuk jagung yang gurih dan renyah, saya pun memesan melalui Mbak Reni untuk nantinya dibagikan kepada kerabat saat mudik Lebaran. Langsung dech, pagi hari berikutnya, saya pergi ke pasar, membeli sayuran berupa kacang panjang, labu siam kecil dan tauge, tempe mendoan sebagai pelengkap menu pecel madiun. Dalam hati saya menertawakan diri sendiri, serius nich mau masak pecel? bikin tempe mendoan pula? yakin?

Alhamdulillah ya, sore hari saya mampu menyiapkan sayuran untuk direbus dan bumbu tempe mendoannya. Kurang lebih sekitar dua jam, memasak dan membersihkan peralatan yang digunakan untuk memasak, waktu yang saya habiskan di dapur. Repot? enggak juga sich, sembari menunggu waktu berbuka, saya menyibukkan diri di dapur untuk membuat sajian praktis di bulan Ramadan ini.

Merebus sayuran untuk pecel tidak begitu lama, pertama-tama saya merebus tauge, labu siam kecil kemudian kacang panjang. Untuk mencairkan bumbu pecelnya, saya merebus air panas sembari menggoreng tempe mendoan. Setelah selesai saya menyiapkan air panas untuk membuat teh manis. Sepuluh menit sebelum berbuka, sajian praktis di bulan Ramadan sudah siap. Karbohidrat dari nasi, protein dari tempe mendoan, vitamin dan serat dari sayuran, lemak dari bumbu pecelnya.

Saya mengirimkan pesan melalui whatsapp kepada suami, pamer gitu kalau hari itu saya perdana masak, ;) jawaban dari suami dari tempat yang tidak begitu jauh hanya, "seep". It's okay Astin. Anak saya langsung menyantap bumbu pecel dan tempe mendoan dengan nasi yang lumayan banyak. Aaach maafkan ibumu, Nak, yang begitu rajin menjauhi dapur selama bulan Ramadan ini.

Pagi ini, saya juga menyiapkan pecel dan kerupuk jagung sebagai menu sahur. Ditambah telor ceplok dan buah melon, semoga barokah, aaamiin. Proses memasaknya juga cepat, saya bangun pukul 3.30 dan dapat menikmati menu sahur di pukul 04.00. Bagaimana? di hari-hari menjelang Lebaran, sajian paling mudah untuk menu di bulan Ramadan, pecel madiun bisa menjadi jawara buat yang malas masak seperti saya. ;)
[ Baca Selengkapnya ... ]