18 Jan 2017

Jepang Tak Sejauh Angan dan Impian

Tiga puluh tahun yang lalu, di mana benda yang bernama televisi masih jarang ditemui. Aku sudah dapat menikmati di rumah pakde. Salah satu serial yang ditonton oleh anggota keluarga pakde adalah Oshin.

Aku jatuh cinta dengan serial Oshin karena ada tetes-tetesan butiran salju putih yang turun ke dataran. Membentuk selimut tebal berwarna putih. Para pemerannya mengunakan pakaian tebal, syal dan memerlukan Kotatsu untuk menghangatkan badan sembari minum teh.

Pemandangan berselimut salju itulah, yang akhirnya memberiku angan dan impian untuk pergi ke negara tersebut.

Sebagai negara yang memiliki iklim sub-tropis, yang memiliki 4 musim, Jepang diberikan anugerah oleh Allah untuk merasakan dinginnya salju di Bulan Desember hingga Maret, tiap tahunnya.

Sebetulnya bukan karena salju, aku ingin pergi ke Jepang. Tapi budaya dari negara yang memiliki banyak sekali wisata yang menyejukkan mata inilah, yang ingin aku singgahi.

Anganku pernah terasa dekat sewaktu aku pernah bekerja di salah satu perusahaan Jepang. Aku mendapatkan budaya yang tidak aku dapatkan sewaktu bekerja di perusahaan lainnya. Salah satunya adalah, perusahaan tempat aku bekerja, menyediakan tempat sholat di setiap lantai di kantor pusatnya.

Bahagia? pasti aku dan teman-teman muslim lainnya sangat bahagia dimudahkan untuk urusan beribadah kepada Allah.

Jepang tak sejauh angan dan impian. Sewaktu masih di perusahaan Jepang, aku bisa bertemu langsung dengan orang-orang Jepang, membungkukkan badan, tersenyum, menyapa Ogenki desu ka? melihat banyak tulisan kanji.

Ach, seandainya aku masih di perusahaan tersebut. Tentu aku akan memberikan performa terbaikku, supaya aku diberikan kesempatan mengunjungi Jepang. Osaka, Tokyo, Kyoto, Yokohama, Sapporo, Nagasaki, Hokkaido, Nagoya, Kobe adalah beberapa nama kota yang menjadi kota yang ingin aku kunjungi.

Menurut Wikipedia Indonesia, Jepang memiliki luas wilayah 377. 923, 1 km persegi, pada tahun 2006 dan dengan banyak kota yang ingin aku kunjungi. Aku tidak mungkin dapat mengunjungi wilayah Jepang sendirian. Apalagi, akupun tidak paham bahasa Jepang, meskipun itu dapat dipelajari.

Salah satu pilihan yang mudah untuk mendekatkan angan dan impianku ke Jepang, adalah mengikuti paket tour ke Jepang.

Jasa paket tour pastinya akan membantu aku, untuk melakukan banyak hal:
  1. Menentukan kota di Jepang yang paling menarik untuk dikunjungi. Karena jika mengikuti angan dan impianku, bisa satu bulan berada di Jepang.
  2. Memberikan petunjuk tempat makan dan restoran halal yang dapat dikonsumsi. Makanan adalah hal utama sebagai pembangkit semangat sewaktu traveling.
  3. Mengingatkan untuk selalu istirahat, mencarikan masjid di kota-kota di Jepang.
  4. Mengantarkan ke tempat-tempat perbelanjaan yang pastinya akan dibantu proses komunikasi dengan penjual di Jepang.
  5. Dengan paket tour, pastinya ada banyak teman-teman dari Indonesia. Suasana akan menjadi seru dan ramai.
Ada beberapa pilihan paket tour yang dapat menjadi pilihan. Salah satunya adalah paket tour di bawah ini, nih;

Hari ke - 1 : Jakarta - Osaka (Kansai Airport)


Sewaktu kecil dulu, aku punya kaos bertuliskan Osaka. Nah, itulah mengapa tour pertamaku ke Jepang adalah ke Osaka.

Kansai Airport memiliki arsitektur yang sangat indah. Tersedia mushola yang meskipun kecil tapi bersih.

Hari ke - 2 : Osaka Kansai Airport - Universal Studio


Puas menikmati indahnya arsitektur di Kansai Airport. Universal Studio menjadi destinasi pertama di Osaka. Di Universal studio akan ada banyak wahana yang pastinya menghabiskan waktu. Inilah fungsinya guide paket tour wisata halal Jepang , mereka akan memberikan timing dan mengajak untuk berpindah ke tempat wisata lainnya.

Puas menikmati wahana di Universal Studio Jepang, langsung makan malam dan melanjutkan tour ke pusat perbelanjaan yang terkenal di Osaka. Shinzaibashi Fun, yang terletak di dekat tempat menginap. Ada banyak pilihan hotel di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.

Hari ke - 3 : Kyoto - Hamamatsu


Hari ke tiga di Jepang, menikmati udara Kyoto dengan menaiki Bullet train atau kereta cepat dari Osaka. Kyoto merupakan kota yang memiliki banyak cagar alam di Jepang. Bisa disebut, Kyoto ini adlaah kota tua. Ada banyak kuil di Kyoto.

Kuil di Kyoto menawarkan keindahan dedaunan, baik sewaktu semi, gugur maupun pada saat musim panas. Aku sering melihat keindahan musim semi Kyoto dari kalender.

Setelah puas menikmati indahnya Kyoto, perjalanan berlanjut ke Hamamatsu dengan menggunakan kereta cepat lagi. Ada banyak pilihan wisata di Hamamatsu, seperti Hamamatsu flower park, Hamamatsu City Zoo, menikmati danau Hamanako Golden Park.

Hari ke - 4 : Hamamatsu - Hakone Mt. Fuji


Setelah beristirahat malam yang nyaman. Setelah dari Hamamatsu, tour selanjutnya adalah menikmati keindahan Mt. Fuji. Siapa yang enggak kenal gunung Fuji. Gunung yang menjadi sebuah lagu cantik di Indonesia jaman dulu, itu loh.

Meskipun tour ke Mt. Fuji, pasti enggak naik ke puncaknya lah ya. Kebanyakan untuk para wisatawan yang mengikuti tour, akan sampai ke level 5 saja untuk menikmati keindahan pantulan Gunung Fuju di danau.

Setelah lelah menuruni Mt. Fuji, malam harinya aku ingin menikmati spa khas Jepang yang bernama Japanese Spa Ryokan. Para guide pasti akan menyuguhkan makanan halal khas Jepang untuk mengantarkan lelapnya tidur.

Hari ke - 5 : Tokyo - Ginza - Shinjuku


Sudah hafal di luar kepala, kota Tokyo selalu disebut sebagai Ibu kota Jepang. Di Tokyo ada Ueno Park. Di sana ada suguhan bunga Sakura yang sangat indah sewaktu berkembang. Di Tokyo ada kuil tertua yang rekomended untuk dikunjungi, yaitu Asakusa Kannon Temple. Kalau masih ingin berbelanja di Tokyo juga ada pusat perbelanjaan aneka souvenir, nama tempatnya Nakamise Street.  Selain Nakamise ada Ginza dan Shinjuku yang merupakan pusat perbelanjaan juga dan tempat hiburan.

Ueno Park


Hari ke - 6 : Tokyo Disneyland


Aku enggak sempat menonton resepsi pernikahan artis cantik Indonesia yang menikah di Disneyland. Tapi dari namanya, aku sudah dapat gambaran, tempat ini merupakan ikon yang paling wajib untuk dikunjungi saat tour ke Tokyo.

Sampai waktu malam, enaknya memang dihabiskan di banyak wahana di Disneyland. Waaah, kalau ngajak anak-anak, pasti enggak mau pulang. Tapi, pastinya setelah lelah harus makan malam. Di Disneyland ada pilihan tempat makan all you can eat, yang sebetulnya memudahkan pilihan menu makan.

Nah, karena ini adalah hari terakhir tour di Jepang dan pulang ke Indonesia melalui Bandara Narita, menginapnya di hotel dekat Narita.

Hari ke -7 : Narita - Jakarta


Bagaimana sudah lengkap mengunjungi kota-kota bersejarah di Jepang? perlu ditambahi lebih banyak hari mungkin ya. Jepang menawarkan spot-spot menarik untuk dijadikan foto sebagai penghias akun media sosialku kan, ya.

Nah, bagaimana ribetnya kalau mengujungi Jepang selama 6 hari tanpa tour guide. Takut kesasar kan? takut kesulitan mendapatkan makanan halal selama di Jepang. Jadi, untuk memudahkan dan mendekatkan angan dan impianku, ada Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia yang akan memberikan pengalaman tour yang berkesan untuk aku. Apakah ada dari teman-teman yang sudah memiliki pengalaman tour ke Jepang, pasti sangat berkesan ya.




Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata



[ Baca Selengkapnya ... ]

16 Jan 2017

Langka ! Cicilan Rumah Minimalis Hanya 1 Juta per Bulan

Banyak sekali type rumah yang dapat dipilih. Type rumah pilihanku masih type minimalis yang elegan dan terlihat mewah. Minimalis karena aku ingin bentuk dan design yang tidak terlalu banyak lekukan. Elegan aku ingin tampak rumah tetap mengedepankan unsur kenyamanan rumah itu sendiri. Mewah aku ingin rumah minimalis yang terlihat mewah dari pemilihan cat dinding eksteriornya.

Pasti teman-teman juga setuju ya, kalau rumah dengan type minimalis ini banyak yang suka. Makanya, banyak sekali developer-developer perumahan yang mengusung type hunian minimalis. Aku kalau diijinkan untuk membeli juga akan mencari rumah minimalis dengan harga yang sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan.

Seperti harga cabe yang melonjak naik, seiring banyaknya pembeli tapi barangnya langka. Rumah dengan type minimalis ini juga memiliki harga yang bersaing dan sangat tinggi. Itulah yang membuat aku masih belum mendapatkan harga yang pas untuk memiliki rumah minimalis di Indonesia ini.

Apakah aku dan teman-teman yang menginginkan rumah minimalis dengan harga yang sesuai kantong, tapi mendapatkan rumah minimlis yang pas di hati. Bagaimana ya, caranya :

Salah satu contohnya adalah dengan membeli rumah melalui KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. KPR mempermudah dan mempercepat orang-orang yang menginginkan kepemilikan rumah, termasuk rumah minimalis ini.

Tapi apakah segampang hanya melalui KPR, dapat menjadi pemilik rumah minimalis? karena pada perjalanannya sewaktu pengambilan KPR akan ada banyak beban biaya yang juga harus tetap dipenuhi dan kadang masih dirasa terlalu berat. Contohnya jumlah cicilan per bulan yang ditetapkan oleh Bank yang dibebankan kepada orang yang mengajukan.

Cicilan rata-rata per bulan untuk rumah dengan harga sekitar 200 juta, dihitung cicilan per bulan di atas 1-2 juta per bulan. Untuk aku terasa masih berat. Apakah ada cara lainnya? infonya sich, ada!

Caranya adalah mencari KPR rumah dengan beban atau besarnya cicilan lebih murah dari rata-rata ketentuan Bank. Hm, ada ya? di mana sich dan bagaimana caranya?.

Sekarang sudah banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam mencari sesuatu. kemajuan teknologi  menjadi sangat memudahkan dalam emncari segala sesuatu termasuk dalam mencari rumah dengan angsuran per bulan yang sangat ringan.

Sudah pernah mendengar UrbanIndo.com? yup, website properti yang menyediakan ribuan dan jutaan listing rumah minimalis yang dijual dan ditawarkan, dapat melalui KPR yang sangat lengkap.

Ada banyak pilihan rumah minimalis yang bagus bahkan dengan beban cicilan yang terbilang sangat ringan dan ada yang di bawah 1 juta per bulannya. Coba dech, teman-teman kunjungi dan cek website tersebut ya. Semoga informasi ini bermanfaat.
[ Baca Selengkapnya ... ]

Membuat Martabak Menggunakan Pan, Bisa Kok

Camilan kesukaan anak-anak di saat malam hari, adalah martabak manis. Martabak manis memang banyak ditemui saat malam hari. Ada banyak macam martabak manis. Contohnya Martabak Bangka, martabak manis Hoki, Martabak manis bang, dan lain lain.

Rasa martabak tetap rasa martabak. Tapi ingatan aku malah jalan-jalan ke masa SD. Dulu, belum ada masanya sering beli camilan di jalan. Bapak dan Ibuku, enggak pernah ngajak jalan beli martabak manis atau pizza, ehheee. Seringnya mah beli mendoan atau gembus.

Nah, ada jajanan jaman aku SD di tahun 1987 an, ya ampun, sudah berapa tahun itu?. Nama jajanan tersebut adalah terang bulan. Terang Bulan ini, jajanan yang bisa di beli di penjaja jajanan yang menggunakan sepeda, bunyinya toet toet, ya semacam telelolet punyanya bis. Abang Terang Bulan akan memberikan Terang Bulan dengan alas kertas koran.

Terang Bulan ini mirip martabak manis. Hanya saja, Terang Bulan itu lebih tipis dan isiannya, selai cokelat dan selai kacang tanah. Harganya jaman dulu, 25 perak. Sekarang, aku enggak tahu dech, masih ada atau sudah berganti menjadi martabak mini. Main ke SD 04 Mertasinga saja, sudah jarang banget. Ada kali puluhan tahun gak lihat SD tercinta.

Martabak Manis Pan


Nah, pada suatu sore, jemari sedang asyik main ke Instagram. Lah kok nemu akun doyanbaking. Ada resep Terang Bulan. Stalking dech di akun doyanbaking tadi. Nemu resep martabak yang dibuat di pan dadar atau teflon.

Bahan-bahannya juga mudah dan kebetulan semuanya ada di lemari dapur. Ya udah, aku coba buat dengan andalan, jadi enggak jadi yang penting sudah mencoba.

Bahan Martabak

Taburan Martabak


Bahan-Bahan Martabak Teflon

  1. Tepung Terigu
  2. Gula pasir
  3. Soda kue
  4. Fermipan
  5. Garam
  6. Air putih
  7. Telur
  8. Susu Kental Manis
  9. Meses untuk taburan
  10. Keju parut untuk taburan

Cara membuat Martabak Teflon

  1.  Campurkan bahan kering, tepung terigu, garam, soda kue
  2. Aduk rata dan jika sudah rata, masukkan air dan telur aduk kembali
  3. Diamkan sampai 30 menit hingga mengembang
  4. Masukkan fermipan dan aduk hingga rata
  5. Adonan akan muncul busa-busa cantik
  6. Panaskan teflon
  7. Ambil adonan secukupnya dan tuang ke dalam teflon
  8. Biarkan sampai meletup dan bersarang
  9. Taburi gula pasir
  10. Tutup teflon
  11. Jika sudah matang, angkat
  12. Oles mentega dan taburi meses atau keju parut
  13. Potong di tengah dan lipat
  14. Olesi bagian luar martabak menggunakan mentega
  15. Sajikan selagi hangat
Azaliaku bantu-bantu ngaduk adonan martabak

For the first time, lumayan


Demikianlah dapur astata yang dibantu oleh anak perempuanku yang unyu sekali. Saat disajikan, anak sulungku meragukan rasa dari martabak buatanku. Aku ra popo. Aku juga enggak berharap maratabakku dimakan sampai habis. Tapi, setelah gigitan ke berapa gitu, anakku bilang enak dan minta tambah.

Menyajikan camilan anak enggak ribet kok, asal mau dan mampu saja. Semoga berikan kemauan dan kemampuan yang istiqomah ya, teman. Karena membuat martabak menggunakan pan, bisa kok. Ini aku baru sekali saja, trus langsung lumayan lah. 
[ Baca Selengkapnya ... ]

14 Jan 2017

Cara Membuat Harga Jual Rumah Meningkat

Halohaaa, ada yang sedang berpikir ingin menjual rumah? mau pindah ke mana ya? pasti ke tempat yang lebih baik lagi, kan. Seperti saudaraku, yang akan menjual rumahnya. Keluarga mereka ingin berpindah ke tempat yang lebih baik. Baik dari faktor lingkungan dan sanitasi serta dekat ke mana-mana.

Mereka meminta tolong suamiku, untuk menjualkan rumah tersebut. Setelah disepakati, ada hal yang harus diketahui untuk menjual rumah. Salah satunya adalah membuat harga jual rumah yang akan dijual, dapat meningkat. Paling tidak mampu membeli rumah dan masih tersisa setengahnya, untuk membeli rumah di tempat yang baru.

Ngomong-ngomong, saudaraku ini akan berpindah dari Jakarta ke Depok, loh. Padahal sudah bagus ya, punya KTP DKI, tapi malah ingin pindah ke Depok. Tapi demi mendapatkan rumah yang nyaman, saudaraku mencari rumah dijual di Depok. Jadi, bagaimana caranya rumah yang di Jakarta dapat laku di pasaran dengan harga yang bagus.

Berikut ini, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan harga jual rumah.

Perbaikan Rumah


Gak ada salahnya kan ya? memperbaiki rumah yang akan dijual. Sekecil apapun kerusakan tersebut, kalau diperbaiki, akan menjadi nilai tambah saat dijual nanti. Contohnya nich, perbaiki jaringan kabel, supaya terlihat lebih bagus dan rapi. Periksa apakah engsel pintu dan jendela bekerja dengan baik. Periksa juga apakah ada pagar atau teralis besi yang keropos.

Perhatikan juga langit-langit dan kondisi atap rumah. Aku saja, kalau sedang memeriksa rumah yang akan ditempati, pasti melihat ke atas, apakah kondisi langit-langitnya rapi atau tidak. Kan kalau sedang tidiuran di ruang kamar, yang dilihat juga bagian langit-langit kan?

Jika ada rejeki lebih, bisa juga percantik rumah dengan mengecat ulang. Meskipun rumah akan dijual, namun memberikan yang terbaik untuk pembeli adalah nilai plus dan dapat menaikan harga jual rumah.

Bersih-Bersih


Teman-teman biasa menjual rumah, pasti tanpa perabotan, kan? kecuali kalau pindahnya ke luar negeri atau memang  sudah tidak ingin membawa perabotan di dalamnya. Nah, pastikan untuk melakukan pembersihan terhadap bagian-bagian yang awalnya merupakan tempat perabotan.

Apabila telah melakukan bersih-bersih, setelah perabotan di keluarkan dari rumah, rumah akan tampak bersih. Tidak akan tampak kumuh atau ada bekas peabotan yang menempel di dinding. Hal tersebut mampu menaikan harga jual rumah, sehingga pembeli tidak akan menawar dengan harga yang murah.

Tambahkan Detail Khusus


Membuat rumah menjadi lebih beda dari rumah-rumah yang lainnya, atau membuat rumah terlihat menonjol dapat meningkatkan harga jual rumah. Contohnya, dengan menambahkan detail khusus agar rumah yang akan dijual dapat menarik calon pembeli.

Membuat taman untuk mempercantik rumah yang akan dijual


Menambahkan list di bagian atas maupun bagian bawah dari dinding rumah, akan membuat dinding terlihat lebih menonjol. Atau bisa juga membuat taman cantik yang kecil di depan rumah sebagai kesan segar dan asri untuk rumah yang akan dijual.

Itulah beberapa hal yang kemungkinan dapat meningkatkan harga jual rumah. Calon pembeli juga akan lebih tertarik dengan tampilan rumah yang cantik, bersih dan rapi saat melakukan survey. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya.
[ Baca Selengkapnya ... ]

Zest Hotel Bandung Tempat Singgah Melepas Lelah dan Kantuk

Pagi ini dilaporkan dari sudut kerlingan mataku, hujan ringan turun dengan intensitas sedang. Jadi, rasanya mager banget untuk melakukan aktifitas.  Nyamannya sich tiduran sama orang terkasih, ngobrolin masa depan sembari melihat ke dalam bola mata anak-anak.

Hari ini, aktifitas yang paling ideal adalah "leyeh-leyeh" di tempat tidur aja. Apalagi tidur-tidurannya di kamar hotel yang nyaman dan tenang. Pasti lebih seru dan berkesan kan, ngobrolin goal setting di hotel yang tenang dan nyaman, tanpa ada aktiftas lainnya.

Seperti di Zest Hotel Bandung, salah satu hotel budget tapi menawarkan tempat menginap yang tenang dan nyaman. Aku punya pengalaman menginap di Zest Hotel Bandung, dua kali. Inginnya mah, berkali-kali, berkali-kali dan lagi, lagi.

Dua kali menginap di Zest Hotel Bandung dalam satu tahun kemarin. Tak pernah berpaling mencari hotel lain, ya Zest Hotel yang aku dan keluarga pilih untuk mengistirahatkan lelahnya perjalanan dari Cilacap menuju Jakarta.

Buat aku dan keluarga, Zest Hotel merupakan tempat singgah untuk beristirahat yang nyaman di Bandung.

Kamar Zest Queen Room Hotel Bandung Luas dan Nyaman


Lebaran Idul Fitri 2016 aku dan keluarga melakukan perjalanan balik ke Tangerang lewat Bandung. Selama dua hari, aku dan keluarga beristirahat di Bandung. Sebelum masuk kota Bandung, aku menggunakan aplikasi Traveloka untuk mencari Zest Hotel. Tapi sayang, karena sudah pukul 1 malam, Zest Hotel sudah booked semua. Jadi, aku dan keluarga menginap di hotel paling mewah dalam ceritaku menginap di hotel yang bayar sendiri.

Hari ke dua di Bandung, aku langsung buka aplikasi traveloka lagi. Langsung pilih Zest Hotel Bandung untuk menginap di hari ke dua.

Prosesnya juga mudah dan enggak ribet. Pilih kamar, lakukan pilihan pembayaran. Kalau aku pilih menggunakan ATM BCA waktu pertama kali pesan melalui traveloka. Kemudian, memastikan ke Zest Hotel, bahwa pemesananku berhasil. Tapi, karena masih pukul 12 siang, kamar belum siap. Jadi, aku dan keluarga jalan-jalan dulu ke Lembang.

Di sebuah sudut lobby Zest Hotel Bandung, aku melihat ada perangkat komputer. Benda ini disediakan untuk apa ya? aku lupa enggak tanya.

Komputer di sudut lobby Zest Hotel Bandung


Kesan pertama masuk ke Zest Hotel, SEGAAAAR dengan nuansa hijau dan orange, badan yang lelah jadi lebih fresh. Apalagi ketika masuk ke dalam kamarnya Zest Hotel Bandung. Waaaa, legaaa banget, luas dan bersih. Memang sich pada awalnya akan tercium aroma cat karena memang masih baru ya.

Pertama kali menginap di Zest Hotel Bandung, aku memilih kamar Zest Queen Room dengan breakfast. Untuk dua dewasa dan dua anak kecil, aku berharap cukup ya. Ternyata tidak teman-teman, tidurnya anak-anak masih seperti tidur di rumah. Berkelana seluas tempat tidur. Untungnya di dalam kamar Zest Hotel ada kursi panjang, disitulah suamiku tidur. 😊


Single bed ini namanya Zest Queen Room

Jendela Zest Hotel Bandung juga ngeri-ngeri sedap, jadi aku dan suamiku harus memastikan anak-anak tidak berada di dekat jendela. Apalagi meletakkan kursi di dekat jendela. Bahaya, karena tidak ada tralis dan pelindung di luar jendela. Langsung gitu, bisa pegang awan *eh.

Kamar mandinya cukup luas, tidak terlalu sempit seperti hotel budget lainnya, di mana aku pernah menginap di Bandung.

Wastafelnya bersih

Shower yang tanpa pembatas, menjadikan ruang lebih lega


Ada banyak stop kontak, jadi enggak perlu khawatir enggak kebagian colokan kalau minim batre. Aku juga tidak perlu khawatir anak-anak rewel selama di Zest Hotel Bandung. Anak-anak suka sekali nonton YouTube. Faiz nonton tutorial minicraft di YouTube sedangkan Fira menonton ChuChuTV. Jadi, saat aku dan suami istirahat, anak-anak bisa nyaman dengan tabletnya.

Stop kontak ada di mana-mana, salah satunya di sini


Meskipun hotel budget, Zest Hotel tetap memberikan air mineral dua buah dalam kemasan kecil. Gelas dua buah dan peralatan mandi juga tersedia. Tidak ada lemari tertutup, jadi hanya lemari gantungan saja dengan hangernya. Ada brankas yang jadi bahan eksplorasi Faiz dan Fira. Ada juga pesawat telepon yang masih saja, harus aku angkat ke atas, karena Fira masih belum move on dengan benda satu ini.

Pesawat telepon biasanya aku lepas kabelnya 😠


Lantai kamar Zest Hotel Bandung menggunakan lantai parkit kasar, jadi anak-anak mau lelarian bisa saja sampai guling-gulingan di lantainya.

Breakfast di Zest Hotel Bandung, Burjonya Enak


Breakfast di kali pertama menginap di Zest Hotel. Awalnya bingung nih, karena anak-anak masih tidur, tapi perut ibu rumah tangga, yang terbiasa makan pagi, sudah demo. Mau bawa anak-anak yang masih bobo, juga bukan pilihan yang baik. Jadi terpaksa aku enggak bawa smart card, nanti minta tolong saja sama resepsionis untuk pencet nomor lantai di lift.

Jadi, sebaiknya di awal cek in, sebaiknya minta ijin untuk membawa dua smart card, biar bisa gantian kek gini.  Tapi emang, aku dan suamiku terbiasa bareng siy. Suamiku juga jarang keluar-keluar kamar hotel. Kalau sudah di kamar ya, udah. Aku juga sama, sebetulnya asyik juga kali ya. Suami dan anak-anak tidur di kamar, aku berkelana mencari spot untuk foto. Tapi, yang ada, anak-anak pasti bakalan mewek.

Warna segar kembali terlihat ketika masuk ke ruang makannya a ka restorannya. Aku makan sendiri bersama dengan banyak keluarga-keluarga. Makan dengan tenang, pilih satu-satu dengan porsi sedikit. Icip-icip biar ngerasain semuanya. Ada nasi goreng, ada nasi, bihun goreng dan lauk pauk, ada bubur ayam Bandung, ada bubur kacang hijau dan ada jus buah.

Burjo Zest Hotel Bandung ini enak banget


Semua rasanya enak, aku sampai nambah dua kali untuk bubur kacang hijau, santannya enggak nguatin. Bayangkan, aku dan keluarga menginap pertama kali di Zest Hotel Bandung bulan Juli 2016, sampai sekarang masih ingat, rasa santan dari bubur kacang hijaunya. Luar biasa.

Bulan Desember 2016 kemarin, aku dan keluarga berlibur di Cilacap. Seperti biasa, jalan pulang ke Tangerang, pasti melewati Bandung. Waktu keluar tol  jam 8 malam. Awalnya, suamiku mau nerus saja, enggak usah mampir Bandung. Suamiku masih kuat nyetir 4 jam lagi ke Tangerang.

Tapi aku dan anak-anak maunya nginep di Bandung. Nginep dowang, enggak ke mana-mana, karena besok harinya, suami harus ada meeting dengan customers. So, setuju, cuma nginep saja, enggak pakai sarapan dan setelah subuh langsung pulang. Nekaaadz.

Langsung aku masuk ke aplikasi Traveloka di smartphone. Pilih Zest Hotel dan pilih pembayaran mengunakan ATM BNI, kebetulan di tempat berhenti ada ATM BNI.

Prosesnya sama, cepat dan mudah. Kali ini aku memilih kamar Zest Twin Room di Zest Hotel Bandung. Alasannya, saat melihat fotonya di aplikasi traveloka, tempat tidurnya bisa nich digeser dan didekatkan. Aman untuk anak-anak dan bisa tidur berempat di tempat tidur. Aku juga pilih yang breakfast not included karena pulang pagi-pagi, sarapan di jalan saja.

Disambut dengan ornament Natal, karena memang waktu itu seluruh mall dan hotel, hiasannya sama menjelang Natal. Warna hijaunya Zest dipadukan dengan warna merah, jadi cantik banget. Sayang, enggak boleh foto sama suamiku, katanya udah cape, pingin cepet-cepet tidur. Laah, tadinya malah pingin terus ke Tangerang. 😢

Kamar Zest Twin Room Zest Hotel, Pilihanku


Masuk ke dalam kamar Zest Twin Hotel di lantai 5. Luasnya sama dengan yang Queen. Cuma tempat tidurnya memang dua, ya iya kali tin, Twin gitu. Dan aku langsung foto sana dan sini. Tarik dan dekatkan tempat tidur, jadi terlihat seperti satu bed, tapi ini luaas banget.

Pilihan yang tepat untuk dua anak kecil menggunakan Twin


Untuk jendela, aku masih ngeri-ngeri sedap. So far, memang satu hotel, jadi semuanya sama dengan kesan pertama tadi ya. Cuma kali ini, bahagia banget. Twin bisa digabung jadi satu dan berubah menjadi tempat tidur yang luas. Jadi bisa berempat tidur di tempat tidur ini.

Jendela kamar Zest Hotel Bandung dan kursi panjang


Aku tertidur cepat, enggak tahu dech, anak-anak. WiFi di Zest Hotel Bandung kenceng, jadi saat anak-anak nonton YouTube makin asyik.

Tepat waktu subuh, suamiku bangun dan aku ikut kebangun. Melihat anak-anak tertidur dengan pulas, rasanya ogah banget, bangunin mereka. Tapi, suamiku harus bersikap profesional, melaksanakan pekerjaannya. Beneran nich, Zest Hotel Bandung cuma buat bobo dowang.

Mandi dengan air hangat yang bekerja dengan baik dan membereskan tas dan barang bawaan. Meskipun cuma sekejapan mata, aku rempong dengan barang bawaan. Pukul 6 pagi, aku dan keluarga check out dari Zest Hotel Bandung.

Foto Keluarga di Zest Hotel Bandung


Harga kamar di Zest Hotel Bandung melalui aplikasi Traveloka beda jauh, kalau datang langsung ke hotel kemudian booking. Harganya Zest Hotel Bandung bersaing dengan hotel-hotel budget lainnya. Apalagi tempatnya juga strategis di jalan Sukajadi.

Aku dan keluarga sudah sepakat nich, menjadikan Zest Hotel Bandung menjadi persinggahan setelah perjalanan balik dari Cilacap menuju Tangerang. Kalau teman-teman, bagaimana? punya tempat persinggahan yang menenangkan istirahat, kalian?
[ Baca Selengkapnya ... ]